Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Cari jarum dan kutu


__ADS_3

Di proyek yang lagi di bangun atas kerja sama antara Hans Wijaya dengan Arman Jumhur sudah berjalan hampir 50% dan keduanya merasa puas melihat pembangunan proyek ke sekian kalinya kerjasama mereka


Perumahan modern dengan konsep ala ala luar negeri sekarang lagi banyak di minati dengan iming iming tanpa bunga walau hanya uang mukanya saja yang tanpa bunga, juga bisa di cicil berapa kali bayar, dan fasilitas yang menggiurkan, juga kalau yang booking di gelombang pertama akan mendapatkan door prize motor bahkan mobil, dan plus AC dan yang lain lainnya begitu gila gilaan pengembang mempromosikan produk buatan Arman dan Hans tak terbayang keuntungan pengembang beberapa tahun kedepan selama rumah ini di cicil dengan harga selangit,mengikuti suku bunga dan tergantung naik turunnya dolar.


Berjalan dengan mobil proyek bak terbuka dan Pak Syaiful penanggung jawab dan pelaksana proyek karena terlalu jauh untuk di kelilingi dengan jalan kaki,Arman dan Hans dengan suasana ceria keduanya sumringah mengendarai mobil mengelilingi satu komplek perumahan dan di temani Pak Syaiful berhenti di galery kantor pemasaran.


Arman melihat kembali pergelangan tangannya setelah membuka rompi dan helm pengaman warna oranye dan menyerahkannya pada Pak Syaiful, dalam hatiny takut Andini sudah keluar dan sudah menuju kantornya, Arman takut Andini kesal menunggu dirinya, takut Andini pulang lagi,takut Andini marah dan takut nggak jadi ketemu hari ini,dan saat ini adalah Andini yang terpenting dalam hidupnya setelah proyek proyeknya,keduanya adalah nafas dan gairah hidupnya,proyek dan Andini adalah motivasi untuk meraih masa depannya.


"Maksi bro yu" Hans mengajak Arman makan siang.


"Aduh gue lagi nggak selera hari ini,pencernaan gue lagi nggak mood makan apa apa sarapan pagi masih terasa kenyang heee... gimana ya ?"


"Lawan dong jangan di ikuti semua ke enggan mu itu nanti jadi penyakit"


"Terimakasih sarannya nanti gue paksain makan"


"Itu tanda tanda banyak fikiran boss"


"Pikiran kok sakitnya jadi di perut bukannya di otak dan kepala heh ?"


"Itu yang salah,karena banyak fikiran jadi nggak mood makan di biasakan begitu jadinya perut yang kena,maag lah,lambung lah dan lain lain,kalau terasa berat sejengkal di bawah perut itu sudah saatnya mencari pasangan hidup dan saatnya pelepasan cairan injeksi pada tempat semestinya haaa..."


"Huh di kira bener aja gue serius denger ceramah lu..."


"Gimana pasrah aja dengan 1M nya buat gue ?"


"Enak aja, ya usaha lah gue juga,lu sendiri gimana masih saja terima ceramah orangtua yang membosankan dengan kata kata sama yang itu itu juga ?"


"Gue lagi ngejar teman SMA gue tapi nggak terlalu selera gue nya bukan ideal gue"


"Lantas ?"


"Ya cari lagi sasaran lain yang itu hampir eliminasi"

__ADS_1


"Busyet deh,seperti ajang pencarian bakat segala nentuin jodoh lu bro ? lucu amat...gue santai saja kalau sudah jodoh nggak lari ke mana pasti ke pelukan gue juga 1M nya"


"Ada usaha nggak lu boss ?"


"Yang pasti nggak seperti lu sampai eliminasi segala, do'a di banyakin heee... kalau bisa batalin aja ya gue rasa kita pasti sama sama nggak berhasil,atau gini aja waktu kita tentuin jadi kalau gugur kita gugur sama sama gimana ?"


"Maunya jadi gimana nih ?"


"Lima bulan pencarian kita mulai bulan ini yang sudah berjalan dua mingguan,kalau dalam waktu lima bulan kita masih sama sama jomblo gugur,kalau dalam jangka lima bulan salah satu dari kita ada yang married dengan catatan married bukan karena terpaksa,jangan ada istilah kecelakaan harus serius,dan saling cinta itulah pemenangnya, jika dalam waktu lima bulan kita nikah sama sama di bulan yang sama itu juga dianggap gugur dan perkawinan gagal dalam waktu setahun di nyatakan gugur juga"


"Pinter juga boss ku ini,oke aku setuju,memang kalau nggak di tentuin waktunya nggak akan berhasil jadi kita mulai saling memotivasi untuk kebaikan kita, walaupun 1M bukan target kita"


"Oke pembaharuan perjanjian itu biasa dan kita selalu update khabar masing masing ya,empat bulan dua mingguan lagi siapa yang akan belah duren duluan"


"Haaaaaaaa..."


"Siip"


"Kalau lu nggak makan siang kita berpisah di sini ya"


Arman melihat ponselnya dan melihat barangkali ada pesan masuk,hatinya jadi gamang dan cemas ingin segeran melihat dan bertemu Andini walau tadi pagi mereka bertemu bahkan Arman tak percaya dirinya telah menjamah bibir perawan Andini sampai lebam dan berdarah.


Arman tersenyum mengingat legitnya bibir Andini dan dengan lembutnya Andini membalas ciuman pertamanya dengan menggigit gigit perlahan bibirnya, dan semua benar benar menghilangkan ***** sarapannya dan benar ucapan sahabatnya Hans sejengkal di bawah perutnya menjadi sakit dan kram.


Ada rasa bersalah Arman waktu pagi tadi dirinya tak minta izin dulu,tapi apa iya harus izin ? memintanya gimana ? bukankah ciuman seperti itu spontan saja mereka lakukan ? apalagi mereka saling suka ya sudah itu bumbunya pacaran dan sisanya nafas tersengal sengal tak ada puasnya mungkin puas setelah semua boleh mereka tuntaskan setelah akad nikah.


Arman meraba bibirnya,pegangan tangan Andini begitu kuat saat Arman menciumnya dan sebagian lifstick nya Andini hilang dan berantakan entah kemana,aku ingin melihat kembali bibir lebam dan berdarah tadi ingin mengecupnya dengan kelembutan dan membiarkan Andini di pelukannya merasakan getaran hati dan detak jantungnya.


Kurang lebih seminggu aku bertemu dan berkenalan ngobrol mewakilkan perasaan dengan bunga dan Andini juga sama suka pada dirinya jadilah mereka sepasang kekasih yang lagi gila gilanya di mabuk cinta,membuat Arman seperti gila dan senyum senyum sendiri.


Arman seperti mau meloncat kaget saat ponselnya berbunyi dan meminggirkan dulu mobilnya walau sedikit lagi sampai di kantornya.


"Ya sayang ,kamu di mana hemght ?"

__ADS_1


"Aku baru mau berangkat,maaf ya Mas aku telat ini sudah jam dua lebih nggak marah kan ? soalnya semua pada punya kepentingan sama jadi antri,untung dosennya sabar"


"Oh nggak,masa pada gadis secantik kamu aku harus marah ?"


"Serius nih ?"


"Iya malah saking senengnya aku ada kejutan buat kamu"


"Wow so sweet Mas heee...aku jadi pengen cepat sampai, ya udah ya aku jalan dulu"


"Ya sayang hati hati ya"


Arman melajukan kembali mobilnya dan memasuki halaman parkiran kantornya dan masuk lagi ke ruangannya.


Arman berfikir mau ke mana ya enaknya dirinya sama Andini nanti ? tapi tak ada yang lebih enak selain di ruangannya, nyaman ber AC dan bisa bersantai bersama,tapi kalau mau makanan kemana ya ?


Mending jalan jalan aja dan keliling sepuasnya,atau kalau nggak aku ajak Andini nonton, apa dia juga suka nggak nonton ?


nggak perduli sebenarnya apa tontonannya yang penting kebersamaannya dan kedekatannya.


Arman menyapu pandangannya ke semua penjuru ruangannya semua begitu beres dan dirinya penyuka kerapihan mungkin kalau sudah ada Andini dirinya bisa meminta pendapatnya apa yang kurang menurut seleranya sebagai perempuan pasti akan ada polesan lain kalau penataan ruangannya melibatkan tangan perempuan.


Dua puluh menit berlalu kok Andini belum datang juga apa dia kena macet ? nyasar ? atau ...ah Arman membuang jauh jauh pikiran jeleknya tentang Andini di perjalanan,bolak balik keluar kedalam dan semua tak luput dari perhatian Rima.


"Apaan si boss sudah kayak sertika saja bolak balik keluar kedalam hilir mudik,mondar mandir nggak jelas aja nih bikin konsentrasi orang kantor terganggu saja"


Rima berdiri di pintu dan menatap Arman dengan keheranan.


"Boss nyari apa ? nyari jarum apa kutu ?"sekali lagi Rima menyemprot atasannya.


"Heeee...nyari kutu mungkin di ketek Mbak Rima,kerja kerja aja mau bantuin aku memangnya ?"


"Mau di bantu apa bilang saja"

__ADS_1


"Nggaklah nggak jadi minta bantuan haaaa..."


Arman cengengesan berlari ke parkiran,dan Rima menggeleng-gelengkan kepalanya sambil masuk lagi ke ruangan dan duduk di meja kerjanya.


__ADS_2