
"Hai bro gue perhatiin lu cemas banget setiap hari ? gue lihat aneh aja sepertinya dan jangan-jangan lu punya cewek yang serius dan sengaja diam-diam lalu di umpetin seolah gue tidak tahu ya ?" Hans memandang Arman penuh selidik.
"Iya bro gue lagi menjalani serius sebuah hubungan, tapi semua berawal dari tidak sengaja"
"Ho ho ho bagus itu dan target lu memenangkan 1M kan ? kemajuan pesat lu bro kita kasih julukan aja sekalian cewek kita nanti Miss 1M gimana lucu kali ?"
"Oh tidak ! aku tidak target-target berjalan apa adanya walau tanggal jadian kami setelah ada kata taruhan diantara kita dan lu jangan macem macem sama cewek gue misal mengatakan kata taruhan dan julukan yang lu katakan barusan itu jika suatu saat gue kenalin ke lu kalau nggak mau gue getok pala lu"
"Alasan apa aja boleh bro yang penting hati kita enjoy ! itu tujuan kita dan semangat mencari penghangat ranjang untuk melepaskan semua gelisah kita selama ini, tenang bro gue dukung lu memenangkan 1M walau gue juga nggak mau kalah dan terus gencar melakukan pencarian" Hans tertawa dan Arman senyum kecut.
"Dulu gue pernah beberapa kali meminta dan menawarkan kata kita batalkan saja taruhan iseng itu tetapi lu nya yang ngeyel tetap ingin diteruskan, ya aku apa boleh buat semua di jalani saja dan aku tak peduli lagi siapa yang menang di antara kita karena sekarang gue merasa telah memenangkan taruhan itu"
"Haaaaaaaa...optimis itu bagus bro kan itu juga untuk semangat awalnya perjanjian taruhan itu"
"Aku jujur jatuh cinta Hans, apa ini jalanku atau takdirku atau juga keberuntunganku ? dan aku juga tidak tahu apa ini kesalahanku ?"
"Ribet amat sih ngomongnya, jatuh cinta ya jatuh cinta saja nggak usah pakai embel-embel lain gitu bro !"
"Gue ikuti saran lu waktu itu kalau mau cari jodoh harus ikuti alurnya gue ikuti benar-benar dan gue tidak menginginkan seorang suster yang jadi istri gue jadi bukan di halte rumahsakit tempat nongkrong gue,tapi gue ingin seorang mahasiswa jurusan yang bisa mengelola perusahaan gue rumahtangga gue dan manajemen cinta gue"
"Haaa...jadi lu nongkrong di mana ? jangan bilang kalau lu nongkrong di pinggir kolam"
"Gue ketemu cewek gue di halte sebuah universitas dan tahu siapa itu ? adiknya Arini "
"Hah ? Arini yang lu taksir dari jaman SMA lu itu ?" Arman mengangguk dan Hans makin penasaran saja.
"Terus ?"
"Ya kita kenalan lah bego karena kita lupa lupa ingat gitu"
"Secantik kakaknya pasti ya ?"
"Lebih !"
"Masa ?"
"Gue cinta banget Hans dan dia juga sama sepertinya jatuh cinta banget sama gue dan satu ketakutan gue penolakan dari keluarganya"
"Kenapa begitu ? kalau menurut gue lu beruntung bro nggak dapat Kakaknya dapet yang lebih muda adiknya"
"Tapi gue di hantui kesalahan gue sama Kakaknya yang gue juga belum berani untuk bertemu muka sama Arini sampai sekarang"
__ADS_1
"Seperti apa sih kesalahan lu sama Arini itu ?"
"Pokoknya banyak deh,karena berawal cemburu gue dan tak terima di tolak juga saat dia malah memilih menikah dengan atasannya sebagai istri kedua lagi"
"Emang ribet sepertinya masalah lu bro,denger ceritanya aja gue udah pusing"
"Begitulah,tapi gue yakin dengan cinta kami semua bisa di lewati dan kami benar benar saat ini lagi menikmati banget hangatnya dan manis madunya cinta yang jadi anugrah terindah di masa masa putus asa gue"
"Lu mudah dapet cewek tapi masalah lu begitu bertumpuk, sedang gue susah banget dapat yang cantik dan serius kayak lu"
"Lu mau lihat nggak biar lu nggak terlalu kaget saat nanti ketemu haaa..."
"Mau dong sini mana ?"
"Niiiih..."
"Busyet bening banget bro apa itu bukan tipuan camera ? gue jadi penasaran ketemu sama Kakaknya"
"Kok malah penasaran sama Kakaknya ? bukan penasaran melihat cewek gue ?"
"Adik Kakak sama-sama cantik pastinya heee..."Hans tersenyum.
"Ada lagi nggak adiknya ?"
"Jadi cewek lu namanya Andini ya ?"
"Iya"
"Nama yang cantik secantik orangnya sepertinya empuk dan lembut banget bro haaa..."
"Semprul lu !"
"Jujur sudah lu apain tuh cewek ?"
"Maksud lu apaan heh ? sembarangan aja"
"Yang pasti lu sudah menjelajahinya dan sama-sama traveling kan ?"
"Busyet segitunya lu sama gue ?"
"Bercanda boss heee..."
__ADS_1
"Terus nasib cinta lu gimana ?"
"Begini lah jalan di tempat malah gue kalah sama lu yang kalem kalem aja haaa..."
"Terus gue tanya sekali lagi pada lu apa kita mau lanjut dengan perjanjian kita ini ? apa lu nggak takut kalah sama gue ?"
"Apa lu bilang gue takut kalah ? haaa...nggak bro walaupun lu sekarang duluan punya pacar tapi masalah lu begitu bertumpuk siapa tahu nanti gue salip lu gue yang married duluan"
"Bener juga kata-kata lu itu bro heee..." Arman berfikir dan membayangkan akan seperti apa penolakan dari Arini kakaknya Andini dan itu sudah dapat di pastikan,sebegitu benci dan sakit hatinya Arini saat itu,saat Arini datang dalam keadaan butuh uluran tangan dan meminta bantuan tetapi Arman dengan teganya malah melecehkannya entah kesetanan atau kesurupan atau ego yang begitu tinggi atau mungkin juga rasa sakit hati Arman sampai bisa memperlakukan Arini seperti itu.
Masih jelas kata kata terakhir Arman pada Arini waktu itu.
"Untuk hidup bersamaku kedepan jelas itu tak mungkin Arini,tapi untuk menghilangkan kesepian mu tak tidur bersama suamimu bertahun tahun karena suamimu tak berdaya lagi, Aku minta satu malam saja menjadi milik kita berdua,bagaimana ? silahkan pilih sesukamu mau di hotel atau villa mana ? aku rasa ini cukup adil buatku"
Arman menyesali semuanya dan seandainya tahu sekarang dirinya akan bertemu dengan adiknya Andini dan akan menjalin kasih dengannya tak mungkin Arman mengeluarkan kata-kata itu terhadap Arini yang notabene adalah Kakak Andini tapi semua telah terjadi ibarat kata nasi telah menjadi bubur hanya sesal yang memenuhi ruang dada Arman dan hanya kata maaf yang ingin diperolehnya dari Arini.
Kamu benar Arini semua jadi bumerang bagiku kini,aku termakan ucapan ku sendiri dan apa takdirku kedepannya aku pasrah setelah aku perjuangkan cintaku dengan Andini.
"Begitu tak beretika ucapanmu Arman,semua ucapanmu akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri,sepanjang hidupmu tak akan perenah mendapat kedamaian dengan hati yang seperti itu,ingat satu hal Arman, Aku Arini Atmaja,sekarang selain aku tak mencintaimu Aku juga orang yang paling membencimu hai...perusuh !!!
belilah dengan uangmu cinta yang berjejer di pinggir jalan karena itulah yang pantas buat orang sombong seperti kamu"
Arini aku menyesalinya dan kini aku malah mencintai adikmu,dan kami saling cinta sedang aku telah menyakiti hatimu yang terdalam,kalau harus menebusnya dengan apa akan aku usahakan.
"Lu ngelamun apa bro habiskan tuh makanannya Andini lu nggak kemana mana tenang aja besok juga kita pulang,lu sudah kangen ya ?"
"Banget bro haaa..."
"Siap siap aja nanti di sosor gitu"
"Hush...lu ngomongnya gitu mulu"
"Emang belum lu cicip tuh pacar ? sudah berapa lama sih lu resminya ?"
"Cicip dikit udah tapi gue merasa sayang kalau harus ngapa ngapain dia,sudah dua bulanan dari mulai gue resmi pacaran"
"Lama juga tapi baru icip doang mana tahaaaaaaan bro"
"Emang gaya lu pacaran seperti apa ? kenapa nggak pernah awet mungkin terlalu gampang nyosor lu nya kali ?"
"Tahu aja lu boss !"
__ADS_1
"Iya lah nih kayak gue pacaran kalem kalem aja tapi bisa bikin pasangan gue luluh lantak semua perasaannya terkuras hanya buat gue dan bisa nempel terus seperti perangko lu tau sendiri kerinduannya seperti apa sama seperti juga kerinduan gue kepadanya"