Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Keresahan Dave


__ADS_3

Raut wajah Dave semakin terlihat pucat, saat mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya, dan dalam dirinya bertanya apakah ayahnya Damian, telah mengetahui hubunganya dengan Laura kekasihnya.


"Tentu saja itu benar, Paa? aku tidak menyembunyikan apa-apa darimu." Jawab Dave, dengan berusaha meyakinkan ayahnya.


"Papa ingin berbicara dengan istrimu Alana, Dave?"


"Kalau begitu, aku akan memberikan nomornya ponselnya, agar Papa bisa menghubunginya."


"Bukankah diInggris ini sudah jam sembilan malam, terus buat apa kau masih berada disitu. kau pergi sendiri, dan meninggalkan Alana dirumah sendirian."


"Dirumah dia tidak sendirian, Paa? ada Daven, dan juga Alma pelayan rumahku."


"Papa tidak perduli dengan alasan apa yang kau katakan, Dave? Papa minta kau pulang sekarang juga, karena Papa ingin berbicara dengan menantuku." Ucap Damian, dengan langsung memutuskan sambungan teleponenya begitu saja.


Dave mengusap kasar wajahnya, dan dia terlihat frustasi saat mendapat titahnya ayahnya, yang tak dapat dibantah.


Tatapan matanya teralihkan pada Laura, yang tengah menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Apa yang Papamu bicarakan, Dave?" Tanya Laura, dengan raut wajah penasarannya.


Menghembuskan napas kasar, dan dengan segera dia meninggalkan balkon kamar, menghampiri kekasihnya itu.


"Kau kenapa, Dave? kenapa kau terlihat gelisah seperti itu?" Bertanya dengan raut wajah yang terlihat semakin penasaran, saat Dave tak kunjung menjawab apa yang dia tanyakan.


"Aku rasa, Papa sudah mulai mencurigai kalau aku memiliki hubungan denganmu, Laura?" Jawab Dave, dengan raut wajah yang terlihat resah.


Membingkai senyuman sinis diwajahnya, saat melihat keresahan pada raut wajah pria berambut hitam itu.


"Bukankah itu bagus, jadi kita tidak perlu menyembunyikan hubungan kita lagi."


Menghembuskan napas kasar, dengan memaksakan diri untuk tersenyum saat mendengar apa yang dikatakan Laura.


"Papaku adalah pria yang yang memiliki sifat yang sangat keras. Apalagi sekarang aku, dan Alana sudah memiliki anak. Dan aku yakin, dia pasti akan sangat marah besar, jika mengetahui tentang hubungan kita."


"Jadi apakah selamanya, kau akan tetap menyembunyikan hubungan kita dari Papamu, dan menggantungkan statusku hanya sebagai kekasih gelapmu?"


"Tidak Laura, tidak seperti itu. Tapi semua itu butuh waktu. Dan aku minta, kau mengerti."

__ADS_1


"Tapi sampai mau Kapan, Dave? bukankah kau tidak mencintai, wanita itu? ingat Dave juga berhak bahaga."


"Sudahlah, kita bicarakan hal ini lain kali saja. Sekarang aku harus segera pulang, dan malam ini aku akan tidur dirumah."


"Tidur dirumah? jadi malam ini, kau akan menghabiskan waktu bersama wanita itu?!" Dengan senyuman sinis, menatap Dave.


"Ingat Laura, bagaimanapun Alana adalah istriku. Dan aku tidak mau, Papa semakin curiga padaku. Dan aku minta, kau mengerti." Ucap Dave, dengan nada tegas.


Dave meraih jacketnya, dan kunci mobil yang terletak ditas meja, dan membalutkan jacket kulit itu ketubuhnya.


"Aku pergi dulu, besok baru kita bertemu lagi." Dengan mengucup singkat bibir Laura, dan berlalu dari apartemen itu.


Raut wajah Laura terlihat begitu kesal, dan juga memerah. Rasa cemburu, iri hati seketika melanda diri wanita itu pada Alana. Saat mengingat hanya Alana lah, wanita yang hanya dinginkan oleh ayah dari kekasihnya.


"Alana..., selalu saja Alana. Apasih sebenarnya istimewanya, wanita itu?!"


****


Tatapan matanya menerawang, melemparkan jauh kedepan. Mengingat apa yang terjadi hari ini, membuat Alana hanya membingkai senyuman kecil diwajahnya.


Senyuman itu terlihat memaksa, dan tersirat kesedihan disana.


Terus menatap keindahan malam kota London dimalam hari, ditengah dinginnya udara dimalam hari, hingga suara telepone masuk pada ponselnya, membuyarkan lamunan wanita itu.


"Louis..?" Gumamnya dengan senyuman kecil diwajahnya, dengan jemari mengeserkan logo berwarna hijau itu.


"Hallo, Louis?"


"Bisakah kau memanggilku dengan sebutan, yang lebih mesrah? misalkan Sayang, atau panggilan yang terdengar lebih manis?"


Alana hanya tertawa kecil, saat mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu.


"Kenapa kau berbicara seperti itu, Louis? kau membuatku malu?" Dengan raut wajah, yang terlihat merona.


"Baiklah, kalau memang kau belum terbiasa, Aku tidak akan, memaksamu. Apakah Dave, sedang tidak berada dirumah?"


"Iya, dia sedang tidak berada dirumah. Dia sedang bersama, wanita itu. Tapi darimana kau tau, kalau Dave sedang tidak berada dirumah, Louis?"

__ADS_1


"Kalau Dave sedang berada dirumah, pasti kau tidak mungkin menerima telepone dariku, Alana?"


"Maafkan aku, Louis? maafkan aku. Aku merasa sangat bersalah padamu."


"Tidak perlu minta maaf, karena cepat atau lambat Dave pasti akan mengetahui hubungan kita. Dan aku bukan hanya akan menghadapi Dave saja, Alana? tapi aku juga, harus bersiap-siap menghadapi Papamu Damian, jika suatu saat dia mengetahui hubungan kita."


"Louis..?"


"Ada apa, Alana?"


"Bagaimana jika hubungan kita, suatu saat diketahui oleh Papaku, Damian."


"Aku sangat mencintaimu, Alana? dan aku siap menghadapinya. Dan aku akan mengatakan pada Paman, kalau aku benar-benar tulus mencintai putrinya."


Alana hanya meneteskan airmatanya, saat mendengar apa yang dikatakan Louis padanya.


"Terima kasih Louis, terima kasih karena sudah begitu mencintaiku. Dan maafkan aku, karena sudah menyeretmu dalam masalah yang begitu rumit."


"Tidak perlu minta maaf Alana. Aku sangat mencintaimu, dan aku siap menghadapi apapun yang akan terjadi nanti."


"Terima kasih, Louis?"


"Baiklah, kalau begitu aku tutup teleponenya. Dan besok, aku akan menghubungimu."


"Baiklah." Jawab Alana, dengan senyuman diwajahnya saat Louis mengakhiri percakapan mereka.


"Apa yang membuatmu tersenyum, dan siapa yang baru saja menghubungimu?" Tanya Dave, yang mengejutkan Alana.


Alana berbalik, dan dia sedikit kaget saat mendapati Dave yang tengah berjalan menghampirinya.


"Dave, kau disini? sejak kapan kau datang?"


Senyuman kecil membingkai diwajahnya, dan berjalan menghampiri Alana, yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung.


"Memang salah, jika aku pulang kerumahku? bukankah, kau adalah istriku?"


"Istri?" Dengan senyuman sinis, menatap Dave.

__ADS_1


Aku rasa, istrimu yang sebenarnya adalah Laura."


__ADS_2