Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Tidak akan meninggalkan Alana.


__ADS_3

Dave memandang keindahan kota London, dari gedung pencakar langit miliknya. Tatapan matanya menerawang, melempar jauh kedepan.


Saat tengah larut dalam suasana menikmati pemandangan kota, dia mendengar suara langkah kaki yang menghampirinya. Tangannya semakin mengepal dengan erat, dan meyakini itu adalah Louis.


"Dave..." Panggil Louis, saat sudah berada di belakang sahabatnya.


Dave membalikkan badannya menatap sahabatnya, dengan tatapan tidak suka.


"Kau bilang, ingin berbicara denganku. Apakah ada sesuatu yang penting, hingga kau mengajakku harus bertemu disini,"


Hanya membingkai senyuman sinis diwajahnya, saat mendapat sikap Louis yang terlihat santai, seolah tidak terjadi apa-apa.


'Katakan, apa yang ingin kau bicarakan denganku." Tanya Louis lagi, saat melihat eskpresi Dave yang hanya diam membisu.


Amarah tak sanggup dibendung, oleh lelaki tampan itu. Mengingat semua perkataan Alana, yang mengingkan bercerai, dan mengatakan dengan jujur telah jatuhcinta pada sahabatnya itu, membuat amarah pada diri Dave, semakin membuncah.


Dan dengan langkah sedikit cepat, Dave menghampiri teman baiknya itu, dan memberi sebuah pukulan yang cukup keras, tepat diwajahnya.


"BUUGGGH" Hingga membuat, pria berambut pirang itu tersungkur kelantai.


Louis terjatuh dilantai, dengan senyuman kecil diwajahnya. Perlahan jemarinya, mengusap bibirnya yang sedikit mengeluarkan dara.


Dengan perlahan dia bangun dari jatuhnya, dan masih berusaha untuk tetap tenang menghadapi Dave, yang sedang dikuasai emosi.


"Memang aku sangat menantikan, apa yang kau lakukan hari ini. Karena aku sangat berharap, kau cepat mengetahui hubunganku dengan Alana,"


"Kau sudah sangat keterlaluan, Louis!! bahkan kau merasa tidak bersalah padaku. Dan apa kau tidak menyadari, kalau Alana adalah istriku!!"


"Sadar, bahkan aku sangat sadar kalau dia adalah istrimu. Dan yang aku tau, aku sangat mencintai istri dari sahabatku, Dave." Jawabnya, dengan nada penuh penekanan.


Dave terlihat semakin tersulut emosi saat mendengar pengakuan cinta sahabatnya itu, dan ketika dia akan memberi sekali lagi, pukulan pada Louis, dengan cepat laki-laki itu, menahan pukulannya.

__ADS_1


"Aku masih menghargai, karena kau adalah temanku."


"Alana, adalah istriku Louis..?!" Teriak Dave.


"Istri..."Dengan senyuman sinis diwajahnya, saat medengar kata istri yang Dave, ucapkan.


Kau mengatakan, kalau dia istrimu. Tapi apakah selama ini, kau memperlakukan dia layaknya, seorang istri .Dengan terang-terangan, kau menjalin hubungan dengann wanita lain, dan bahkan kau membawa wanita itu kerumah kalian, dan memamerkan kemesraan kalian, tanpa memikirkan perasaannya. Kau lebih banyak menghabiskan waktu dengan kekasihmu itu, dibandingkan dengan Alana istrmu sendiri. Dan jangan salahkan aku, kalau menjalin hubungan dengan Alana, bukankah sudah pernah kukataka padamu sebelumnya, jika kau menyakitinya, aku akan merebut dia darimu."


Raut wajah Dave, terlihat semakin memerah, saat mendengar apa yang dikatakan Louis, padanya.


"Sekali lagi kuperingatkan, padamu! tinggalkan Alana." Dengan nada, penuh penekanan.


Tawa kecil membingkai diwajah Louis, saat mendengar apa yang diinginkan Dave.


"Sebenarnya kalimat ittu, pantasnya berbalik padamu. Aku minta tinggalkan Alana secepatnya, karena aku ingin segera menikahinya."


"Apakah sudah tidak ada, wanita lain lagi Louis...?!" Teriak Dave, yang begitu menggema.


"Sangat mudah bagiku, mendapatkan wanita manapun. Aku tampan, kaya, dan juga mempunyai kekuasaan sama sepertimu. Bahkan untuk wanita yang sangat kau cintai, seperti Laurapun sangat mudah bagiku. Bahkan mendapatkan wanita seperti Laura, bisa tiga, atau empat dalam satu malam bisa aku, dapatkan." Seru Louis, dengan senyuman mencemooh menatap Dave.


"Apa maksumu, berkata demikian..?" Tanya Dave, dengan nada tinggi.


"Muda bagi seorang Louis, untuk mendapatkan seorang wanita. Biar kau menukarkan seribu wanita seperti Lauramu itu, bahkan jauh melebihinyapun. Maaf, aku pasti akan tetap memilih Alana. Karena dia, sangat berbeda dengan wanita lain. Dan maafkan aku, aku tidak bisa meninggalkan Alana. Dan jika kau menyalahkan ini salah siapa, jawabanya adalah pada dirimu. Karena kau sendirilah, yang sudah memberi ruang unukku masuk. Padalah aku masih menghormatimu, sebagai sahabatku, sekalipun aku mencintainya." Ucap Louis, dengan berlalu begitu saja.


"Ingat Louis! sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menceraikan Alana..?" Teriaknya.


Louis menghentikan seketika langkah kakinya, saat mendengar apa yang dikatakan sahabatnya itu. Dan tanpa berbalik, diapun mengatakan sesuatu pada Dave, yang membuat laki-laki itu semakin meradang.


"Dan sampai kapanpun, aku tidak akan mau berpisah dengan Alana," Jawabnya, dengan kembali melanjutkan langkah kakinya.


****

__ADS_1


Banyaknya pepohonan, dan juga hamparan danau yang luas, itulah gambaran, dari sebuah taman yang tengah dikunjungi Alana, dan juga sahabatnya, Rose.


Mereka tengah berbincang-bincang, dengan menikmati ice crem, ditengah panasnya cuaca kota London disiang hari.


"Jadi kau benar-benar, menjalin hubungan dengan Louis, Alana?" Tanya Rose dengan menatap intens sahabatnya, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja, dikatakan Alana padanya.


Alana menundukan kepala, dengan memaksakan diri untuk tersenyum, karena merasa malu dengan ekspresi sahabatnya itu.


"Iya. Aku tengah menjalin hubungan dengannya, dan tanpa kusadari aku telah jatuhcinta padanya. Aku tau ini salah, Rose.., bahkan sangat salah. Tapi apakah aku harus mengejar cinta suamiku, yang sama sekali tidak mencintaiku. Bahkan dengan lantangnya dia mengakui didepanku, kalau dia mencintai wanita lain. Padahal, ada aku istrinya." Ucap Alana, dengan airmata yang sudah membasahi pipinya.


"Maafkan aku teman, aku tidak menyangkah rumahtangga yang kau alami sepelik ini. Tapi kalau dia begitu mencintamu, aku sangat mendukung, sebab aku ingin kau bahagia. Aku tidak mau, kau terus menangis. Sudah cukup banyak airmata, yang kau keluarkan untuknya."


"Apakah kalian berdua, sedang membicarakan aku..?" Ucap Louis tiba-tiba, yang mengejutkan kedua wanita itu.


Membalikkan badannya, dan seketika senyuman mengembang diwajah Alana, saat melihat kedatangan kekasihnya.


"Louis...?"


"Dia sangat tampan, apakah kalian berdua pernah berciuman?" Tanya Rose pelan, saat Louis tengah berjalan menghampiri mereka.


"Hemm..." Jawabnya, dengan senyuman diwajahnya.


"Hallo Tuan Louis..."


"Hallo. Apakah dia sahabatmu, Alana?"


"Iya, dia teman baikku. Kami bersahabat, saat aku masih tinggal diCambrigge."


"Kenalkan aku Louis, dan aku rasa kau sudah mengetahui aku siapa sahabatmu ini>"


"Aku Rose. Iya, dan aku sudah mengetahui kalau anda, adalah kekasih dari Alana." Jawabnya, tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2