Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Madu cinta


__ADS_3

Malam nya mungkin Arman baru datang ke rumahnya dan baru istirahat menurut perkiraan Andini tapi sudah menelephon nya, Andini merasa heran baru saja bertemu,takut ada yang ketinggalan di kost nya Andini melihat lihat dulu di depan tv tapi nggak ada apa apa hanya gelas bekas minum nya saja yang sudah kosong.


"Ya Masa ada apa ?"


"Ada yang kangen aja"


"Kan barusan kira seharian bersama ?"


"Iya,tapi kalau sudah kangen emang nggak boleh ?"


"Masalahnya bukan boleh dan nggak boleh,boleh saja tapi aku mau sholat Isya dulu sudah pakai kain mukena nih,baru habis mandi"


"Isya kan panjang waktu sholatnya nanti aja, aku mau mencium kamu dulu"


"Hai maksudnya apa ?"


"Mencium wangi kamu,kan habis mandi,tuh wanginya sampai sini heee..."


"Ah Mas suka ada ada aja...masa aku di sini Mas di sana wanginya sampai sana ?"


"Tapi kadang cinta tak pakai logika Din,semua masih tercium wangi tubuh kamu itu"


"Ah ah ah...jauh banget Mas, aku juga penuh otak ini dengan fikiran tentang Mas Arman yang hadir dengan tiba tiba, aku malah khawatir aku mau sidang skripsi takut malah tidak fokus gimana ya ?" Andini akhirnya jujur juga membuat hati Arman melambung.


"Dah dulu ya aku sholat dulu dosa lho ngalangin orang mau ibadah,nanti Mas aku do'ain habis sholat,aku janji nanti aku yang telephon Mas"


"Oke tapi jangan bohong aku tunggu,kalau bohong aku marah ya"


"Iya iya aku juga sayang Mas"


"Uuuht...manis banget sayang kedengarannya,aku juga sama cinta banget"

__ADS_1


"Heeeee..."


Klik ! telephon terputus dan Andini menarik nafas panjang lalu melakukan sholat Isya kalau di tunda tunda malah suka tambah malas,selesai sholat Andini malah duduk merenungi apa yang terjadi dari mulai hari kemarin kemarin dan hari ini,kalau sudah saatnya semua begitu mudah,Andini memandang buket bunga di atas meja belajarnya memang benar jodoh itu datangnya jauh dari dugaan dan perkiraan kita, dari tak ada siapa siapa menjadi begitu berwarna hari harinya,dari biasa menjadi luar biasa sibuk dirinya.


Ah Mas Arman sungguh hadirmu merubah segalanya, hatiku,hari hariku,kebiasaan ku juga gairah hidupku,dari mulai perkenalan, dan hari ini menembak ku tanpa ada sinyal persiapan sama sekali sungguh kejutan yang tak terduga.


Masih jelas semua penampilan menariknya Mas Arman juga kepribadiannya yang siapapun pasti terpanah, postur tinggi dengan muka simpatik tampan banget jujur bukan karena sudah jadi kekasih, pekerjaan mandiri mapan begitu dewasa dan ngemong siap berumah tangga, baru tahu kantornya saja sudah ternganga,juga waktu pertama naik mobilnya Uuuih...nyaman banget,masa depan jelas tersenyum dan lebih dari semuanya Mas Arman kelihatannya penyayang banget.


Semua orang pasti mau saja menitipkan diri dan masa depannya pada orang yang seperti itu dan idaman mertua di mana mana,jauh banget lamunan Andini dan...


rrrrrrrrd rrrrrrrrd rrrrrrrrd...


Ponselnya bergetar dan langsung saja angkat dan pencet.


"Iya Mas aku nggak bohong, baru mau telephon ini juga tapi malah Mas yang duluan telephon,aku juga sama kangen"


"Hai Dini kamu ngomong sama siapa ini heh ? pake bahasa kangen kangen an segala ini Teteh woi kamu ini apa lagi ngelindur dan mengkhayal punya cowok ?"


"Makanya jangan banyak mengkhayal,coba yang telephon kamu tadi Bapak atau Ibu"


"Iya Teh, Dini lagi sibuk banget persiapan sidang dan motor di bengkel jadi semua tidak fokus"


"Kenapa lagi tuh motor kamu, pantesan nggak nongol nongol ke sini,Bima tuh tanyain Tante Dini melulu"


"Iya Teh,kalau sudah santai Dini ke situ nginep"


"Uang masih ada buat keperluan kamu ?"


"Masih Teh,tapi kalau mau transfer silahkan aja Dini senang dan nggak nolak heee..."


"Yeeee...makanya kuliah cepet selesai dan kerja baru merasakan nikmatnya punya gaji sendiri"

__ADS_1


"Dini mau nikah aja lah Teh nggak kerja dulu,baru setelah nikah cari kerja"


"Seperti dunia terbalik cara berfikir kamu itu nggak salah ?"


"Nggak"


"Jangan jangan sudah ada calonnya ?"


"Lagi mencari Teh heee..."


"Sudah sudah jangan banyak ngelantur ah kamu,apa perlu Teteh tengok kamu biar Bima senang ?"


"Eh jangan Teh aku waktunya banyak di kampus,banyak konsultasi sama dosen pembimbing"


"Ya sudah hati hati ya,jangan banyak ngaco kamu ini"


Klik ! sambungan seluler Arini dan Andini terputus,enak banget jadi Kakak itu fikir Andini,jangan banyak ngaco, jangan banyak ngelantur, seperti dunia terbalik cara berfikir kamu itu nggak salah ? sendirinya sama aja lagi jatuh cinta dulu sampai nangis nangis sebelum dapat restu Bapak sama Ibu.


Haruskah Teh Rini di beritahu tentang masalah hubunganku dengan Mas Arman ? tapi nanti dulu lah begitu banyak permasalahan dalam otakku kekagetanku saja belum merasa hilang belum lagi soal sidang skripsi yang sebentar lagi baru besok aku mendapatkan jadwal, menjaga perasaanku bersama Mas Arman itu yang terpenting, menata hati dan hari hariku yang semakin sibuk,dan kehadiran tersayang Mas Arman menambah kesibukanku di setiap harinya, sedang nanti kalau teh Rini sudah tahu pasti saja berkarung-karung pepatah dan pendapat dijejalkan di otakku, jadi sebaiknya seperti Mas Arman bilang nanti dulu lah biar kita menikmati dulu masa-masa pacaran kami dan kebersamaan kami.


Andini sampai lupa mau menelephon Arman,waktu sudah jeda satu jam dan Andini buru buru memencet dan memilih satu nama paling atas Arman ku, tapi telephon hanya berbunyi nuuuuuut nuuuuuut nuuuuuut... tanpa ada suara jawaban di coba dan dicoba lagi berulang kali tapi tetap nada suaranya seperti itu Andini tahu mungkin Mas Arman marah atau mungkin dia tadi sudah menelephon saat dirinya menerima panggilan masuk dari Teh Rini dan dirinya lagi ngobrol sama Teh Rini tadi.


Aku kirim pesan singkat saja beres,juga biar nggak tidurnya nggak larut larut


Mas Arman sayang,katanya kangen kok aku telephon nggak di angkat ? marah ya ? apa aku salah kalau lagi terima telephon dari Teh Rini ? ya sudah kalau mau marah marah saja,tapi jangan sampai besok karena mungkin keburu basi, tapi kalau marah lama lama malah tambah kangen kata orang,benar nggak ya ?


@ Say,kangen juga !


Andini mematikan ponselnya dan men cash nya lalu merebahkan badannya di tempat tidur,sejuta angan khayal masa depannya melayang layang diatas kepalanya,senyum selalu terkembang dari bibirnya, pelukan spontan dan ciuman sayang mas Arman di kepalanya masih begitu terasa,wangi parfum cowok begitu kuat menusuk hidungnya,manisnya hari hari yang di lalui dengan orang yang kita sayang memang tak terkira indahnya semua terasa manis penuh dengan madu cinta.


Mengingat pertemuan yang tidak terduga dengan Mas Arman tak urung membuat hati Andini ingin tertawa, begitu berjasa banget tuh motor buatku,dan Mang tukang dagang juga ikut andil dalam perkenalan Andini dan Mas Arman,untung saat itu Andini buka helm kalau tidak nggak mungkin Mas Arman mengenalinya, tapi balik lagi takdir lah yang mempertemukan mereka.

__ADS_1


Juga Ingatan Andini saat jalan jalan habis makan siang kemarin,saat Mas Arman ganti baju di mobil walau hanya melihat sekilas badan kekar berisi begitu kuat saat merengkuh dirinya dan hanya sekilat tarikannya membuat Andini tiduran di pangkuannya saat sampai di kamar kost nya, juga pelukan saat mau pulang wow... begitu menggairahkan jiwa muda keduanya membuat ingin lagi dan lagi menikmati kehangatan dan kebersamaan mereka.


__ADS_2