Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Tidak harus bersama.


__ADS_3

Melepaskan pagutannya dari bibir pria itu, seraya tersenyum memandang wajah tampannya.


"Pikirkan baik-baik, apa yang kukatakan tadi Dave, jangan hanya karena demi Louis, dan Louisa kau mengorbankan kebahagianmu. Kau masih bisa tetap mengurus anak-anakmu, tanpa harus menikahi Alana."


Tatapan matanya menatap dengan dalam, wanita didepannya.


Memang dia tidak mencintai Alana, bahkan daridulu dia begitu membenci wanita itu. Tapi takdir berkata lain, karena kebenciannya pada wanita itu membuat dia menodai Alana, dan tanpa dia ketahui, Alana ternyata mengandung dara dagingnya.


"Aku akan memikirkan apa yang kau katakan, Laura?" Jawabnya, dengan suara, parau.


"Pertimbangkan apa yang kukatakan, banyak pasangan diluar sana, yang memiliki anak tapi tidak harus hidup bersama. Begitupun juga denganmu, Dave? jangan kau paksakan dirimu, untuk mencintainya."


"Cinta..?"Dengan tatapan intens, saat mendengar kalimat itu.


"Tentu Dave, hiduplah bersama orang yang kau cintai. Apalagi, kau akan menghabiskan sisa waktumu bersamanya."


Menghembuskan napas, yang terasa berat. Dan dia tampak menimang dengan apa yang dikatakan oleh Laura, yang menurutnya sangatlah benar.


"Baiklah, akan aku pikirkan, apa yang kau katakan."


"Pertimbangkan apa yang aku katakan, dan aku yakin cinta itu, ada, tapi hanya untukku." Ucapnya dengan memberi kecupan kecil pada bibir Dave, dan berlalu pergi kedalam mobil.


"Pikirkan apa yang aku katakan, nanti aku akan menghubungimu." Ucap Laura saat sudah berada didalam mobil, sebelum kembali melajukan kendaraannya.


Menghembuskan napas yang terasa begitu berat dengan terus menatap mobil yang telah melaju, dan memutuskan masuk kedalam rumah.


Melangkahkan kaki kedalam, menuju arah tangga. Langkahnya sedikit gontai, sebab terus terngiang dalam pikirannya, dengan apa yang dikatakan oleh Laura.


Haruskah dia menikahi Alana, dan menghabiskan waktu dengan wanita itu, hanya karena demi Louisa, dan Louis, dan mempertanggungkan jawabkan perbuaatannya karena perbuatannya itu. Dan timbul keraguan, dalam dirinya.


Mengedarkan pandangannya ketika sudah berada dilantai dua. Saat mendengar suara anak-anaknya, dia memutuskan untuk menghampiri.


Membuka pintu kamar yang kebetulan tidak terkunci, dan melihat kedua anaknya, sedang bersama Alana. Terus memandang pemandangan manis itu, saat melihat Alana, yang tengah mengepang rambut Louisa, dan Louis yang sedang memainkan mobil remot controlnya.


"Mama, bisakah kau mengepang rambutku dengan perlahan, ini sakit..?" Protes Louisa, dengan wajah cemberut.


"Tunggulah sebentar lagi, ini sudah hampir selesai."


Membingkai senyuman kecil, diwajahnya saat mendengar protes anak perempuannya.


"Papa...?!" Panggil Louis, saat melihat keberadaan Ayahnya yang berdiri didepan pintu.

__ADS_1


Tersenyum, dan diapun melangahkan kaki menghampiri ketiganya.


"Apa yang kau, lakukan..?" Tanya Dave, pada putranya.


"Aku sedang belajar memainkan, mobil ini."


"Mana, biar Papa mengajarimu." Jawabnya, dengan meraih remot control dari tangan anaknya.


"Papa? apakah kau sudah selesai membicarakan masalah pekerjaan dengan, Bibi Laura?" Tanya Louisa, dengan wajah polosnya.


"Pekerjaan..?" Jawabnya dengan menatap putrinya sekilas, sebelum menatap Alana, tapi wanita itu langsung melemparkan pandangannya.


"Tadi saat kami akan turun kebawa untuk menemuimu, Mama mencega kami, kalau kami tidak boleh bertemu denganmu, karena kau sedang membahas masalah pekerjaan, dengan Bibi Laura."


Tatapan matanya menatap Alana, yang terlihat tidak perduli.


"Sudah selesai Louisa, Mama akan keluar sebentar." Jawab Alana, deengan berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan keberadaan Dave disana.


"Kalian berdua tunggu disini, Papa keluar sebentar." Ucapnya, dengan berlalu begitu saja.


"Alana...ALana...?" Panggil Dave, dengan langkah cepat mengkuti langkah wanita itu.


Berbalik, dan menghentikan langkahnya.


"Ikut aku, aku ingin bicara." Jawabnya, dengan langsung menarik tangan Alana, menuju kamar.


"Lepaskan?! lepaskan aku, Dave..?! lepaskan...?!" Ucap Alana dengan sedikit berteriak, dan berusaha melepaskan tanganya, dari genggaman pria itu.


Tidak menjawab, dan melepaskan tangan wanita itu, saat sudah berada dikamar.


"Katakan padaku, apakah mereka melihatnya?"


"Melihat apa? lagi pula apa yang terjadi padamu, aku juga tidak perduli..?" Jawab Alana asal, yang ingin berlalu pergi, tapi Dave langsung mencekalnya, dan menghempaskan dengan kasar ketas ranjang.


Raut wajahnya seketika berubah pucat, dan gugup, saat Dave melangkah semakin dekat kearahnya.


"Apa yang kau inginkan, Dave?" Dengan semakin memundurkan tubuhnya, saat lelaki tampan itu, merangkak naik ketas ranjang.


Mendekat kearah Alana, dan mengunci pergerakannya.


"Dave..?! lepaskan aku, jika kau berani macam-macam, aku akan berteriak..?!"

__ADS_1


"Coba saja kau berteriak, pasti para pelayan vila ini, akan tertawa dengan teriakanmu." Ucapnya, dengan tubuh sudah menindi Alana.


"Kau sangat tidak tau malu, Dave..? lepaskan aku, lepaskan..?"


"Apa kau tidak merindukanku, Alana?" Bertanya, dengan menatap dalam wanita itu.


"Merindukan, buat apa aku merindukan pria brengsek sepertimu?!" Jawabnya, kesal.


Menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, seraya tangannya mulai melepaskan kancing, baju Alana.


"Dave..? apa yang kau lakukan? aku mohon, jangan lakukan ini..?"


"Kau tau? aku sangat merindukanmu. Tubuhmu, serasa candu buatku, Alana? dan kau adalah wanita pertama, yang tidur denganku."


"Ja..jadi, apa yang kau inginkan?! jangan katakan kau menginginkan, itu dariku..?" Dengan raut wajah, yang sudah berubah pucat.


"Apakah, aku harus menikahimu, Alana?"


"Aku tidak butuh itu, Dave? karena tanpa kau, aku bisa bahagia. Aku sudah bahagia, hidup bersama dengan kedua anakku. Dan aku akan menikah, dengan laki-laki yang mencintaiku, juga mencintai kedua anakku."


Raut wajahnya seketika berubah kesal, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Alana.


"Ingat Alana, sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan kedua anakku, memiliki ayah tiri."


"Kau tidak punya hak, mengatur hidupku Dave? dan akupun tidak perduli, sekalipun kau mau menjalin hubungan dengan siapapun, termasuk dengan Nona Laura." Jawabnya, tegas.


"Jadi apa yang akan kau lakukan, nanti?" Jawab Dave, yang sudah mulai tersulut emosi.


"Aku akan pergi dari hidupmu, dengan membawa kedua anakku, dan menikah dengan pria baik-baik."


"Dan aku tidak akan pernah membiarkan hal itu, terjadi." Jawabnya, dengan kembali mencumbuh Alana.


"Dave..? apa yang kau lakukan? lepaskan aku Dave..? lepaskan..?! bagaimana, kalau Louis, dan Louisa melihat kita..?" Pinta Alana, dengan berusaha melepaskan diri kukuhan pria itu.


"Aku rasa mereka akan semakin senang, jika kita berdua membuatkan adik bayi untuk mereka."


Terkejut dengan apa yang dikatakan, Dave dan berusaha melepaskan diri, tapi laki-laki itu terlalu kuat untuknya.


"Lepaskan aku Dave..? lepaskan aku...?" Ucapnya, dengan suara mulai melemah, saat Dave semakin memberikan rangsangan padanya.


Suara yang terdengar begitu kuat, hingga mengejutkan keduanya yang sedang bercumbuh diatas ranjang.

__ADS_1


"Ahhhh.....?" Teriakan Alma salahsatu pelayan vila, yang begitu menggelegar.


__ADS_2