
Melihat itu Alana nyaris dinodai seorang pria, membuat kemarahan Dave begitu membuncah, menghampiri, dan menarik baju laki-laki itu.
"Dasar, biadap?!" Ucanya dengan raut wajah yang begitu memerah, dan memberi pukulan pada wajah Jhon, secara membabi buta.
Alana hanya menangis, dan terus menangis dengan penampilan yang terlihat begitu kacau, dan bajunya yang sudah sedikit sobek, hingga memperlihatkan bahu mulusnya.
Dave terus menghajar Jhon, dan terlihat kemarahan yang teramat sangat. Sudah tak sanggup lagi membendung amarahnya, meraih sebuah kursi kayu, dan ketika akan menghantamkan kearah Jhon, Alana langsung berlari, dan memeluk tubuh pria itu dari belakang.
"Jangan, Dave? aku mohon, jangan..?!" Pintanya, dengan tangisan.
"Tapi dia sudah sangat kurang ajar, Alana?" Dengan nada tinggi, dengan masih memegang kursi kayu itu.
"Tidak, tidak, aku tidak mau. Aku tidak mau, kau masuk penjara karena membunuhnya." Ucapnya menangis, dengan terus memeluk Dave.
Dave tersadar, karena apa yang dikatakan Alana, sangatlah benar adanya. Sebab hampir saja, dia membunuh orang. Perlahan menurunkan kursi itu, dengan napas yang terengah-engah, karena berusaha membendung amarahnya.
Jhon hanya tersenyum menyeringai, apalagi saat melihat pelukan Alana pada Dave, membuat raut wajah pria itu semakin memerah.
"Pergi, kau?! sebelum aku benar-benar membunuhmu!" Dengan tatapan tajam, menatap Jhon.
Tertawa kecil, dan tidak ada rasa takut sedikit dalam dirinya.
"kau mengatakan aku kurang ajar?! aku rasa kita sama Tuan?! bertahun-tahun, kau menelantarkan Alana, Louis, dan juga Louisa. Bukankah berarti kita sama, brengseknya?! kau tidak tau, bagaimana Alana melewati kehidupan disini, bahkan ada yang mengirah dia adalah perempuan murahan, sebab mempunyai anak tanpa ayah." Dengan senyuman sinis, diwajahnya.
Alana hanya menangis, saat mendengar apa yang dikatakan Jhon, yang sepenuhnya adalah benar.
"Diam kau, brengsek?! aku minta kau keluar, dari rumah ini..?!" Dengan sedikit, berteriak.
"Ingat Tuan, urusan kita belum selesai." Ucap Jhon dengan bangun dari jatuhhya, dan berlalu dari kamar itu.
Rose yang baru saja datang, begitu terkejut saat melihat Louis, dan Louisa menangis, dengan saling berpelukan.
"Louis..? Louisa..? kalian kenapa? kenapa kalian menangis?!" Dengan tatapan penasaran, menatap kedua bocah itu.
"Bibi...?" Ucap mereka bersamaan, dan langsung memeluk Rose dengan airmata yang terus keluar.
"katakan pada Bibi, ada apa? kenapa kalian berdua menangis?!"
"Mama..Bibi? Mama..?" Jawab Louisa, dengan menangis sesegukan.
"Mama.." Ucapnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu penasaran.
Saat melemparkan pandangannya, Rose begitu terkejut saat melihat wajah Jhon, yang babak belur.
__ADS_1
"Jhon..? kau kenapa?" Dengan tatapan, yang terlihat begitu penasaran.
Tidak menjawab Rose, megusap kasar wajahnya, dan berlalu begitu saja.
Alana masih menangis, dan dia terlihat begitu syok dengan apa yang baru saja dialaminya. Sebab dia hampir mengalami, hal yang sama lagi.
Mendekat kearah Alana, dan segera membawa wanita itu kedalam pelukannya.
"Dave, aku takut? aku takut Dave..?" Dengan terus menangis, dalam pelukan pria itu.
"Kau tidak perlu takut, ada aku yang akan selalu menjagamu." Jawabnya, dengan berusaha menenangkan Alana.
Terus menangis dalam pelukan pria itu, dan segera melepaskan pelukannya, saat dia baru menyadari kalau dia berada dalam pelukan pria itu.
"Ma..maafkan, aku." Jawabnya gugup, sebab merasa malu dengan tindakannya sendiri.
"Tidak masalah, dan ayo kita temui anak-anak."
"Baiklah," Jawabnya, dengan berlalu keluar dari kamar, bersama Dave.
Louis, dan Louisa yang melihat keberadaan Ibunya, dan langsung berlari menghampiri wanita itu.
"Mama..? apakah, kau baik-baik saja?" Tanya Louisa, dengan mata masih berkaca-kaca.
"Mama baik-baik saja, dan terima kasih untuk kalian berdua."
"Jangan terima kasih Pada kami, Mama? tapi berterima kasihlah, pada Papa," Ucap Louisa, pada Ibunya.
Rose yang sedari tadi berada disitu terlihat begitu penasaran, dan saat mendengar sebutan Louis, dan Louisa pada laki-laki itu dengan sebutan Papa, membuat dia yakin, kalau laki-laki ini, adalah ayah biologis, dari anak kembar itu.
"Alana, apakah kau baik-baik saja? dan apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa Jhon keluar dengan wajah babak belur begitu?"
Menghampiri sahabatnya, dengan langsung memeluknya.
"Jhon, nyaris menodaiku, Rose?!" Ucapnya dengan berbisik pelan, dan airmata yang kembali menetes.
Rose begitu terkejut dengan apa yang dia dengar, dan tidak menyangkah Jhon yang diketahuinya mempunyai sikap yang begitu baik, akan melakukan hal serendah itu.
"Aku tidak menyangkah, dia akan melakukan hal itu padamu Alana?"
"Akupun tidak tau, dia akan melakukan hal itu padaku Rose?!" Jawabnya, menangis.
Menghampiri Dave, yang tengah berbincang dengan sikembar.
__ADS_1
"Kenalkan, aku sahabat dari Alana, Tuan? Rose, namaku." Dengan mengulurkan tangan, pada lelaki tampan itu.
"Aku Dave, Dave Housnton." Jawabnya tersenyum, dengan membalas uluran tangan Rose.
"(Tidak salah lagi, kalau pria ini pasti adalah ayah dari Louis, dan juga Louisa.)" Bathinya, dengan keyakinan yang teramat sangat.
"Aku ingin, kau, Louis, dan Louisa pindah ke VIla sekarang juga." Ucap Dave, tiba-tiba.
"Aku tidak mau?! aku akan tetap tinggal disini." Jawab Alana, dengan keras kepalanya.
"Kenapa kau begitu keras kepala, Alana?! bisa saja, pria itu datang lagi?"
"Aku tidak perduli, yang jelas aku akan tetap disini."
Dave terlihat begitu kesal, saat mendapati jawaban Alana yang tetap kekeh ingin tinggal dirumahnya.
"Kalau begitu, aku akan membawa Louis, dan Louisa tinggal bersamaku."
"Kau tidak boleh membawa, mereka Dave?!" Seru Alana, dengan nada kesal.
Rose segera menghampiri sahabatnya, dan dia berniat untuk membujuk wanita itu.
"Pergilah tinggal divila, aku yakin tempat ini sudah tidak aman untukmu."
"Tapi Rose, akuu..?"
"Aku akan sering, mengunjungimu."
Menghembuskan napas, dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Baiklah, aku mau."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita rapikan barang-barangmu, Louis, dan juga Louisa."
"Baiklah, ayoo?" Jawab Alana, dengan berlalu bersama sahabatnya.
"Papa, apakah kau akan mengajak aku, dan Kakak tinggal divila itu?" Tanya Louis, seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya, mulai sekarang kita akan tinggal disana, dan selalu bersama." Jawab Dave, dengan senyuman kecil diwajahnya.
Kini mereka sudah berada diluar rumah, dan akan menuju Vila tempat tinggal Dave.
Saat Alana tengah mengunci pintu rumahnya, mereka dikejutkan dengan kedatangan Laura, dan juga Daven.
__ADS_1
"Dave..? apakah kau baik-baik saja?!" Tanya Laura, dengan raut wajah yang begitu khawatir, seraya menghampiri pria itu.