
Andini begitu sibuk mempersiapkan diri untuk memulai usahanya,bertanya ke sana sini dari mulai peralatan ketersediaan barang dan seller besar sebagai pemasok barangnya nanti,rak rak sebagai pajangan untuk memudahkan pengunjung yang datang langsung ke tokonya sampai tempat duduk istirahat semua masuk dalam daftarnya, Andini ingin usahanya nggak tanggung-tanggung ingin memulai dengan serius seserius cintanya dengan Arman.
Pagi banget agendanya adalah menyelesaikan dulu revisi skripsinya,dalam hati Andini merasa skripsinya sudah maksimal tapi di mata dosennya masih saja ada yang kurang dan di rasa dosen pembimbingnya belum belum memenuhi keinginannya.
Motor sudah di hidupkan nya di teras dan Andini masih saja di depan cerminnya mematut dirinya dan menata semua yang sudah melekat di tubuhnya,satu lagi agendanya hari ini ingin membeli pakaian yang menjadi kehausan setiap kaum hawa, apa salahnya memakai duit Mas Arman yang begitu leluasa memberikan kebebasan pada diri nya,dan kalau nggak di pakai pasti Mas Arman akan marah seperti tidak menghargai pemberian atas semua perasaannya.
Andini tersenyum dan begitu teringat sama Arman yang telah menorehkan satu rasa cinta yang mendalam di hatinya,sedang apa ya dia pagi ini ? apa masih tidur atau sudah mulai aktivitasnya atau lagi sarapan sambil mengingat dirinya ? ah semua terasa begitu indah dan bahagia di hati Andini.
"Dewi !"
"Yups"
"Ayo sudah beres belum ?"
"Iya bentar lagi"
Dan akhirnya Dewi keluar sama sudah rapi dan sudah mengenakan helm,Andini mengunci kamarnya dan menyerahkan kunci motornya pada Dewi.
"Kok gue yang bawa Din ? biasanya lu nggak percaya sama orang heee..."
"Gue mulai menanamkan kepercayaan mulai saat ini,lagian gue kurang tidur takut nggak fokus"
"Cieee... yang lagi kejatuhan cinta sampai segitunya,coba gue lihat lagi bibir lu haaa...sepertinya kemaruk banget kalian berdua itu nyosor sampai segitunya hati hati lho menyebrang perbatasan !" Dewi mulai menjalankan motor dan keluar pintu gerbang dengan Andini di belakangnya santai sambil ngobrol.
"Anjir...emang bener Wi hampir gue tuh kemarin kebablasan,benar benar kecolongan gila semua pada gila dan lupa diri nggak ada yang nyadar tapi nggak sampai gue masih sadar tapi gue kecolongan sedikit aja heee..."
"Astaga Dini apa apaan lu itu, pasti sudah merambah si "dua" lu ya kan ?"
"Yang penting bukan si "dia" nya haaaa..."
"Sinting lu di umbar banget lu punya pacar"
"Sama lu juga kali !"
"Gue lebih pengalaman kalau hal begituan kalau lu belum jaminan mutu haaa...sekali dapat yang cocok langsung kecolongan bego lu dasar"
"Haaaaaaaa..." Dini tertawa dengan senangnya.
"Pantesan lu malam kurang tidur nge-halu mulu soal kemarin, berapa kali lu ganti underwear haaa...?"
"Tak terhitung kalau dari kemarin itu haaaa..."
"Dasar sinting !"
"Hai kencan lu hari minggu itu gimana ceritanya ?"
"Asyik juga Din...cuma karena kita rombongan ada pasangan ada pertemanan juga jadi nggak ada waktu nyosor nya kayak lu"
"Maksudnya acaranya seperti apa ?"
"Ya camping sehari dirikan tenda besar terbuka satu buat peralatan dan berteduh juga buat makan bareng kalau mau tiduran juga bisa,ada yang mancing ada yang main gitar ada yang masak nasi liwet gitu seru tahu"
"Enak juga kedengarannya tapi kalau nggak ada kesempatan nyosor berdua gimana ya ? haaa..."
"Ya ampuuuuun... Andini sekarang ini otak lu penuh dengan hal-hal bokep melulu woi sadar !"
"Gue kadang takut sendiri lho Wi"
"Maksud ?"
__ADS_1
"Ternyata gue sensitif banget"
"Nggak tahan gitu ?"
"Ya mungkin seperti itu"
"Tenang gue kasih saran dan resep yang begituan biar lu tenang dan bisa menyelesaikan masalah lu,dan hubungan tetap baik baik saja tanpa merusak selaput dara lu"
"Serius lu ? nanti kita sambung lagi ngobrolnya lu masuk juga ?"
"Gue kan sudah beres skripsinya mau say hallo aja sama teman yang lain,pokoknya gue tunggu lu sampai selesai nanti kan kita ke grosir jadi kan ?"
"Iya iya jadi dan harus jadi,tapi gue lebih fokus ke penawaran resep lu tadi itu haaa..."
"Dasar sinting bokep mulu otak lu itu ya ! sana masuk selesaikan dulu revisi skripsinya baru kita nanti pulang dari seller grosir kita praktek bersama haaa..."
Andini masuk ke dalam dan menuju ruangan rektorat sambil menahan kekehnya sendiri dan celingukan takut ada yang melihatnya,karena orang akan menganggapnya bener gila karena tertawa sendiri.
Si Dewi bener bener berpengalaman juga dalam hal begituan,pantesan dia anteng anteng saja dalam pacaran yang gonta ganti melulu,kalau di tanya ada aja alasannya,nggak prospek lah,nggak ada gaya lah,nggak romantis lah,pelit lah,banyak tuntutan lah dan lain lain, memang susah mencari yang sempurna dan mungkin nggak akan bertemu,tapi setidaknya kita bisa saling memahami dengan saling menyempurnakan.
Memahami diri sendiri juga kadang kita tak menemui kecocokan apalagi memahami orang beda hati dan otak perlu sabar dan rasa yang saling mengerti.
Andini bertegur sapa dengan temannya yang punya kepentingan sama di depan ruangan dosennya dan dapat informasi dosennya belum hadir,Andini duduk bersantai dulu di pojokan sambil mengambil ponselnya dan belum menghidupkannya dari pagi.
Begitu banyak pesan yang masuk dan yang paling mendominasi dari sang kekasihnya Arman yang sudah menelephon nya sejak pagi juga kirim pesan.
"Kok ponselnya di matiin melulu sayang kenapa ?"
"Apa masih tidur ya ?"
"Aku nih lagi semangat banget,berangkat kerja dulu, jangan lupa siang kabari aku ya sayang"
Andini tersenyum membaca semua pesan Mas Arman semua tak jauh dari rasa sayang dan kangennya dan Andini hanya sempat mengetik balasan.
"Iya Mas,aku juga sayang dan kangen Mas Arman,aku lagi di kampus menyelesaikan revisi skripsi -Love you
Selang beberapa menit dosen pembimbing nya hadir dan Andini masuk untuk konsultasi dan diskusi,melelahkan memang tapi semua harus di jalani dan di teliti lagi di mana letak kekurangannya dan akhirnya menjelang siang selesai juga, langsung di nyatakan selesai tinggal mengikuti sidang.
Plong rasa hati Andini dan langsung menelephon Arman sambil berjalan keluar setelah sebelumnya bersalaman dengan dosen perempuan yang menjadi pembimbingnya.
"Hai sayang di mana sudah makan ?"
"Mas aku kasih tahu ya aku selesai revisinya tinggal menunggu jadwal sidang dan selesai,aku baru mau makan sama Dewi terus mau ke pusat grosir tanya tanya dan konsultasi sekitar barang barang itu"
"Wah seneng dong,sudah tenang tinggal fokus ke usaha kamu, nanti sore ketemu ya aku kangen mau di mana ketemunya di rumahku lagi ?"
"Oh nggak aku takut Mas"
"Takut apa emang ada hantunya ?"
"Bukan hantu,tapi hantu nyata depan mata,yang suka nyosor dan gigit itu"
"Haaa...aku sedih nih jadi orang yang menakutkan tapi kangen kan ?"
"Pasti Mas"
"Ya sudah makan dulu ya,biar sore aku telephon lagi"
"Mas !"
__ADS_1
"Hemght apa ?"
"Aku mau beli baju"
"Beli aja sayang apa yang kamu butuh beli,mau apa apa juga,tenang aja aku masih kerja ini, do'ain proyek ini aku gool aku isi lagi saldo nya"
"Iya Mas makasih ya sayang"
"Iya,sudah dulu ya kamu bikin aku nggak konsentrasi aja !"
"Heeee...dah sayang"
Dewi sudah menunggunya di gerbang kampus sambil minum minuman botol di si Mang dan turun dari duduknya yang mungkin sudah lama menunggunya.
"Sudah garing lapar pake sayang sayangan dulu"
"Heee...sama aku juga ayo makan dulu biar aku traktir,Andini merebut minuman yang tinggal setengah dari tangan Dewi dan langsung meminumnya sampai tandas"
"Sudah bayar minumnya belum ?"
"Belum lah takut lu juga mau minum,taunya punya gue lu embat"
Andini menarik dompetnya dan mengambil seratus ribuan dan memberikan pada si Mang.
"Mang nih,aku punya utang nggak ? takut aku lupa"
"Nggak Neng" sahut si Mang sambil memberikan kembaliannya.
"Lu lagi banyak duit Din ya baru dapat kiriman ?"
"Kiriman dari Hongkong tanggal tua gini ?" mereka berjalan ke parkiran.
"Kali aja lu punya nenek moyang di Hongkong"
"Sudah sudah lu mau makan apa ?"
"Apa aja yang penting gue di traktir"
Andini tersenyum sekarang soal keuangan bukan masalah lagi bagi dirinya,semua persoalan yang menyangkut keuangan dan keperluan teratasi bahkan berlebih untuk ukuran dirinya,dan Andini juga bukan orang pelit ingin dirinya berbagi juga dengan sahabat akrabnya ini.
.
.
.
.
Jangan lupa ikuti dan kunjungi juga novel karya Enis Sudrajat lainnya ya :
❤️ Pesona Aryanti (end)
❤️ Meniti Pelangi (on going)
❤️ Biarkan Aku Memilih (on going)
Up setiap hari
Salam !
__ADS_1