
Arini lagi bersantai tiduran sambil mau dengerin penyiar radio yang baru lulus seleksi, yang mulai malam ini mengudara.
"Assalamu'alaikum Pemirsa setia Riang 89,14 Fm...Salam jumpa untuk pertama kali dengan saya Ana,izinkan saya perkenalkan nama dulu yaa"
"Setelah saya putarkan tadi lagu yang lumayan melo melo gitu,selanjutnya masih banyak lagu lagu cantik,yang akan saya putarkan sebagai teman mengiringi istirahat atau yang memulai aktivitas di malam hari ini,dan akan saya pilihkan khusus
buat pemirsa Riang 89,14 Fm yang komentarnya paling bagus di acara kita malam hari ini yaitu acara "Curhat" alias curahan hati"
"Baik pendengar setia Riang 89,14 Fm anda bisa mencurahkan hati,pengalaman pribadi,atau kisah seseorang dan lain lain di sini di line telephon 1234554321..."
"Sebelum kita terima penelepon pertama kita putar dulu untuk lagu kedua suara emas dari penyanyi bcl...Karena ku cinta kau"
..........
jika ada yang bilang ku lupa kau
jangan kau dengar
jika ada yang bilang ku tak setia
jangan kau dengar
banyak cinta yang datang mendekat
ku menolak
semua itu karena ku cinta kau
..........
saat kau ingat aku kuingat kau
saat kau rindu aku juga rasa
ku tahu kau selalu ingin denganku
kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau...
Baik pendengar Riang 89,14 Fm masih bersama saya Ana di sini dalam acara "Curhat" untuk penelepon pertama silahkan...
"kriiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiing..."
"Ya hallo dengan siapa di mana ?"
.........
Arini puas dengan penyiar barunya,walau kedengarannya masih agak kagok kagok gitu,tapi kalau sudah terbiasa nanti juga pasti lancar.
Arini melihat jam yang menggantung di dindingnya, baru jam 20.20,Arini masih belum ngantuk ngapain ya fikirnya sekarang.
Kalau nelephon Mas Hadi ganggu nggak ya ? Perasaan kangen menyergapnya,ingin dirinya bertemu walau baru kemarin bertemu,kangen melihat matanya,bibirnya dan semuanya,
Perasaannya malu sebagi wanita apa pantaskah menelepon duluan dan mengatakan kalau Ia kangen,ataukah hal biasa yang sudah lumrah ?Aku coba aja.
"Kriiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiing..."
"kriiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiing..."
"Maaf nomor yang anda hubungi tidak menjawab
Mohon ulangi beberapa saat lagi"
Mas kamu kemana nggak ada khabar sehari ini, nggak nelephon,nggak ketemu,apa sibuk banget pekerjaannya,
Kebimbangan menghantuinya
Selang setengah jam Arini coba telephon lagi.
"kriiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiing..."
"kriiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiing..."
__ADS_1
"Maaf nomor yang anda hubungi tidakmenjawab Mohon ulangi beberapa saat lagi"
Dan Arinipun tertidur.
***
Pagi pagi bangun Arini langsung melihat hp nya,apa ada balasan panggilan,atau pesan wa atau e-mail atau apa aja..nggak ada sama sekali,terakhir aktif di lihat pada pukul 18.03,berarti sekitar maghrib.
Kemana Mas Hadi ?
kenapa nggak bisa di hubungi ?
Ada apa dengannya ? kecemasan yang sebenarnya tak beralasan,kenapa baru pertama kali aku mau menghubungi yang bukan urusan pekerjaan nggak bisa ?Apa aku salah ? nggak boleh menghubunginya ? tapi kenapa ?
Masih dengan kecemasan Arini menjalankan rutinitas paginya, mandi,sholat, bikin minum, nonton tv.
Jam 06.01 hp nya berbunyi,setengah tersentak,secepat kilat Arini menyambarnya.
"kriiiiiiiiiiiiing..."
"Ya Mas...hallo"
"Ya hallo,Arini jam setengah tujuh sekarang kamu datang ke kantorku yang Properti itu yang di jalan ....tahu kan ?"
"Ya Mas saya tahu,mau apa ? Mas emang udah di sana ? sepagi ini ?"
"Kamu datang aja,pake mobil kantor"
"Ya Mas saya datang,tapi saya dandan dulu sebentar..."
klik telepon di tutup.
Ada apa ini orang aneh banget fikir Arini tak urung Arini buru buru berpakaian dandan alakadarnya, seperti ada yang mengejar ngejar Arini berlari lari kecil keluar menuju jalan mencari becak atau ojek apalah yang penting sampai ke parkiran kantornya,benaknya di penuhi fikiran jelek,apa Mas Hadi sakit atau apa ?"
Sampai di parkiran kantornya udah jam 06.25,sampai jam berapa di kantor Mas Hadi
fikirnya.
Mobil berjalan pelan, Arini masih takut apalagi jalan raya menjelang berangkat kerja padat banget,bodo amat nyampe jam berapa asal dirinya selamat fikir Arini dalam hatinya.
Masuk ke pintu utama dan sudah terbuka,tapi berantakan,ada 5 galon air mineral seperti baru di kirim menghalangi jalan.
Arini mengetuk ruangan Hadi tapi di kunci seperti tak berpenghuni,Arini duduk di ruang tamu,Arini coba telephon Hadi.
"kriiiiiiiiiiiiing..."
"Ya,udah sampai Bu Arini ?"
"Sudah Mas...terus ngapain saya di sini ?Mas Hadi di mana ?"
"Begini,saya mau ada tamu agak banyakan ke kantor pagi ini,tolong bantu saya beresin kantor yang rapih ya,sesudah itu beli makanan di toko ini... dan antar berkas berkas saya ke sana...ke situ...saya segera ke situ..."
"Mas..."
klik telepon terputus.
Arini mencari orang barangkali ada,tapi tak muncul satu orangpun,Arini mengamati semua ruangan berantakan.
Arini mulai melakukan tugasnya yang di tugaskan Hadi padanya dengan penuh tanda tanya segede gunung dalam hatinya.
Ini semua kerjaan OB bukan kerjaannya ,kemana orang orang penghuni kantor ini,masa cuma ada tukang parkir aja di depan ?
Tapi biarlah yang penting Mas Hadi senang dengan bantuannya.
Arini mulai mendorong galon galon ke belakang,menyapu semua ruangan,mengelap meja meja membereskan berkas berkas yang berantakan dan mengepelnya,lanjut ke belakang mencuci semua gelas gelas bekas kopi piring kue dan menempatkannya kembali.
Melebihi habis senam aerobik,peluh Arini bercucuran, lagi ngipas ngipas wajahnya dengan kertas datang seorang laki laki muda seperti OB di lihat dari seragamnya ,langsung manggut ngasih duit buat beli makanan dan kunci ruangan pak Hadi untuk mengambil berkas yang mau di antar.
Arini tak banyak tanya diambilnya kunci dan masuk ruangan Hadi,tak kalah berantakannya sama di luar tapi biarin nanti aja di bersin fikirnya,aku beli makanan dulu lalu antar berkas tinggal beresin ruangan ini.
Arini ke pelataran parkir dan menghidupkan mesinnya,dalam hatinya tega banget Mas Hadi pagi pagi seperti ini menugaskan bermacam-macam pekerjaan sampai berpeluh peluh sedangkan dirinya belum kelihatan batang hidungnya.
Mobil melaju perlahan dan memasuki jalan raya yang padat...Arini mengusap peluhnya.
__ADS_1
Jam sepuluhan Arini sudah sampai lagi di kantor Hadi,menyimpan makanan ke belakang,dan langsung membersihkan ruangan Hadi,
Arini heran kok jam segini di kantor baru ada beberapa orang aja emang pada kemana ?
Tenggorokannya terasa kering,teringat belum sarapan tadi pagi karena buru buru, berniat mencari minum tapi dispensernya kosong galonnya belum di ganti...Arini meletakkan kembali gelasnya.
Arini ke toilet membersihkan tangannya,membetulkan kerudungnya dan merapikan bajunya,samar terdengar orang lagi nelephon...dari kamar sebelah.
"Udah beres semuanya Pak,
Cepet Pak Hadi datang saya tak tega melihatnya kasihan banget"
"Iya iya saya sebentar lagi nyampe nih"
Ada apa ini ? apa Mas Hadi mengerjaiku,atau sengaja mengujiku ? Arini terdiam memikirkan semuanya.
"Bu Arini di panggil Pak Hadi di ruangannya"
"Ooh iya,makasih Mas..."
OB yang tadi manggut lagi dan pergi.
Brak ....pintu terbuka,Arini berdiri memandang Hadi dengan perasaan marah dan bertolak pinggang.
"Mas ini apa apaan ? ngerjain orang segininya, semua ini nggak ada lucunya tau, Aku udah denger semuanya, Aku tak sengaja mendengar percakapan OB itu denganmu,Aku mengundurkan diri sekarang juga !!! Mas nggak bisa bedain mana urusan pekerjaan dan urusan pribadi,egois,keterlaluan"
Airmatanya mulai bercucuran.
"Hai hai...Arini ! yang keterlaluan itu siapa ?"
Hadi berdiri menutup pintu ruangannya yang terbuka,dan dramapun di mulai.
"Aku bertanya padamu Arini,sama siapa hari kemarin kamu berangkat ke kantor ?
terus sama siapa kamu makan siang kemarin ?"
Arini bengong melongo...
"Aku, Aku berangkat sama temen SMA ku,dan makan siang sama Lusy juga temen SMA ku Arman emang kenapa ? kenapa ? ada yang salah denganku ?"
"Aku tidak suka, Aku nggak seneng, Aku marah, Aku cemburu Rin,Kamu tahu Arini ? orang itu,laki laki itu mencintaimu, Aku tahu itu,sorot matanya tatapannya semuanya"
Braaaaaak...Hadi menggebrak meja kerjanya...
"Tapi Mas aku tak mencintainya,
Aku hanya mencintaimu,
Ya ampuuuuuun Mas,masa segitunya...?
"Kamu salah Arini,kamu membuka peluang untuk dia mendekatimu, Aku nggak suka Ia deket deket kamu,memegang tangan kamu,menatap kamu,tertawa kepadamu...!"
"Aaaaaah aku nggak ngerti Mas,aku nggak seperti yang Mas fikirkan, Aku tak seburuk itu,Mas terlalu picik...egois,keterlaluan...
Maaaaas... Aku benciiiii...!"
Semua jadi gelap,semua jadi berputar Arini keleyengan dan bruk...Arini pingsan di pangkuan Hadi.
Hadi panik luar biasa.
"Rin,Rin Riiiiin bangun kenapa kamu,maafkan aku"
"Pak Priyo, Pak Priyooooo Aguuuuuus toloooooong"
"Gimana nih Pak,tadi juga Aku udah nggak tega melihat Bu Arini bercucuran keringat,di tambah belum sarapan kali minum juga enggak"
"Udah udah,bantuin tolong buka pintu mobil,aku bawa ke klinik yang dekat,biar aku yang angkat"
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi,jedud Hadi mengerem mendadak.
"Mas,Mas mau kemana ini ?"
"Rin kamu sadar ?"
__ADS_1
"Kita ke klinik tadi kamu pingsan di ruanganku"
Lep Arini nggak ingat apa apa lagi,semuanya gelap gulita....