
Tiga hari kemudian
Andini resmi pindah dari kost kostan nya dengan di antar Dewi sebagai sahabat terdekatnya juga pamitan pada teman temannya yang lain dan paling utama adalah pada Ibu Bapak kostnya.
Rasa sedih memang di rasakan semuanya tapi nggak mungkin juga selamanya akan bersama sama pasti semua akan berpisah mencari dan menapaki nasibnya masing masing.
Empat tahun kurang lebih menimba ilmu dan sekarang hampir selesai meninggalkan kenangan kebersamaan dan persahabatan manis mereka, suka dan duka mereka rasakan bersama sebagai anak kost yang
semua serba terbatas dan keberadaan sahabat sebagai teman dekat layaknya menjadi tempat mengadukan segala suka dan duka.
Teman di kampus teman di kost an teman ngerumpi bersama, teman bernyanyi bersama saat mengisi kekosongan malam minggu,teman makan rujak bersama,teman satu piring makan dan teman satu gelas minum bersama.
Berbagai kisah saling berbagi pasang surut perjalanan di lalui dengan berbagi semua rasa, arti sahabat yang sebenarnya saat telat kiriman jatah bulanan dari orangtua semua menjadi pengalaman bersama dan saling merasakan.
Ada rasa sedih di hati Andini saat semua sahabat juga Ibu kost nya mengantar sampai pintu gerbang dan Andini naik mobil Arman sedang Dewi mengendarai motor Andini dan Ira membawa motor Dewi biar nanti pulangnya berboncengan.
"Main kali kali Neng ke sini apalagi sudah sukses ibu hanya mendo'akan dan ikut senang" Ibu kost Andini kelihatan sedih melepas anak kost nya yang tadinya tiap hari ketemu.
"Iya Ibu Insya Allah,dan terima kasih do'a do'a nya..."
"Keong kelihatannya sebentar lagi lu ke pelaminan ya ?"
"Ntar datang ke sini perutnya sudah ada balonnya haaa..."
"Kalau nggak tuntun anaknya sudah dua"
"Kita kehilangan vokalis senior band PJJ haaa..."
Andini hanya nyengir mendengar ocehan semua teman temannya ada yang adik kelas dan ada yang seangkatan bahkan ada yang sudah kerja.
Mobil melaju meninggalkan kenangan dan masa masa yang telah di lewati Andini dengan perasaan hati yang kosong Andini tersenyum melihat Arman di balik kemudi yang juga tersenyum penuh bahagia telah membawa Andini melewati semua yang menjadi masa lalunya dan akan membawanya ke masa depannya yang penuh kebahagiaan.
Arman berkali kali meremas jemarinya dan memberi kekuatan dan harapan baru juga kekuatan dalam hati Andini dalam memasuki suasana dan dunia barunya.
"Jangan merasa kesepian akan ada aku saat kamu merasa sendiri,semangat untuk maju dan masa depan kita"
__ADS_1
"Iya Mas nggak sadar aku telah melangkah jauh Mas"
"Buatlah semua orang bangga dengan keberhasilan mu jangan sebut namaku saat kamu berhasil karena bukan karena aku tapi karena usahamu"
"Aku justru bukan apa apa Mas kalau bukan karena mu dan cintamu"
"Tapi sayang pas kamu pindahan, besok aku harus keluar kota, sabar ya aku bawa oleh oleh rasa rindu yang tak terbatas heee..."
"Sama aku juga akan kangen banget Mas,ini pertama kali kita berpisah ya ?"
"Berpisah hanya beberapa hari saja nanti kan kita sama sama lagi,dan kamu mulai sibuk di sini,sidangnya kapan sayang ?"
Arman melirik Andini di sampingnya.
"Masih dua mingguan lagi,Mas kalau aku sidang hadir ya kan biar aku semangat,sudah itu rasanya plong pasti"
Mobil berbelok dan dua motor yang di kendarai Dewi dan Ira mengikutinya juga.
Papan nama masih di bungkus kain hijau dan belum terpampang dengan jelas menandakan toko belum di buka secara resmi, mereka berhenti di area parkir, Arman membuka kunci rolling door yang di buka ke samping dan mereka masuk, terlihat semua barang barang yang kata anak muda sekarang lagi viral dan banyak di promosikan di media sosial dan baik cara pemakaiannya juga fungsinya, aksesoris dan produk produk perawatan lokal dan import.
pada duduk di lantai yang telah di kasih karpet dan Arman kelihatan menelephon seseorang.
Selang sepuluh lima belas menit datang Ardi adiknya Mas Arman sama seorang tokoh Agama dan satu santri atau anak didiknya sengaja di undang Arman untuk di minta agar diadakan do'a bersama selamatan walau hanya sederhana sebagai rasa syukur atas selesainya semua persiapan pembukaan rukonya,Ardi menurunkan banyak makanan dan minuman dari dalam mobil baknya.
Semua melingkar di ruangan bawah yang tersisa sedikit agak luas dan Pak Ustadz sedikit memberi penjelasan dan menegaskan kembali maksud dan tujuannya tak lain rasa syukur Pak Arman dan Bu Andini untuk segera bisa membuka tokonya dan di sambung dengan inti acara do'a dan di akhiri dengan makan bersama.
"Yang merasa berkepentingan di sini adalah Andini jadi yang menyentong nasi tumpeng sekarang kita serahkan pada Andini sendiri terserah mau di kasih pada siapa" Arman menyodorkan piring pada Andini sambil tersenyum, dan Andini menyentong pucuk nasi tumpeng itu dan menyerahkan centong an
pertama pada Arman dan Arman memegangnya dan centong an kedua Andini tersenyum lalu di kasih pada adiknya Arman yaitu Ardi dan Ardi merasa tersanjung dan langsung mengucapkan terimakasih dan membungkuk, dan semua makan bersama dan Arman menyuapkan suapan pertama pada Andini dan di sambut batuk dan ber dehem kecil Pak Ustadz, semua tertawa dan Andini merona mukanya dan langsung menyentongkan untuk dirinya sendiri.
Semua makan bersama dan bersukacita terlebih Andini dan Arman semua seakan mimpi dan semua begitu tak menyangka akan secepat itu semua terealisasi.
Resmi tak resmi toko seller "Eternal" di buka Arman dan Andini dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pelindung toko di tarik secara bersamaan, hari menjelang sore dan terpampanglah papan nama yang hasil kesepakatan bersama antara Arman dan Andini.
Dan mulai malam ini Andini akan bekerja keras memotret dan mempromosikan semua produk yang ada di tokonya menjaring pelanggannya lewat kontak ponselnya,di medsos dan dari mulut ke mulut.
__ADS_1
Semua telah kelar pembukaan dan peresmian walau tidak besar besaran dan Andini menggratiskan apa yang di pilih teman temannya di tokonya dan itu atas usulan Arman dan Arman membayarnya cash sebagai penglaris,dan sahabat Andini merasa senang.
Tinggal berdua Andini dan Arman di teras atas menikmati senja saat semuanya telah pulang dan toko di tutup karena resmi di bukanya mulai besok,dan tadi hanya formalitas saja dan do'a bersamanya saja.
"Mas jadi berangkat kapan ?" Andini bersender di pagar besi menghadap Arman yang berdiri melihat lihat ponselnya dan duduk santai di kursi taman yang sudah ada di terras atas.
"Hemght ? oh iya aku berangkatnya besok sayang,dan kamu di sini benar berani ? aku jadi khawatir meninggalkanmu Andini"
"Memangnya takut apa paling aku takut kalau aku terlalu merindukanmu Mas"
"Aku akan cemas memang itu yang aku tak bisa jauh darimu sebenarnya,aku juga akan nggak tahan merindukanmu, tapi aku sudah memberikan tempat yang aman dan nyaman buatmu sayang tak ada akses keluar masuk selain kunci yang ada di tanganmu,dan ini gulungan tambang biarkan saja jadi hiasan di bawah meja di pakai saat darurat saja sebagai tangga darurat langsung keluar dari kamarmu di atas sini,tinggal lempar dan kamu bisa menuruninya tanpa melewati ruang bawah toko,semua kaca berteralis, dan rolling door terkuat yang aku buat dengan kunci ganda aman dan ber alarm,
aku ingin yang aman untukmu sayang" Arman memberitahukan semua yang ada di situ dan fungsi fungsinya.
"Kamu tak usah menutup gorden kaca ini saat tidur kalau kamu mau,karena akan mendapatkan pemandangan luar biasa dari tempat tidurmu ini,bulan, bintang, matahari gelap,terang hujan dan panas akan terlihat semuanya, indah kan ?"
Andini tak berani berkata kata hanya haru di rasakannya, dan baru menyadari betapa besar rasa cinta yang di berikan Arman untuk dirinya.
.
.
.
.
Jangan lupa ikuti dan kunjungi juga novel karya Enis Sudrajat lainnya ya :
❤️ Pesona Aryanti (end)
❤️ Meniti Pelangi (on going)
❤️ Biarkan Aku Memilih (on going)
Up setiap hari
__ADS_1
Salam !