
Raut wajah Dave tampak begitu memerah, dan memutuskan untuk kembali menyambangi kekasihnya, Laura.
"Kau kenapa, Sayang? apakah wanita itu, yang membuatmu kesal?!" Tanya Laura, saat mendapati raut wajah Dave, yang tampak begitu memerah.
Menghembuskan napas kasar, yang terasa begitu sesak didadanya, saat mengingat bagaimana keras kepalanya Alana.
"Seandainya dia bukan Ibu dari kedua anakku, mungkin aku sudah membiarkan dia pergi jauh. Dia sangat berbeda, denganmu yang sangat pengertian, Laura?"
Menghampiri Dave, dengan senyuman yang begitu menggoda, seraya mengalungkan kedua tangannya, pada leher pria itu.
"Tentu Sayang, karena aku sangat mencintaimu." Ucap Laura, dengan mencium bibir pria itu. Ciuman singkat, menjadi ciuman yang panjang antara keduanya.
****
Louis, dan Louisa terlihat begitu bahagia, saat mendapati mobil ayahnya, yang sudah berada dihalaman Vila.
"Waaahh Kakak, Papa sudah pulang?" Seru bocah laki-laki itu, dengan wajah sumringa.
"Cepat, kita temui Papa, untuk menunjukan mainan yang baru kita beli." Jawab Louisa, dengan segera berlari kedalam rumah, mencari keberadaan Dave, diikuti oleh adiknya.
"Pelan- pelan Louis, Louisa..?" Teriak Alma, tapi tidak diindahkan oleh kedua bocah itu.
Mereka terus berciuman, hingga teriakan panggilan dari Louisa, dan louis mengejutkan keduanya.
"Pa.paaa..?" Panggil keduanya , dengan berlari kecil kedalam rumah.
Mendengar teriakan kedua anaknya, membuat Dave langsung melepaskan pagutannya pada bibir Laura, dan mendorong pelan tubuh wanita itu, agar sedikt menjauh.
Laura terlihat begitu geram, saat Dave memperlakukan dia seperti itu. Dan dia sangat yakin, kalau Dave tidak mau kedua anaknya, mengetahui hubungan spesial mereka.
"Papaa..?" Panggil Louisa, dan louis lagi, saat melihat keberadaan ayahnya diruang tamu.
"Papa, kau lihatlah? apa yang kami beli.'" Ucap Louis, dengan menunjukkan sebuah mainan mobil, pada ayahnya.
"Ini sangat bagus. Apakah dia bisa berjalan, sendiri" Tanya Dave, dengan senyuman kecil diwajahnya.
"Tentu, Papa? dia bisa berjalan, tapi dengan menggunakan remote control ini." Jawabnya, dengan tertawa kecil.
"Bibi?! buat apa kau masih disini? apakah kau belum, pulang?!"
"Louisa, kenapa kau berbicara seperti itu? pada Bibi Laura, Sayang? itu tidak sopan?!"
"Akukan, hanya menanyakan saja, Papa? kenapa kau marah?!" Ucapnya, dengan mimik cemberut.
"Tidak apa-apa, Dave?! diakan masih kecil, jadi belum mengerti dengan apa yang dia katakan."
"Lous?! ayo kita kekamar, kita cari Mama."
"Baiklah, ayoo?!" Jawabnya, dengan berlalu besama saudara perempuannya.
__ADS_1
Dave meghampiri Laura, yang terlihat dengan raut wajah yang tidak bersemangat.
"Maafkan, anak-anakku?!" Ucapnya, tersenyum.
"Mau sampai kapan, aku bersabar Dave?! aku ingin semua orang tau, kalau kita menjalin hubungan."
Menghembuskan napas kasar, seraya membelai lembut pipi Laura.
"Suatu saat aku akan mengatakan Pada semua orang, kalau kau adalah wanita yang aku cintai. Dan aku juga akan memberi pengertian, pada kedua anakku, nanti."
"Apakah kau, janji Dave?!"
"Tentu Laura, aku janji." Jawabnya, meyakinkan wanita itu.
Alana meneteskan airmatanya, seraya mendongakkan kepala menatap keindahan langit, dimalam hari yang ditaburi bintang-bintang.
"Kenapa kau membiarkan aku, bertemu denganya lagi, Tuhan?! mau sampai kapan, aku harus bertahan dengan keadaan seperti ini, menikah dengan pria yang mencintai wanita lain.
****
kini mereka sedang berada dikamar, dengan Dave yang tenga sibuk berkirim pesan, hingga suara telepone dari ayahnya, membuatnya sedikt kaget.
"Papa...?" Gumamnya dengan sekilas menatap Alana, dan memutuskan untuk mengangkatnya.
Dave: Hallo ,Papa?!"
Damian: katakan pada Papa, Dave?! kenapa kau tidak mengatakan padaku, kalau kau telah bertemu dengan Alana, dan kalian berdua akan menikah.
Dave: Maafkan aku, Papa? aku sibuk, jadi tidak mengabarimu.
Damian: Berikan pada Alana, Dave?! Papa sangat merindukan, putri Papa.
Dave: Baiklah..?!" Jawabnya, dengan menyerahkan, phosel itu pada Alana.
"Papa ingin bicara, denganmu."
"Papa..?" Dengan menatap Dave, dengan penuh tanda tanya.
"Bicaralah, dan ingat jangan katakan apapun, tentang aku, dan laura."
"Baiklah..?!" Jawabnya, dengan mendecak kesal.
Kini Alana tenga melakukan panggilan video call, dengan Damian.
Saat beradu pandang dengan pria parubaya itu, lewat layar phonsel, wanita berambut panjang itu, langsung meneteskan Aimatanya.
Alana: Papa..?
Damian: Alana, bagaimana kabarmu, Nak?!
__ADS_1
Alana: Aku baik-baik, saja Papa?!" Jawabnya, dengan airmata yang masih mengalir.
Damian: Katakan pada, Papa? apakah Dave, menyakitimu?"
Tatapannya teralihkan pada Dave, yang tenga menatapnya dengan tatapan sinis.
Alana: Tidak Papa? dia sangat baik, padaku.
Damian: Papa senang, kalau dia sudah berubah. Dan Papa ingin menunjukkan sesesorang, padamu.
Alana: Seseorang? siapa Paa?!" Dengan raut wajah, yang terlihat begitu penasaran.
Damian: Kau bicara langsung saja, padanya. Dia sedang berada disamping papa." Ucap Damian, dengan menyerahkan phonsel itu pada Louis, saat mendapatkan panggilan dari Paula.
Louis: Hallo Alana?" Ucapnya, tersenyum.
Alana begitu terkejut, saat melihat sosok tampan yaitu Louis, pria yang dulu begitu tergila-gila, padanya.
Alana: Louis, kau?!" Ucapnya, dengan sekilas menatap Dave. Tapi pria itu, sepertinya tenga menerima telepone dari Laura.
Louis: Aku sangat kecewa, saat aku mengetahui kalau kau akan menikah dengan Dave, sahabatku.
Alana: Maafkan aku, Louis? tapi aku?" Jawabnya, dengan tidak melanjutkan kalimatnya lagi.
Louis: Alana, apakah Dave sedang berada didekatmu?" Tanyanya, tiba-tiba.
Alana: Tidak."
Louis: Apakah aku boleh meminta, nomor phonselmu? dan nama IGmu?
ALana terlihat penasaran, dengan keinginan laki-laki tampan itu.
Louis: Ayolah, Alana? sekali ini saja?" Dengan tatapan, memohon menatap Alana, yang tampak ragu.
Alana: Baiklah..?" Jawabnya, dengan menghembuskan napas kasar.
Louis: Baiklah, kau lanjut bicara dengan Paman Damian. Ucapnya dengan memberikan phonsel, pada Damian, yang baru saja datang.
" kau tidak menggoda, putriku kan Louis?"
"TIdak, Paman?" Jawabnya, gugup.
"Ingat, sebentar dia akan menikah dengan Dave?" Ucapnya, memperingatkan.
Visual Louis.
__ADS_1