
Sebuah mobil SUV berhenti di depan kost kost an Andini yang berderet,Arini turun dari pintu kemudi lalu membuka pintu gerbang dan permisi pada segerombolan muda mudi yang lagi santai bercengkrama sambil bernyanyi diiringi yang bermain gitar, Hadinata juga turun dari pintu depan sebelahnya dan menuntun anak tiga setengah tahunan Bimantara mereka sengaja jalan jalan dan Arini ingin sekali menengok adiknya yang sudah hampir sebulan tak berkunjung ke rumahnya dan jarang sekali mengabarinya, sesibuk itukan Andini ?
Arini berjalan ke kamar kost kostan Andini yang pintunya tertutup mengetuk pintu tapi tak ada jawaban sepertinya kosong nggak ada orangnya,baru mau bertanya bada Ibu kost nya atau pada segerombolan muda mudi tadi Dewi keluar dari kamarnya dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamar temannya.
"Eeeeh...Teh Rini,mau ke Dini ya Teh ?"
"Iya pada kemana Dini Wi kamarnya kosong kelihatannya"
"Dini lagi pergi Teh"
"Pergi ke mana ? apa ke tempatku ? berarti Dini sama kita saling salah jalan akhirnya nggak ketemu"
"Nggak tahu Teh ,tapi tadi Dini pergi sama pacarnya itu"
"Apa ? Dini punya pacar ?"
"Iya Teh,mungkin jalan jalan atau malam mingguan"
"Hai Bun ssssssssst...kok kayak kaget banget Dini punya pacar ya biasa aja,orang punya pacar kok kaget banget" Hadi yang mendengar obrolan Istrinya dan Dewi menimpali.
"Iya Mas memang aku juga ada keheranan selama ini tapi kok nggak pernah cerita,datang juga ke rumah nggak"
"Ya semua nggak mesti cerita dan harus di beri tahukan itu privasi seseorang Bun"
"Iya iya aku faham Mas"
"Wi Dini kan kuliah bareng kamu apa kesibukannya sekarang ?" Arini bertanya lagi pada Dewi.
"Di kampus kesibukannya akhir akhir ini memang agak padat Teh sudah ada jadwal sidang skripsi tapi katanya skripsi Dini masih harus di revisi sedikit lagi katanya"
"Itu motornya ada ?" Arini melihat motor adiknya di teras depan kamar kost nya.
"Dini perginya naik mobil cowoknya Teh"
Arini mengerutkan dahinya dan bertanya lagi pada Dewi.
"Dini pacarannya sudah lama Wi ?"
"Mungkin sebulanan Teh tapi saya kurang tahu kalau percisnya kalau dari awal awalnya mungkin juga sudah lama,karena itu privasi Andini jadi aku nggak banyak tanya soal itu, perkiraan segitu lah"
"Ya sudah terima kasih ya Wi, sampaikan saja kalau saya ke sini"
"Iya Teh"
"Kamu nggak malam mingguan juga hemght ?"
"Nggak Teh lagi menunggu seseorang heee..."
Arini pamit dan menghampiri Hadi yang lagi bermain bersama Bima di halaman depan dan Rini pamit sama semuanya dan masuk lagi ke mobilnya.
Dewi mengantar sampai pintu gerbang dan menutupnya kembali setelah melambaikan tangan pada keluarga Arini.
"Siapa Wi kakaknya si keong ya ?"
"Heemght..."
"Apa dia ada perlu ?"
"Ya berkunjung dan nengok aja kali atau ngajak jalan jalan"
"Apa nggak teleponan dulu apa kan sekarang zamannya HP ponsel iPhone, gadget"
"Ya gue nggak ngerti lah urusan orang,sembari jalan jalan aja kali mampir"
__ADS_1
"Wi tuh satu lagi di pintu depan siapa ?"
"Heeee...kalau yang itu tamu gue"
"PJJ laris manis !!!"
"Haaaaaaaa..."
"Huh !"
Jreng...!!!
Suara gitar Andi dan teman temannya yang gabut mengisi kekosongan hati dan suasana malam minggu mereka.
****
Sementara itu di dalam bioskop lampu temaram gelap hanya sedikit sinar dari pantulan sinar layar yang jauh di depan mereka, Andini begitu anteng melihat layar tapi tak bisa mencerna cerita dari film yang ditontonnya, Arman memeluknya dengan lembut dan tangannya begitu nakal sehingga Dini merasa kewalahan menahan agar tak sampai melewati pada portal batas yang membahayakan, setiap kali Dini menatapnya dengan tajam Arman hanya tersenyum dan malah mengencangkan pelukannya.
"AC nya dingin banget sayang,aku takut kamu masuk angin"
"Alasan aja itu,Mas malu kelihatan orang"
"Orang juga sama tidak menikmati film nya tapi menikmati suasana nya"
"Kenapa tadi kita nggak di tempatku saja kalau cuma menikmati suasana mah ?"
"Sensasinya lain sayang"
"Kok nggak di makan makanannya juga minumannya ?"
"Nggak ada ***** makan"
"Maunya makan aku ya ?" Arman memejamkan matanya dan mengusap usap punggung Andini dan Andini juga sama hanya satu keinginannya film nya cepat usai.
"Lagi sayang, cubitannya enak banget bikin merinding agak ke bawah lagi heee..."
"Hush ! Mas"
"Hemght...bercanda sayang"
"Ayo kita pulang aku nggak nyaman lihat di depan kita pasangan itu begitu memanfaatkan banget ciuman melulu dari awal"
"Biarin aja pura pura nggak lihat aja,apa kamu mau ?"
"Iiiiiiiiiih...Mas !"
"Haaa..."
"Kalau kamu nontonnya sendiri harus risih tapi kalau sama aku tinggal sini kepala kamu senderan di pundak aku"
"Mas aku mau pulang"
"Pintunya belum di buka sayang lagian kita nggak sopan melewati orang lain,apalagi semua pasangan seperti kita"
Arman menggenggam tangan dan jari Dini yang terasa dingin pipinya di dekatkan dan tanpa jarak lagi,nafas hangat dan wangi parfum begitu menyeruak menembus pernapasan keduanya hanyut dalam rasa masing masing yang sama sama mendamba.
"I love you Andini sayang"
"l love you to Mas Arman"
"Rasanya aku ingin semalaman di sini"
"Bentar lagi juga usai Mas"
__ADS_1
"Kita lanjutin di mobil ya"
"Lanjutin apa ?"
"Sayang sayangannya"
"Aku mau di udara terbuka,ada angin ada bulan, bintang"
"Camping dong ?"
"Iya biar aku bisa menghirup udara yang segar nggak sumpek kayak di sini pemandangannya kiri kanan depan belakang bokep semua"
"Haaa...takut terpancing ya ?"
"Nggak juga"
"Tapi aku malah senang di tempat gini kenapa ? aku merasa tak bersalah sendirian heee..."
Andini kembali mencubit perut Arman, dan Arman pura pura mengaduh kesakitan.
"Kenapa sih cewek senangnya mencubit ?"
"Biar kapok nggak lagi lagi"
"Kenapa kalau cowok senangnya mencium ?"
"Biar ketagihan dan nafsunya yang di dulu in"
"Bukan Dini sayang,cowok itu pede dan punya inisiatif tinggi mencium itu sebenarnya keinginan cewek juga tapi cewek lebih gede gengsinya karena malu"
"Analisa dari mana itu ? sepertinya pendapat sendiri saja Mas Arman yang maunya nyosor melulu"
"Heee...bibir kamu manis banget sayang,jangan pelit dong sedikit aja sebagai obat"
"Obat apaan ?"
"Ya obat rindu sayang"
Dan ciuman pun tak terelakkan lagi dan ngobrol hanya jadi pembuka memuluskan keinginan mereka,Arman membelai dengan lembut dan perlahan bibir mungil Andini dengan bibirnya terasa bergetar bibir itu saat Arman menyesapnya dengan penuh sayang,sampai film berakhir dan Arman berganti membelai bibir Andini dengan tangannya,Andini hanya menatap Arman dengan getaran perasaannya,Arman tersenyum dan mengusap pipi Andini sambil melonggarkan pelukannya.
"Tuh sebentar lagi film nya usai"
Dan lampu sudah mulai di terangkan sebagian, Arman bangkit dan menuntun tangan Andini menuju pintu keluar melewati sesama penonton yang masih duduk dan ada juga yang sudah berjalan membubarkan diri menuju pintu keluar.
Arman merengkuh bahu Andini dan berjalan berdempetan,dan Dini pun mulai berani melingkarkan tangannya di pinggang Arman dengan mesra,dan Arman seperti melayang di buatnya,dan menahan tangan Andini untuk tetap di pinggangnya.
"Baru jam sepuluh sayang masih sore mau ke mana lagi,mau makan ?"
"Sepertinya terlalu malam kalau untuk makan Mas,kita minum yang hangat di cafe itu mau ?"
"Ayo aja sayang"
"Kamu minumnya apa ? nih cewek yang soft begini kayaknya enak banget"
"Boleh"
"Mas Mau yang mana ?"
"Aku ini aja"
Arman memberikan buku menu ke pelayan dan pelayan menuliskan pesanan mereka dengan makanan ringannya lalu meneruskannya pada baristanya.
Berdua minum sesuatu yang hangat di malam yang hangat pula, sehangat tatapan dan senyum bahagia mereka,dan cinta mereka hanya mereka yang merasakan.
__ADS_1