Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Mendapat pesan, dari Louis.


__ADS_3

kini Damian, sudah kembali berbicara dengan putri angkatnya Alana.


Damian: Alana, apakah Louis berbicara sesuatu padamu? ingat Alana, sebentar lagi kau akan menjadi istri dari Dave, jadi jangan macam-macam.


Membingkai senyuman kecil diwajahnya, dan dalam dirinya timbul rasa bersalah pada pria paruhbaya itu, karena sudah berbohong.


"(Seandainya kau tau, pernikahanku dan Dave seperti apa? apakah kau akan tetap membiarkan aku menikah dengannya, Papa?! sebab aku harus hidup bersama dengan pria yang sama sekali tidak mencintaiku, dan masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Aku mengirah dia sudah berubah, ternyata aku salah. Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa memaksa dia untuk mencintaiku.)" Bathinya, dengan kegundahan yang teramat sangat.


Damian: Alana?! apakah kau, baik-baik saja?!" Tanya Damian, yang melihat putri angkatnya tampak melamun.


Terjaga dari lamunannya, dan mencoba untuk tersenyum.


Alana: Aku baik-baik saja, Papa?! akui baik-baik saja." Jawabnya , meyakinkan lelaki paruhbaya itu.


Damian: Baiklah, kalau begitu Papa tutup teleponenya. Dan Papa akan datang pernikahan kau, dan Dave,bersama Louis.


Louis: Bye..bye..Alana? " Ucap Louis, tiba-tiba yang menyusup.


Damian: Louis?! apa yang kau lakukan?! ingat dia adalah, calon istri dari Dave?!" Ucap Damian, memperingatkan.


"Ma..maafkan aku, Paman?!" Jawabnya, tersenyum.


Damian: Alana, dimana Dave?! kenapa daritadi, kau saja yang berbicara dengan Papa?!


Alana memalingkan wajahnya, dan disana dia melihat Dave tengah tersenyum, saat melakukan panggilan telepone, dan dia meyakini pria itu sedang menerima telepone dari kekasihnya, Laura.


Alana: Dave, sedang berada dikamar mandi, Papa?!" Jawabnya, berbohong.


Damian: Baiklah, kalau begitu Papa tutup teleponya." Ucapnya, dengan mengakhir panggilan teleponenya.


Menghembuskan napas kasar, dengan raut wajah yang terlihat begitu kecewa, saat melihat Dave yang tengah menerima telepone dari Laura, dengan senyuman yang terus mengembang diwajahnya.


"Baiklah, aku tutup teleponenya. Aku mencintamu, Laura?!" Ucapnya, dengan mengakhiri panggilan telepone mereka.


Senyuman kecil membingkai diwajahnya, dan hanya dialah yang tau arti dari senyuman itu, saat mendengar kalimat cinta yang dikatakan Dave, pada kekasihnya.


"( Aku ingin kita berdua belajar saling mencintai, Dave?! setidaknya, kita berdua melakukan ini demi Louis, dan Louisa, dan juga Papa, walaupun sebenarnya aku sangat membencimu. Tapi aku yakin itu tidak mungkin, karena aku tau kau sangat mencintai Laura.)" Bathinnya, dengan kegundahan yang teramat sangat.


"Apakah Papa, sudah menutup teleponenya?!" Tanya Dave, dengan menghampiri wanita berambut panjang itu.


"Sudah, dan ini phonselmu." Jawabnya, dengan memberikan telepone genggam milik Dave.

__ADS_1


"Jangan katakan apapun, pada Papa? tentang aku, dan Laura. Karena aku tidak mau, mengecewakan dia. Dan aku sendiri, yang akan menjelaskan tentang pernikahan kita ini. Begitupun juga, pada Louisa, dan Louis."


"Dave..?!" Panggilnya, pelan.


"Ada, apa?"


"Bisakah, kau mengakhiri hubunganmu dengan Nona Laura?!"


"Apa maksudmu, Alana?!" Tanya Dave, dengan intonasi mulai meninggi.


"Karena aku ingin kita menjalani pernikahan ini, dengan serius Dave?! setidaknya lakukan ini untuk Papa, dan juga Louis, dan Louisa.


"Maaf aku tidak bisa, karena aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. kalau aku sangat mencintai Laura."


"Terus bagaimana denganku, Dave?! karena bagaimanapun, aku akan jadi istrimu? dan aku tidak mau mengecewakan mereka, apalagi Papa yang sudah mengirah kau telah berubah."


"Tapi bagaimana dengan perasaanku, Alana?! aku mencintai Laura?! dan aku minta kau mengerti?"


"Terserah kau saja, Dave? karena aku tidak bisa memaksa hatimu." Ucapnya, dengan linangan airmata, dan berlalu pergi dari kamar itu.


****


Dave hanya menghembuskan napas, seraya mengusap kasar wajahnya. Karena dia sama sekali menyangkah, takdir akan membuatnya seperti ini.


Tapi dilain pihak, dia tidak mau mengecewakan Papanya, dan dia tidak ingin kehilangan kedua anaknya.


"Aku memang laki-lakin egois, yaa aku egois karena aku sangat mencintai Laura." Gumamnya.


****


Alana menapaki kakinya, ditengah keheningan malam ditaman belakang vila. Airmata lolos begitu saja, saat mengungat kembali apa yang dikatakan oleh Dave, kalau dia sangat mencintai Laura.


"Kenapa takdir begitu jahat, padaku?! pernikahan seperti apa yang akan jalani, nanti." Gumamnya, dengan tetesan bening yang terus mengalir.


Tiba-tiba terdengar suara kiriman pesan, pada phonsel miliknya. Dan meraih dari saku celananya. Membuka aplikasi instagram, dan ada sebuah pesan buatnya.


Pesan.


Hallo, Alana? apakah kau sudah tidur?


"Siapa yaa? yang mengirimkan DM, buatku?" Bertanya pada diri sendiri, dengan raut wajah yang terlihat penasaran.

__ADS_1


Karena penasaran, dia memutuskan untuk membuka pofilnya, dan sedikit kaget, saat melihat foto Louis disana.


"Louis..?" Gumamnya.


Pesan.


Hallo Alana? apakah kau masih disana?


Dan dia memutuskan, untuk membalasnya.


Hallo Louis, ya aku masih disini. Aku belum tidur, karena belum ngantuk.


Apakah kau, sedang bersama Dave?


TIdak? kenapa?


Tidak, aku hanya bertanya. Dan apakah aku bisa mengatakan sesuatu padamu? karena aku ingin mengatakan ini sudah sangat lama.


Mengatakan, apa? katakanlah.


Aku mencintamu, Alana?! aku tau, aku sudah terlambat mengatakan ini, padamu karena sebentar lagi, kau akan menjadi istri dari sahabatku, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku Alana? kalau aku, benar-benar mencintaimu.


Alana tampak begitu terkejut, dengan DM yang dikirim oleh Louis padanya. Dan diapun memutuskan, untuk membalas pesan pria itu.


Apakah kau sadar, dengan apa yang kau katakan Louis?


Aku sangat menyadarinya. Karena dari dulu, aku rasa kaupun tau, kalau aku sudah mempunyai perasaan padamu.


Tersenyum, dan diapun memutuskan untuk membalas, pesan dari pria itu.


Terima kasih karena sudah mencintaiku, Louis?


Ini sudah larut malam, sebaiknya kau masuk karena aku tau cuaca dikota London tengah musim dingin, dan aku juga tidak mau kau sakit karena berlama-lama diluar.


Alana tersenyum kecil, saat mendapat perhatian kecil dari louis.


"Seandainya saja Dave seperti ini, aku pasti sangat bahagia." Gumamnya, dengan senyuman kecil diwajahnya.


Terima kasih." Dengan membalas, pesan dari Louis. Dan memutuskan, untuk kembali kedalam vila.


Melangkahkan kaki kedalam menuju lantai dua vila itu, dan saat akan menuju kamarnya, dan Dave, Alana memutuskan untuk menghampiri kamar kedua anaknya.

__ADS_1


Membuka pintu kamar, dan mendapati Louis, dan Louisa sudah tidur dengan pulasnya.


Tersenyum, dengan mematikan lampu kamar, dan berlalu dari kamar anaknya.


__ADS_2