Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Menjemput Dave.


__ADS_3

Terus meneguk minuman beralkohol itu, itulah yang terlihat dari seorang Dave Hounston.


Penampilan yang terlihat begitu acak-acakan, dan matanya begitu memerah karena meminum terlalu banyak.


Duduk didepan bartender, dengan sesekali dia meneguk minuman, yang berada dalam genggamannya. Saat melemparkan pandangan kearah lantai dansa, seketika tatapannya menyalang, saat melihat seorang wanita berambut panjang, tengah berdansa bersama kekasihnya, dan mereka terlihat begitu mesrah.


Karena dibawah pengaruh alkohol, membuatnya mengiirah itu adalah Alana.


"Berani sekali, dia menyentuh istriku!" Dengan sorot mata tajam, dank kepalan tangan yang begitu erat.


Meneguk hingga tandas minuman dibotol itu, dan dengan kasar Dave meletakannya, dan dia menghampiri pasangan itu.


"Lepaskan istriku, brengsek!!" Teriaknya, dengan memberi pukulan tepat diwajah pria itu.


"BUUUGGG," Hingga membuat lelaki itu, tersungkur kelantai.


Suasana klup malam seketika menjadi riuh, dengan kekacauan yang ditimbulkan oleh seorang Dave Hounston.


"Ayo kita pulang, Alana?!" Dengan menaraik tangan gadis itu.


"Anda sudah gila, Tuan? aku bukan Alanamu, atau istrimu! dan kau datang, langsung memukul pacarku." Ucap wanita itu, dengan raut wajah yang terlihat begitu memerah.


"Lepaskan tangan pacarku..!!" Teriak pria itu, dengan memberi pukulan pada wajah Dave.


"BUUUGGG"


Raut wajahnya terlihat begitu memerah, saat mendapatkan pukulan dari pria muda itu. Hingga diapun membalas, pukulan pada lelaki itu.


Kekacauanpun semakin terjadi, dan perkelahian tak dapat terhindar lagi diarena disco.


Bartender itu segera menghampiri mereka, berusaha melerai Dave yang sudah tersulut emosi, apalagi pria itu dibawah pengaruh alkohol.


Suara telepone terdengar berkali-kali pada ponsel milik Dave, dengan cepat pria itu mengambilnya dari saku jas Dave, dan segera menerimanya.


"Hallo Dave, kenapa dari tadi kau tidak mengangkat teleponeku?!" Dengan nada, yang terdengar kesal disana.


"Hallo Nona, maafkan saya. Saya bukan suami anda, dan bisakah anda datang kemari sekarang?"


"Kalau boleh tau, dengan siapa ini? dan dimana dia sekarang?" Terdengar, nada yang begitu khawatir.


"Suami anda sedang berada diklup malam, dan dalam keadaan mabuk berat. Dan terlibat perkelahian."


"Apaa??" Dengan nada, yang begitu terkejut.

__ADS_1


"Iya, Nona,"


"Baiklah. Aku minta anda kirimkan alamatnya sekarang, dan aku akan menjemputnya."


"Baik Nona, saya akan mengirimkan alamatnya sekarang juga." Jawabnya, dengan mengakhiri panggilan telepone itu.


****


Turun dari taksi, dengan mempercepat langkah kakinya saat masuk kedalam klup malam itu. Raut wajahnya terlihat resah, dan tersimpan kecemasan yang teramat sangat, pada pria yang dia cintai.


Saat tiba didalam, Laura mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru arah, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat Dave tengah duduk bersandar pada sebuah kursi, dengan keadaan yang terlihat begitu kacau.


"Dave..." Ucapnya, dengan segera menghampiri pria itu.


"Maaf Nona, apakah anda istrinya?" Tanya bartender tadi, saat melihat kedatangan Laura.


"I..iya. Saya istrinya." Jawab Laura, dengan terbata-bata.


"Ini barang-barang suami anda. Dan apakah anda, dan suami anda sedang ada masalah Nona, karena sedari tadi yang saya liat Tuan ini, begitu frustasi. Hingga dia memukul seorang pria, karena mengirah kekasihnya adalah anda. Dan untung saja, pria itu mengerti dengan keadaan Tuan ini, yang sedang mabuk berat."


Raut wajah Laura seketika memerah, dan dia terlihat rasa kesal disana, saat mendengar apa yang dikatakan bartender tadi.


"Pasti yang membuat dia seperti ini, karena wanita itu." Bathinnya.


Dengan agar sedikit kesusahan, Laura berusaha membopong Dave, keluar dari klup itu.


"Biar aku saja, Nona." Ucap bartender itu.


"Terima kasih."


Kini mereka sudah berada didalam mobil, dan akan meninggalkan klup itu dengan Laura yang mengendarai kendaraan.


Dave hanya tertidur, dan sesekali pria itu meracau tidak jelas.


"Sekali lagi terima kasih Tuan, karena sudah menolong suami saya. Dan maaf, merepotkan anda."


"Sama-sama Nona,"


Kendaraan roda empat itu, mulai perlahan melaju keluar dari halaman parkir klup malam itu. Mendengar racauan Dave, dalam ketidak sadarannya memanggil Alana, membuat raut wajah Laura terlihat memerah.


"Apa yang wanita itu lakukan padanya. Akhir-akhir ini, dia mengabaikan aku. Dan sekarang dia frustasi, bahkan sampai mabuk berat karena wanita itu."


Mobil berwarna hitam itu terus melaju ditengah waktu, yang telah menunjukkan pukul 11 malam.

__ADS_1


Kurangnya kemacetan lalulintas, membuat tidak butuh waktu lama bagi Laura, dan Dave sudah tiba diaprtemen milik wanita itu.


"Kau membuatku, repot Dave?" Dengan raut wajah kesalnya, membopong Dave masuk kedalam gedung apartemen itu.


****


Setelah menekan sandi apartemennya, dengan kesusahan Laura membopong Dave menuju lantai dua kamarnya.


Saat tiba dikamarnya, wanita itu langsung melepaskan Dave diatas ranjangnya. Meletakkan kunci mobil diatas meja, dan melepaskan blazer yang membalut tubuhnya, dari dinginnya udara malam.


"Kau membuatku kecewa Dave? padahal dia sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Dan lagi pula, kau tidak mencintainya." Dengan raut wajah kesalnya, menatap Dave yang tengah berada diatas ranjang.


Saat akan berlalu kekamar mandi, Laura seketika menghentikan langkahnya. Saat mendengar, kalimat yang begitu menyakitkan.


"Alana, aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Alana," Racaunya, ditengah ketidaksadarannya.


Raut wajah Laura seketika memerah, dan airmata lolos begitu saja, saat mendengar apa yang dikatakan Dave.


Berbalik, mengusap airmatanya, dan menghampiri lelaki itu.


"Dave! ini aku Laura, Dave? aku wanita yang kau cintai sesungguhnya, akulah yang kau cintai Dave...?" Dengan sedikit, berteriak.


Dalam ketidak sadarannya, Dave terus menatap Laura, yang dikiranya adalah Alana istrinya. Bangun dari tidurnya, dan perlahan dia menbelai pipi wanita itu.


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu." Ucap Dave, dengan Langsung mencium bibir kekasihnya.


Laura tidak menyiakan kesempatan itu, dan dia yakin malam ini Dave bisa menjadi miliknya, yang seutuhnya. Sebab selama ini lelaki itu selalu menolak dirinya, saat mengajak nya untuk melakukan hubungan suami istri.


Mereka terus berciuman, dan perlahan Dave membaringkan Laura, yang dia kira adalah Alana.


Laura terlihat begitu bahagia, walau dia tahu Dave melakukan dengannya, dalam kondisi tidak sadar. Terus berciuman, dan perlahan tangan Laura, mulai melepaskan kancing baju pengusaha itu satu persatu-satu.


Mereka terus berciuman dengan gairahnya, dan ntah kenapa tiba-tiba saja, Dave langsung menarik diri.


"Ada apa, Dave? kenapa, kau berhenti?" Tanya Laura, dengan raut wajah bingungnya.


"Laura, Kau?"


"Ya, ini aku. Aku kekasihmu Dave, aku wanita yang kau cintai," Dengan sedikit berteriak, dan airmata menetes.


"Maaf, aku tidak bisa melakukan itu denganmu. Bukankah sudah pernah kubilang padamu, aku hanya bisa melakukan hal itu, dengan wanita yang berstatus istriku. Dan maaf, aku harus segera pergi." Ucap Dave dengan berlalu pergi, setelah menyambar kunci mobil, dan juga jasnya.


"Dave..., Dave...." Teriak Laura, memanggil Dave, tapi tidak dihiraukan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2