Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Curhat sesama lapuk


__ADS_3

Arman merasa beruntung punya teman sesama jomblo Hans Wijaya yang begitu pengertian dan sama sama saling memaklumi, saling support, dan saling beri motivasi saling mencari pasangan yang di rasanya begitu sulit walau dalam pekerjaan yang terjalin kerjasama mereka begitu harmonis bahkan dalam hal pribadi juga terlihat kompak, sebenarnya hati keduanya begitu galau akan pasangan yang belum mereka miliki.


Seperti malam itu mereka berdua duduk di tempat tidur di kamar Arman masih di kota Surabaya di salah satu Hotel bintang yang mereka pilih selama lima hari keberadaan mereka di Surabaya.


"Lo kenapa sih bukannya senang besok kita pulang walau akan sibuk dengan pertemuan-pertemuan bukankah lo sudah kangen banget kok kelihatan mendung bro apa ada masalah sama pacar cantik lo?"


"Emang kita jadi besok pulang?"


"Pokoknya aku pastikan kita pulang bro."


"Gue nggak pernah gamang seperti ini bro sebelumnya."


"Lantas masalah lo apa?"


"Cewek gue Andini ngajak ke rumah Kakaknya Arini terus gue harus gimana?"


"Lha menurut lo emang semua nggak akan tahu tuh si Arini kalau lo berhubungan serius sama adiknya? bagus menurut gue makin cepat tahu si Arini makin baik buat lo asal satu saja lo yakin cewek lo itu mencintai lo modalnya hanya itu menurut gue, apapun dengan kekuatan cinta kalian berdua semua akan terkalahkan lihat aja perjuangan cinta selalu menang di atas tantangan di atas penolakan di atas kebencian bahkan di atas permusuhan."


"Tapi teori lo kali ini begitu sulit gue jalani bro."


"Kok jadi melempem gitu kayak kerupuk di toples lupa nutup sih, mana semangat lo?"


"Gue memang seperti ini selalu rusuh di awal tapi giliran serius banyak ketakutan bro."


"Gue aja yang belum ada gambaran cewek buat masa depan gue semangat kalau kita nggak semangat ya kita end dong? sudah sudah... sepertinya lo menang dan bisa mengambil tabungan gue 1M bro gue ikhlas."


"Gue boro-boro mikir itu, mikir jalan keluar masalah gue juga pusing."


"Kan kita besok pulang bro lo bisa langsung nyosor, saran gue cerita pelan pelan masalah lo sama cewek lo."


"Ya lah kan lu juga pasti gitu kan kayak gue nggak tahu aja lu."

__ADS_1


"Haaaa...sayang gue lagi nggak punya cewek jadi gue nggak bisa kontes sama cewek lu dan kita jalan bareng, do'ain gue dong bro."


"Selalu bro lu semoga dapat yang cocok saling cinta dan yang terpenting nggak ada masalah seperti gue."


"Lo cinta, cewek lo cinta udah menurut gue semua sudah ke pegang bahkan lo sudah tahu keluarga nya segala hambatan lo cuma Kakaknya juga sudah menikah kalau belum menikah baru masalah besar menurut gue."


"Jadi menurut lo gue harus maju terus?"


"Yups apa lagi? kalau menurut gue bikin keluarganya dilema mau nggak mau terima lo karena keadaan yang mengharuskan lo di terima, lo ngerti maksud gue?"


"Semacam bikin seolah accident seperti itu maksud lo?"


"Tepat."


"Wah malah gue nggak bisa berharap dari hal semacam itu bro, gue buka lo yang gampang untuk hal hal seperti itu"


"Alaaah...lalu jalan apa yang lo tempuh? jalan sopan? jalan liar?ya itu pilihan lo mau pilih jalan mana kan ujung ujungnya cewek lo jadi milik lo"


"Oke gue hargai keputusan lo, itu adalah hak lo memilih jalan manapun dan jangan anggap itu adalah satu tuntunan yang baik dari gue tapi itu hanya jalan pintas gue saja."


"Tak apa bro segitu juga lo sudah bisa jadi teman curhat gue dan memberikan saran walaupun tak semua masuk di otak gue dan prinsip gue, tapi gue terima kasih banyak setidaknya ada pilihan yang harus gue pilih di antara sekian banyak pilihan mungkin semua itu harus dipikirkan lagi dan mencari jalan yang lebih baik."


"Lo sudah telephon cewek lu belum malam ini?"


"Heeee... sudah dong mana bisa gue tahan tak melihat senyumnya juga melihat wajahnya dalam sehari, makanya cepet lo cari yang serius biar kita sama-sama travelling bersama kita touring bersama dan menyempurnakan kebahagiaan kita bersama."


"Harapan gue banget itu juga bro apalagi adik perempuan gue sudah mulai bawa-bawa cowok, lo pikir hati gue nggak panas apa? sedikit hangat tetapi tak apa kalau adik gue laki-laki pasti gue sudah pasang kuda-kuda tapi karena ini adik gue adalah perempuan jadi gue santai saja sambil tetap mencari-cari."


"Lo cerita yang kemarin lo incar gimana kabarnya itu cewek?"


"Hilang tanpa jejak dan gue nggak mau memperjuangkannya lagi,sialan hanya mau uang gue."

__ADS_1


"Maksud lo?"


"Masa baru kenal sudah ngomong butuh ini itu, kesulitan ini itu tadinya gue anggap wajar dan gue juga merasa bukan orang pelit bro apalagi sama yang orang yang kita suka ya kan? tapi malah ke sini malah angot dan berlebih terang terangan minta jatah lha emang gue ini Bapaknya apa? pantesan gue sosor gampang banget eeeeh... malah gampangan segalanya, gue pelan dan halus menghindar terus terang gue capek cewek terlalu banyak tuntutan hadeuuuuuuuh bro kena jebakan gue kali ini."


"Haaa... senior kena batunya,di porotin lagi makanya jadi koboi insyaf boss Hans Wijaya malu sama perusahaan moyang lo."


"Sialan banget, tapi dulu gue pernah punya pacar yang hampir serius bro bener tapi karena gue nya masih labil dan masih larak sana sini akhirnya ceweknya yang pelan tapi pasti mengundurkan diri gue relakan aja karena gue pikir cewek banyak ngantri tapi pada kenyataannya cari yang satu tujuan yaitu berumah tangga susah."


"Itu lo nya aja yang salah, cewek serius di bawa setengah setengah dan hampir serius bukannya serius beneran, cari aja lagi siapa tahu masih menyimpan lo di salah satu sudut hatinya walau di ujung dan sebentar lagi nyemplung haaaaaaaa..."


"Lo percaya karma bro ? kadang gue mikir apa ini karma gue apa ya giliran gue mau serius semua cewek seperti menjauh padahal gue udah siap lahir bathin dan semua butuh pelampiasan, yang pasti lo juga pasti tahu lah usia kita tak jauh beda jadi sama-sama lapuk."


"Sialan gue lapuk juga sudah punya yang setia menunggu lha lo mana? gue nggak terlalu yakin dengan karma karena ada yang namanya taubat tapi hukum sebab akibat gue percaya, contoh gue walau gue bisa lakukan apapun sama cewek gue yang terbayang adalah penyesalannya nanti, karena sekarang juga sesal dari keegoisan gue pada Arini tak terobati dan akan selalu membayangi kehidupan gue karena di senyum Andini gue melihat senyum Arini begitu juga sedihnya Andini terasa gue melihat kesedihan Arini."


"Kan lo belum pacaran sama si Arini bukan?"


"Iya tapi gue mengaguminya, mencintainya sampai titik dimana adiknya hadir di kehidupan gue dan menggantikan, mengalihkan perhatian dan cinta gue."


"Harusnya lu bangga bisa mencintai sekaligus Kakak adik nggak dapat Kakaknya dapat adiknya sama cantiknya."


Arman menarik nafas dalam dalam dan memejamkan matanya yang lelah begitu juga Hans Wijaya dan sesaat sepi, mereka tertidur dengan pikiran masing masing, dengan harapan berbeda dan mimpi sendiri sendiri.


*


*


*


*


Maaf up nya agak lama tapi lambat laun tetap berjalan.

__ADS_1


Salam sehat selalu !


__ADS_2