
🍁🍁Bahagia itu diciptakan dan dicari bukan menunggu juga meminta banyak hal🍁🍁
Zhia masih pagi sekali sudah sibuk gara-gara menyiapkan banyak sekali perlengkapan nya. Belum lagi ia sudah dandan cantik dengan balutan baju putih dan juga rok batik.
"Mas, udah belum? " Tanya zhia melihat kearah suami nya yang sibuk dengan kemeja nya itu.
"Ini bentar lagi selesai sayang, abang mana nih? "
"Tuh di depan sama pamannya. " Zhia tersenyum.
"Bantu iketin dasi Mas yah sayang. " Senyum albar.
Zhia pun menurut dan mengikat dasi Albar perlahan.
"Eh apa tuh sayang dibelakang kamu? "
Zhia dengan sigap menoleh kebelakang dan ia tak melihat apapun disana yang mencurigakan.
"Emang ada apmmmh. "
Albar sudah lebih dulu menguasai bibir mungil yang selalu menjadi candunya sejak dulu itu.
Zhia hanya diam saja walaupun awalnya ia kaget gara-gara Albar yang langsung nyosor itu.
Senyum Albar merekah saat zhia ikut membalas ciuman nya itu. Perlahan tapi pasti bibir mereka saling bergerak satu sama lain, menyesap dan menghisap satu sama lain.
Zhia mengalungkan tangannya ke leher suaminya itu hingga Albar kini semakin leluasa bermain dibibirnya dengan tangan memeluk pinggang Ramping itu.
"Mah,, abang au num. " Kaget Albar dan zhia saat alzi masuk kedalam kamar memergoki kelakuan mereka itu.
Zhia yang kikuk itu langsung cengengesan saat melihat alzi. Ia mendekat kearah anaknya yang kini sudah tumbuh itu. Sudah bisa berjalan dengan lancar, berlari dan bahkan berbicara juga.
"Mau minum yah sayang? Yaudah sini ikut mamah. "
"Sayang, masih pengen nih akunya. " Kecut Albar saat zhia memilih keluar dengan alzi.
"Pengen apa lagi sih Mas? Ini acara udah mau mulai loh. Tuh ragil juga udah siap, masa kita telat dihari istimewa ini sih Mas? "
__ADS_1
Albar hanya mengangguk cemberut aja gara-gara mendengar ucapan zhia. Masih kurang ternyata ciuman tadi👻.
"Gimana hmmm? Kena ganggu kan paman hahaha. " Tawa ragil saat melihat wajah kesal pamannya itu.
Albar mendekat kearah ragil yang juga sudah rapi dengan baju putihnya itu. Ia mencubit pelan pinggang ragil.
"Ooh jadi ini ulah kamu? Pantes saja paman heran kenapa alzi masuk kekamar minta minum saat ada kamu yang bisa memberikan ia minum. Menggangu saja bisanya. Makanya kamu cari bini nikah biar ngk iri Sama paman mu ini. " Ledek Albar tertawa.
"Yaelah bucin banget sih, nanti calon ragil lebih dah dari pada zhia. Belom waktunya aja. "
"Serah deh serah, intinya mah sekarang kamu masih ngenes itu aja. Ngk usah nanti nanti an. "
"Udah dong Mas, kalian kalau jumpa ngk pernah bisa akur. Yuk kita berangkat Mas. Acaranya udah mau mulai nih. "
Ragil mengangguk tersenyum dan Albar juga berjalan kearah pintu keluar dengan jagoan mereka itu.
Zhia tersenyum sebelum pergi ia mendekat kearah foto sangat ayah. Ia tersenyum dengan mata berair karena rindu. Sejak kepergian ayah ia sampai kini masih merindukan sosok baik dan juga bijaksana itu.
"Ayah, menantumu ini akan diwisuda hari ini dengan cucumu juga ragil. Terima kasih untuk semua yang telah ayah berikan untuk menantumu ini. Karena ayah aku bisa menjadi sekuat ini. Aku merindukan mu ayah. Semoga tenang disana. " Zhia memandangi foto itu dengan hati penuh pilu.
Buru-buru zhia menghapus air matanya dengan pelan dan berjalan keluar dengan wajah tersenyum kearah Albar.
Sampai dikampus zhia dan ragil berkuliah, Albar langsung menepikan mobil tepat disebuah parkiran yang sudah tersedia disana.
Albar lebih dulu turun dan ia kemudian membuka pintu mobil menunggu zhia untuk keluar dan menyambut tangan istrinya itu. Benar-benar memperlakukan nya seperti ratu.
Acara wisuda berjalan dengan lancar dan zhia mendapatkan nilai yang lumayan bagus karena dorongan Albar yang selalu membantunya belajar saat dirumah. Meskipun ada imbalannya hehehe.
Ragil tentunya mendapatkan nilai sempurna karena ia memang sudah pintar dari zaman embrio hehehe.
"Selamat yah gil, zhia gua bangga banget liat lu pada udah lulus kuliah. " Lea dengan mata berkaca-kaca memeluk kedua sahabat nya itu.
Albar hanya diam saja dengan alzi didalam gendongan nya itu.
"Hei adik ipar, kamu sungguh cantik hari ini. Selamat atas kelulusan mu. " Tiba-tiba saja Alvin dengan istrinya bela datang dari arah dengan dengan seorang anak perempuan yang sangat lucu.
Mereka memang sudah mengadopsi seorang anak perempuan yang umurnya tidak jauh dari alzi. Karena sampai kini mereka belum juga dikaruniai anak oleh yang maha Kuasa. Tetap saja mereka bahagia dengan cara mereka sendiri. Menerima keadaan dan mencari jalan keluar adalah kuncinya.
__ADS_1
"Terima kasih Mas, mbak. " Zhia menerima bunga itu dari Alvin.
"Selamat wisuda ponakan ku. " Alvin memeluk ragil.
Ragil yang tadinya tertawa saat bersenda gurau itu terhenti karena melihat kedua orang tuanya datang bersama. Setelah mereka sudah berpisah sejak dua tahun lalu.
"Selamat lulus dan diwisuda anak ku. Maaf ibu terlambat datang. Tadi ibu dan ayahmu sedang berada di bandara. Kemarin tidak bisa datang kesini karena tiket habis nak. "
Ragil hanya mengangguk saja dengan air mata terharu ia memeluk kedua Malaikat nya itu. Ia menyesal telah bersikap cuek selama ini. Ternyata kehilangan keduanya sangat menyakitkan baginya.
"Sayang, Mas bangga dengan mu. Karena kamu adalah istri yang paling hebat di dunia ini. Maafkan mas yang dulu sayang, kamu memang gadis kuat yang bisa bertahan dan kembali memaafkan mas." Albar mencium kening zhia.
Zhia tersenyum memegang tangan Albar dengan sebelah tangan karena saat ini alzi berada dalam gendongan nya.
"Terima kasih sudah mau menerima ku mas, mau menerima gadis kampung yang sangat sederhana ini. " Zhia dengan senyuman terharu.
Mereka berpelukan dengan hangat karena rasa haru.
Semua tersenyum kearah mereka berdua. Memang bukan sekali ini mereka bersikap bucin seperti ini dihadapan banyak orang.
Ragil tersenyum karena ia sudah mulai melupakan rasa sepihak nya itu. Sedang leave kini hanya memperdulikan sahabat dari pada perasaan pribadi. Memiliki keduanya ternyata lebih menyenangkan dibandingkan satu orang.
Zhia merasa dunianya kini sudah sangat sempurna karena memiliki orang orang yang menyayangi nya. Baik itu Albar suaminya, alzi putranya dan juga teman maupun keluarga.
"Terima kasih atas kebahagiaan ini. " Batin zhia tersenyum melihat seluruh wajah cerah Itu.
🌹🌹TAMAT🌹🌹
Yeihhh akhirnya kita sudah sampai diujung cerita. Terima kasih untuk pembaca setia yang mengikuti cerita ini sejak awal. Maaf jika ada salah, dan Terima kasih untuk segala dukungan dan masukan dari kalian. Tanpa kalian cerita ini bukanlah apa-apa karena aku hanya penulis kentang rebus 🙍.
Maaf yah kalau kalian ngerasa cerita nya kurang menarik, kurang feelnya dan juga berantakan. Karena aku masih pemula semoga kalian bisa ma'lum yah.
Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan.
Sekali lagi Terima kasih semuanya 🍁
Laffyouall😍
__ADS_1