
Melihat kedekatan Dave, dengan wanita lain membuat Alana hanya bisa diam saja. Sebab bagaimanapun, dia tidak punya hak untuk mencampuri urusan pria itu, sebab diapun tahu, sampai sekarang Dave masih bersamanya, hanya karena Louis. dan Louisa.
"Aku baik-baik saja, Laura? kau tidak perlu mengkhawatirkan aku." Jawabnya tersenyum, seraya menatap Ceo cantik itu, yang terlihat begitu gelisah.
"Kau tau, aku begitu mengjkhawatirkanmu. Aku mengirah, kau kenapa-kenapa Dave? dan untuk apa tas-tas, ini?" Bertanya saat melihat beberapa tas, yang berjejer didepan rumah.
"Mulai hari ini aku, Kakak, dan Mama, akan tinggal ditempat Papa, Bibi?" Celah Louis, pada CEO cantik itu.
Raut wajahnya seketika berubah kesal, tapi sebisa mungkin dia untuk tetap tersenyum, didepan pria pujaanya.
"Jadi kau akan mengajak mereka, tinggal bersamamu divIla, Dave?!"
"Iya. Karena tempat inisudah tidak lagi aman, bagi mereka."
"Ohh, begitu?" Dengan memaksakan diri, untuk tersenyum.
"Ohh, iya Laura? kau belum berkenalan, dengan Alana. Alana, kenalkan ini Laura, dia adalah CEO dari Diamont Swfit, dan teman kuliahku."Ucap Dave, yang memperkenalkan Alana, pada Laura.
Walaupun enggan, tapi dengan terpaksa Laura membalas uluran tangan Alana.
"Kenalkan aku Laura, teman baik dari Dave." Ucapnya, dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Alana." Jawabnya,seraya membalas uluran tangan wanita itu.
"Baiklah Laura, kalau begitu kita berpisah disini saja.Karena kami, harus kembali kevila sekarang."
"Apakah, aku boleh ikut bersama kalian, Dave? karena aku belum mengetahui, tempat tinggalmu sampai sekarang."
"Baiklah, kalau kau mau, kau boleh ikut. Ayo Alana?, Louis, Louisa? Nona Rose? kita kevila sekarang."
"Maaf Tuan, aku harus segera pulang kerumah, nanti aku baru aku mengunjungi kalian."
__ADS_1
"Baiklah Nona, Rose. Ayo, anak-anak, Alana, kita pergi sekarang."
Tanpa menjawab, Alana segera berlalu kedalam mobil bersama kedua anaknya.
Raut wajah Laura terlihat begitu memerah, saat melihat keharmonisan Dave bersama Alana, dan kedua anak mereka.
Membuka pintu mobil dengan kasar, dan melajukan kendaraannya, mengkuti laju mobil Dave, yang telah terlebih dahulu pergi dan hal itu, tidak luput dari pandangan Rose, yang terus menatap Laura sedari tadi.
"Sepertinya wanita ini, yang akan menjadi penghalang untuk Alana, dan Tuan Dave kembali bersama." Gumamnya, dengan terus menatap lajunya, kedua kendaraan itu.
Saat dalam perjalanan menuju Vila, raut wajah Laura terlihat begitu memerah, dan terselip rasa tidak suka disana.
"Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan Dave kembali," Dengan senyuman sinis diwajahnya, dengan tangannya memegang kemudi mobil.
Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit, tibalah mereka divIla mewah tersebut.
Turun dari mobil, dan disambut oleh beberapa pelayan vila itu.
"Ayo, mari kita masuk." Ajak Dave, pada mereka semua.
"Ayo Papa tunjukin, kamar kalian." Ucap Dave, dengan kedua anaknya.
"Apakah aku, mempunyai kamar sendiri?" Tanya Louisa, dengan tatapan penasaran.
"Ia, tapi kau akan berbagi kamar dengan adikmu. Karena dilantai dua, kamarnya hanya dua saja." Jawab Dave, tersenyum.
"Baiklah..?" Jawab Louisa, dengan nada memelas.
"Kalau begitu, ayo kita kekamar kalian sekarang." Ajaknya Dave, dengan berlalu bersama kedua anaknya.
Saat mendapati hanya tingga dirinya bersama Alana, Laura memutuskan untuk menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Ohh, iya. Saat tadi kita berkenalan, ada satu hal, yang belum kau tau tentang diriku. Dan aku rasa, itu sangat penting."
"Apa masksudmu?! aku tidak mengerti? dan lagipula siapa dirimu, aku tidaik perduli!" Jawab Alana, asal.
Menyunggingkan senyuman sinis diwajahnya, saat mendengar jawaban Alana, yang membuatnya kesal.
" Tapi bagaimanapun kau harus tau, siapa aku. Dan walaupun kau tidak ingin mengetahuinya, aku akan tetap mengatakan. Aku adalah mantan kekasih dari Dave, dan kami pernah menjalin hubungan yang cukup lama, saat aku masih berkuliah diAmerika dulu. Dan aku ingin mengatakan padamu, kalau aku masih mencintainya, Dan aku ingin, kembali bersamanya. Dan aku rasa, Davepun begitu. Karena aku tau, kedekatan kalian, tidak lebih hanya karena anak."
"Terus, apa yang kau inginkan dariku?!" Dengan nada, yang terdengar kesal.
"Aku ingin, kau pergi dari kehidupan Dave. Dan biarkan aku bahagia, bersamanya. Karena wanita sepertimu, tidak pantas mendampinginya. Lagipula, kalau sampai dia menikahimu, aku rasa hanya karena rasa bersalah saja. Bukan, karena cinta. Apakah kau mau, menghabiskan waktu dengannya, dengan pria yang tidak mencintamu. Tidakkan?"
"Apa yang kalian berdua, bicarakan?!" Tanya Dave tiba-tiba, seraya menghampiri kedua wanita itu.
Laura tersenyum kecil, dengan segera dia menghampiri laki-laki tampan itu.
"Aku hanya ingin menayakan pada Alana, tentang kota Cambrigge, karena akupun tidak banyak tau, tentang kota kecil ini." Jawabnya, tersenyum.
"Begitu."
Alana terus menatap Dave, dan Laura yang tampak begitu, akrab. Senyuman membingkai kecil diwajahnya, yang mewakili kehampaan hatinya saat ini.
"Dave, apakah aku boleh sering, datang ketempatmu? karena bagaimanapun, kita sedang menjalin kerjasama."
"Tentu saja boleh, kenapa tidak?!" Jawabnya, tersenyum.
Melihat kedekatan mereka, Alana memutuskan untuk menghampiri kedua anaknya, karena merasa terabaikan kehadirannya.
"Aku akan pergi menemui Louis, dan louisa." Pamitnya, dengan berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan keduanya.
"Pergilah, dan beristirahatlah. Aku tau, kau pasti lelah." Jawab Dave, tapi tak diperdulikan oleh wanita itu.
__ADS_1
Tersenyum puas, saat melihat Alana yang memutuskan pergi meninggalkannya, bersama Dave.
"(Aku tidak perduli, yang jelas aku akan berusaha mendapatkan Dave kembali.)" Bathinnya, dengan seringai kecil diwajahnya.