Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Tidur dirumah Alana.


__ADS_3

Louis, dan Louisa terlihat begitu bahagia, saat mendengar apa yang dikatakan Dave, kalau dia akan menginap dirumah mereka.


"Kau serius Paman, akan tidur dirumah kami?!" Tanya Louisa, dengan bolamata berbinar.


Dave terseyum, seraya menganggukan kepala untuk menajweab pertanyaan anak perempuannya.


"Iya malam ini, Paman akan tidur dirumah kalian."


Alana terlihat begitu kesal, saat mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki tampan itu.


"Apa kau sudah gila?! apa kata tetangga nanti. Dan lagi pula dirumah ini, kamar disini hanya satu saja."


TIdak menghiraukan, dengan apa yang dikatakan wanita muda itu. Dan dia mengajak kedua anaknya, untuk masuk kedalam kamar.


"Ini sudah malam, ayo kita kedalam. Dan kau Devan?! pulanglah. Karena malam ini aku akan tidur disini."


"Baik Tuan," Jawab Devan, dengan berlalu dari rumah kecil itu.


Menatap Alana, dengan senyum menyeringai yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"Ayo anak-anak, kita kedalam." Ucapnya, dengan meraih kedua tangan anaknya, dan berlalu begitu saja.


"Ayo Paman..?!" Timpal Loisa, dan Louisa bersamaan.


Dave mengedarkan pandangannya, saat tiba dalam kamar yang terlihat begitu sederhana. Memaksakan diri untuk tersenyum, seraya menghembuskan napas saat melihat kehidupan yang dilalui kedua anaknya, dan Alana sangat berbeda jauh dengan kehidupannya yang begitu mewah.


Tatapan matanya menyapu bersih kamar itu, hingga tatapan itui terhenti pada sebuah dinding yang terpasang beberapa photo kedua anaknya. Menghampri, seraya tangannya menyentuh bingkai photo tersebut, dengan senyuman kecil diwajahnya.


"Itu photo saat aku, dan Louis baru berumur tiga bulan Paman?" Ucap Louisa, dengan menghampiri pengusaha tampan itu.


Tersenyum, seraya menatap putrinya.


"Kalian berdua, memang anak yang sangat manis.


"Paman, ayo kita tidur?! aku sudah mengantuk." Rengek Louis, dengan meraih tangan ayahnya.


"Baiklah, ayoo? dan Paman akan menceritakan dongeng putri tidur, buat kalian berdua."


Kedua anak kecil itu tampak begitu bahagia, dan dengan segera berlari kecil keranjang milik mereka.

__ADS_1


Kini mereka bertiga tengah berada diatas ranjang, dengan posisi Dave diapit kedua anaknya.


'Paman, kau tau? kami sudah sangat lama mengharapkan ini. Kami ingin sekali merasakan, punya Papa." Ucap Louis, seraya mendongakkan kepala menatap pria itu.


"Iya Paman, aku juga. Sebab teman kami willi mengatakan, kalau Papanya juga sering membacakan dongeng buatnya, dan itu membuat kami iri."


Menghembuskan napas, yang terasa sesak didadanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh kedua buahatinya.


"Mulai sekarang kalian tidak hanya mempunyai Mama, tapi akan punya papa juga. Sebab, aku adalah Papa kalian."


"Apakah Paman akan menjadi, Papa kami?!" Tanya Lousa, seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Yaa, karena aku memang adalah Papa kalian."


Kedua bocah itu tampak begitu bahagia, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dave walaupun mereka belum paham dengan apa yang terjadi. Saling menatap, dan kemudian tersenyum. Louisa, dan Louis terlihat begitu bahagia, Dave yang tengah membaca cerita itupun tergangu, saat kedua anaknya kompak, untuk menggelitik ayah kandungnya. Tawa bahagia, dan candaan mewarnai ketiganya, yang terlihat jelas diwajah mereka masing-masiing.


Alana yang sedari tadi mengintip dari tirai hanya tersenyum, hingga tak terasa ada buliran airmata yang membasahi kedua pipinya, saat melihat pemandangan manis itu. Larut dalam suasana hening seketika, dan memutuskan untuk kedapur.


****


Disaat melihat kedua buahatinya sudah tertidur, Dave memutuskan untuk menghampiri Alana. Mengecup pipi kedua bocah itu, setelah menyelimurti mereka dengan selimut tebal.


Keluar dari kamar, seraya mengedarkan pandangannya kesegalah arah, mencari keberadaan Alana. Mendengar suara gadu didapur, dan dia meyakini kalau Alana tengah berada disana.


"Apa yang kau, lakukan?!" Sebuah pertanyaan, yang memecahkan keheningan yang terjadi.


Sedikit terkejut, saat berbalik dia mendapati keberadaan Dave disana.


"Aku sedang membuat kue muffin, pesanan para pelanggan." Jawabnya, dengan terus melanjutkan kegiatannya, tanpa menghiraukan keberadaan lelaki itu.


Terus menatap Alana yang terlihat sedikit kurus, dengan kantong mata, pada kedua bolamatanya.


"Tidurlah, ini sudah sangat malam. Mulai sekarang, kau tidak perlu bekerja lagi."


Menghembuskan napas, sebelum menjawab pertanyaan pria itu.


"Kita sudah mekpunyai kehidupan masing-masing, lagi pula kau sudah menikah. Jadi kau tidak perlu, mencampuri urusan pribadiku."


"Aku, dan karin tidak jadi menikah."

__ADS_1


Menghentikan kegiatannya selama beberapa detik, dan kembali melanjutkan kegiatannya, dan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh pria itu.


Saat melihat Alana tampak mengacuhkannya, Dave segera menghampirinya dan mengcengkram tangan wanita itu.


"Apa yang kau lakukan, Dave?! aku minta lepaskan?!" Dengan berusaha melepaakan cengkraman, tangan itu.


"Berhentilah melakukan ini, masuk?! dan istirahatlah."


"Apa perdulimu?! memang siapa dirimu?! dan lagi pula sudah kukatakan Louis, dan Louisa bukan anak-anakmu!" Dengan nada, yang terdengar kesal.


'Kenapa kau terus menyangkal?! kalau Louis, dan Louisa bukan dara dagingku?! kalau mereka bukan anakku, kenapa wajah Louis begitu mirip denganku. Dan kau menyisipkan namaku, pada nama Louisa."


"I..itu karena kebetulan, saja." Jawabnya gugup, dengan raut wajah yang terlihat begitu pucat.


"Kalau begitu, katakan padaku. Siapa ayah dari mereka. Dan apakah, kau akan mengatakan kalau mereka adalah anak dari Jhon?!"


"Itu bukan, urusanmun Dave?!"


"Tentu saja itu urusanku, selama itu berhubungan dengan kedua anakku." Jawabnya, tegas.


Menghempaskan dengan kasar tangan pria itu, dan kembali melanjutkan kegiatannya.


"Aku sudah bilang berhenti?! dan beristirahatlah."


Tidak menjawab, dan mengabaikan apa yang dititahkan oleh lelaki tampan itu.


Dave terlihat begitu kesal, saat Alana mengabaikan ucapannya. Menghampiri wanita itu, dan langsung menggendongnya, yang membuat Alana begitu terkejut.


"Dave...?! apa yang kau lakukan?! lepaskan aku..?! lepaskan..?!" Ucap Alana dengan sedikit berteriak, dan berusaha untuk melepaskan diri gendongan pria itu.


"Kau bisa diam tidak?! apakah kau mau, aku berbuat kasar padamu?!" Dengan nada, sedikit tinggi.


Terus merontah, rontah, dengan berusaha melepaskan diri. Dan begitu terkejut, ketika Dave membawanya masuk kedalam kamar.


"Apa yang kau lakukan?! aku tidak mau, tidur denganmu?!"


Berjalan menghampiri ranjang, dan membaringkan Alana disamping kedua anaknya.


"Tidurlah, aku akan tidur ditempat disofa panjang itu. Lagi pula tempat tidur ini, sangat kecil."

__ADS_1


"Tapi aku harus membuat kue, karena itu pesanan pelangganku? dan aku sudah menerima uangnya."


"Aku akan membeli kue yang sama dengan kue yang kau buat, dan akan mengirimkan pada pelangganmu. Dan jangan bicara lagi!" Ucapnya, tegas.


__ADS_2