Menikahi Kakak, Tiriku.

Menikahi Kakak, Tiriku.
Meminta bercerai.


__ADS_3

Tatapan matanya terlempar jauh kedepan, menatap keindahan malam dari balkon kamarnya. Menghembuskan napas dalam yang terasa berat, deengan menengadakan kepalanya menatap langit, yang dipenuhi dengan taburan bintang-bintang kecil.


Meraih ponselnya yang terdengar dentingan pesan, dan sekali lagi mendapati SMS masuk dari kekasihnya, Laura.


"Dave!! kenapa kau tidak membalas pesan, atau mengangkat teleponeku!"


Senyuman kecil membingaki diwajahnya, dan sekali lagi dia mengabaikan pesan dari kekasihnya itu.


Kembali menengadakan kepala, menatap keindahan malam ditengah kegundahan hatinya.


"Bahkan sudah jam begini, dia belum pulang juga." Gumamnya, hingga suara pintu terbuka, mengalihkan tatapan lelaki itu.


Dave membalikkan badannya, saat mendengar suara pintu terbuka. Rasa kesal, dan cemburu seketika kembali membuncah saat mendapati Alana yang baru saja datang.


Alana masuk kedalam kamar, setelah meletakan tasnya diatas meja. Wanita itu melangkah dengan pelan, dan dari raut wajahnya terlihat begitu lelah, setelah seharian menghabiskan waktu bersama dengan Louis, mengunjungi tempat-tempat romantis yang berada dikota London.


"Alana...!" Panggil Dave, dengan melangkah menghampiri istrinya.


"Dave..." Gumamnya, pelan.


Berjalan menghampiri Alana, dan menggenggam tangan wanita itu dengan sangat kuat.


"Katakan, darimana saka kau Alana..?!" Dengan nada, penuh penekanan.


"Apa yang kau lakukan, Dave..? ini sakit.."


"Sekali lagi aku tanya, dari mana saja kau!"


"Aku baru saja, selesai jalan-jalan. Dan kenapa kau bertanya, bukankah kau tidak pernah peduli padaku?! dan sangat kebetulan sekali, sudah hampir jam delapan lewat, kau masih berada dirumah ini. Bukankah biasanya kau datang hanya sebentar, dan langsung pergi lagi..?" Dengan senyuman, mencemooh.

__ADS_1


"Jadi itu alasannya, hingga kau menjalin hubungan dengan sahabatku, Alana..?" Dengan, sedikit berteriak.


Alana begitu terkejut, saat mendengar apa yang dikatakan Dave padanya. Kalau pria itu sudah mengetahui hubungannya, dengan Louis.


Senyuman sinis membingkai diwajah Dave, saat melihat ekspresi Alana yang diam, dan nampak terkejut.


"Kenapa kau diam saja. Kau terkejut, karena aku sudah mengetahui hubunganmu, dengan Louis?"


Alana menghempaskan dengan kasar cengkraman tangan Dave, dan menatap suaminya dengan tatapan tajam.


"Yaa.., aku menjalin hubungan dengan Louis, dan aku sangat mencintainya. Aku jatuhcinta pada sahabatmu, Dave..? aku jatuhcinta, padanya." Seru Alana, dengan nada penuh penekanan.


Dave mengusap kasar wajahnya, dan terlihat raut wajah yang begitu teramat kecewa, dengan guratan-guratan kesedihan yang mendalam disana, saat mendengar apa yang dikatakan istrinya.


Mencengkram kedua pundak Alana, dan menatapnya dengan dalam.


"Apakah kau sadar, dengan apa yang kau katakan Alana..? apakah kau sadar..., aku suamimu Alana..., aku suamimu. Tapi dengan mudahnya kau mengatakan kau menjalin hubungan dengan laki-laki lain, dan..." Dengan menjeda kalimat, sejenak karena merasakan, hatinya begitu sakit saat mendengar ucapan Alana, kalau dia telah jatuhcinta pada sahabatnya, Louis.


Senyuman membingkai diwajah Alana, dengan cairan bening sudah mengalir bebas membasahi pipinya.


"Tadi kau mengatakan, kau adalah, suamiku?!" Dengan menjeda kalimatnya sejenak, dan mengusap kasar airmata yang terus mengalir.


Kalau memang kau adalah suamiku, dimana saja selama ini dirimu, Dave...? disaat kau menawarkan aku pernikahan, aku menolak. Karena aku, sangat membencimu. Apalagi mengetahui, kau menjalin hubungan dengan Laura. Tapi seketika aku berpikir. Apa salahnya, jika aku ingin belajar mencintaimu. Dan aku melakukan ini ,demi kedua anakku. Aku sangat berharap dengan seiring kebersaman kita, aku bisa membuatmu jatuhcinta padaku, Dave..? tapi ternyata aku salah. Dengan lantang kau mengtakan, kau mencintai Laura. Aku selalu berusaha menerobos pintu hatimu, yang terisi penuh dengan nama kekasihmu. Tapi kau tidak pernah membiarkan sedikitpun, untuk aku masuk, tidak pernah.." Seru Alana, dengan airmata semakin deras mengalir, mengingat kesedihan yang dia alami selama ini.


"Jadi alasan kau menjalin hubungan dengan Louis, karena kau ingin membalas perbuatanku, Alana... katakan, katakan...!"


"Aku tidak pernah berniat membalas perbuatanmu..., dia hadir dalam kehidupanku, dan menawari cinta yang tulus. Aku begitu mengagumi, tapi tetap saja yang kuharapkan hanya kau. Aku berharap kau berpisah dengan Laura, dan kita membinah rumah tangga yang bahagia, demi kedua anak kita. Tapi disaat aku memintanya, kau selalu saja menolakknya. Dan mengatakan.


"Tidak bisa. Karena kau, sangat mencintainya. Dan kaupun, tidak bisa jauh dari wanita itu. Aku lelah Dave..., aku lelah..., mengejarmu terus menerus, aku lelah mengharap suatu saat kau mencintaiku. Aku lelah, Dave..

__ADS_1


Jadi aku mohon padamu, kita akhiri semua sampai disini. Aku ingin kita bercerai." Dengan nada, tegas.


Dave membingkai senyuman diwajah, yang mewakili kesedihan dihatinya.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan mau berpisah Alana...!! aku tidak akan mau, berpisah. Tidak akan, pernah." Dengan nada, penuh penekanan.


"Terus mau sampai kapan kita menjalani kehidupan rumahtangga, seperti ini terus Dave.., kau sangat mencintai Laura, bahkan sangat mencintainya. Ceraikan aku, dan hidup bahagialah bersamanya." Ucap Alana, dengan linangan airmata.


Dave melepaskan cengkaraman tangannya, dan mengusap airmata istrinya, yang terus mengalir.


"Aku memang sangat mencintai Laura. Aku memang, sangat mencintainya. Tapi aku tidak bisa, berpisah denganmu, Alana.., aku janji, aku janji, mulai hari ini aku akan sering berada dirumah ini, dan berlaku adil."


Alana menghempaskan tangan suaminya, dan berbicara dengan sedikit berteriak.


"Kau sudah gila Dave...., aku tidak mau menjalin rumahtangga seperti itu. Aku tidak mau, aku ingin kita berpisah, aku ingin kita berpisah."


" Dan sampai kapan pun..., aku tidak akan mau berpisah darimu Alana...., tidak akan pernah..."


"Kau laki-laki egois.., kau sangat egois..., aku bahkan jijik saat bersentuhan denganmu. Kau sudah melakukan itu dengannya. Dan sekarang kau tidak mau berpisah denganku, agar kau dapat menikmati tubuh kedua, wanita sekaligus."


"Aku memang laki-laki brengsek!! aku egois, dan aku laki-laki bejat. Tapi seburuk apapun diriku, aku tidak pernah melakukan itu dengan wanita lain, selain dirimu, Alana...!!"


"Dan kau pikir, aku percaya. Dan aku sama sekali tidak perduli. Karena yang aku inginkan hanya, ceraikan aku. Dan kau bisa, menikahi Laura."


"Dan itu, tidak akan pernah terjadi." Ucap Dave dengan nada penuh penekanan, dan berlalu begitu saja dari dalam kamar, setelah menutup pintu dengan sangat kasar.


"Dave...., Dave...." Panggil Alana dengan berlari mengejar pria itu, saat dia menuruni tangga, tapi Dave sama sekali tidak menghiraukan panggilan istrinya.


Alana terduduk dilantai rumahnya, dan menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kau mengikatku dengan pernikahan seperti ini Dave, mau sampai kapan..."


__ADS_2