Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Sama-sama kangen


__ADS_3

"Halo Mas"


"Ya sayang apa hemght ?"


"Kangeeeen..."


"Berarti sama dong"


"Serius sama Mas ?"


"Emang aku nggak kangen sama kamu apa ? sepertinya kurang banyak kemarin mengisi amunisi dan doping staminanya soalnya aku nggak kuat pengen cepat pulang dan memandang kamu lagi"


"Mas kapan pulangnya ?"


"Masih belum pasti sayang,sabar ya"


"Tapi kalau mas pulang kita ke rumah Teh Rini ya ?"


"Lho kenapa jadi tiba tiba kamu ngajak ke rumah Teh Rini apa kamu siap dengan segala nasehatnya ?"


"Aku sudah ada kali tiga karung siang tadi di nasehati sama Teh Rini Mas"


"Maksudnya ?"


"Teh Rini cari ke kost aku dan mungkin sama Dewi di kasih tahu tempat ini dan mereka pada ke sini sampai dek Bima tidur segala di atas Mas"


"Terus kamu cerita semuanya dong ?"


"Iya lah,gimana nggak cerita kan aku di tanya terus"


"Astaga Dini jadi kamu cerita siapa aku ? dan Arini tahu siapa kekasih kamu ?"


"Oh kalau itu aku belum cerita kan kata Mas Arman jangan dulu waktu itu pernah ngomong sama aku"


"Haduh di kira kamu sudah cerita kalau aku itu pacar kamu Arman yang teman SMA nya Arini"


"Kalau aku sudah cerita memang kenapa Mas ?"


"Oh nggak apa apa pasti tambah sekarung nasehat atau mungkin kakakmu melarang kamu melanjutkan hubungan kita ini"


"Maksudnya Mas Arman ?"


"Hanya Arini yang tahu tentang aku,karena Arini teman sekelas ku dulu,dan aku pernah suka sama dia tapi dia enggak"


"Aku jadi cemburu"


"Hah cemburu sama siapa ?"


"Sama Teh Rini"


"Ngaco kamu"

__ADS_1


"Emang aku nggak boleh cemburu apa ?"


"Boleh,tapi itu cemburu yang salah sayang"


Andini diam dan tak menyahut.


"Apa yang dia katakan tentang pindahnya kamu,dan usaha kamu ?"


"Ya begitu,serius katanya sama seseorang yang begitu mencintaimu itu ? aku jawab sangat serius ! mana sekarang orangnya ? lagi kerja keluar kota"


"Aku jadi malu sayang ketemu sama Kakakmu itu dan aku banyak dosa sama dia"


"Dosa apa Mas ?"


"Yah dosa masa lalu lah"


"Kan semua juga punya dosa dan itu menjadi masa lalu"


"Iya tapi ya kita jalani saja gimana nanti dan ngobrol jelasnya setelah aku pulang ya"


"Iya Mas"


"Terus hari pertama buka tokonya gimana kabarnya"


"Alhamdulillah ada aja pengunjung yang datang walaupun belum seramai yang kita harapkan tapi untuk pemula libur dan baru segelintir orang yang tahu tentang toko kita ini sudah dianggap lumayan juga malah kemarin Teh Rini juga borong"


"Masa ?"


"Iya aku coba tawarkan gratis sama dia tapi Mas Hadi nya melarang hitung-hitung ikut mendukung katanya"


"Kalai malu ya jangan dulu bilang tunggu sampai mereka tahu sendiri kan lambat laun pasti mereka tahu juga atau sampai malunya hilang dulu hehehe..."


"Sudahlah gimana nanti saja,aku sudah berapa hari di sini ya ?"


"Memang kenapa Mas ?"


"Rasanya sudah setahun lamanya heee..."


"Pekerjaannya gimana Mas ?"


"Lancar sayang aku dan Hans Wijaya berhasil dengan proyek itu dan di pastikan kita punya proyek besar buat aku modal nikah sama kamu heee..."


"Ya syukurlah Mas"


"Mau seperti apa pernikahan kita hemght ?"


"Datang juga sama orang tuaku belum sudah ngomong pernikahan"


"Oh iya iya sampai aku lupa saking aku bahagianya"


"Mas"

__ADS_1


"Iya nanti malam video call ya ?


"Aku mau oleh-oleh"


"Bilang aja mau apa,kan aku sudah janji sama kamu kalau proyek ini gool akan aku kasih kamu surprise''.


"Aku nggak mau surprise Mas"


"Loh kenapa ?"


"Aku mau Mas dan kebersamaan kita"


"Berarti kangen banget ya ? sama aku juga love banget sama kamu sayang sampai aku nggak fokus kerja,untung hanya survey bukan penghitungan material haaa..."


"Sudah makan ?"


"Sudah Mas"


"Terus kalau kamu keluar gimana tokonya ?"


"Aku tutup dulu dan di kunci dari luar sampai aku makan sholat baru di buka lagi"


"Pintar kamu"


"Sudah dulu ya ada pembeli nanti sambung lagi"


"Ya sayang hati hati ya"


"Ya Mas"


Sambungan telepon terputus dan Andini melayani dua orang muda mudi yang berbelanja kelihatannya masih anak SMA, dan saat di tawari untuk memasarkan produknya dua remaja tadi begitu antusias dan sedikit pengarahan dari Andini yang mudah dipahami begitu masuk di hati kedua remaja itu mereka berkenalan dan langsung menjadi reseller toko Eternal Andini.


Di hitung-hitung sudah banyak memiliki reseller reseller yang pernah datang ke tokonya dan memang itu pemasaran yang sangat mudah dengan cara memanfaatkan chat dan status di ponselnya dan semua bisa berjalan selagi ada kemauan pasti akan ada jalan itulah Andini dan prinsipnya dan ada aja yang nyangkut dan membutuhkan.


Angan angan Andini melayang entah kemana di bawa terbang tinggi jauh tak terjangkau, apa ya nanti surprise nya Mas Arman untuk dirinya ? Andini agak deg degan juga dan berfikir sesuatu yang tak terfikirkan olehnya.


Drastisnya perubahan kehidupan di diri Andini menciptakan perubahan yang sangat mencolok, Andini jalani takdir yang membawanya pada titik ini kadang membuatnya tertegun sendiri, berkecimpung dengan gemerlapnya materi dan fasilitas yang di sodorkan Arman selama ini membuat perubahan di penampilan kesehariannya.


Selain tambah cantik dan di tunjang dengan pakaian yang serba branded dan aksesoris juga berkecimpung dengan segala yang berkaitan dengan skin care Andini menjadi bak artis yang sangat menarik lirikan mata setiap yang memandangnya apalagi kaum Adam.


Andini merasa keberuntungan sedang menghampirinya dan menikmati setiap keinginan yang bisa di raih dan di wujudkan nya.


Walau sudah jarang bertemu teman teman kampusnya tapi sewaktu waktu ada perlu masih aktif dan mengharuskan ada pertemuan dan urusan akhirnya Andini masih aktif ke kampusnya dan dalam samar bayangan masih terlihat sorot mata seorang Alwan yang selalu menguntitnya setiap Andini melintas di hadapannya.


Alwan yang usianya hampir sama dengan Andini dan rata rata lah karena mereka seangkatan dalam masa kuliah,Alwan incaran gadis-gadis kampus dan pacar impian bagi mereka yang berusaha menarik perhatiannya tak terkecuali Andini,walau tak segencar gadis-gadis lain dalam melakukan pendekatan dan cari perhatian.


Ganteng tinggi tegap dan fisik sempurna ideal seorang cowok masa kini dan Andini juga sempat berkhayal dan begitu mendamba tapi kini semua itu hilang dan karam dengan sendirinya menyisakan senyum setiap kali bertemu seperti kemarin Alwan malah menyapanya saat berpapasan di hadapannya satu keajaiban memang.


Tak ada yang lain kini selain Mas Arman yang telah mengangkat dan menyanjungnya begitu tinggi hingga tak ada lagi ruang di hati Andini untuk seseorang yang bisa menggantikan posisi Arman, Arman begitu memujanya dan semua yang di berikan bukti dari semua rasa cintanya yang teramat dalam tidak Alwan dan yang lainnya, cukup aku mengagumi kegantengannya saja dan jauh di lubuk hatiku dulu pernah mimpikan menjadi seorang kekasih Alwan.


Andini termangu dalam renungan nya,sekejap Arman telah menerobos jantung hatinya menariknya begitu dalam,dalam pusaran cinta yang di bawanya dan Andini tak kuasa menolaknya selain wajah simpatik dan kharismanya yang tinggi juga perhatian dan cintanya terasa bagi Andini berlebihan,tapi itu kenyamanan bagi dirinya dan sekaligus kebahagiaannya bisa mencukupi segalanya bagi Andini.

__ADS_1


Andini menutup rolling door dan menguncinya,membereskan semua meja kasirnya dan naik ke atas ruangan tempat istirahatnya.


Rasa penat menguasainya kerja sendiri membereskan isi rak rak yang di pakai tempat memajang skin care membuat Andini merasa lelah dan ingin segera merebahkan badannya di kasur empuk.


__ADS_2