Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
94. Bucin parah


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸSetiap adanya suatu hubungan pasti ada seseorang yang tersakiti dibelakang nya๐Ÿ๐Ÿ


Zhia sejak tadi berusaha membujuk Albar untuk segera beranjak dari tempat tidur karena sudah berhari-hari Albar bolos kerja. Dan hari ini juga dia hendak bolos kerja.


"Mas, kamu kerja yah. Kenapa sih malas banget, walaupun itu kantor punya mas bukan berarti mas boleh nyontohin yang ngk benar buat karyawan mas. Jangan malas dong mas. " Zhia menarik selimut itu hingga kini Albar masih belum juga mau bangkit.


Wajahnya ditekuk dan terlihat masih kesal karena kejadian semalam, rencana dapat jatahnya digagalkan oleh sang ayah. Setelah ia masuk kamar zhia juga malah ketiduran hingga ia harus menghabiskan aksinya didalam kamar mandi.


"Aku ngk mau kerja kalau belum dapat juga. " Albar dengan wajah cemberut.


"Yaudah sekalian aja mas ngk usah dapat jatah lagi sampai tua. " Kesal zhia berjalan pelan menuju tempat handuk untuk mengembalikan handuk yang sempat ia ambil tadi.


Albar yang mendengar itu buru-buru bangkit dan menyambar handuk dari tangan zhia.


"Suami mu ini sangat rajin loh sayang, siapa bilang mas ngk mau kerja? Nih mau siap-siap. Kamu siapin setelan buat mas yah muahhh. " Albar ngacir kedalam kamar mandi tapi ia masih menyempatkan diri untuk mencium pipi zhia.


Zhia tertawa pelan melihat suami nya yang sangat takut dengan ancaman itu. Kalau tau begitu kenapa tidak sejak tadi ia mengancam suaminya seperti itu?.


"Mas berangkat yah sayang, kamu jangan keluar kamar yah. Soalnya hari ini ragil libur aku ngk mau kamu dekat dekat sama dia. " Albar dengan wajah tak suka.


"Ya ampun mas, ragil itu ponakan kamu kenapa gitu banget, lagian kan dulunya kalian klop banget kenapa jadi renggang gini sih? " Zhia merasa bingung dengan suami dan ponakannya itu.


Albar kembali teringat dengan ragil yang mengatakan akan merebut zhia darinya. Ia kembali kesal karena mengingat itu.


"Mas berangkat yah sayang, kamu hati-hati dirumah. Kalau ada apa-apa bilangin sama ayah aja yah. "


Zhia dengan cepat mengangguk lalu mencium tangan suaminya itu.


"Mas juga hati-hati yah," Ucap zhia.


Cup,


"Ihhh nanti ada yang liat gimana mas? " Zhia kaget sekaligus malu karena Albar yang tiba-tiba mencium bibirnya walaupun sekilas.


Albar tersenyum karena itu, ia benar-benar senang saat zhia tersipu karena ulahnya.


"Udah gua liat juga. " Tiba-tiba ragil datang dari belakang Albar dengan style olahraga. Mungkin dia sedang jogging tadi.


Zhia merasa malu bukan main.


"Tuh kan mas ihh, sejak kapan kamu disana gil? " Zhia bahkan tak sadar dengan kehadiran ragil disana. Padahal ia sejak tadi diam saja menonton sejoli Iyu sedang kasmaran kasmaran nya.


"Sejak akhh udahlah emang gua ngk pernah bisa lu liat juga. Permisi mau lewat. " Ragil memang sangat suka memanas-manasi pamannya itu.


"Dasar anak kecil," Ucap Albar dengan cibiran.


Ragil sebenarnya mendengar itu namun ia memilih untuk pergi, hatinya tak bisa berbohong. Ia sebenarnya potek melihat itu, tapi mau bagaimana lagi kalau sudh tak jodoh mana bisa dipaksakan.


"Mas berangkat deh, dari tadi ngk jadi mulu. "


"Kamu kok malah ngusir aku sih sayang? Jangan bilang kamu nyuruh mas ngantor biar kamu bisa deket ragil yah? "


Plak,


"Akhh,, ampun sayang ampun. " Zhia berkali-kali memukul bahu Albar karena kesal.


"Curigaan mulu yah kamu mas, aku ngk suka yah kalau mas ngk percaya gitu sama aku. Yaudah aku cari suami baru lagi deh yang mau percaya sama aku bukan kayak mas udah cemburuan curigaan juga. Ihh ngeselin. " Zhia hendak pergi namun Albar menariknya dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Maafin mas yah, bukannya mas ngk percaya sayang. Tapi karena rasa cinta mas terlalu besar jadi suka was-was. "


Zhia tak bisa lagi menahan senyuman karena itu, ia benar-benar tak menyangka bisa merasakan rasanya dicintai oleh seorang Albar. Pria batu dan kaku itu ternyata tau caranya merayu.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Zhia merasa bosan setelah pembelajaran berakhir dan tugas-tugas nya juga sudah selesai ia kerjakan. Pekerjaan rumah sudah selesai disiapkan oleh pelayan dirumah itu. Lagian setiap ia ingin membantu mereka merasa tidak enak dan tak nyaman sama sekali. Zhia jadi tak berani lagi ikut campur untuk ikut bekerja.


"Ngapain yah biar ngk bosen? Mana mas Albar pulang masih lama lagi. "


Zhia memilih keluar rumah untuk menghirup Udara segar, ia tersenyum saat melihat banyak sekali bunga bunga cantik disana.


"Eh permisi buk, aku baru liat ibu disini heheh. " Zhia tersenyum menyapa seorang ibu yang sedang membersihkan taman itu.


Ibu itu tersenyum lalu berdiri dan membungkukkan badannya hingga zhia jadi merasa tak enak dan ia juga ikut membungkuk.


"Nama saya buk Sarah neng, karena saya hanya petugas kebun saya hanya masuk 3 kali dalam seminggu neng. Kalau tidak salah neng itu istri tuan muda Albar kan? " Tanya wanita bernama Sarah itu.


Zhia mengangguk dengan cepat dan tersenyum "Iya buk nama saya zhia buk. Senang bertemu ibu. "


"Saya yang senang neng. Saya lanjut kerja yah neng. " Ibu itu langsung lanjut kerja.


Zhia melihat banyak sekali keringat ditubuh ibu itu, memang hari ini tidak terlalu panas sih tapi zhia yakin ibu itu sudah lama membersihkan taman itu pasti ia sudah kehausan.


Zhia berjalan memasuki rumah menyiapkan minuman segar untuk ibu itu begitu juga dengan makan-makanan.


"Loh zhia, sedang apa kamu? " Tiba-tiba saja viona selaku kakak nya Albar sedang berjalan menuju pintu. Ia kaget melihat zhia sedang bekerja di dapur itu.


"Eh mbak vio, saya sedang menyiapkan minum juga makanan untuk buk Sarah mbak," Ucap zhia polos.


Kening viona berkerut saat mendengar itu.


"Eh mbak, bukan mbak bukan. Aku yang berinisiatif sendiri karena melihat buk Sarah sudah sangat kelelahan, jangan marah sama buk Sarah yah mbak, aku yang lancang. Kalau mbak mau marah marahi aku aja mbak. " Zhia menunduk dengan tangan meremas rok nya.


Viona mengerjapkan berkali-kali matanya dengan bibir yang hampir tersenyum namun ia masih menahan nya. Kenapa gadis dihadapan nya ini sangat lucu. Pantas saja Albar tak tahan dengan nya, mungkin itu yang ada dibenak viona.


"Baiklah kalau begitu, kamu tidak perlu menunduk begitu. Kamu tidak salah dan bukan termasuk lancang, kamu adalah anggota keluarga dirumah ini. Kamu bisa bebas mau mengambil apapun termasuk memberikan nya. Jangan sungkan yah adik ipar. Lain kali kalau butuh apa-apa panggil saja pelayanan, jangan merepotkan diri sendiri. " Viona sedikit tersenyum hingga zhia yang melihat itu langsung tersenyum senang.


"Aku tidak merasa direpotkan mbak, lagian aku merasa sangat tidak berguna dirumah ini, merasa tidak enak saat aku hanya diam saja tidak bekerja sama sekali. Maafkan aku yah mbak. "


"Jangan meminta maaf, kamu tidak punya salah. Albar bisa marah kalau kamu begini, nanti malah dikira mbak jahatin kamu heeh. Mbak permisi yah masih ada urusan yang harus mbak urus. "


Zhia menunduk dan mengangguk. Ia tak menyangka mamahnya ragil ternyata sangat baik sekali, kenapa ragil pernah bilang kalau keluarga nya ngk ada harmonis nya sama sekali. Belum lagi setiap kumpul keluarga ragil terlihat sangat jauh dari kedua orang tuanya.


"Ahh sudahlah zhia, kamu jangan terlalu mengurusi urusan orang lain. " Zhia memilih untuk tidak ikut campur.


Zhia kembali ke tempat makanan itu untuk menyiapkan makanan untuk buk Sarah kang kebun dirumah besar itu.


Ia tersenyum berharap ibu itu benar-benar menyukai nya.


Tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan itu adalah panggilan dari Albar suaminya.


"Halo sayang, " Ucap Albar dari seberang telpon.


"Iya mas ada apa? "


"Kamu kok nanya gitu sayang? Kamu ngk suka yah mas nelpon gini? "

__ADS_1


Yatuhan salah lagi, kenapa laki-laki ini sangat sensitif akhir akhir ini?.


"Bukan gitu masku sayang, aku cuma nanya siapa tau mas butuh sesuatu. " Zha mencoba untuk tetap sabar menghadapi laki-laki batu yang berubah jadi keju itu.


"Mas butuh kamu disini sayang, sejak tadi mas ngk fokus kerja karena Kangen sama kamu hmm." Nada manja Sangat jelas terdengar.


Zhia tersenyum merasa lucu dengan Albar. Kalau bucin gini Albar terlihat seperti anak-anak saja.


"Masa sih mas? Jangan gitu dong mas, harus tetap semangat meskipun aku ngk disana karena hati aku kan mas bawa tuh. " Zhia merasa malu setelah mengatakan itu.


Ia melihat sekitar takut ada yang lewat dan merasa lucu dengan Zhia karena mengikuti kebucinan suaminya. Itung-itung nyenengin suami.


Albar langsung tertawa pelan.


"Kamu lagi ngapain sayang? "


"Lagi nyiapin minum nih sama makanan buat buk Sarah yang kerja ditaman itu mas. "


"Hah? Kamu kerja? Siapa yang nyuruh istri aku kerja? Buk Sarah nyuruh kamu yah sayang? " Albar terlihat sedikit kesal saat tau Zhia disuruh ini itu saat ia tak ada dirumah.


Zhia tau pasti reaksi Albar seperti ini, awalnya ia tak mau memberitahu Albar tapi ia tak mau berbohong.


"Bukan git,,, "


"Makanya mas ngk mau ninggalin kamu sayang, besok kamu ikut mas ke kantor. " Albar lagi berbicara dan memotong ucapan Zhia.


"Bukan gitu mas, mas tenang dulu dong. Ngk ada yang nyuruh aku buat kerja, aku yang inisiatif mas. Buk Sarah keliatan capek banget pasti dia haus sama lapar. Kan ngk salah kalau aku ngajak makan mas? " Zhia benar-benar merasa kesal dengan sifat Albar yang selalu saja langsung heboh padahal belum tau yg sebenarnya.


"Mas ih suka banget kayak gitu, tunggu dijelasin dulu mas baru mas nya heboh. " Zhia dengan nada kesal.


"Mas kan cuma ngk mau aja ada yang nyuruh ini itu sama istri nya mas. "


"Mas masih punya kerajaan kan? "


"Iya nih sayang masih banyak juga. "


"Yaudah mas lanjut aja, aku ngk mau gara-gara aku kerjaan mas jadi keganggu. "


"Tapi kan masih Kangen sayang. "


Zhia lagi-lagi memutar bola mata malas dengan ke bucin an suaminya itu. Sangat lucu.


"Yaudah cium dulu dong sayang biar mas matiin. "


Zhia menghela nafas panjang dan melihat sekeliling apakah ada orang, untung saja rumah lagi sepi.


"Yaudah mas aku cium nih yah,, muuu ahhh. " Zhia dengan cepat dan langsung merasa malu dengan dirinya sendiri.


Albar tertawa pelan"Tuh kan mas jadi semangat lagi sayang, mas matiin yah baby? Muahhh. "


Zhia bahkan tak memintanya malah dikasih ciuman online dari Albar. Ia tersenyum merasa lucu dengan suaminya itu.


๐Ÿ๐ŸBersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Yaelah tuan muda bucin nya ala ala naks alay tuh๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„untung Zhia sabar yah๐Ÿ˜’๐Ÿ˜„


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜

__ADS_1


Pai pai say๐Ÿ


__ADS_2