Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Menenangkan diri.


__ADS_3

Sebuah mobil mewah memasuki kediaman, Dave Hounston. Suasana nampak begitu lenggang dari kediaman mewah itu, Daven melangkah dengan pelan, dan raut wajahnya terlihat tidak begitu bersemangat. Mengingat apa yang terjadi pada Tuanmudanya hari ini, membuat dirinya ikut merasakan kesedihan.


Saat tiba didalam dia menjumpai Alana, dan Alma tengah berbincang-bincang sambil tertawa, dan mereka terlihat begitu bahagia.


Daven hanya membingkai senyuman, yang mewakili hatinya yang tengah gundah, dan tanpa niat untuk menyapa kedua penghuni rumah itu, dia langsung berlalu begitu saja.


Saat tak sengaja melemparkan pandangannyan kearah lain, tak sengaja tatapan Alana mendapati sosok Daven.


Ada rasa sedikit kaget, dan juga aneh dirasakan wanita berambut panjang itu, karena tidak biasanya Daven tidak menyapa mereka saat pulang kantor.


"Daven, kau sudah pulang?" Tanya Alana, tapi tidak dihiraukan oleh laki-laki itu, dan dia tetap melanjutkan langkah kakinya.


Kenapa dia? kenapa dia begitu, aneh?" Tanya Alana, dengan raut wajah bingungnya.


"Ntahlah Nona, mungkin dia sedang ada masalah percintaannya." Jawab Alma, yang mencoba untuk menebak.


Waktu semakin menjemput malam. Daven memandang keindahan malam hari, seraya memandang taburan bintang-bintang dilangit.


Alana melangkahkan kaki menuju lantai bawa rumahnya, saat merasakan haus. Dan ketika akan berlalu kearah dapur untuk mengambil airputih, tak sengaja dia mendapati sosok Daven, sekretaris suaminya.


"Kenapa dia hari ini begitu aneh, apakah dia sedang ada masalah? dan dimana Dave?" Dengan menjeda, kalimatnya sejenak, saat baru tersadar apa yang diucapkannya.


Ahh kenapa aku jadi menanyakan dia, bukankah itu bukan urusanku?! pasti saja, sekarang dia sedang bersenang-senang dengan kekasihnya itu." Dan memutuskan, untuk menghampiri sekretris itu.


"Daven.." Panggilnya, yang mengejutkan lamunan Daven.


"Nona, anda belum tidur?"


"Aku merasakan sangat haus, jadi aku turun kebawa untuk mengambil minuman. Dan tak sengaja aku melihatmu disini, jadi aku menghampirimu."


Mendengar jawaban Nonamudanya, Daven hanya tersenyum, dan kembali mendongakkan kepalanya, menatap bintang-bintang dilangit.


Mereka larut dalam suasana hening sesaat, dan Daven memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Nona.." Panggilnya, tiba-tiba.


"Ada apa, Daven?"


"Apakah anda tidak menyadari, kalau Tuan Dave telah jatuhcinta pada anda,"


Tatapan mata yang sedari tadi melempar jauh kedepan, seketika menatap Daven, dengan tatapan intens.


"Apa maksudmu, Daven?"


"Tuan Dave, begitu terluka saat mengetahui anda tengah menjalin hubungan dengan sahabat baiknya. Dan hari ini dia terlihat begitu frustasi, bahkan sampai tidak mau pulang kerumah, hanya karena ingin menenangkan dirinya. Aku sangat yakin Tuan Dave begitu mencintai anda. Walaupun dia tidak mengungkapkannya, tapi aku bisa melihat itu semua, dari raut wajahnya yang begitu terluka."


"Jadi hal itukah, yang membuatmu jadi murung seperti ini Daven?"


"Saya hanya merasa iba dengan Tuan, dan rumah tangga kalian Nona, apalagi Nona, dan Tuan sudah memiliki anak."


"Asal kau tau Daven, aku jauh lebih terluka?! aku lebih terluka Daven.., aku juga tidak mau keadaan rumah tanggaku seperti ini. Aku juga ingin kedua anakku terlahir dari keluarga yang sempurna, sama seperti yang lain. Tapi apakah dia pernah memikirkan itu semau, tidak pernahkan? bahkan berulang kali aku memohon padanya untuk mengakhiri hubungannya dengan Laura, tapi dia selalu saja menolaknya. Semuanya sudah terlambat Daven, aku sudah terlanjur sakit hati. Aku juga tidak mau menangis lagi, jadi aku minta kau katakan Pada Tuanmu, cepat seraikan aku!" Ucap Alana menangis, dan berlalu begitu saja.


"Tapi, Nona?"


****


Dave melajukan kendaraan roda empatnya, ditengah keheningan malam. Lelaki itu seperti kehilangan arah, dan tidak tau harus pulang kemana. Saat melewati sebuah pantai, Dave memutuskan untuk menepikan mobilnya, dan turun ditempat itu.


Melangkahkan kaki dengan langkah pelan, memasuki area pantai yang terlihat sepi. Hanya suara ombak, dan angin malam yang membuat sedikit keributan dipantai itu.


Tatapan matanya menatap jauh kedepan, menatap besarnya gelombang dimalam hari, dengan udara dingin yang begitu menusuk.


Airmata kembali membasahi pipinya, saat mengingat kembali badai dalam rumah tangganya.


"Apakah semuanya sudah terlambat Alana, apakah tidak bisa semuanya kembali seperti dulu. Maafkan aku Alana, maafkan aku. Dan maafkan aku, yang baru menyadari perasaanku sekarang, kalau aku mencintaimu, Alana? aku mencintaimu," Ucapnya, dengan linangan airmata.


Menangis, dan terus menangis. Itulah yang terlihat dari, seorang Dave Hounston saat ini.

__ADS_1


Setelah merasakan puas menumpakan semua kesedihannya, Dave memutuskan untuk pergi keklup malam.


Mobil melaju dengaan kecepatan tinggi ditengah waktu, yang semakin menjemput malam. Dan tidak butuh waktu lama, pria bertubuh tegap itu, sudah tiba disebuah klup malam, yang terletak ditengah kota London.


Melangkah kedalam tempat hiburan tersebut, setelah memarkirkan kendaraan roda empatnya, diarea parkir.


Suara musik terdengar begitu menggema, didalamnya.


Saling berciuman, meneguk alkohol, dan berdisco itulah penampakan dari tempat hiburan itu. Senyuman mengembang diwajah pengusaha tampan itu, dan dengan langsung dia menghampiri seorang bartender, yang tengah meracik minuman.


"Malam Tuan?"


"Malam. Berikan aku sebotol minuman," Ucap Dave, dengan menduduki sebuah kursi, seraya mengedarkan matanya menatap lautan manusia yang tengah menikmati dunia malam.


"Baik Tuan," Jawabnya, dengan mengambil sebotol minuman beralkohol, yan berjejer rapi dibelakangnya.


IniTuan. Ini minuman terbaru, yang baru saja masuk keklup kami." Dan ketika bartender itu akan menuangkan kegelas, dengan cepat Dave langsung mencekalnya.


"Tidak perlu, aku akan meminumnya langsung." Ucapnya, dengan langsung meneguk minuman itu dari tempatnya.


Dave terus meneguk minuman beralkohol, dan airmata kembali menetes dikedua pipinya, saat teringat kembali akan rumahtangganya dengan Alana, yang tengah berada diujung tanduk.


"Aku menciintaimu Alana, aku mencintaimu. Aku mohon, kembalilah padaku, kembalilah padaku Alana," Racaunya, dengan terus meneguk, minuman itu. Terus meminum minuman yang memabukkan itu, hingga sudah berapa botol dia menghabiskannya.


"Aku minta, 1 botol lagi."


"Tapi Tuan, anda sudah terlalu banyak minum," Jawab bartender itu, saat melihat keadaan Dave yang terlihat mabuk berat.


"Aku bilang berikan 1 lagi padaku! atau kau ingin, aku mengacaukan tempat ini." Ucapnya, dengan nada penuh penekanan, dan sorot mata tajam.


"Baiklah, Tuan?" Jawabnya pasrah.


Dave terus meneguk minuman beralkohol itu, tanpa memikirkan keadaannya, yang terlihat begitu kacau.

__ADS_1


"Alana, aku mencintaimu, aku mencintaimu istriku. Maafkan aku. Aku akan meninggalkan semuanya, dan ayo kita kembali keAmerika. Memulai semuanya kembali dari awal. Dan membesarkan, kedua anak kita bersama." Racaunya dengan airmata menetes, dan terus meminum minuman itu.


__ADS_2