
ππApa aku adalah gadis yang beruntung bisa menjadi seorang ibuππ
Karena sudah memasuki usia minggu ke-21 usia kandungan zhia (usia 5 bulan) ia sudah tidak terlalu sering mual lagi dipagi hari hanya saja ia berkali-kali merasakan kram di kakinya karena kelebihan berat badan. Belum lagi perutnya sudah buncit dan terlihat menonjol. Wajahnya semakin chubby karena bertambahnya berat badan. Kelebihan berat badan itu diterangkan oleh dokter karena pertumbuhan bayi sangat pesat saat memasuki bulan kelima dimana ukuran tubuh bayi sudah terbentuk keseluruhan seperti bayi yang baru saja lahir hanya saja lebih kecil karena lemak dalam tubuhnya belum sepenuhnya terbentuk.
Karena perut yang sudah mulai buncit itu zhia sering kali susah untuk menjaga keseimbangan tubuhnya hingga sering kali oleng. Belum lagi ia harus berkali-kali ke kamar mandi karena selalu ingin pipis hingga menyebabkan kakinya kram karena terlalu banyak bergerak dengan tubuh tidak seimbang itu. Zhia dan Albar sangat khawatir karena itu lalu memeriksa kedokter dan itu karena disebabkan oleh bertumbuhnya janin hingga menekan kantung kemih eh karena itu zhia selalu ingin pipis.
"Sayang, masih mau mual yah? " Albar baru keluar dari kamar mandi dengan setelan lengkapnya itu.
Zhia yang sedang duduk diatas tempat tidur hanya dengan mengenakan celana panjang dan bra saja. Karena ukuran perutnya yang kian buncit itu zhia lebih sering mengenakan bra saja saat dikamar. Kalau keluar yah mau bagaimana lagi ia harus memakai pakaian lengkap meskipun ia semakin merasa berat tubuhnya bertambah.
"Ngk mas, cuma mau pipis lagi hmmm. "
Albar mendekat kearah zhia dan tersenyum "Yaudah mas bantu ke kamar mandi yah. "
Zhia menggeleng "Aku bisa sendiri kok mas. "
"Ngk, kemarin kamu jatuh gara-gara ngk seimbang sayang. " Albar mengangkat tubuh yang semakin berat itu. Padahal dulu terasa sangat ringan ia rasakan.
Sampai dikamar mandi zhia pun melakukan kegiatan nya disana. Sedangkan Albar ia menunggu zhia di depan pintu. Setelah itu ia kembali membawa zhia ke atas tempat tidur.
"Sayang kamu ikut aja yah ke kantor, pulang dari sana baru kita lakukan tes USG trimester kedua. Harusnya sih kemarin tapi mas minta maaf yah gara-gara akhir akhir ini mas banyak kerjaan jadi dicancel. "
Zhia tersenyum mengangguk lalu memeluk Albar yang saat ini berada di depan nya.
"Ambilin baju aku yah mas. " Zhia dengan manja.
Albar menurut lalu memakaikan zhia baju kelonggaran itu. Setelah itu ia mencium pelan kening istrinya itu.
"Sayang, kamu jangan nakal yah disana. Papah belum tau kamu laki-laki atau perempuan sayang,nanti baru kita kenalan lagi yah. " Albar mencium perut zhia berkali-kali hingga zhia merasa kegelian.
"Udah dong mas, ihh aku kegelian ini. "
Albar tertawa karena itu lalu ia duduk kembali didepan zhia. Ia meraup bibir itu dengan menarik tengkuk zhia dan mel*matnya dengan lembut.
__ADS_1
Mereka berdua berciuman Sangat lama menyalurkan rasa cinta satu sama lain.
"Eembn." Zhia merasakan udara semakin menipis saja. Memang akhir akhir ini pernafasan nya kian tidak stabil hingga baru beberapa saat berciuman saja ia sudah tak kuat.
Albar tersenyum "Kita makan dulu yah sayang abis itu baru ke kantor. "
Zhia mengangguk dan mengalungkan tangannya dileher Albar. Mereka berdua keluar dari kamar dengan Albar yang menggendong zhia.
"Wahh makin sweet aja yah kalian ini, " Goda Alvin yang tak pernah lelah itu. Mereka pernah sempat iri dengan kandungan zhia mungkin sampai sekarang bela masih merasa iri namun ia tak dengki ia hanya ingin seperti zhia saja merasakan bagaimana menjadi seorang ibu. Merasakan rasanya mengandung dan juga nanti nya melahirkan juga.
Zhia hanya tersenyum malu karena selalu saja digendong kemana-mana oleh Albar suaminya.
"Kamu ini yah, berhenti menggoda adikmu untung saja sekarang ia tak mau lagi berdebat seperti dulu hahaha. " Ayah ikut menggoda walaupun awalnya ia terlihat seperti membela.
Albar mendudukkan zhia diatas kursi lalu mengambilkan makanan menyuapi zhia.
"Gimana sayang? Kamu suka ngk? "
"Bagaimana? Sudah lakukan USG trimester kedua belum? " Ayah penasaran.
"Belum Ayah. Nanti setelah pulang dari kantor. " Albar dengan wajah serius.
Zhia masih fokus menerima suapan dari Albar suaminya itu.
"Kabari Ayah secepatnya yah, Ayah ingin tau apakah cucu Ayah itu adalah laki-laki atau perempuan. "
"Iya nih kami ingin tau bagaimana jenis kelamin keponakan kami. " Bela dengan mata berbinar senang.
"Yang pasti sifatnya jangan sampai ketularan dari kamu Albar, karena aku mendukung gen adik ipar. " Alvin tertawa sembari meleletkan lidahnya kearah Albar hingga Albar sedikit kesal namun ia tahan. Ia tak ingin membuat zhia marah kalau ia selalu bertengkar dengan kakaknya itu.
"Lihat saja nanti, " Batin Albar kesal karena tak bisa membalas kakaknya itu.
Zhia tersenyum melihat meja makan itu yang kini terasa sepi sejak ragil pergi dengan keluarga nya ke Amerika. Dia memilih untuk pindah sekolah sejak mengetahui zhia hamil. Kita tidak tau alasan sesungguhnya kepindahan ragil itu hanya saja ia benar-benar kehilangan sahabat nya itu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan ke ruang pribadi milik Albar zhia selalu saja menjadi pusat perhatian banyak orang dengan mata iri mereka terus saja menatap kearah Albar yang sedang menggendong zhia itu.
"Rian, bisa kan pagi ini kamu yang urus pertemuan kita. Istriku sedikit kurang keseimbangan akhir akhir ini. Untuk urusan berkas biar saya saja yang kerjakan. "
Rian dengan cepat mengangguk lalu berlalu meninggalkan Albar juga zhia didalam ruangan itu.
Albar membuka ruang pribadi miliknya itu. Memang sengaja ia minta dibuatkan tidak terlalu luas namun didalam sangat lengkap sekali, baik itu tempat tidur lemari, kulkas juga alat-alat lainnya.
"Kamu capek yah sayang? " Zhia merasa bersalah saat melihat Albar yang berkeringat itu.
Albar menggeleng dengan cepat "Bukan apa-apa untuk laki-laki hebat seperti ku hahah. " Zhia ikut tertawa sambil memukul pelan bahu Albar.
"Bisa aja kamu mas, aku buka baju yah mas ngk nyaman banget sekarang. Ngkpp kan mas? Ngk bakal ada yang masuk kan? "
Albar membantu zhia menanggalkan baju kebesaran itu hingga kini zhia hanya mengenakan bra juga ****** ***** saja. Lalu ia meraih selimut itu menutupi bagian bawah tubuhnya itu.
"Hmm kita bercinta juga ngk bakal ada yang masuk sayang. " Kecup Albar dipipi zhia.
Zhia jadi tersipu malu karena Albar yang menggodanya itu.
"Udah ah mas lanjut kerja aja deh, tapi kerja disini yah mas biar aku ada temen. "
Albar mengangguk dengan pelan lalu turun dari ranjang untuk mengambil berkas yang akan ia kerjakan itu. Sebenarnya sih tidak banyak hanya saja ia tak mau menumpuk pekerjaan.
Zha sendiri hanya duduk saja sembari sesekali mengelus pelan perutnya yang buncit itu.
ππBersambung ππ
Duhh jadi makin imut deh nih kapel. Eh tapi babang ragil udah pergi ke luar negri gaes π
Jangan lupa yah like, komen dan voteπ
Pai pai say π
__ADS_1