Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Gairah cinta


__ADS_3

Arman tak henti hentinya memikirkan kemungkinan yang tak terduga selanjutnya, seandainya dan seandainya, semua tak berani Arman bayangkan,tapi mulai saat ini pasti akan ada pertemuan kembali antara dirinya dan Andini, hanya hati Arman yang tak bisa di pungkiri kalau Arman suka dengan semua yang ada di diri Andini walau jauh di lubuk hatinya adakah semua itu mungkin ?


Arman tertidur dalam lelahnya mengarungi hari dan harapannya, bangun saat matahari mulai mengintip dari celah celah ventilasi kamarnya dan Arman duduk di tepi tempat tidur dan menutup laptopnya yang semalam lupa di tutup karena ketiduran.


Arman mengusap mukanya dan mengucek matanya lalu turun dari tempat tidurnya dan masuk kamar mandi, byur...byur...air dingin menyegarkan seluruh badan dan fikiran Arman dan Arman keluar kamar mandi mematut dirinya di cermin yang bertelanjang dada dengan rambut basah hanya sebagian badan tengahnya di selimuti handuk,aku punya segalanya hanya perlu keberanian saja,dan sedikit perjuangan untuk memiliki seorang pendamping, Arman seperti meyakinkan pada dirinya sendiridi depan cermin.


Terlihat ponselnya bergetar ada notifikasi dan pemberitahuan layanan kartu selularnya dan yang lain lainnya berjajar pesan belum di baca dengan tanda merah dari relasi dan...Andini ?


Andini kirim pesan untukku ?


"Mas bangun hai...?siang katanya banyak mimpi yang belum jadi kenyataan, jadi jangan tidur larut malam, atau biar mimpinya bertambah? heee..."


Arman serasa nggak percaya dan membaca beberapa kali pesan itu,kedengarannya biasa saja tapi buat Arman mengandung makna lebih dan begitu berkesan di hatinya.


Arman tersenyum lebar,dan hatinya semakin berdebar saja, Arman serba salah balas apa ya pesan ini ? atau aku samperin aja ? ah sepertinya aku harus ngapain,aku sungguh tak tahu apa yang terbaik,mending aku telephon saja biar sekalian aku dengar suara renyahnya.


"Halo Mas"


"Hai Dini"


"Pesan aku mengganggu ya ?"


"Nggak banget,cuma tebakan mu benar aku tidur larut malam,lagi banyak pekerjaan" Arman berbohong.


"Wah berarti kemarin aku menyita waktu kerja Mas Arman ya ?"


"Oh nggak Dini,biasanya aku melihat lihat agenda pekerjaanku suka malam aja,tenang dan nggak ada yang ganggu perasaan fokus aja"

__ADS_1


"Maaf ya kalau aku pagi pagi sudah mengganggu"


"Hai hai... kerjaan mu minta maaf sama terimakasih aja kedengarannya, aku senang kok dengan semuanya kapan kamu ada waktu lagi,kalau boleh aku ajak siang ini makan bareng mau ?"


"Emght..." Dini seperti berfikir.


"Kamu sibuk ya ?"


"Aku malah nggak ke kampus hari ini,lagi santai beres semua tugas jadi motornya belum niat aku ambil heee..."


"Ya sudah nanti siang aku jemput kamu,kita makan siang dulu baru kamu ambil motornya gimana ?"


"Serius Mas nggak ngerepotin ini ? aku bisa saja naik angkot atau numpang tetangga kamar yang mau ke kampus"


"Sudah pokoknya aku jemput kamu ya Din, tungguin aku jam dua belas lebih dikit"


Klik ! sambungan selular terputus,ingin rasa hati Arman bersorak saking senangnya,telah lama perasaan seperti ini tidak Arman rasakan setelah terakhir kali punya rasa antusias segembira hari ini segembira pagi ini perasaan waktu akan bertemu dengan Arini Kakaknya Andini tetapi semua rasa itu kandas dengan sendirinya tanpa bisa Arman taut kan dan titipkan sebagai sandaran mimpi mimpi indah masa depannya.


Dengan semangat tingkat tinggi Arman berpakaian memilih kemeja yang paling disukai dan yang pasti paling baru dia menata rambutnya sedemikian rupa dan juga menyemprotkan parfum lebih dari biasanya, memasang jam tangan dan memilih stelan tuksedo yang sama matching dengan celana bawahan nya,pokoknya Arman hari ini ingin kelihatan elegan dan ingin berpenampilan maksimal dihadapan Andini.


Dan Arman menuruni tangga setengah berlari berharap siang segera menjelang dan datang, mungkin kerjanya hari ini adalah kerja yang paling tidak tenang dan tak akan menghasilkan apa apa,jangan ada rapat,cancel semua pertemuan,juga tunda kunjungan ke lapangan proyek manapun satu tujuan siang ini yaitu makan siang istimewa dengan Andini.


"Ardi... Ardi !"


"Ya Kak" Ardi keluar dari kamar dan sudah berdandan juga.


"Kamu jangan dulu berangkat biar tunggu Bu Ijah yang bersih bersih datang dulu mungkin sebentar lagi, Kakak ada perlu berangkat pagi ada janji,motor kamu keluarin dulu itu menghalangi mobil mau keluar "

__ADS_1


"Ya Kak"


"Duit buat Bu Ijah di samping tv di bawah tempat pencil,beresin kamar atas biar di ganti seprai nya sudah lama nggak di ganti"


Arman keluar dan begitu terburu buru nya dan pesan yang begitu banyak disampaikan kepada adiknya Ardi seperti tak bosan-bosannya setiap pagi Arman selalu menitipkan pesan apa aja terhadap adiknya mungkin untuk kemandiriannya atau pelajaran untuk adiknya sendiri atau sekedar mengingatkan akan sesuatu tanggung jawab yang dipikul sebagai seorang laki-laki yang mandiri.


Sampai kantor Arman langsung masuk ruangannya dan tertegun melihat sedikit pigura potret Arini yang beberapa hari belakangan ini baru di turunkan dan nongol di balik kursi kerjanya,Arman lalu menariknya dan mencari kantong plastik jumbo warna hitam, memandangnya sejenak dan mengusapnya, "Arini maafkan aku biarlah adikmu menjadi pengganti dirimu di hidupku,akan aku berikan seluruh hidupku untuk membahagiakan Andini"


Lalu pigura itu masuk ke kantong plastik hitam dan akan menjadi pengisi gudang di rumahnya.


Arman melonggarkan sedikit dasinya dan duduk di kursi kerjanya semua seakan nggak menarik perhatiannya juga semua, program kerja proyeknya, yang berisi maket bangunan yang sebenarnya perlu analisa dan perhitungan detil nya tapi Arman hanya memandangnya dan hanya melirik jam dinding saja kerjaannya.


Di lain tempat Andini begitu tak kalah sibuknya mematut diri di cermin dengan baju yang gonta ganti di cobanya sampai ada satu yang cocok dan pas dengan dirinya,juga sama seperti halnya Arman sebentar-sebentar melirik jam dinding dan Andini selalu senyum membayangkan pertemuannya nanti.


Ah Mas Arman apa Mas Arman adalah kiriman atas do'a do'a nya selama ini ? apa reaksi Kakaknya Arini nanti saat aku beri tahu aku menjalin hubungan serius dengan teman SMA nya ? mungkin lucu juga ya heee...


Astagfirullah,apa mungkin Mas Arman juga sama punya perasaan seperti aku,jangan jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan ? jangan jangan aku hanya cinta sendiri ,hanya khayalan perasaanku saja dan Mas Arman hanya menganggap aku adik sahabatnya ?


Apa aku kurang cantik apa cantik kah di mata Mas Arman ? aaaaaah... mungkin hanya Mas Arman yang punya penilaian apapun terhadap diriku.


Andini membereskan semua dari tempat tidurnya dan menyapu juga merapikan segala yang ada di ruangan itu seakan akan mau lomba kebersihan saja, menyapu karpet depan tv lesehannya dan mengelap semua barang barang yang terpajang yang selama ini terbengkalai karena kesibukannya, lanjut ke belakang menata ulang semua apa yang ada dan di lihatnya sampai kamar mandi tak luput


dari sentuhannya padahal apa mungkin tamu yang akan berkunjung akan minta ke kamar mandi ?


Masih lanjut ke depan menyapu teras dan halaman bekas ban motornya dikala hujan begitu tak enak di pandang mata membikin jalur jalur rel yang tak beraturan dan menyisakan bekas tanah, lanjut di pel dari depan sampai belakang dan Andini mengunci kamarnya lalu masuk kamar mandi dan luluran instan yang sudah lama tak di lakukannya, dalam hatinya beribu pertanyaan dan rasa konyol jadi pengakuan hati Andini tapi biarlah apapun perasaan Mas Arman aku terima.


Diakui Andini gairah cinta begitu merasuki hati dan perasaanya tapi Andini merasa malu saat dirinya belum tahu hati seorang Arman juga perasaannya pada dirinya,malah dirinya yang mendapati mengirim pesan singkat pertama pada Arman walau hanya sapaan biasa.

__ADS_1


__ADS_2