
Bangun tidur pagi ini tak seperti biasanya Arini gesit bangun duluan, mengerjakan aktifitas seperti biasanya,mandi,sholat menggiling cucian,bikin sarapan bersih bersih rumah alakadarnya,tapi entah kenapa pagi ini kepalanya terasa berat dan perutnya mual
mual.
Hadi yang sudah terbangun memegang tangan istrinya... yang biasanya sudah bangun duluan,malah dirinya bangun sudah beres semuanya tinggal mandi dan sarapan.
"Sayang,belum bangun ?"
"Aku pusing banget Mas,mual mual mungkin aku masuk angin"
Hadi memegang kening dan leher istrinya.
"Ya ampun sayang,kamu panas banget,udah jangan bangun dulu tiduran aja biar aku bikin sarapan kamu makan minum obat ya"
Hadi meloncat turun dari tempat tidur,turun ke lantai bawah, setelah selesai sholat lalu membuat sarapan.
"Rin sayang nih sarapan dulu,setelah itu minum obat biar nggak terlalu pusing"
"Aduh Mas aku nggak tahan mual banget simpan aja di situ ntar agak mendingan aku makan"
"Ya sudah aku simpan di sini ya"
"Heemght..."
Hadi menggantikan peran istrinya,membuka gorden, membereskan meja makan,
cuci piring nyapu dan ngepel,
dan naik lagi ke atas.
"Sayang kok belum di makan rotinya ini udah aku olesin selai kesukaanmu"
"Mas aku mual banget perutku serasa di aduk aduk"
"Iya masuk angin kayaknya,habis tidurnya suka nggak pakai baju siiih"
"Aduh Mas jangan ngelawak pagi pagi,bukannya Mas sendiri yang selalu membukanya ?"
"Heeee...terus aku ngapain,kerokin mau ?"
"Nggak,aku nggak biasa di kerokin,rasanya sakit"
"Iya sakit tapi nantinya enakan"
Arini bangun bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi bawah setengah berlari rasanya mau muntah banget.
"ohek ohek uooooooo...uooooooo..."
"Sayang hati hati...kamu kan masih pusing"
Hadi berlari mengejar,
Arini menyender di dinding kamar mandi,perasaannya lemas banget..Hadi membimbingnya dan mendudukan nya di kursi makan.
"Aku bawa lagi makanannya ya makan di sini aja...nggak usah kerja istirahat aja"
Arini makan roti oles beberapa gigit,minum air teh hangat terasa badannya seger kembali.
"Ke dokter ya sayang"
Hadi mengusap usap kepala istrinya.
"Nggak usah,kalau sudah mandi kayaknya segeran lagi"
"Yu mandi bareng... heeeeee..."
"Maunya"
Arini memaksa pergi ke kantornya,walau Hadi berulang kali melarangnya,Dengan berbagai alasan akhirnya mengizinkan juga,
Dengan perasaan lemes dan lunglai tapi di depan suaminya tak memperlihatkan apa yang di rasanya,nafsu makannya hilang mulutnya serasa pahit dan air liur yang berlebihan.
__ADS_1
Jam makan siang di lewatkan nya dengan duduk duduk di ruang karyawan dan mengobrol dengan karyawannya,
Lusy yang baru selesai makan siang heran melihat atasannya nggak makan hanya duduk duduk aja.
"Bu Arini nggak makan ?"
"Nggak Lus,perasaan kenyang banget sarapan paginya"
"Barangkali mau apa aku beliin"
"Biarin nanti aja,nggak usah nanti kalau mau aku nyari sendiri"
Ponsel Arini berbunyi dan Arinipun melihatnya
Mas Hadi memanggil.
"Lusy aku masuk dulu ya"
"Ya Bu"
"Ya Mas...hallo"
"Sayang udah makan ?"
"Emh belum mau ntar aja"
"Gimana...nggak bener ini,kamu kan sakit perutmu harus di isi"
"Iyah Mas ntar aku makan"
"Bilang mau apa,aku beliin sekarang aku ke situ"
"Rujak buah aja Mas..."
Spontan aja Arini menjawab, karena yang ada di fikirannya asem pedes manis kayaknya seger banget.
"Hah rujak ? nggak salah nih,kamu kan tadi makan apa pagi ? roti dua gigit,nggak nggak ah...yanga lain aja tambah sakit nanti.
Hadi datang dengan setumpuk tentengan makanan di kardus kecil kecil Arini menyambutnya dengan senyuman.
"Makan dulu baru makan yang lain,kalau pingsan di sini gimana ? aku nggak mau orang lain membopongmu...heeee..."
"Mas bisa aja,aku segeran kok,cuma nafsu makan aja yang agak kurang,
Mas udah makan ?"
"Sudah laaah disiplin kalau makan tuh tepat waktu,walau sedikit juga yang penting di isi aja.
"Ya Maaaaaas..."
***
Kesekian kalinya bangun tidur pagi ini Arini begitu meriang,panas dingin mual mual luar biasa,air liur meleleh dari sela sela bibirnya.
"Uoooo .... uoooo ....uoooo..
ohek...ohek... oheeeeek..."
Arini duduk di pinggir tempat tidur,mau muntah tapi tak keluar keluar,Hadi bangun seketika dan mengusap ngusap punggung istrinya.
"Mas apa ini kali yang di namakan ngidam apa aku masuk angin biasa ya ?"
"Hah ? kamu ngidam dan hamil sayang ? ya ampun Arini sayang ayo cepet cepet ganti baju kita periksakan ke dokter,
trus terakhir kamu dapat menstruasi kapan ?"
"Perasaan bulan kemarin tanggal ini udah kelewat jauh,memang ini udah telat"
"Ya ampun sayang ayo kita periksa aku tak sabar"
"Ssssst Mas,ini belum tentu ngidam,lagian mana ada dokter yang praktek jam segini ?
__ADS_1
Aku lemes banget Mas"
"Tiduran aja dulu sambil nunggu siang,biarin aku yang kerjain semuanya,kalau mau kemana atau ngapain bilang aja aku gendong kamu ya,
Kita pindah kamar tidur mulai besok ke bawah biar kamu nggak naik turun tangga, jalan juga jangan terlalu cepet cepet,aku khawatir takutnya bener kamu hamil sayang,
nggak usah masuk kerja biar aku gantiin semuanya kamu harus banyak istirahat,takutnya kecapaian.
"Udah udah Mas,belum tentu ini tanda kehamilan,banyak banget aturannya,ibu hamil juga perlu gerak olahraga dan aktivitas pada umumnya"
Hadi memeluk istrinya hati hati,mengusap perut istrinya yang masih rata.
"Geli tahu Mas...jangan cium cium perutku,adaaaw mau muntah nih...
"Muntah aja di situ ke ubin aku bersihin nanti,pokoknya jangan turun dulu.
"Aduuuuuuh Ya Allah mual banget...nggak muntah Mas cuma air liur aja,uooooooo... uooooooo..ohek...."
"Tunggu,aku bikin teh manis ya biar hilang mual nya"
Siangnya di sebuah klinik Hadi duduk berhadapan dengan dokter langganannya dokter Febriyanti,Arini membetulkan pakaiannya setelah di periksa dokter sambil duduk di tempat periksa pasien,Dengan harap harap cemas tak sabar Hadi menunggu keterangan dari dokter..
"Suster udah ada hasilnya ?"
"Ini Bu..."
Suster menyerahkan testpack di dalam bungkus kotak kecil dan dokter membukanya,Hadi mengusap ngusap punggung Arini yang telah duduk di sampingnya.
"Pak Hadinata,sebenarnya istri anda ini tidak sakit,tapi ini adalah masa masa perubahan hormon di dalam tubuhnya,istri anda hamil,Jadi selamat anda berdua akan menjadi ibu dan bapak.
"Ya ampuuuuuun dokter serius ?"
"Ini hasil testpack air seni istri anda positif garis tiga"
Hadi memeluk istrinya yang masih bengong,di peluknya Istrinya sambil berlinang air mata, begitu juga Arini masih dengan mimik nggak percaya.
"Mas,aku hamil ?"
"Iya sayang..."
Arini menatap Hadi dengan senyuman,dan Hadi merangkulnya lagi dan lagi.
"Terimakasih Ya Allah kau telah menitipkan sesuatu yang sangat berharga pada kami,terimakasih sayang semoga kamu kuat menjalaninya,sehat ibunya sehat bayinya"
"Dokter apa yang harus kami lakukan ?"
"Ibu hamil boleh beraktivitas tapi dalam batas wajar,jaga kehamilan ini terutama di semester semester awal,jangan stres,jangan cape,istirahat cukup,makan makanan bergizi dan jangan lupa berdo'a kepada yang memberi kehidupan"
"Soal muntah dan mual gimana dok ?"
"Itu sesuatu yang wajar selama tak berlebihan, semua akan berangsur membaik sesuai usia kandungan,usahakan masuk makanan,semua ibu hamil dalam kondisi tertentu akan mengalaminya,saya kasih resep penghilang mual dan vitamin..
Untuk pemeriksaan selanjutnya dan melihat perkembangan janin Bapak ibu bisa konsultasi dengan dokter kandungan"
"Baik dokter,saya mengerti"
Sepanjang jalan tak henti hentinya Hadi tersenyum dan Arinipun mengelus perutnya,
Seakan tak percaya.
"Sayang apa yang kamu inginkan ?"
"Aku mau rujak buah yang pedes banget"
"Waduh apa bayinya nggak kepedesan nanti ?"
"Nggak Mas kan ini yang mau bayinya"
"Boleh apapun juga asal jaga kesehatan"
"Aku akan jadi Bapak sayang dan kamu jadi Ibu,kamu berhenti aja kerja ya sayang biar fokus pada kehamilanmu"
__ADS_1
"Nggak nggak ,ibu hamil itu harus punya aktifitas, hamilku kan belum kelihatan,Mas tenang aja aku bisa jaga diri...