Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Hanya sekali saja


__ADS_3

"Sayang ini ruko yang aku beli dan aku persiapkan untukmu, pikirkan dulu mau bergerak di bidang apa yang sekarang kamu pandang paling bagus ?"


"Iya Mas,Aku sudah memikirkan dan akan merintis usaha yang aku suka,aku ingin menjadi seller kebutuhan wanita,skin care dan barang barang impor unik yang sekarang lagi viral dan di pasarkan online offline "


"Baik boleh,silahkan survai kebutuhannya apa dan belanjanya di mana dan pemasarannya bagaimana itu tugas kamu sayang,bilang nanti sama aku keperluan modal awalnya berapa"


"Mas apa aku mimpi ini ?"


"Mimpi yang menjadi kenyataan sayang,jangan cemas ruko ini sudah aku beli dan di perbaiki dan sekarang sedang renovasi lagi mau di cat warna apa kesukaanmu ? ruko ini tidak dan bukan kontrak jadi kamu bisa tenang menempatinya di atas nanti,kalau sudah selesai renovasinya pindah aja ke sini nggak apa apa biar tidak kost lagi"


Andini tak menjawab hatinya penuh dengan kebahagiaan dan semua Mas Arman persiapkan untuk masa depan mereka, sungguh semua ini di luar pemikiran dan tak terduga sama sekali,semua begitu cepatnya dalam kurun waktu sebulan kurang lebih mereka pacaran Mas Arman telah menanamkan kepercayaan padaku yang begitu jauh,begitu seriusnya Mas Arman dengan cintanya.


"Apa kamu takut tinggal di sini sendiri ?" Arman berbisik di telinga Andini.


"Bukan itu Mas aku tidak takut aku hanya belum bisa meyakinkan diri saja,takut semua ini bukan kenyataan"


"Haaa...di kira takut,kalau takut tinggal telephon aku pasti dengan senang hati aku temani dan siap siap bibir kamu jontor lagi"


Andini mencubit perut Arman dan seperti biasa Arman pura pura sakit luar biasa dan mengaduh.


"Lagi dong,cubit lagi sayang tapi sejengkal ke bawah haaaaaaaa..."


"Mas !?"


"Bercanda sayangku"


"Ayo kita pulang nanti kemalaman lagi dan akhirnya nginep di rumahku heee...lagian aku lapar kamu gimana lapar juga ?"

__ADS_1


"Iya Mas"


"Eh sayang sekalian kita coba kartunya ya biar kalau kamu perlu nggak kaku kaku lagi ya ayo kita cari ATM nya dan tempat makan yang enak"


Arman menggandeng tangan lembut Andini dan tak melepaskannya,sejuta kebahagiaan memenuhi ruang dalam relung relung hatinya, memiliki Andini adalah kebahagiaan bagi dirinya,dan harapan indah terbentang di depan sana,walau Arman tak mengelak permasalahan akan menghadangnya tapi semua akan di jalani sesuai waktunya biarlah dirinya dan Andini sekarang menikmati kebersamaan manisnya madunya cinta mereka dan tak ingin seorang pun mengganggunya jangan menjadi halangan di awal-awal indahnya hubungannya ini,suatu saat nanti akan ada saatnya Arman membawa Andini kepada kedua orang tuanya kepada kedua orang tua Andini sendiri dan juga kepada Arini Kakak Andini teman dari kecil Arman yang akhir akhir ini sedang tidak harmonis hubungannya sebagai sahabat.


"Nih lihat sayang sama aja kan masukin kartunya lalu pilih ini dan ini tekan ini PIN tanggal jadian kita dan keluar duitnya ambil...lalu cek saldonya nah tuh saldonya cukup nggak ?"


"Astaghfirullahaladzim Mas gede banget ? ah aku jadi nggak enak"


"Lho kan kalau banyak saldonya biar kamu bebas nggak sungkan memakainya sayang,sudahlah itu sebagian betapa besarnya aku ingin buktikan cintaku padamu, pergunakan sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan ya" Arman menarik perlahan tangan Andini masuk ke restoran yang lumayan besar dan mereka duduk dengan berdampingan.


Andini diam Mas Arman begitu besar perasaannya padaku dan keseriusan yang di perlihatkan malah Andini menganggapnya berlebihan, tapi soal perasaan memang tak sebanding dengan apapun apalagi dengan harta dan materi,baru saja Mas Arman membawa dirinya ke rumahnya yang seperti di katakan rumah masa depan mereka yang begitu megahnya pasti dengan nilai harga fantastis juga, Mas Arman memang di bidangnya pasti punya keinginan hunian yang unik dan berbeda dan bahkan di depan rumahnya yang berupa halaman yang begitu luas di peruntukkan untuk kolam renang suatu saat dirinya berkeluarga dan punya anak ingin anak dan keluarganya bermain air di situ.


"Hai hai... kok malah melamun nih makanannya sayang kenapa kok melamun ?"


"Iya sayang aku akan mendukung dan mendo'akan selalu"


"Mas apa menurut Mas sebaiknya minta pendapat Teh Rini boleh nggak ?"


"Soal apa sayang ? hubungan kita apa usaha kamu apa pindah kost kamu ke ruko itu ?"


"Emght ...soal hubungan kita Mas baru yang lainnya"


"Emght... menurutku jangan dulu Dini sayang,aku seakan nggak siap dengan penolakan Kakakmu itu,dengan segala ceramah dan pepatahnya,biarkan aku menikmati dulu rasa cintaku padamu sayang,aku tadi saja mendengar saat kamu di telephon nggak ke rumahnya saja karena kesibukan kamu dan saat di kunjungi ke kost an kamu nggak ada di tempat Kakakmu begitu khawatirnya, aku ingin kita ke orangtuamu dulu setelah kamu selesai sidang skripsi dan wisuda itu rencana ku Dini, sekarang kita fokus dulu untuk cinta kita dan usaha kamu gimana apa aku bijaksana ?"


"Iya juga ya Mas,Mas malah so sweet heee...aku juga lagi menikmati perasaanku padamu yang begitu tak terbatas Mas" tangan Andini di paha Arman dan badannya begitu berhimpitan seakan mereka berada di tempat sempit.

__ADS_1


"Terima kasih kamu sudah mengerti aku sayang, I Love you Andini sayang"


"Love you to Mas Arman yang selalu bikin aku kangen dan.. "


"Heeeeeee...serius nih aku bikin kamu kangen dan apa hayo ?"


"Mau buktinya ?"


"Mau dong"


"Ini buktinya aku perih tahu Mas kalau makan dan minum"


"Ssssst...nanti juga sembuh saat aku cium lagi sampai kita basah"


"Mas kok kata katanya nggak jauh jauh dari kata cium sih ? iiiiiiiiiih...jorok amat sih lagi makan juga"


"Iya maunya yang lain sih tapi kan belum boleh,sebenarnya ini juga belum boleh apalagi yang lebih bawah tapi kalau bibir maksa aja buat obat heee..."


"Kalau tadi Mas ngapain hayo curi start nggak jelas gitu ?"


"Iya iya maaf sayang nggak sengaja, icip-icip sedikit,tapi ught...enaknya luar biasa sayang jadi candu benar benar baru aku nyasar sampai situ,sekali lagi maaf ya sayang,habis nggak tahan"


"Iya aku maafkan tapi jangan terulang,aku ingin semua ter explore pada saatnya nanti aku ingin surprise buat Mas yang tersayang"


"Iya ingatkan aku ya kalau aku nyasar dan kebablasan saat tak tahu jalan pulang heee..."


Andini tersenyum dan masih merasakan merindingnya saat Mas Arman tanpa di sadari sudah sampai di bukit larangannya,tapi karena sama sama di buai kenikmatan Andini menjadi lupa segalanya,asyik merasakan kejang dan panasnya semua urat uratnya saat mulut Mas Arman memainkan dan menyesap kuncup bukit nya,semua tak akan terlupakan dan jangan sampai terjadi lagi sebelum semuanya boleh dan menjadi hak milik.

__ADS_1


Kaget bukan kepalang Andini kok dirinya begitu ceroboh membiarkan mengikuti alur rasa yang tak terkendali dan semua di luar keinginannya titik sudah hanya sekali saja.


__ADS_2