Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
88. Saling cinta


__ADS_3

🍁🍁Demi apapun aku sangat gugup kini, kamu benar-benar membuat ku tak bisa tenang🍁🍁


Zhia dan Albar memasuki rumah besar itu. Suasana terasa sepi sekali padahal ini sudah hampir maghrib. Ayah juga tumben sekali tidak ada didepan rumah seperti biasanya karena ayah yang saat ini sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan memilih untuk menghabiskan waktu dirumah saja ayah sering bersantai didepan rumah menunggu anak juga menantunya pulang. Sampai kini ia masih tak mengizinkan anak-anak nya kembali kerumah masing-masing. Katanya dia ngk suka kesepian.


"Aku siapin air dulu buat Mas yah. " Zhia masih merasa malu namun ia coba tutupi agar Albar tidak tau.


"Tidak usah sayang, Mas saja yang siapin sendiri. " Albar meraih handuk dari tempat nya lalu memasuki kamar mandi begitu saja.


Zhia masih mengingat ingat kejadian tadi saat Albar sangat bangga menyebutkan namanya sebagai istri nya. Belum lagi Albar mengatakan kalau ia sangat mencintai nya. Ia semakin merasa panas dingin dengan jantung yang semakin berdetak kuat.


"Ah sampai lupa. " Zhia bangkit dengan tersenyum menuju lemari mengambil pakaian untuk Albar pakai nanti.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan tubuh setengah telanjang Albar itu, titik titik air masih Menempel Astetick didada bidang itu belum lagi rambut basah itu semakin membuat Albar terlihat seksi sekali.


"Ini bajunya Mas, aku mau mandi dulu. " Zhia mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi.


Albar masih saja teringat dengan ciuman mereka tadi, benar-benar mendebarkan bagi Albar karena itulah pertama kalinya mereka benar-benar saling berciuman karena selama ini zhia tak pernah membalas ciuman nya.


"Aku akan membuat mu tidak bisa berjalan besok heheh. " Gumam Albar pelan dengan senyuman smirk nya itu.


23.35pm.


Albar dan zhia masih terjaga dengan isi pikiran masing-masing. Sejak selesai makan keluarga mereka hanya berbaring saja diatas tempat tidur.


Zhia memikirkan betapa ia Salah karena sudah tidak percaya dengan ketulusan Albar padanya. Belum lagi ia sangat menjaga zhia dan perasaan nya.


Albar malah memikirkan banyak hal dan rencana agar ia bisa mendapatkan jatahnya malam ini. Sudah sangat lama ia menunggu moment yang pas untuk itu, tapi sampai kini hanya saat inilah momen yg tepat.


"Emmbb,, Mas, aku ngk mau yah kalau Mas suka main kekerasan lagi kedepannya. " Zhia pun mulai membuka suara ditengah keheningan itu.


Albar melihat kearah zhia yang masih terbaring disamping nya itu. Ia tarik tubuh gadis itu hingga kini bisa ia dekap.


"Kamu mau ngk dengerin cerita aku sayang? "


Dahi zhia sedikit mengerut karena tiba-tiba saja Albar sangat ingin bercerita. Namun, ia segera mengangguk tersenyum.


Albar semakin merapatkan tubuh mereka hingga kini wajah mereka sangat dekat.


"Sejak kecil aku tidak pernah diajarkan sebuah kelembutan dan juga rasa hangat. Aku tidak pernah merasakan rasanya memiliki seorang ibu karena sejak kecil dulu aku sudah kehilangan ibuku, dan saat itu kehidupan kami belum semegah sekarang hingga ayah harus bersusah payah mencari pekerjaan untuk membiayai kehidupan kami. "


Zhia masih saja diam menanti kata apalagi yang akan Albar katakan.


"Mungkin karena tak pernah diperhatikan seorang ibu aku menjadi kasar begini, berkali-kali aku menahan emosiku namun tetap saja aku masih suka lepas kendali. Mungkin karena itu aku sampai kini masih kaku dan juga tidak ada manis-manisnya sama sekali, aku harap kamu menerima kekurangan ku ini. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi laki-laki yang lembut juga perhatian untuk kamu sayang. " Albar mencium kening zhia agak lama.


Zhia tersenyum dan mengangguk.


"Aku akan menjadi seseorang yang mengajarkan mu arti kelembutan Mas, aku akan menjadi sosok ibu yang memberikan mu sebuah kenyamanan. " Zhia tersenyum kearah Albar sedang Albar juga demikian.


Saling menatap netra dan juga pandangan mereka sama-sama terbawa suasana hingga kita tidak tau siapa yang telah memulainya lebih dulu kini bibir tebal Albar sudah berhasil menguasai bibir tipis merah itu.


"Eughhh."zhia tak sadar telah mendesah disela ciuman itu karena Albar sangat ahli dalam mengeksploitasi bibir nya itu.


Albar semakin bersemangat mencicipi bibir manis penuh kenikmatan itu. Ia sudah lama mendambakan berciuman nikmat seperti ini.


Zhia sejak tadi mulai kewalahan meladeni permainan bibir Albar yang sangat liar itu, his*pan demi his*pan dilakukan Albar pada bibir atas juga bawahnya secara bergantian. Belum lagi lidahnya kini masuk kedalam rongga mulut zhia mengajak lidahnya zhia berdansa disana. Ada kesan geli yang zhia rasakan mungkin karena ia masih belum terbiasa dengan itu.


" Mphhhh, "zhia memukul dadanya Albar karena merasa udara kian menipis.


Albar dengan segala keterpaksaan pun melepaskan pag*tan itu hingga tersisa benang-benang saling dibibir zhia.


Slurp,

__ADS_1


Albar dengan cepat menjilat bibir zhia juga menghisapnya. Mata mereka kembali bertemu, Albar sangat suka melihat ekspresi zhia saat ini. Benar-benar membangkitkan gairah nya.


Dan, sial sesuatu dibawah sana sudah mulai tegang dan boxer yang ia kenakan sudah mulai menggembung.


Zhia yang tanpa sadar melihat itu pun terheran, kenapa dengan milik suaminya itu.


" Mas,, kenapa bisa begini? "Tanya zhia heran.


Albar sudah tidak tahan sejak tadi, bagaimana pun malam ini ia harus mendapatkan itu dari zhia. Ia sudah tak sabar masuk surga duniawi milik istrinya itu.


Albar lagi-lagi menarik zhia lebih dekat dan mencium bibir itu dengan lembut juga terarah hingga zhia terbuai dan ikut membalas lum*tan yang Albar berikan.


Tangan Albar mulai masuk perlahan kedalam baju tidur milik zhia hingga zhia kaget dan menghentikan tangan Albar. Mereka saling bersitatapan, Albar menatap zhia dengan tatapan mendamba hingga zhia tak bisa menolak itu.


Karena mendapatkan lampu hijau Albar pun mulai memasukkan tangannya dan ia langsung menjamah sesuatu yang kenyal disana. Karena tak luas hanya dengan menjamah nya ia ingin juga melihat itu.


Albar melepaskan tautan bibir itu lalu beralih membuka baju tidur zhia dengan nafas yang tak beraturan sedang zhia sendiri ingin menolak tapi melihat Albar sudah sangat menginginkan itu ia hanya bisa pasrah saja.


Baju zhia sudah terbuka dan kini ia hanya mengenakan tanktop, Albar langsung membuka tanktop juga bra yang mengurung benda kenyal itu.


Zhia langsung menyilangkan tangan nya diarea gunung kenikmatan miliknya itu. Ia benar-benar malu sekarang. Pertama kalinya seorang laki-laki melihat sesuatu yang ia jaga selama ini. Walaupun Albar adalah suaminya tetap saja ia merasa malu.


" Kenapa ditutup hmmm?"Albar mendekat kearah zhia yang masih menutupi nya.


"Aku malu Mas, " Ucap zhia dengan wajah memerah.


Albar tersenyum kearah zhia, gadis dihadapan nya ini sangat lucu karena merasa malu.


"Kenapa malu sayang? Aku ini adalah suami sahmu. "


Tanpa memperlambat proses Albar langsung menarik tangan zhia dengan pelan dan membenamkan wajah nya disana. Zhia merasa sangat malu dengan apa yang telah dilakukan suaminya itu disana.


"Mas sedang apa? " Tanya zhia bingung.


Mereka kembali saling memagut satu sama lain dan tangan Albar mulai bermain di benda kenyal itu. Ia meremas pelan benda itu bermain-main layak nya sedang bermain adonan.


"Akhh,, Mas,, sakit. " Zhia tak sadar telah membuat gairah Albar semakin memuncak karena suara desahannya.


Albar semakin tak terkendali lagi, ia melanjutkan aksinya bermain diarea gundukan itu sedang zhia sendiri tak hentinya melenguh karena merasakan sensasi yang luar biasa antara sakit juga enak.


Albar mencium pelan put*ng merah muda itu, mengisapnya dengan pelan bak seorang bayi yang sedang kehausan. Ia juga meng*lum besar benda kenyal itu dengan tangan yang lain terus saja meremas benda kenyal yang lainnya.


"Akhhh masshhh,, " Zhia benar-benar dibuat mabuk kepayang dengan permainan Albar itu. Ia tak hentinya mengeluarkan suara-suara yang membangkitkan birahi laki-laki itu.


Albar tau kalau zhia tidak tahu sama sekali dengan suara yang telah ia keluar kan, gadis itu sangat polos. Kalau ia tau ia pasti sudah menutup mulutnya.


"Mash,, akhh,, kenapa diisep gitu sih? Akhh geli terus sakit gitu.. " Zhia berbicara disela permainan Albar itu.


Albar tersenyum lalu beralih ke bibir gadis itu lagi. Meng*lum besar hingga zhia kewalahan menghadapi nya.


Albar turun lagi ke leher zhia dan menghisap nya meninggalkan beberapa bekas kemerahan disana. Zhia terus saja melenguh meremas rambut suaminya karena tak tahan dengan hisapan Albar di leher putihnya itu.


"Akhh,, mashh,, kenapa dihisap sih semuanya? Akhh. "


"Kamu suka kan sayang? " Albar tersenyum melihat kearah zhia yang tersipu malu itu.


Merasa sesuatu dibawah sana sudah mulai mengeras dan lebih tegang Albar sangat ingin melakukan nya sekarang juga, tapi ia harus meluluhkan hati zhia lebih dulu. Ia tak mau memaksa gadis itu karena ia hanya ingin melakukan nya atas dasar suka sama suka.


"Akhhh,, " Mata zhia terpejam merasakan sensasi yang sangat luar biasa saat Albar dengan pelan mengusap area basahnya yang tertutup celana tidur nya.


Albar perlahan membuka celana tidur itu meskipun awalnya zhia enggan namun Albar kini sudah berhasil melakukan itu. Hanya tersisa segitiga pengaman saja yang saat ini ada ditubuh zhia

__ADS_1


Albar pun dengan gerakan cepat melucuti semua pakaian nya hingga tersisa segitiga nya juga. Zhia yang melihat sesuatu mengeras dan menggembung didalam segitiga milih Albar itu langsung memerah pipinya. Ia malu tanpa alasan.


"Akhh,, Mas,,, " Zhia langsung melenguh menhan hasrat saat Albar lagi-lagi mengusap pelan area basahnya itu.


"Sudah basah sayang, kamu mau ngk kita buat lebih basah lagi? " Albar menggoda zhia yang kini tengah melenguh nikmat saat Albar dengan perlahan mencium area basah itu.


"Ohh,, akhh,, Mas,, jangan digituin akhh. " Zhia seperti seorang latah saja karena perlakuan Albar.


"Panggil namaku sayang, panggil saat sedang merasakan nya. " Albar pun menjamah area itu lagi hingga zhia tak karuan karena menahan desahannya.


"Akhh,, mas,, Albar akhhh,, " Zhia sudah tak bisa lagi menahan untuk tidak mengeluarkan lenguhan itu.


"Kita mulai yah sayang? " Albar meminta izin. Karena zhia melihat sirat mendamba dari suaminya itu ia pun mengangguk dengan pelan.


"Akhhh,, sakit Mas. " Air matanya hampir saja jatuh saat ujung tombak milik Albar masih berada dibibir area basahnya itu.


Albar tau ini pasti sakit untuk pemula seperti zhia, gadis itu sangat polos dan suci ia sampai tak tega membobol istri nya itu. Namun ia tak ingin kehilangan kesempatan itu, ia ingin secepat nya menjadikan zhia seutuhnya menjadi miliknya.


"Akhhh,, sakit Mas hikss,, " Zhia meremas lengan Albar saat laki-laki itu lagi-lagi mencoba menerobos dengan pelan.


Albar tak sampai hati melakukan nya saat melihat air mata zhia sudah meluncur bebas. Tapi hasratnya menolak untuk menyudahi apalagi saat ini mereka sudah hampir diujung permainan.


"Rileks yah sayang, sakitnya hanya sebentar setelah itu kamu akan merasakan kenikmatan. Mas tau ini sakit sayang. Apa kamu masih sanggup? Mas tak apa jika kamu masih belum siap. " Albar menolak untuk memaksa saat istrinya sudah tidak sanggup.


"Lakukan lah Mas, tapi aku mohon dengan lembut yah. Rasanya sangat sakit seperti sesuatu dipaksa robek disana. " Zhia dengan wajah sayu.


Albar mengangguk lalu mencium bibir zhia dengan lembut dan penuh perasaan, setelah ia rasa zhia mulai terbuai ia pun memasukkan dengan pelan kejantanan nya itu ke dalam surga milik zhia hingga gadis itu mengerang dengan tertahan di sela sela ciuman mereka.


Albar merasakan punggung nya perih karena cakaran zhia disana. Ia tahu pasti rasanya sakit sekali hingga zhia sangat keras mencakar punggung nya.


"Akhh,, mashh sakit hiks. " Zhia semakin menangis saat milik Albar sudah masuk kedalam miliknya itu.


Albar mengusap air mata itu dan merasa sangat bersalah karena menyakiti istrinya itu.


"Maafkan aku sayang, kamu boleh membenciku. " Albar benar-benar merasa sangat bersalah kini.


Zhia menggeleng dengan cepat"Aku bersyukur karena bisa menjaganya lalu memberikan ini padamu suamiku, suami sahku. "Zhia menitikkan air mata dan Albar dengan cepat menghapus nya.


" Aku yang lebih bersyukur sayang, kamu adalah wanita baik-baik dan aku bersyukur karena telah mendapat kanmu. Aku mencintaimu istriku, "ucap albar mengecup pelan bibir zhia.


" Aku juga mencintaimu suamiku. "


Jantung Albar berdetak sangat cepat saat mendengar zhia juga membalas perasaan nya.


"Akhh, " Albar menggerakkan pelan sesuatu dibawah sana hingga zhia mulai melenguh menahan sakit yang mulai berubah menjadi rasa nikmat.


Dan malam ini mereka menikmati malam pertama yang tertunda itu. Albar bersyukur bisa menjadi orang pertama yang merasakan betapa indahnya surgawi milik istrinya itu.


🍁🍁tamat🍁🍁


Eh tapi boong🤣🤣


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Gimana gaes? Maaf yah kalau kurang hareudang, aku ngk mau menampilkan adegan yang terlalu vulgar dan juga panas. Jadi kalau kalian merasa masih kurang silahkan berekspektasi sesuka kalian yah🙂.


Yeayyy akhirnya mas Albar belah duren juga yah🤣 musti buat hajatan nih wkwkw.


(Sengaja nih aku kasih partisipasinya panjang buat bonus karena mereka udah belah duren wkwkw, kalian suka ngk?)


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍

__ADS_1


Pai pai say🍁


__ADS_2