Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Pamer pacar


__ADS_3

"Hai sayang" Arman tersenyum sambil membantu membukakan helm Andini dan Andini tersenyum manis sambil membetulkan kerudungnya yang agak berantakan di spion motornya,juga memeriksa wajahnya sekilas dan Arman memandangnya sambil tersenyum.


Arman menggandeng tangan Andini dan Andini tak menolaknya.


"Mas maaf pegang dulu tas ku aku buka jaket dulu gerah nih" sambil berjalan Andini membuka jaketnya.


"Oh sini"


Mereka melewati ruangan Rima lagi dan mau tidak mau Rima melirik siapa yang lewat dan lagi lagi si boss tapi sekarang sama seorang cewek.


Wow ini rupanya yang membuat si boss kayak ayam mau bertelur, heeee... lucu juga melihat blingsatan orang yang lagi di mabuk cinta pantesan seperti setrikaan dari tadi.


Mereka masuk ke ruangan dan membiarkan pintu nggak di tutup sepertinya mereka masih menjaga etika dan tata krama juga sopan santun.


"Capek ya ?"


"Biasa aja,masih jauh ke tempat Teh Rini"


"Mau minum apa ?"


"Nggak usah Mas itu air putih di galon aku tinggal ngambil"


"Kamu kan tamu istimewaku jadi aku akan melayani kamu di sini"


"Aku jadi nggak enak biasa aja Mas"


"Oke aku biasa aja,tapi ngambil dong minumnya sendiri ayo"


Mau tidak mau Andini berdiri dan mengambil minum sendiri dan meminumnya setelah duduk kembali di sofa itu,dan meletakkan gelas di meja depannya.


"Mas kok melihat aku kayak gitu sih kenapa ?"


"Itu bibir kamu sudah baikan ?"


"Masih perih,tapi lebamnya berkurang"


"Maafkan aku ya"


"Nggak apa apa,nanti juga sembuh lagi"


"Gimana hasil tadi di kampusmu kapan jadi sidang ?"


"Heeee... aku jadi nggak fokus skripsi ku masih harus revisi sedikit lagi,tapi nggak masalah"


"Aku mengganggu kamu ya sehingga kamu jadi banyak terganggu ?"


"Nggak juga tapi malah memberi aku semangat lho Mas"

__ADS_1


"Serius ? ya syukurlah aku khawatir jadi pengganggu kelancaran akhir masa kuliahmu"


Arman menggenggam tangan Andini dan Andini merasa malu di tatap dari dekat seperti itu.


"Mas apaan sih lihat aku kayak gitu aneh apa ada yang kurang ? atau di aku ada yang salah ?


"Aku nggak percaya saja Dini kamu kok cantik banget dan sekarang ada di depanku dan jadi pacarku"


"Aaaaah... mas gombal,sama aja cewek mah cantik"


"Iya Dini aku hampir nggak percaya,pertemuan kita itu,ya ampuuuuun...sampai sekarang aku masih nggak percaya"


"Sini kalau nggak percaya aku cubit ya ?"


"Cubit aja" Arman menyodorkan tangannya.


"Nggak ah, aku nggak mau menyakiti,aku usap saja sayang banget kalau harus di cubit"


"Kamu tuh punya hati lembut banget sayang"


"Mas boleh nggak kalau aku minta sesuatu, Mas nggak marah kan ?"


"Katakan,aku senang kalau kamu mau meminta sama aku dan akan aku kabulkan selama aku mampu dan bisa,minta apa ?"


"Aku lapar banget mau makan beli yu apa aja tuh di depan banyak yang jual makanan"


"Mas nggak usah berlebihan semangkuk mie bakso sama es jeruk cukup,tapi makannya sama Mas sekalian ya heeee...tadi aku kan dari kampus langsung ke sini jadi aku nggak sempat makan apa apa"


"Ya ya ya...kasihan banget sekalian sama gerobaknya juga di borong nggak apa apa biar semua orang kantor pada ikut makan juga aku malah senang"


''Tunggu sebentar,biar aku saja yang keluar"


Arman masuk ke ruangan Rima dan langsung bicara.


"Mbak Rima,pesankan bakso komplit sama es jeruk dan jangan lama lama kirim ke ruangan ku dua porsi,kalau kalian masih mau makan bakso pesan saja nanti aku yang bayar,sekarang ayo keluar jangan ada pertanyaan lagi"


"Boss mau makan bakso ? tumben amat,atau buat siapa ?"


"Di bilang jangan ada pertanyaan lagi ayo cepat kalau nggak bawa gerobaknya ke sini dan stand by di depan sini sekalian sama tukang jus buahnya"


Rima tergopoh gopoh ke depan pinggir jalan raya dan memesan sesuai pesanan Arman,begitu sifatnya semua terburu buru dan ingin semua cepat beres dan terlaksana sesuai keinginannya.


Tukang bakso datang ke ruangan boss Arman dan Mbak Rima membawa nampan es jeruknya dan meletakkan di meja sofa.


"Makasih ya Mang kalau nambah ntar aku panggil lagi, juga jus jeruknya, sudah lama jadi tukang jus buah Mbak ?" Arman menggoda Rima yang dengan senyum senyum menatap cewek yang duduk di samping boss nya yang begitu cantik.


Mbak Rima cemberut walau kelihatan masih sopan di hadapan Andini yang dari tadi senyum senyum saja.

__ADS_1


"Ngirit banget boss jajannya di depan sini nggak di jauh sana"


"Iya lah ngirit makanya gaji kamu tuh naiknya tunggu setahun lagi"


"Sue deh..."


"Habis kalau lapar duluan kita makan angin apa ? ya yang ada aja ya Din ?" Dini hanya senyum.


"Kenalkan nih Andini,pacar tercantikku" Arman sok pamer.


"Zarima"


"Andini" mereka bersalaman.


"Ayo atuh Mbak sekalian kita makan bakso bareng bareng, makan di mana mana sama aja apalagi aku hanya anak kost"


"Iya iya silahkan,saya masih kenyang tadi ada yang lagi senang hatinya jadi baik banget kirim kita makanan heee..."


Rima keluar dan Arman seperti bernafsu melihat Andini mulai makan dan kelihatan seperti enak banget,walau dalam hati Arman merasa sedih merasakan dulu saat dirinya masih kere jaman SMA hanya bisa traktir bakso juga sudah begitu bahagianya, tapi sekarang kejadian seperti terulang dalam suasana Arman yang berbeda,seorang pemilik kontraktor yang lagi melejit dengan omset sangat luar biasa diatas rata rata pengusaha sekelasnya,karena Arman belum banyak pengeluaran seperti yang sudah berkeluarga lainnya, lagi lagi semua seperti terulang dengan Andini malah Andini yang minta karena merasa lapar duluan,tapi biarlah nanti juga akan ada saatnya mau makan di mana yang Andini suka ayo aja, tapi untuk kali ini maafkan Mas ini ya Dini,padahal kenapa dari tadi nggak sediain apa kek suguh buah apa kue yang enak dan banyak di toko toko depan sana.


"Enak nggak sayang ?"


"Enak Mas apalagi lagi lapar, bakso ya begini saja hampir sama rasanya"


"Haaaaaaaa...maaf ya kita cuma makan bakso hari ini,aku kelewat senang jadi lupa mikir kalau kamu belum makan"


"Aku senang kalau maunya bakso ya kita carinya bakso,aku nggak ada pantangan apa apa semua makanan aku suka,ini juga terima kasih ya Mas"


"Kamu kenyang nggak kalau mau nambah boleh tinggal panggil saja"


"Wow kenyang Mas udah ah nanti malah suka ngantuk kalau kekenyangan"


Arman juga menyudahi makannya dan mengelap mulutnya dengan tissue yang Andini sodorkan.


"Jujur aku mungkin udah berapa tahun yang lalu yang namanya makan bakso gini,tapi dengan hadirnya kamu di sini seakan membangkitkan kenangan masa masa sekolah dulu apalagi jajannya seorang OSIS kalau bukan bakso dan bawa ceweknya dengan bangga haaa..."


"Serius Mas ? beda ya kalau selera cewek sama cowok,teman kost ku malah ada yang sakit kepala kalau sehari belum ketemu yang namanya bakso"


"Itu seperti aku percis"


"Katanya Mas jarang makan bakso malah sudah bertahun tahun lalu"


"Bukan soal bakso rapi aku sakit kepala kalau sehari belum ketemu kamu"


"Aaaah... Mas curang deh suka malah bicara ke mana mana"


"Memang iya sayang,apa aku memang terlalu cinta sama kamu ya ?"

__ADS_1


__ADS_2