Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Boros pulsa dan lifstick


__ADS_3

"Duuuuh... yang serius mau malam mingguan rajin banget bersih bersih teruuuus..."


Dewi tetangga kamar kost Andini iseng saja menggoda sahabatnya.


"Iya doooong tapi merasa biasa aja tuh heee..."


"Biasa sih tampilan luarnya tapi di dalamnya deg deg dor nggak sabar haaa..."


"Dini kenalkan sama kita dong siapa tahu punya temannya, saudaranya,apa tetangganya gitu kali lagi butuh partner hidup heee..."


"Boleh boleh aja,nanti aku tanya tanya dulu kalau soal temannya siapa tahu ada yang sama lagi pencarian"


"Haaaa...seperti bakat aja pencarian,pokoknya yang siap pakai deh"


"Siap !" Andini menjawab candaan teman temannya.


"Lu mau keluar malam mingguan ?"


"Iya doooong"


"Kita kita jadi kehilangan momen kimpul malam minggu di sini sama lu Din, yang gantiin vokal sember lu siapa nanti heee..."


"Alah kan lu lu pada masih pada exist nggak kemana mana setia menghidupkan malam minggu kita"


"Iya tapi gitarisnya pasti tanyain lu Dini"


"Mestinya kita harus bahagia dong ada salah satu yang beranjak dari PJJ " (perkumpulan jomblo jomblo) dan singkatan itu sengaja mereka sendiri yang ciptakan hanya untuk iseng, setiap malam minggu mereka hanya bergerombol menghabiskan malam minggu dengan bermain gitar dan bernyanyi nyanyi nggak jelas hanya mengisi waktu dan menghabiskan malam minggu mereka.


"Tapi jangan lupakan kita kita Dini, juga PJJ yang kita rintis bersama haaaaaaaa..."


"Owh tenang saja sob aku akan ingat dan nanti aku bawain oleh oleh deh"


"Gitu dong keong,kita kan kering di sini menanti yang tak pasti" keong julukan buat Andini yang memang jarang ngomong kalau nggak di pancing juga diam orangnya bikin segan tapi ternyata Dini bisa dapat pacar duluan diantara teman temannya yang tergabung dalam PJJ.


"Iya deh aku kan paling pengertian"


"Selamat malam minggu dengan gandengan ya Dini,ternyata kamu pemecah recordnya heee..."


"Haaaaaaaa..."


Tak ayal Dini sedang hangat di perbincangkan di lingkungan teman temannya walau Dini sendiri belum mengenalkan pacarnya pada teman temannya, perubahan Dini begitu kentara selain semakin gairah kelihatanya mukanya ceria selalu.

__ADS_1


Dini memang kurang banyak ngomong dan lebih cenderung diam dalam pembawaannya tapi kalau sudah akrab sama saja hebohnya makanya dia sama teman temannya di sebut si keong karena karakter nya seperti itu kelihatan diam dan lemah gemulai seperti keong tapi keong bisa keliling keliling sawah.


Dewi melangkah tembok pembatas kamar kost mereka dan masuk ke ruangan hunian Dini.


"Din skripsi lu udah beres tinggal nunggu di sidang ?"


"Masih revisi dikit lagi tapi jadwal sidang sudah ada"


"Banyak gangguan sih lu"


"Biasa aja,malah tambah semangat biar cepat selesai"


"Ya syukurlah kalau nggak jadi hambatan seperti prinsip awal awal ketemu si ganteng ini"


"Haaaaaaaa...prinsip setiap saat boleh berubah kan ?"


"Jangan jangan prinsip lu lainnya juga berubah mau nikah sesudah mapan dan kerja jadi nikah muda nih ?"


"Boleh jadi haaaaaa..."


"Dasar lu !"


"Heeee..." Dini terkekeh sendiri mengingat kepo nya sahabatnya yang satu ini,dan Dewi pun merasa heran se pendiam nya Andini tapi kok begitu mudah dapat yang cocok dan jadian jadi pacar.


"Ada deh,pokoknya yang ini pacar masa depan gue"


"Widiiih...sok serius lu,sampai pacar masa depan segala"


"Ember ! memang gue mah cita citanya nggak mau ganti ganti ketemu satu yang cucok serius jadi deh nyonya"


"Terus lu sudah se serius apa sekarang ?"


"Ya pacaran lah kayak orang orang kalau kronologinya cie...kayak kasus kriminal aja sama saja ketemu kenalan tukar nomor ponsel ketemu kedua kalinya tembak gue ! jadi deh haaa...jelas ?"


"Klasik banget"


"Lha emang begitu,kan dia bukan teman sekampus yang kita pura pura bawa buku banyak jalan meleng lalu tabrakan dan bukunya berantakan lalu bantu punguti lalu pandang pandangan hadeuuuuuuuh..."


"Lu serius sama dia ?"


"Harapan gue sih begitu,nih tanda dia serius sama gue" Andini menunjukkan iPhone terbarunya, "Bukan pamer ya tapi pamer binti kasih tahu aja haaa... Andini tertawa senang"

__ADS_1


"Busyet royal banget pacar lu" Dewi tertegun dan bisa memperkirakan harganya.


"Lumayan lah dia bukan orang pelit,makanya cari pacar tuh yang sudah kerja kalau emosi dan ego sih maunya sesama mahasiswa tapi hanya boros pulsa sama lifstick heee..."


"Huh dasar lu emang keong nggak nyangka gue,sekali pacaran mendalam banget lu" Dewi semakin penasaran dengan kisah cinta sahabat nya.


"Iya lah kan segala juga harus dengan perasaan baru meresap di jantung hati"


"Din lu perasaan gue baru ya pacaran ?"


"Maksud lu yang serius ? yang serius iya tapi cinta monyet nggak termasuk semua berlalu"


Dini mengiyakan dan dirinya tak mau dulu mengumbar segalanya pada temannya sendiri seperti pertemuan yang tak di sengaja dengan Mas Arman,juga Mas Arman adalah teman sekolah Kakaknya Arini dan lain lainnya, Dini hanya ingin temannya melihat nyatanya bukan dari omongannya,walaupun Dini tahu sekarang dirinya lagi jadi bahan obrolan dan gosip sedap yang lagi enak di perbincangkan.


"Dewi gimana taksiran yang kata lu macho banget waktu itu,jadi lu deketin dan ada respon kan elu sudah over acting segala ?"


"Ah elu ingat aja masalah gue Din, orang apaan seperti itu ngomong aja pelit apalagi jajan buat gue"


"Haaa...ya elu juga sih cari cowok bukannya yang traktir elu tapi malah minta di traktir"


"Tapi sekarang gue lagi punya taksiran baru lho bukan teman sekampus,gue bosan teman sekampus jadi senasib gitu deh akhirnya, do'ain gue ya Din semoga yang ini bisa membawa perubahan di hidup gue tidak hanya boros pulsa dan lifstick doang seperti kata elu haaaaaaaa..."


"Haaa... ya iya lah boros pulsa kan ngoceh aja jempol sama mulut lu buat mesra mesra an siang malam, belum lagi tiap ketemu nyosor melulu habis deh lifstick lu"


"Dasar lu ! sudah sore nih sini pinjem kunci motor lu takut nanti dia datang gue beli makanan dan minuman ke depan, motor gue lagi ngadat"


"Cie cie serius nih malam minggu ini juga dia mau datang ? haaaa...selamat ya Dewi sekaligus PJJ dua anggotanya hengkang nggak ngisi acara gemreng malam mingguan" Andini melempar kunci motornya dari meja belajarnya pada Dewi dan Dewi menangkapnya.


"Lu nggak keluar pakai motor kan ?"


"Enggak pakai aja !"


"Ya sudah aku pulang dulu ya"


"Oke aku juga mau mandi"


Dan Dewi pun keluar membawa kunci motor Andini mereka sudah seperti layaknya saudara turun naik pertemanan mereka sudah biasa dan keduanya sudah pada saling mengerti,kalau lagi ada masalah satu sama lain pertama curhat ya dengan Dini kalau Dewi dan sebaliknya baik masalah mata pelajaran,kegiatan masing masing dan masalah pribadi dan percintaan mereka.


Terkadang mereka akrab dan curhat tertawa sampai terpingkal pingkal atau hanya cekikikan saja kadang juga diam diaman,dan saat ceria bernyanyi bersama mengisi malam minggu mereka bersama anggota PJJ lainnya.


Diantara keduanya yang paling sering curhat adalah Dewi sedang Andini biasa saja tenang setenang tenangnya,kadang Dewi juga merasa heran apa si Dini punya nggak keinginan punya pacar ? tapi eeeeh...malah dia duluan yang punya pacar.

__ADS_1


Dewi yang menurut Andini begitu risau dan cemas akan masa depannya selalu berlebihan dalam berpendapat juga dalam ketakutan,takut ini lah takut itu lah takut salah dan takut lain lainnya kadang Andini selalu memberi masukan di jalani saja semuanya toh kita hanya berencana semua balik lagi pada kehendak Yang Maha Kuasa.


Andini menjalani hidupnya dengan enjoy walau motornya mogok ya di parkiran saja,kalau sudah mood baru ke bengkel, soal belum punya pacar saat teman yang lainnya pamer pacar biasa saja dan saat ini dirinya punya pacar juga biasa saja.


__ADS_2