Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Menikmatinya. Adegan 21. Harap bijak, dalam membaca.


__ADS_3

Alana terlihat begitu manja pada suaminya, saat sepasang kaki itu membawanya kelantai 2 apartemen. Wajahnya merona merah karena ini pertama baginya, dan Dave melakukan hubungan suami istri sejak mereka menikah, dan tanpa paksaan.


Pintu kamar terbuka lebar, dan lelaki tampan itu membawanya kesebuah ranjang king size, yang langsung berhadapan dengan kaca jendela apartemen, yang berada dilantai 8 yang dapat menerima pancaran cahaya matahari.


Kedua lengan kekar itu.membaringkan Alana diatas ranjang, dengan tatapan yang sudah diliputi gairah yang membara. Gairah yang sudah tak sanggup dibendung lagi, membuat Dave dengan segera melepaskan jacket berbahan parasut yang membalut tubuh seksinya, diikuti sebuah kaos berwarna hitam.


Wajah cantik itu terlihat semakin pucat, dan kegugupan semakin menyelimuti diri, saat melihat itu semua hingga menelan salivapun terasa berat baginya.


Melihat raut wajah istrinya yang nampak pucat, dan gugup, membuat Dave segera duduk ditepi ranjang, sekedar berbincang-bincang sebelum mereka melakukan penyatuan.


"Kau takut?" Tanya Dave, yang berpikir mungkin saja Alana masih trauma dengan kejadian malam itu.


"Aku..aku.." Dengan menjeda kalimatnya, karena tak sanggup melanjutkan apa yang akan dikatakannya.


"Maafkan aku yang pernah memaksamu, untuk melakukan hal itu. Saat itu aku benar-benar dibutakan kebencianku yang teramat sangat padamu Alana? karena rasa iri hatiku, yang takut jika suatu saat Papa akan mengabaikanku, dan lebih menyayangimu, dan aku sangat menyesal untuk itu," Ucapnya menunduk, dengan rasa penyesalan yang teramat sangat.


Senyuman kecil membingkai diwajah cantik itu, saat mendengar apa yang dikatakan suaminya.


"Tidak ada yang perlu disesali, Dave? kau tau, dibalik kejadian itu semua ada hikmahnya. Karena Tuhan memberikan kita berdua anak-anak yang lucu-lucu. Dan aku sangat bahagia, dengan kehadiran mereka."


Senyuman membingkai diwajahnya, saat mendengar apa yang dikatakan istrinya.


"Terima kasih Alana, karena kau tetap mempertahankan kedua anakku dalam rahimmu, meski kesulitan melandamu saat itu. Dan aku sangat berterima kasih."


"Kau tidak perlu berterima kasih. Sudah menjadi kewajibanku, untuk menjaga apa yang Tuhan titipkan padaku."


Menatap Alana dengan begitu dalam, dengan cinta yang semakin bertumbuh dalam dirinya. Dan dia begitu bangga, memiliki Alana sebagai istrinya.


Perlahan tangannya membelai rambut panjang itu, seraya mengecup lembut bibirnya.


"Apakah kita boleh, memulainya sekarang Alana?" Dengan tatapan sudah berkabut, akibat gejolak gairah dalam dirinya.

__ADS_1


Wajahnya merona saat mendapatkan pertanyaan itu, hingga menjawabpun Alana terbata-bata.


"I..iya, boleh." Jawabnya, gugup.


Melihat kegugupan istrinya, membuat Dave tersenyum.


"Rilekskan tubuhmu Alana, karena kita melakukan atas dasar cinta."


Alana hanya menganguk, untuk mewakili jawabannya. Senyuman mengembang diwajahnya, dan diapun mulai berbaring disamping istrinya. Tatapannya begitu dalam menatap wajah cantik yang mampu menggetarkan hatinya, dan kecupan dia berikan lagi. Dan sekali lagi Dave mengungkapkann kalimat cinta, agar mampu menghilangkan rasa gugup istrinya.


"Aku mencintaimu, istriku. Aku ingin memilikimu seutuhnya, cintamu, dirimu, dan semua yang ada padamu, hanya milikku Alana?" Ucapnya berbisik pelan ditelinga Alana, dan mulai memberi sentuhan yang mampu membangkitkan gairah wanita bermanik abu itu.


Alana memejamkan mata, saat Dave mulai mencium tengkuknya, dan perlahan bibir itu semakin merambat kebagian sensitif lainnya.


Lidahnya mulai menelusuri telinga Alana, hingga membuat wanita itu semakin hanyut, dan melupakan dunianya.


Ciuman itu perlahan mulai berpindah pada titik dimana semakin membangkitkan gairahnya, sebagai seorang wanita dewasa. Kecupan-kecupan singkat, hingga meninggalkan jejak sang pemilik bertebaran dileher Ibu dua anak itu. Alana semakin memejamkan mata, saat Dave membawanya kedunia yang membuatnya melayang.


"Alana.." Panggil Dave, pelan.


Dave hanya tersenyum, dan dia tau Alana mulai menikmati permainannya.


Dave terus menelusuri leher istrinya, dan tangannya sudah menyentuh gundukan itu, dan memaikan lewat kancing baju yang sudah sebagian terbuka. Gairah semakin menyelimuti lelaki tampan itu, dan dia segera ingin menikmatinya. Tangannya perlahan mulai membuka kancing baju yang masih tersisa, hingga kini kedua gundukan itu, hanya berbalut bra berwarna hitam saja yang menyembunyikan keindahannya.


Tangannya melingkar dibelakang tubuh Alana. dan segera melepaskan pengaitnya, hingga kini keindahan itu terpampang nyata didepannya. Hingga membuat tatapan itu tak berkedip sama sekali, saat melihat benda kenyal itu didepan matanya.


Alana menyimpulkan senyum kecil diwajahnya, saat melihat tatapan Dave, yang tak berpaling dari dadanya.


"Kenapa kau menatap seperti itu Dave, kau membuatku malu," Ucapnya, dengan wajah merona.


'Sangat indah, Alana?" Ucapnya, dengan tatapan penuh gairah yang sudah membara.

__ADS_1


Saat Alana akan menjawb ucapan suaminya, Dave sudah menikmati benda kenyal itu. Alana merasakan sensasi yang sangat luar biasa, saat Dave menikmati ***********, dan tangan yang satunya, memainkan yang satunya yang sedang menganggur.


Matanya semakin terpejam, dan dia semakin hanyut saat Dave menikmati dadanya, seperti seorang bayi yang tegah kehausan, hingga desahan yang sedari tadi ditahannya lolos begitu saja, akibat permainan suaminya yang membuatnya semakin melayang.


"Dave.., ahhh....."


Dave semakin menggila, saat mendengar erangan kenikmatan yang keluar dari mulut istrinya.


Perlahan tangannya mulai melepaskan celana yang melekat pada tubuh Alana, dan dirinya, hingga membuat pasangan suami istri itu tak berbalut apapun lagi.


Bibir itu terus memberikan kecupan-kecupan pada tubuh polos Alana, yang membuat Alana terus mendesah.


"Kau nikmati saja istriku, agar kau tau bagaimana hebatnya suamimu diatas ranjang,"


Aku mencintaimu, istriku?" Sebuah kalimat cinta, dan memberi ciuman panjang pada bibir mungil itu. Keduanya berciuman dengan begitu gairahnya.


"Buka mulutmu, Alana?" Mendapatkan titah dari suaminya, membuat Alana membuka mulutnya saat lidah Dave, berusaha menerobos.


Dave terus mencium bibir istrnya, dan segera menghujamkan miliknya, dan mulai memacu gerakan.


Desahan-desahan kenikmatan saling bersahutan, saat mereka akan sama-sama sampai pelepasan.


Terus memacu gerakannya dengan sangat kasar, hingga tubuhnya terkulai lemas diatas Alana, disertai benih yang ikut menyembur masuk kerahim sang istri.


Dave mendongakkan kepalanya, menatap Alana. Dan dia hanya tersenyum, saat mendapati istrinya yang bercucuran keringat, dengan napas yang terengah-engah.


Alana menatapnya dengan senyuman, saat keduanya selesai dengan aktifitas bercinta mereka.


"Dave...?"


"Heem.." Jawabnya pelan, dengan raut wajah lelahnya.

__ADS_1


"Bisakah kau bangun dari tubuhku, kau sangat berat Dave?"


"Baik istriku..?" Dengan kecupan singkat, dan berbaring disamping Alana.


__ADS_2