
"Ayo makan yang banyak boss lupakan sejenak masa lalu kita hidup di masa sekarang dan kita tatap masa depan dengan semangat,sebentar lagi proyek kita cair"
"Lu sekarang punya pacar nggak ?"
"Lagi nggak boss"
"Berarti lu bisanya ngomong doang,pada kenyataannya sama saja lu banyak di PHP cewek cewek lu"
"Haaaaaaaa...boss bisa aja, lagi pedekate lagi boss,aku mau serius kali ini boss jadi aku cari sasarannya jelas"
"Maksud lu seperti apa jelasnya ?"
"Kan kalau cari jodoh harus mengikuti alur, cari jodoh yang solehah ya di pesantren,cari seorang suster cantik ya di halte rumah sakit,kalau cari mahasiswa ya di halte kampus lah kita nyamar pura pura jadi mahasiswa juga,gampang kan ?"
"Kenapa nggak kepikiran sama gue Hans ? haaaaaaaa..."
"Nah itu dia,jodoh nggak bisa nunggu tapi harus di jemput dan di perjuangkan haaa..."
"Ayo kita taruhan mulai hari ini kita berjuang sama sama biar boss semangat saja terus terang gue nggak punya kekasih saat ini lagi nol,tapi aku bosan dengar ortu ngomong melulu jadi aku mulai mau serius"
"Jadi lu cari cewek memenuhi keinginan ortu aja bukan karena usia lu juga sudah tuir ?"
__ADS_1
"Salah satunya ya itu juga bosan aja mungkin sudah ada panggilan hati buatku boss"
"Oke kita sepakat tanpa imbalan taruhan apapun"
"Wah nggak seru kalau tanpa imbalan,gimana kalau gini salah satu diantara kita yang menikah duluan harus kasih angpao 1M cash gimana ?"
Merasa sama sama mampu Arman dan Hans Wijaya menyepakati kesepakatan tanpa perjanjian itu dan keduanya merasa ketar ketir sendiri,lalu treng dua gelas di adukan dan Arman juga Hans tertawa bareng.
"Oke lanjut,semua bukan setingan waktu tak terbatas dan harus saling atas dasar saling cinta,dan hanya kita yang tahu, terus,salah satu curang semua di bocorkan dan siap siap malu"
Arman merasa telah termakan ucapannya sendiri dan hatinya deg degan juga,tapi kalaupun kalah hitung hitung kado aja buat sahabatnya dan buang sial jomblonya.
"Siap nggak siap gue mesti siap" Arman baru pertama melakukan hal konyol seperti ini.
"Siap siap turunkan poster Arini mu boss ! haaa..."
Arman meninju ruang kosong di hadapan Hans dan mereka tertawa lagi sampai makan siang mereka usai dan berpisah masing-masing dengan aktivitasnya sendiri sendiri.
Walau tak optimis hati Arman di sisi lain sudut hatinya harus memenangkan semua itu apapun caranya ini menyangkut gengsi dan harga dirinya walau pada katan pahitnya dirinya salah tapi usahanya harus maksimal.
Arman termenung di meja kerjanya dan memanggil security juga tukang bersih bersih untuk menurunkan photo Arini yang begitu anggun dan cantiknya dan di simpan di belakang meja kerjanya,ini membuktikan langkah awal yang sangat serius bagi Arman dalam mencari pasangan sejatinya.
__ADS_1
"Aku tinggalkan masa laluku, selamatan tinggal Arini,semoga aku mendapatkan kebahagiaan sepertimu,maafkan semua kesalahanku,aku akan mulai hari ini juga"
Ada sesak di dalam dadanya tapi semangatnya timbul kembali, dan Arman begitu beruntung bisa bertaruh dengan seorang Hans Wijaya sahabatnya kalau memang tidak ada perjanjian taruhan di antara mereka mustahil Arman akan beranjak dari kesendiriannya nggak mungkin dirinya punya semangat seperti hari ini dan masih terngiang di telinganya walaupun sepertinya kata-kata konyol yang dilontarkan temannya Hans Wijaya kalau mencari jodoh itu harus sesuai alurnya,mencari yang sholehah ya di pesantren, mencari suster cantik ya halte rumah sakit dan kalau mencari mahasiswa ya di halte kampus.
Arman keluar kantornya sembari senyum senyum sendiri sampai sekretarisnya Rima heran dan mengerutkan keningnya merasa ada yang lucu dengan atasannya, akan aku coba kemana langkah roda mobil ini berjalan.
Mobil keluaran terbaru produk Jepang itu melaju perlahan saja, melaju tak tentu arah tujuan bersama otak Arman yang timbul tenggelam kadang sadar dengan misinya kadang blank sekedar cari angin saja dan karena buntu nggak ada yang di tuju akhirnya Arman berhenti di pusat taman kota yang kelihatan masih sepi hanya ada beberapa anak yang lagi main dan pasangan muda mudi yang lagi asyik ngobrol juga yang mengasuh anaknya dan yang joging lari lari kecil cari keringat keliling lapangan, karena masih agak panas dan belum terlalu sore,mobilnya hanya kelilingi keliling bundaran saja tanpa turun dan kembali ke jalan raya.
Mobil berjalan kembali sambil sesekali Arman melihat ke pinggir jalan raya dan akhirnya sampai ke sebuah rumah sakit yang sangat terkenal tetapi jam jam segini tidak terlalu ramai, mungkin belum saatnya pulang kerja halte nya terlihat sepi dan biasa saja hanya ada beberapa orang saja tidak berjubel.
Dan mobil pun jalan lagi otomatis setengah hari ini Arman berjalan jalan sendiri di dalam mobilnya dan saat ini mobil telah sampai di seberang sebuah universitas ternama di kota Bandung dan Arman melambatkan mobilnya terkadang Arman merasa lucu juga memikirkan ucapan temannya apakah itu memang ada benarnya atau hanya sekedar omongan belaka secara teori iya tapi masa segitunya ? ya balik lagi pada proses bukankah jodoh sudah ditentukan tetapi kata Hans Wijaya jodoh juga harus dijemput jodoh tidak datang dengan sendirinya, jodoh telah di tetapkan dan menunggu kita,tapi jodoh kita tetap kita harus mencarinya ikhtiar dan berusaha untuk menjemputnya.
Halte Perguruan tinggi ini lumayan agak ramai tetapi Arman bingung dari mana dirinya harus memulai Arman hanya berhenti di seberang halte mengamati orang-orang yang lalu-lalang yang duduk menunggu jemputan atau angkutan atau hanya sekedar duduk-duduk saja mengobrol karena halte itu terdiri dari dua tempat yang sangat panjang dan nyaman.
Arman berpikir sepertinya enak juga duduk-duduk di situ sambil minum dan mungkin dalam bayangannya nanti ada seorang mahasiswi yang duduk di sampingnya lalu menyapanya atau pura pura apa mengobrol kenalan tukaran nomor,basa basi tanya alamat, diantar pulang dan lain sebagainya.
Arman turun dari mobil yang di parkir agak jauh dan berjalan ke ujung halte, dengan mengamati lalu lalang kendaraan Arman berdiri sendiri di salah satu tiang halte itu sambil sesekali mengamati semua yang ada di situ terkadang dirinya terlalu banyak melihat kearah orang di mungkin dapat dicurigai yang bukan-bukan aneh memang dan akhirnya Arman duduk sambil melihat-lihat ponselnya dan tak ada satupun mahasiswi yang duduk disampingnya seperti harapan hatinya malah semakin sore semakin surut mahasiswa yang berada di halte itu memang Arman tidak tahu jadwal dan baru ke sini kali ini saja tetapi ini hanya mencoba dengan melihat situasi langsung di lapangan.
Jangan bosan Arman ! ini baru permulaan karena mulai sekarang kamu akan menjemput jodohmu sendiri tetap semangat walau hari ini semakin sore, tapi Arman telah memulai dan memang benar adanya tempat-tempat seperti ini banyak orang tapi di manakah jodohnya ?
Arman kembali ke mobilnya dan berniat pulang ke kantornya beres beres dan pulang ke rumahnya yang sepi hanya di isi dirinya dan asisten rumah tangganya dan adiknya yang masih kuliah.
__ADS_1