Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Berkata jujur.


__ADS_3

Damian terlihat begitu penasaran, dan pria itu nampak sudah tidak sabaran, dan dengan segera dia membuka amplop yang sudah berada digenggamannya.


Raut wajahnya seketika memerah, saat melihat foto-foto kemesraan anaknya, dan Laura disana.


"Anak ini sungguh keterlaluan, ternyata selama ini dia membohongiku. Ternyata diam-diam dia masih menjalin hubungan, dengan Laura." Seru Damian dengan menatap satu persatu lembaran foto putranya, dan Laura.


Bisa kau beritahukan padaku, informasi apa saja yang kau dapat, saat kau meminta orang menyelidiki tentang kehidupan anakkku Dave, dan menantuku Alana diInggris."


"Ada banyak informasi yang saya dapat Tuan, tentang kehidupan rumah tangga mereka."


"Informasi apa saja, katakan padaku!"


"Sebelum menikah dengan Nona Alana, ternyata Tuan Dave sudah menjalin hubungan dengan Nona Laura."


Damian begitu terkejut, dengan apa yang disampaikan Jordan padanya.


"Apa?! jadi dia sudah menjalin hubungan dengan wanita itu, sebelum dia menikahi Alana??"


"Iya, Tuan. Dan Nona Alana, mengetahui hubungan mereka. Nona Alana tetap ingin menikah dengan Tuan Dave, mungkin menurutnya, dia bisa meluluhkan hati putra anda dengan seiringnya kebersaan mereka. Tapi ternyata, dia salah."


"Terus bagaiamana kehidupan rumahtangga, mereka disana?" Tanya Damian, yang terlihat semakin penasaran.


"Tuan Dave, membelikan rumah mewah seperti yang anda ketahui. Tapi dia lebih banyak, menghabiskan waktu bersama dengan Nona Laura, dibandingkan dengan Nona Alana. Dan mereka sering terlibat, percecokan."


Damian menyandarkan pundaknya pada sandaran kursi, dengan raut wajah lelahnya. Pria tua itu nampak terlihat syok, dengan kenyataan yang baru saja dia tahu tentang kehidupan rumahtangga putranya.


"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Jordan, yang melihat Damian nampak melamun.


"Mana mungkin aku baik-baik saja, setelah aku tau bagaimana kelakuan putraku, Dave. Aku tidak tau, ternyata Alana menyimpan banyak luka, dan dia berusaha menutupi semua kebusukan putraku, selama ini. Aku sangat malu, dengan mendiang istriku Ibunda dari Alana."


"Tuan..?"


"Ada apa, Jordan?"


"Ada sesuatu yang perlu anda ketahui, dan aku juga seperti tidak percaya saat aku mendapat informasi ini, dari orang suruhanku."


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti. Sesuatu apa, Jordan?"


"Anda percaya atau tidak, tapi saat ini Nona Alana juga tengah menjalin hubungan dengan Tuan Louis, sahabat dari Tuan Dave."

__ADS_1


Seketika Damian menegakkan posisi duduknya, saat mendengar apa yang dikatakan Jordan padanya, dan dia terlihat begitu terkejut.


"Kau sedang tidak berbohong padakukan, Jordan?"


"Tidak Tuan. Saya sama sekali, tidak berbohong. Dan saya sangat yakin, tidak mungkin orang suruhan saya memberitahukan informasi yang salah."


"Ceritakan padaku, apa yang kau ketahui tentang Louis, dan Alana." Tanya Damian, dengan raut wajah yang semakin terlihat gusar.


"Seperti yang kita tau, kalau Tuan Louis dari dulu sudah memiliki perasaan pada Nona Alana."


"Iya, memang dari dulu Louis begitu menyukai Alana. Dan dia sempat meminta padaku, agar Alana menjadi istrinya."


"Nona Alana begitu terluka, dengan perbuatan Tuan Dave. Sebab Tuan Dave, secara terang-terangan menunjukan hubungannya dengan Nona Laura, bahkan mereka tidak segan memamerkan kemesraan mereka didepan Nona Alana. Dan Tuan Louis pun, mengetahui tentang hubungan Tuan Dave, dan Nona Laura."


Menghembuskan napas panjang, dengan raut wajah yang terlihat begitu kecewa, saat mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangga putranya, yang sebenarnya.


"Aku sangat kecewa pada mereka, karena sudah menghubungiku. Apalagi pada putraku Dave, aku sangat begitu kecewa padanya. Tapi aku yakin disini, meraka menikah hanya untuk membuatku bahagia. Anggap saja, aku sudah memaksa kedua orang yang tidak saling mencintai, untuk hidup bersama."


"Terus, apa yang akan anda lakukan sekarang Tuan?"


"Aku bingung Jordan, apalagi sekarang aku mengetahui Alana juga diam-diam menjalin hubungan dengan Louis. Louis adalah pria yang baik, dan aku sangat menyukainya. Dan aku yakin, dia pasti tidak akan melukai Alana. Tapi tidak dengan Laura, aku sangat tidak menyukai wanita itu. Dia sangat angkuh. Dan sampai kapanpun, aku tidak akan menyetujui hubungannya, dengan putraku."


"Biarkan saja, mereka menjalani kehidupan seperti itu. Dan aku yakin, disini orang yang akan terluka adalah Dave. Karena sudah menyiakan wanita sebaik Alana. Dan dia pasti akan sangat menyesal, jika mengetahui sahabatnya sendirilah, yang sudah menjalin hubungan dengan istrinya. Dan jika Louis ingin bersatu dengan Alana, aku sangat mendukungnya."


"Anda serius, Tuan?" Tanya Jordan, seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Aku sangat serius, karena putraku itu harus diberi pelajaran."


****


INGGRIS LONDON.


Alana nampak menikmati sarapan paginya, dengan ditemani Daven, dan juga Alma sang pelayan rumah, yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Dan tentunya, tanpa kehadiran Dave.


"Apakah setelah ini, kau akan langsung pergi keperusahaan Daven?" Tanya Alana, diselah kegiatan sarapan pagi mereka.


"Iya Nona, aku dan Tuan Dave akan menemui klien hari ini."


"Tuan Dave, sangat keterlaluan. Dia sudah satu minggu ini, tidak pulang kerumah." Celah Alma, dengan raut wajah kesalnya.

__ADS_1


Alana hanya tersenyum, dan dia memilih tidak menanggapi dengan apa yang dikatakan pelayan rumahnya itu. Wanita itu sepertinya sudah lelah, dengan kelakuan suaminya. Dan memilih, untuk tidak memperdulikan lagi. Dan tetap menikmati, roti sanwicthnya.


Terdengar suara telepone, pada ponsel miiliknya. Meraih dari dalam tas, dan seketika raut wajah Alana memucat, saat melihat nama Louis disana, dan diapun memutuskan untuk tidak mengangkatnya, hingga telepone itu berakhir sendiri.


"Siapa yang menelpone, Nona?" Tanya Daven, tiba-tiba.


"Bukan siapa-siapa!" Jawabnya, dengan tetap melanjutkan sarapannya.


Terdengar suara telepone lagi, pada ponsel miliknya. Dan sekali lagi, tertera nama yang sama pada layar ponselnya.


"Maaf, aku harus menerima telepone." Dan memutuskan untuk menjauh, dari ruang makan.


"Sepertinya Nona Alana, sedang menyembunyikan sesuatu dari kita."


"Aku juga merasakan seperti itu, Bibi Alma?"


Setelah menerima telepone, Alana memutuskan untuk kembali menyambangi Adam, dan juga Alma.


Saat sudah berada diruang makan, Alana mendapati raut wajah Alma, dan Daven yang tengah menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Nona, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Alma, saat melihat raut wajah Alana yang berubah sedikit gugup


Menghembuskan napas kasar, dan memutuskan untuk berkata jujur.


"Aku rasa sudah saatnya aku terbuka, dan jujur pada kalian. Dan maafkan aku, terserah setelah ini kalian mau membenciku, ataupun menjauh dariku."


Daven, dan Alma sekilas saling menatap, dan mereka terlihat begitu penasaran, dengan apa yang baru saja disampaikan Alana pada mereka.


"Katakan pada kami Nona, jangan buat kami penasaran. Membenci, menjauh, apa maksudnya?" Tanya Daven, yang terlihat penasaran.


"Iya Nona, katakan pada kami. Apa yang tidak kami, ketahui." Tanya Alma, pula.


"Maafkan aku, Bibi Alma, Daven. Aku tau ini sangat salah. Dan sebenarnya tidak pantas aku melakukan ini, sebab bagaimanapun aku sudah bersuami. Tapi bagaimanapun aku juga butuh seseorang yang tulus mencintaiku, dan sayang padaku. Karena tidak mungkin, aku menghabiskan waktu mengejar pria, yang mencintai wanita lain. Dan hanya menjadikanku, sebuah pajangan dengan status sebagai istri."


"Katakan pada kami Nona, apa yang tidak kami ketahui." Tanya Daven, yang terlihat sudah tidak sabaran.


"Aku menjalin hubungan dengan Louis, sahabat dari Dave. Dan aku."Dengan menjeda, kalimatnya.


Dan aku mencintainya." Jawab Alana, dengan linangan airmata.

__ADS_1


"Apaa?!" Ucap Daven, dan Alma bersamaan dan mereka begitu terkejut.


__ADS_2