
Alana kembali menghampiri kedua anaknya, yang tengah menikmati sarapan pagi mereka.
"Papa dimana, Mama?" Tanya Louis, saat melihat Ibunya datang seorang diri.
Menghembuskan napas, yang terasa sesak didadanya saat mendapati pertanyaan anak laki-lakinya itu.
"Papa sudah pergi bersama, dengan Tante Laura, Sayang?"
"Tante, Laura?" Timpal Louisa, dengan wajah penasarannya.
"Sudahlah sekarang cepat habiskan sarapan pagi kalian, ayo kita pergi kedanau. Bibi Rose, sudah menunggu kita disana."
"Baik, Mama?" Jawab kedua bocah, itu bersamaan.
Menatap nanar kedua anaknya, dengan senyuman yang mewakili perasaannya yang tengah gundah, saat ini.
"( Untuk apa kau mengajak mereka tinggal bersamamu, kalau nanti kau akan melukai perasaan mereka, Dave?)" Bathin Alana, dengan terus menatap Louisa, dan Louis.
****
Kini Alana sudah berada didanau, dengan ditemani kedua anaknya, dan juga Rose.
"Kau kenapa Alana? sepertinya kau sedang ada masalah?" Tanya Rose, yang sedari tadi melihat wajah sahabatnya, tampak murung.
Tersenyum, dengan menatap jauh kedepan, menatap hamparan danau hijau yang membentang luas didepannnya. Tatapan matanya melempar sebentar kearah kedua anaknya, yang sedang bermain kejar-kejaran.
"Aku sebenarnya masih sangat membencinya. Sulit bagiku, untuk melupakan dengan apa yang sudah dia lakukan padaku. Tapi melihat kebahagian kedua anakku saat mengetahui Dave adalah ayahnya, membuat aku berusaha untuk menerimanya, walaupun itu terpaksa. Karena sulit untuk menghilangkan rasa benci itu. Tapi aku tidak menyangkah akan hadirnya Laura diantara kami, walapun dia berstatus suamiku nanti."
"Terus apa yang akan kau lakukan, sekarang? apakah kau akan tetap menikah dengannya?"
"Pernikahan sudah didepan mata, dan tak bisa dihindari lagi."
"Tapi dia mencintai wanita lain, Alana? bisa saja suatu saat dia menikahi Laura juga."
"Aku bingung, Rose? kedua anakku begitu bahagia, saat mendengar kedua orangtuanya akan menikah, begitupun juga dengan Papa."
"Kau hanya akan menjadi istri yang tertulis diatas sebuah kertas, dan bukan istri sesungguhnya untuk Dave? karena wanita yang dia cintai, hanya Laura, bukan dirimu. Dan dia mengatakan, kalau menikahimu, hanya karena anak kalian, dan juga demi ayah tirimu."
"Aku tau, karena diapun mengatakan begitu."
Terdengar suara telepone diphonsel milik Alana, yang mengalihkan tatapan matanya saku celananya. Dan senyuman seketika mengembang diwajah wanita itu, saat melihat pada layar phonselnya, tertera nama Louis.
__ADS_1
"Louis..?" Gumamnya dengan senyuman kecil diwajahnya, dan memutuskan untuk menerimanya.
Alana: Halllo Louis..?
Louis: Apakah, aku mengganggumu Alana?
Alana: Tidak, sama sekali tidak." Jawabnya, dengan senyuman diwajahnya.
Rose terlihat begitu penasaran, saat melihat raut wajah Alana yang tadi terlihat sendu, seketika ceriah saat menerima telepone itu.
"Siapa, yang menghubungimu?" Bertanya, dengan sedikit berbisik.
"Sahabatku, dan dia sangat baik." Jawab Alana tersenyum, menjawab rasa penasaran Rose.
Louis: Kemungkinan besar besok aku, dan paman Damian, sudah tiba diLondon, dan aku sudah membeli gaun yang kau plih Alana?"
Seketika senyuman sumringah terlihat jelas diwajah Alana, saat mengetahui besok Louis sudah tiba diLondon, bersama dengan ayah tirinya, Damian.
Alana: Kau serius, Louis?" Tanya Alana, seolah belum mempercayainya.
Louis: Tentu saja, Alana sayangku? karena aku sangat merindukanmu.
Alana: Kau selalu saja, menggodaku.
Alana: Apa kau sudah gila?! bagaimana kalau Dave mengetahuinya?
Louis: kalau begitu, jangan sampai dia tahu.
Alana: Kau benar-benar gila, Louis?"
Louis: Aku gila, karena terlalu mencintaimu Alana?
Alana: Kau memang sangat pintar, merayu? dan kalau begitu aku tutup telepone, dan sampaikan salamku untuk Papa?" Ucap Alana, dengan mengakhiri panggilan telepone, dengan wajah berseri-seri.
"katakan padaku, siapa pria itu, Alana? sepertinya dia bukan sekedar, sahabat buatmu?" Tanya Rose, yang terlihat begitu penasaran.
"Ntahlah..?"
"Ayolah Alana? jangan buat aku penasaran?" Pinta Rose yang dengan sedikit merengek, saat Alana semakin membuatnya penasaran.
Menghembuskan napas, seraya melemparkan pandangannya jauh kedepan.
__ADS_1
"Dia adalah Louis, sahabat baik dari Dave? dan dia menaruh perasaan padaku sudah sejak lama, dan diapun sudah mengetahui perihal tentang aku, dan Dave?"
"Tapi sepertinya dia tidak berhenti mencintaimu, walaupun tau tentang keadaanmu."
"Dia adalah pria yang baik, aku hanya takut suatu saat aku benar-benar jatuhcinta padanya, Rose? apalagi Dave selalu menyakitiku?"
"Itu bisa saja terjadi Alana?! karena kau, dan Dave tidak terikat perasaan. Dan hubungan kalian hanya karena sebatas anak. Apalagi Dave, dengan jelas-jelas menjalin hubungan dengan Laura. Dan tidak menutup kemungkinan, kalau dia akan menikahi Laura juga. Dan menjadikan Laura, sebagai Ibu tiri dari kedua anak kalian. Dan aku sangat mendukung jika kau menjalin hubungan dengan Louis, biar Dave tau bukan dia sendiri yang bisa bermain api, tapi kau juga bisa."
"Tapi apakah menurutmu, ini baik? karena bagaimanapun, aku akan menjadi istrinya?"
"Dan kau hanya istri yang tertulis diatas kertas Alana?! bukan istrinya yang sesungguh untuknya. Jadi bukahlah hatimu untuk Louis, aku sangat mendukungnya, walapun sebenarnya ini salah."
Menghembuskan napas yang terasa sesak didadanya, dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Kita lihat saja, karena bagaiamanpun aku membutuhkan laki-laki yang tulus mencintaiku."
"Dan aku yakin, laki-laki itu hanyalah Louis, dia adalah laki-laki yang baik, dan aku sangat mendukung."
****
Turun dari mobil dengan terus menggandeng manja Dave, saat mereka baru saja pulang dari boutique.
"Lepaskan tanganku, Laura? Bagaimana kalau kedua anakku, melihatnya?"
Mendecak kesal, menatap kekasihnya itu.
"Aku tidak perduli, karena sesungguhnya aku sudah lelah menyembunyikan hubungan kita dari kedua anakmu."
"Aku tau, tapi ini bukan saatnya. Lagi pula, beberapa hari lagi, aku dan Alana akan menikah, aku tidak mau merusak senyuman mereka."
Menghembuskan napas kasar, dan melepaskan genggaman tangan Dave dengan mimik cemberut.
"Baiklah, tapi cepat atau lambat aku ingin kau, mengatakan pada kedua anakmu, tentang hubungan kita, Dave?"
"Tentu, tapi aku minta kau bersabar, karena cepat atau lambat aku pasti akan memberi pengertian pada kedua anakku."
"Terus bagaimana dengan, Alana?!"
"Alana hanya istri yang tertulis diatas kertas, dan kau yang akan menjadi istri sesungguhnya untukku."
"Kau serius, Dave?" Tanya Laura, seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
__ADS_1
"Aku, aku sangat serius, karena hanya kau wanita yang kucinta." Jawabnya, meyakinkan Laura.