Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Beli kejutan


__ADS_3

"Mbak Rima kalau sama cewek baik dan enaknya kasih apa ya ?"


Rima mengerutkan dahinya dan menatap atasannya Arman.


"Ceweknya itu pacar apa adik apa kakak,apa bibi apa bude apa teman apa ibu ? cewek itu banyak boss nenek nenek juga cewek baru tanya pantasnya ngasih apa ?"


"Ribet banget jawabnya,cewek itu pacar aku"


"Hah !? si boss serius punya pacar ? itu yang cantik waktu di bawa ke sini ?"


"Iya iya cepet jawab pantasnya di kasih apa ?"


"Bunga"


"Kasih bunga udah masa bunga melulu ?"


"Bunga bank boss haaaa...."


"Serius ! jawab heee..." Arman seperti seorang guru pada murid SD nya yang lama menjawab pertanyaannya.


"Kasih kue tart"


"Emang ulangtahun apa ? yang benar aja,suka aneh aneh deh ah..." Arman protes.


"Iya tapi di dalamnya ada cincin kek, atau satu karung perhiasan kan pas di potong jadi kejutan boss"


"Aku belum ke arah tunangan dan melamar masih saling penjajakan gitu tapi aku mau memberi yang berarti buat dia,yang di butuhkan yang di pakai dan manfaat"


"Jaman sekarang siapa sih yang nggak punya ponsel ? anak anak sampai kakek nenek juga pegang ponsel beri aja ponsel terbaru biar ganti tuh ponselnya yang lama dan yang lama buat cadangan dengan alasan klise boss ngomongnya gini nanti ya, kalau Abang telepon dan rindu jangan lupa di angkat ya... heee...pasti tuh cewek klepek klepek dan bilang love banget deh sama Abang nemplok deh di pelukan"


"Haaaaaaaa... pinter juga kamu Mbak Rima,nanti aku kasih permen deh, dan tunggu setahun lagi aku naikin gajinya, makasih ya"


"Yeeee...permen, kasih cowok lah sama aku ! biar aku juga bisa love love an huh dasar,boss lagi jatuh cinta yang ribet kita kita,naik gaji nunggu setahun lagi keburu langsing nunggunya"


Arman berlalu dan tertawa begitu senangnya,lalu keluar sambil bersiul dan memutar mutar kunci mobilnya dan kembali melewati ruangan Mbak Zarima alias Rima.


"Aku kirim nasi Padang ya,juga es cream,es campur,es teler dan es jeruk sama buah kelengkeng kesukaanmu juga snacks kering,apa kurang segitu ?"

__ADS_1


"Kurang boss"


"Banyak banget kurangnya apa bilang aja"


"Kurang cepat dan boss buru buru belinya sekarang aku sudah ngiler"


"Haaa...katanya mau diet" Arman terbahak dan berlalu.


"Halah diet diet yang ada aku malah lambung"


Senang juga kalau boss Arman lagi jatuh cinta,apalagi bisa memberi masukan dan hatinya senang banget sudah pasti isi dompetnya juga gampang meleleh,dan semua kecipratan dan kena basahnya,apalagi sama dirinya mungkin boss Arman menganggapnya seperti pada Kakaknya lebih berani curhat apapun bahkan soal pribadinya, dan kali ini katanya lagi jatuh cinta tapi belum ada curhatan khusus.


Tapi kalau lagi marah siap siap aja OB berkali kali bawa pengki dan sapu ke ruangannya untuk membereskan pecahan apa saja yang dekat dan jadi sasarannya, Rima sudah tahu buruk baiknya boss nya dan sudah tahu cara menenangkannya.


Sifatnya yang terburu buru dan semua serba cepat takut semua hanya berujung kecewa hati boss nya,tapi kelihatan banget minggu minggu ini boss Arman lagi senang banget dan sekali waktu itu membawa gadis cantik dan masih muda,bisa juga si boss mencari yang begitu cantik, semoga serius dan menuju ke arah yang lebih baik itulah do'a Rima.


Hans Wijaya datang sama terburu buru nya seperti boss Arman juga sama gantengnya dan sama jomblonya dan sebelum masuk melongokan kepalanya ke ruangan Rima.


"Hai cantik rajin amat kerjanya mangkir dong kali kali biar nggak di sayang sama boss nya"


"Haaaaaaaa...di depan mu ini cowok ganteng tapi padat antrian ceweknya"


"Tapi nggak ada yang mengejar aku,padahal semua jomblo"


"Ngutil aja di sepermarket nanti di kejar satpam bawa pentungan jadi deh di kejar cowok"


"Huh...dasar"


"Boss ada ?"


"Keluar cari cewek"


"Haaaa... ada kemajuan boss mu itu,keluar ke mana ?"


"Nggak tahu pokoknya keluar" Rima ingat pesan Arman jangan bicara apapun terhadap siapapun soal pribadinya,soal pacar soal lain lainnya pokoknya selain urusan pekerjaan jangan termasuk pada Hans sahabatnya sendiri dan Rima ingat betul.


"Aku telephon nggak diangkat angkat,ya sudah aku tunggu di proyek katanya mau ke proyek perumahan lihat lihat"

__ADS_1


"Biasanya boss keluar habis istirahat makan siang"


"Ya sudah sampaikan ya aku sudah duluan ke lapangan"


"Iya Pak Hans"


Begitu akrab dan baiknya hubungan yang enak dengan semua karyawan dan rekan bisnisnya,Arman semua merancangnya karena berawal dari pengalaman pribadinya yang beberapa kali ganti boss dalam bekerja dengan orang lain selalu tidak cocok dalam hal kepemimpinan,ada aja masalah karena seorang pimpinan begitu otoriter dalam mengatur dan memberi pekerjaan kepada bawahannya dan juga begitu arogan posisi pimpinan kala itu,sampai terbersit dalam hatinya seandainya dirinya maju suatu saat punya satu perusahaan Arman akan membangunnya dengan dasar kekeluargaan, tidak hanya jadi pimpinan yang memanfaatkan tenaga karyawannya saja tetapi giliran perusahaan untung perusahaan hanya diam diam saja,tapi giliran rugi pimpinan berkoar koar dan karyawan jadi sasarannya,Arman memang mulai dari bawah tetapi semua berangkat atas dasar saling mendukung dengan karyawannya dan juga mitra bisnisnya, memanfaatkan semua tenaga dan potensi yang ada di bawahnya,Arman bukan orang yang pelit semua karyawan di kantor dan di lapangannya adalah motor yang harus di hidupkan dan dirangkul layaknya keluarga.


Semua bersinergi saling tanggung jawab dengan tugasnya masing masing,makanya perusahaan yang di bangunnya dari bawah begitu pesat dan maju dan bermitra dengan perusahaan perusahaan kontraktor yang sudah punya nama di kancah nasional.


Pada kita kita aja begitu baiknya Pak Arman apalagi pada kekasihnya,semoga aja kekasihnya sama baiknya seperti Pak Arman,jangan jadi nyonya yang judes membuat karyawan tidak betah karena banyak ngatur dan ikut campur urusan pekerjaan.


Arman datang dengan senyuman dan meletakkan makanan yang sengaja di belinya buat Rima dan karyawan lainnya,gimana nggak gendut aku ini fikir Rima kerjanya di kasih gratisan melulu.


"Bagi sama yang lain ya"


"Siap boss,terimakasih"


Mas Budi, Mas Aris dan yang lain lainnya ngeriung di meja Rima pada ngambil masing masing apa yang dia suka,dan Pak Arman masuk lagi ke ruangannya dengan menjinjing kantong kertas ukuran kecil,hatinya begitu bahagia bisa memberi mungkin apa yang Andini senang dan ingin sekali melihat binar mata bahagianya,Arman tak ingin apapun yang di inginkan nya hanya melihat muka bahagia Andini dengan hadiah cantiknya,semoga kejutannya sukses.


"Do'ain dong boss kita jangan asal makan saja semoga gampang jodoh dan semakin banyak rezekinya dan proyek proyeknya semakin banyak"


"Aduh aku nggak sempat keburu menyuap di wakilkan saja sama Mbak Rima sekalian ya haaa..."


"Sama aku juga nggak kepikiran, yang aku fikirkan sudah lapar aja dan sama es jeruknya menggoda banget" Mas Budi juga beralasan.


"Dasar semua cowok nggak sabaran semua,lihat makanan juga lihat cewek cantik sama aja matanya ijo"


"Jangan menggerutu Mbak, semua akan indah pada waktunya"


"Apaan makan aja yang indah itu apa ? nggak nyambung amat Mas Budi ini"


"Yang indah itu yang lagi jatuh cinta,sekalian deh aku do'akan si boss juga Mbak Rima dan semua karyawan yang masih sendiri cepat di beri pasangan hidupnya yang terbaik"


"Euuuuuuu..."


Mas Aris sendawa dan Rima melempar Mas Aris dengan kertas yang di remas,Mas Aris tertawa dan kembali ke mejanya.

__ADS_1


__ADS_2