Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Masih dengan perasaan sama


__ADS_3

"Ayo boss beranjak jangan jalan di tempat saja, dunia ini indah dan gemerlap apalagi dengan uang,api sih yang tidak bisa ?"


Arman tersenyum kecut mendengar kata kata Hans Wijaya temannya juga rekanan dalam usahanya,di akui Arman Hans orangnya supel banget alias pandai bergaul dan menurut pandangan Arman begitu idealnya Hans dalam memanage perusahaan dan persoalan pribadinya seakan tak ada beban di hidupnya semua berjalan stabil,pacar ya pacaran putus ya putus cari lagi gantinya, memang begitu sederhana kedengarannya tapi untuk di jalani Arman begitu sulitnya.


Apalagi usia semakin beranjak dan Arman hanya berdiri atau kata Hans jalan di tempat nggak ada kemajuan dalam hal pribadinya dan urusan cinta, di akui Arman semakin ada usianya semakin selektif dalam memilih pasangan dan untuk menjalani keseriusan.


"Apa sih istimewanya seorang Arini di mata lu bro ? cewek semua cantik nggak ganteng terlalu pasaran banyak banget yang seperti itu di luar sana boss"


"Tapi di mata gue dia terlalu menarik" Arman menyunggingkan senyumnya.


"Astaga bro...apa yang lu harapkan dari dia miris banget lu mencintai emak emak dan setia menunggui jodoh orang,mau sampai kapan ? sampai buluan ikan belut juga nggak bakalan dapat tuh si Arini,lu sibuk dengan perasaan lu sendiri sedang dia nggak mikirin lu boss,jangan jangan malah dia benci sama lu yang mengejar ngejar dia terus !"


"Boleh jadi Arini benci gue tapi malah semakin gue ingin dekat dengan dia"


"Pokoknya gue nggak habis pikir sama lu boss,ayo kali kali ikut gue pilih cewek yang model lu suka banyak ngantri di luar sana apalagi leher lu kalungan tuh gepokan duit,semua cewek nggak ada yang mental gue jamin"


"Lu bisa bicara seperti itu tanpa beban bro,bebas,tapi gue setelah tertatih tatih menaiki tangga setapak demi setapak jalan usahaku sampai sekarang seperti ini boleh orang melihatnya sukses lah,di satu sisi gue sukses tapi di sisi lain ternganga kekurangan gue,gue takut bro menjalani hubungan dengan orang yang kurang tepat, gue takut,semua tak seperti yang gue harapkan"


"Apa si Arini itu yang lu anggap paling tepat jadi pasangan lu boss ? itu hanya halusinasi dan harapan yang ada di otak lu saja,begitulah kalau lu tak mau beranjak dari masa lalu lu... gue nih bro masa masa SMA satu kelas hampir setengahnya jadi mantan gue haaaa..."


"Sue lu ! sampai saat ini memang begitu kenyataannya"


"Apa sih masalah lu bro ? hanya karena seorang Arini hidup lu jadi begini amat nggak jelas banget pokok masalahnya,lu pasang poster,photo si Arini apa apaan nambah sakit hati aja,sekalian sewa baliho pinggir jalan tuh biar hati lu puas,gue yakin nggak bakal merubah segalanya,Arini tetap istri orang dan lu tetap sendiri"


"Memang benar mungkin sampai ubanan juga menunggu Arini tak akan bisa gue miliki,tapi setidaknya gue ingin meyakinkan dia dan gue bisa minta maaf atau sekedar berteman kembali seperti dahulu"


"Haaaaaaaa...melankolis banget lu boss,apa pengaruhnya maaf sama tak di maafkan hemght... ? sama saja mentari terbit seperti biasa bulan muncul kalau sudah tiba waktunya dan rotasi bumi tetap berputar pada porosnya"


"Lu boleh tertawa Hans tapi hanya gue yang merasakan, tak perduli apapun pandangan orang tentang Arini tapi bagi gue dia yang terbaik yang mengisi hati gue"

__ADS_1


"Hai kelihatannya serius banget masalah lu bro ?"


"Yang paling kepikiran sama gue gue pernah melakukan kesalahan besar pada dia"


"Maksud lu kesalahan apa ? apa lu pernah menghamilinya ? surprise banget kedengarannya"


"Bego amat sih lu Hans... emang elu begitu gampang main terobos pertahanan orang ? Arini tak seperti itu,dan gue juga mana ada keberanian walau dia istilahnya sudah pasrah depan gue"


"Lantas salah lu di mana boss ?"


"Saat dia terpuruk soal keuangan untuk mempertahankan perusahaannya, suaminya lumpuh lebih dari dua tahun dan saat itulah yang gue tunggu tunggu dan Arini datang pada gue sebagai sahabat tapi saat itu ego gue lagi tinggi tingginya, gue manfaatin kesempatan itu dengan jawaban berapa uang yang di butuhkan dan apa kompensasi buat gue ? gue tawarkan satu malam saja dan pilih vila mana atau Hotel mana tempatnya,tapi apa jawabannya ? semua kata katanya menyadarkan gue dari keegoisan yang selama ini merasuki jiwa gue"


"Wow wow wow...dramatis banget kisah lu boss,boleh suatu saat gue pengen lihat seperti apa yang namanya Arini itu ?"


"Lu mau apa kalau sudah lihat ? mau merubah keadaan atau membalikan kenyataan ?"


"Tapi atas dasar keprihatinan gue barangkali ada inspirasi kalau sudah melihatnya heee..." Hans Wijaya terkekeh agak di tahan takut menyinggung perasaan sahabat baiknya.


"Kalau boleh gue minta jangan pakai kata "si" untuk Arini, aku seolah menjadi pendosa di hadapannya dan dia seperti orang yang begitu suci di mataku"


Hans Wijaya tertegun dan betapa besar rasa cinta yang dimiliki sahabatnya ini,dan Hans mulai memperbaiki dan akan hati hati saat bicara lagi.


"Ya ampuuuuun... sorry banget boss,gue nggak bermaksud menyudutkan siapapun termasuk cewek yang lu puja,hanya kepenasaran saja yang ada di benak gue tentang sosok seorang Arini"


Arman tersenyum sambil agak mendengus, "Tak apa apa hanya terlalu nggak enak saja kedengarannya,dia sebagai manager umum di Radio Riang Fm,mungkin sekarang sudah jadi pimpinan utamanya,itu perusahaan milik suaminya,dan sejak suaminya lumpuh Arini yang ambil alih perusahaan itu juga perusahaan lainnya"


"Perusahaan lainnya ? memang punya banyak perusahaan ?"


"Dia juga punya kantor kontraktor seperti kita,dan untuk menyelamatkan perusahaan kontraktor itu waktu Arini datang ke gue"

__ADS_1


"Kok kita tak mendengar kiprah kontraktornya boss ?"


"Ya itu mungkin gulung tikar atau apa lah, aku sempat menawarnya di depan Arini dengan kesombongan gue, tapi Arini tak bergeming sedikitpun, sahabat macam apa aku ini ? dulu yang mengerjakan semua PR dan kesulitan gue adalah dia, selalu pulang pergi gue yang antar, selalu bikin nasi goreng malam malam habis belajar di rumah dia, pokoknya dia selalu ada saat gue butuh..."


"Stop stop boss...gue mengerti sekarang,aku akan membantu sebisa gue minimal Arini bisa melirik lagi lu bro walau sebagai sahabat,gimana ?"


"Gue nggak yakin pada kemampuan lu,juga jangan atas nama gue,camkan itu baik baik"


"Heeee... jangan begitu boss, gue juga ada sisi baiknya lho"


"Oke lu buktikan saja"


"Apa nama Kantor kontraktor nya ?"


"Gue juga nggak tahu, tapi gue punya sekretaris Arini kenal banget sama gue nanti gue cari informasinya,tapi ingat jangan ada hal hal lain selain cara lu baik baik ya"


"Tenang saja boss"


Lusy telah lama kita tak bertemu, itulah kata hati Arman dalam diamnya.


Dan lamunan Arini semakin jauh melayang layang di atas kepalanya,dan semakin jauh tak terjangkau kadang datang lagi membawa senyuman yang tak bisa Arman lupakan.


@ Maaf readers tercinta bukan saya meng anak tiri kan novel ini tapi saya fokus dulu menyelesaikan novel lainnya...


- Pesona Aryanti (Tamat)


- Biarkan Aku Memilih, 42 bab


- Meniti Pelangi 39 bab

__ADS_1


Semoga memenuhi harapan semua pembaca dan bisa Up setiap hari, salam !


❤️ Enis Sudrajat.


__ADS_2