
🍁🍁Terlalu sayang dan cinta akan berujung pada kebencian 🍁🍁
Albar hanya duduk saja di diatas ranjang nya memikirkan sikap Naya yang akhir-akhir ini sedikit mencurigakan menurutnya. Ia seakan merasakan kalau Naya sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi ia sendiri tidak tau dari mana datang nya keraguan itu.
Bukan karena Naya diantar oleh seorang laki-laki tadi, bukan itu karena Naya memang sudah sering diantar oleh laki-laki yang merupakan teman nya.
Karena Naya masih melanjutkan studinya hingga kini ia terus saja dikelilingi oleh banyak laki-laki dan Albar masih bisa faham dengan itu. Tapi akhir-akhir ini Albar benar-benar dibuat curiga oleh Naya. Sesibuk apapun ia tak seharusnya mengabaikan Albar yang merupakan kekasihnya. Ia juga terlihat mencurigakan tadi.
"Akhh, awas saja kalau sampai ia benar-benar berani. " Albar bergumam sedikit keras hingga mengagetkan zhia yang sedang sibuk mengerjakan tugas nya.
"Apakah tuan baik-baik saja? " Zhia menatap kearah Albar yang menatap kearah nya juga.
Albar hanya diam saja tak mau menjawab.
"Cih, dia pikir aku juga menanyakan itu karena peduli yah? Aku hanya menjalankan tugasku saja. Tidak lebih. " Zhia membatin kesal karena Albar yang selalu saja mengacangi nya.
Tiba-tiba saja ponsel zhia berdering sedikit keras dan dengan cepat ia mengangkat panggilan itu.
"Halo gil, ada apa? "
"Hah? Emang siapa yang nelpon lu? "
"Hah? Bukannya kamu yah yang nelpon aku? Apa aku salah yah? Tapi tadi jelas banget hape aku bunyi. " Zhia terlihat bingung bahkan hanya karena itu. Sudah jelas sekali ragil memang menghubungi nya. Ragil hanya sedang menggodanya saja.
"Hahaha lucu banget sih, iya tadi gua yg nelpon masa gitu aja lu udah linglung sih awokawok. " Ragil tertawa dengan tawa yang dibuat-buat hingga zhia ikut tertawa namun masih ia tahan karena menghargai Albar yang sedang galau itu. Bucin nya kelewatan sih makanya kalau orang yang bucin nya keterlaluan ngk ada akhlak. Galaunya juga damage nya pasti ngk main-main.
Albar melirik sekilas kearah zhia yang terus saja tersenyum karena berbicara di telpon itu dengan seseorang yang Albar sendiri tidak tau.
"Kenapa ia tersenyum begitu lebar? Tidak pernah tuh dia senyum seperti itu sejak datang kesini. " Batin Albar.
__ADS_1
"Eh tugas lu udah selesai belum? " Ragil.
Zhia sedikit mendengus pelan"Belum gil, aku ngk ngerti sama sekali. "
"Gua kirim dari WA deh jawaban nya. Lu tinggal salin aja, abis ini lu istirahat yah. Besok kita mid pelajaran pak budi. " Ragil.
Yatuhan, aku bahkan sampai lupa dengan pelajaran pak Budi yang akan mengadakan ujian mid semester besok.
"Iya gil, kamu juga istirahat yah, selamat malam. " Zhia memutuskan panggilan setelah mendengar sahutan dari Ragil.
Albar masih saja diam memperhatikan zhia dari belakang, punggung zhia yang sangat kecil dalam pandangan Albar. Akhir-akhir ini ia sangat sering menatap kearah zhia, memperhatikan tanpa ia sadari dan terkadang ia juga dibuat penasaran oleh zhia.
"Kenapa sih Albar? Kamu jangan aneh aneh deh ngapain liat gadis kampung kayak dia? " Albar membatin lagi.
Setan selesai menyalin tugas yang dikirim oleh ragil zhia pun memilih untuk membereskan peralatan tulisnya itu dan memilih langsung berbaring diatas sofa.
Tiba-tiba ponsel zhia lagi-lagi berdering saat ia sudah mulai terlelap.
Lagi-lagi ponselnya berbunyi hingga Albar semakin geram saja dan berjalan kesana sembari dengan cepat menonaktifkan ponsel zhia.
Saat ia hendak kembali keatas ranjang langkah nya terhenti saat melihat wajah zhia yang saat ini sedang terlelap itu.
Baru kali ini ia bisa melihat wajah zhia dengan sesama dan juga leluasa. Dan baru kali ini ia sadar bahwa kecantikan zhia memang sangat unik dan juga berada dilevel atas. Ia bahkan sempat lupa bahwa zhia adalah seorang mantan model.
"Sejak kapan ia memiliki kelopak mata seindah ini? Bibir merah dan kulit putih mulus ini kenapa baru kali ini kusadari? " Gumam Albar masih saja memperhatikan wajah zhia sambil berdiri.
Dan tak tau apa yang menggerakkan ia untuk berjongkok hingga kini ia sangat dekat dengan wajah zhia.
"Semakin dekat wajahnya semakin bersinar saja, kenapa aku baru sadar yah? " Batin Albar.
__ADS_1
Zhia bergerak gusar dan berbalik kesamping hingga hampir saja bibirnya menyentuh pipi Albar yang semakin mendekat karena ingin melihat wajah zhia lebih dekat lagi.
"Kenapa aku merasa sesuatu yang aneh dalam diriku? "
"Aku merasa sangat Damai memandangi wajah ini, kenapa dengan mu Albar? Harusnya gadis ini adalah ladang emosi bagimu. " Batin Albar yang terus saja membatin itu.
Dan ia dengan tanpa sadar mulai mendekatkan wajahnya kearah zhia. Sejak tadi bibir zhia sudah menjadi spot paling sering membuat ia gagal fokus.
Seketika ia sadar dengan hal bodoh yg hendak ia lakukan itu dan langsung bangkit menjauh dari saja.
"Sial, kenapa sih dengan ku? Apa karena aku sudah dua hari yah tidak berciuman dengan Naya? Akhh bikin gila saja. Kenapa sih setiap melihat nya aku ingin sekali mencium bibir merahnya itu? Apakah aku sudah gila?" Albar terus saja merutuki kebodohannya yang hampir saja melakukan hal tidak senonoh pada mina.
Albar pun memilih untuk tidur saja dari pada terus berlama-lama disana akan membuat ia lepas kendali. Benar-benar sesuatu yang membuat ia bingung karena tiba-tiba merasa sangat kagum dengan sosok zhia. Apa karena semenjak datang kerumah ini ia tak pernah memperhatikan zhia karena hanya fokus memikirkan Naya yang tak kunjung berkabar itu.
Namun, akhir-akhir ini ia malah teralihkan oleh sosok zhia yang sangat membuat ia penasaran. Ia mengira zhia adalah gadis dungu yang bisa ia tindas namun ternyata zhia tidak semudah yang ia pikirkan.
"Aah sudahlah Albar, lebih baik kamu tidur saja. " Albar meletakkan hpnya diatas meja tepat disamping tempat tidur nya lalu mencoba untuk memejamkan matanya yang sama sekali tidak ngantuk itu.
Sudah berkali-kali ia mencoba untuk tidur namun tetap saja ia tak bisa tidur.
"Ck, kenapa sih dengan ku? Gadis dungu itu saja sudah tertidur pulas sejak tadi. Ia hanya tidur diatas sofa loh bukan diatas kasur empuk seperti mu Albar, kenapa ia bisa tidur nyenyak dan kamu tidak bisa? Aihh menjengkelkan sekali. " Semua jadi serba salah bagi Albar.
Belum lagi Albar adalah tipe laki-laki cerewet yang tak bisa menerima sesuatu yang tak menyenangkan hatinya. Mulutnya akan cenderung Mendumal dan berbicara banyak hal.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Wadehh rupanya ada keturunan lambehnya juga yah mas Albar ini wkwkwk
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
__ADS_1
Pai pai say 🌹