
Sepulangnya makan siang hati kecil Arini merasa sangat bersalah,melihat Arman begitu terpukul mendengar soal pernikahannya,tapi harus gimana lagi,apalagi kalau tahu dari orang lain lebih menyakitkan.
Arini tahu Arman begitu mencintainya dari dulu sampai sekarang,tapi apa mau di kata hati Arini bertolak belakang,Arini mencintai orang lain,Arini tak ingin di bayang bayangin rasa bersalahnya,walau berkali kali menegaskan ke Arman hatinya bukan untuk Arman,hatinya telah terbangun sebagai sahabat itu aja.
Maafkan aku sekali lagi Arman,
Arini termenung di meja kerjanya,pekerjaannya sudah selesai nggak mau lagi mengoreksinya fikirannya buntu dan nggak fokus.
Terbayang masa masa sekolahnya dulu,Arman suka nyamper dengan rajin dengan motor bebeknya,terkadang pulangnya dianterin juga,teman diskusi,sama suka olahraga dan satu lagi suka akan musik, ngerjain PR bersama walau ujung ujungnya hanya Arini yang ngerjainnya,Arman tinggal contek aja.
Tapi hati Arini nggak ada rasa apapun,entah karena seusia,atau tahu kecilnya,atau alasan lain Arini nggak tahu,Arini menarik nafas panjang dan tersenyum mengingat masa masa indah dulu.
"tok tok tok..."
Arini kaget tersentak dari lamunan panjang kenangan masa lalunya,buru buru Arini berjalan ke jendela kaca yang menghadap ke parkiran bawah.
"Ya masuk..."
"Rin sayang lagi ngapain ? ngelamun apa ?"
"Mas,udah pulang ?"
"Aku kangen kamu sayang..."
Hadi membentangkan kedua tangannya,dan Arini berjalan menghampirinya dan memeluk suaminya,seakan ingin melepaskan beban yang ada di fikirannya, Arini menyusupkan kepalanya di pelukan suaminya.
"Kenapa heemght ? capek,kita pulang yu"
"Enggak biasa aja,aku pengen aja di peluk Mas,emang nggak boleh ?"
"Boleh,siapa bilang nggak boleh,tapi kayaknya ada yang manja hari ini...heeee..."
Hadi memegang dagu istinya dan mencium keningnya juga pipinya dan berakhir di bibirnya.
"Mas udah,jangan di sini takut ada orang,ini tempat kerja"
"Sebentar aja sayang..."
"Aaah Mas malu sama orang"
Arini mendorong perlahan badan suaminya yang memeluk pinggangnya,Hadi cemberut keinginannya di tolak.
"Mas duduk, aku beres beres dulu ya"
"Tapi janji ya sayang datang ke rumah langsung tidur"
"Iya..."
Arini membereskan mejanya, mematikan laptopnya, mematikan tombol AC nya juga menutup tirai lipat kaca jendelanya Dan keluar beriringan dengan suaminya.
__ADS_1
Arini melongok ke ruangan karyawan hanya ada dua orang yang mau gantiin siaran Arini menyapanya dan semua pada manggut.
"Lusy,dah pulang ?"
"Sudah Bu"
"Ya sudah,saya pulang dulu ya"
Di luar pintu gerbang parkiran Arini melihat Pak Min tukang becak langganannya, Arini menghampirinya dan ngomong sesuatu lumayan agak lama,entah ngomong apa cuma Pak Min kelihatan manggut manggut,Hadi memperhatikan istrinya dari balik kaca depan mobil yang sudah di hidupkan.
Arini,betapa sopan dan berbudi baik terhadap siapapun kamu sayang,betapa aku bersyukur bisa mendapatkanmu, menjadikan kamu istriku tanpa melihat sisi lain dari kehidupanku.
"Ayo Mas jalan,pake ngelamun segala, pasti ngelamun jorok ya atau barangkali ngelamun yang mesum mesum ya ?"
"Enak aja ngelamun mesum, buat apa ? yang aku lamunin ada di sebelahku kok"
"Kali aja"
"Kita beli makan apa sayang,sekalian lewat pulang"
"Aku maunya soto, Mas mau apa ?"
"Ya udah sama aja"
Sampai rumah Hadi duduk di sofa ruang keluarga dan menyalakan tv, Arini menyimpan belanjaan ke dapur,berniat mau membersihkan diri karena sebentar lagi mau Maghrib,tapi suaminya memanggil.
"Sayang"
"Sini cepet,lihat nih"
"Apaan sih Mas"
Dan Hadi pun menarik tangan Arini ke pelukannya,meraih pinggangnya,dan menghujani Istrinya dengan ciuman ciuman,
Arini menggelinjang terpancing gairahnya.
"Sayang aku kangen sehari ini nggak melihat kamu,katanya kamu juga tadi kangen,datang ke rumah janji mau tidur"
"Mas nanti dulu atuh masa sekarang ?"
"Aku maunya sekarang,se ka rang...sayang,nanti mandinya bareng mau sholat maghrib"
"Ya udah kita ke atas"
Hadi merasa menang,dan menarik tangan istrinya di gandeng ke atas.
Hadi terlentang diatas tempat tidur,dan Arini menghampirinya, mencium pipi suaminya,tangan Hadi membuka kancing baju istrinya satu per satu tinggal ********** tangtop,tampak kulit putih yang selalu tertutup.
Benar adanya,seperti meminum air laut semakin kita meneguknya semakin kita haus untuk meminumnya, mereka pasangan muda yang masih punya hasrat tinggi,tenaga yang kuat,gairah biologis tak terkendali setiap ada kesempatan,setiap berdekatan mendatangkan gairah yang ingin selalu di salurkan,dan di tuntaskan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang"
Hadi membelai belai rambut istrinya,Arini yang kecapaian tak bergerak hanya matanya memandang suaminya,dengan tubuh di tutup selimut sedada.
"Heemght,kok Mas terimakasih,aku kan istrimu, Mas berhak meminta apapun dariku.
"Iya sayang,Aku masih seperti mimpi aja...seorang Arini yang pendiam kalem belum pernah pacaran serius, seakan tak butuh seseorang dan cinta akhirnya jatuh ke pelukanku,Aku sayang kamu Rin"
"Aku juga sayang Mas"
Dan sekali lagi mereka berpelukan dengan penuh perasaan...
***
Hadi duduk di meja makan duluan, Arini dengan kepala basah di tutupi handuk cekatan menyiapkan makanannya, menempatkan soto di mangkuk gede,mengambil piring dan sendok,dan menyentongkan nasi buat suaminya.
"Udah sayang,cukup dulu nasinya...kamu aja yang banyak makan"
Berdua di meja makan dan duduk berdampingan,sesekali Hadi melirik istrinya yang makan banyak,seperti sehari belum makan.
"Pekerjaan di Radio nggak ada kendala sayang ?"
"Nggak ada Mas,aku kan punya sekretaris handal yang bisa menangani dengan cekatan dan membantu pekerjaanku.
"Syukurlah,semua masih solid dan kompak,ternyata aku nggak salah memilihmu waktu itu sayang,Riang 89,14 Fm,di pimpin kamu semakin maju aja,kontrak kerja dengan relasi semakin baik,semoga selanjutnya tetap seperti ini"
"Ada satu rencana besar yang saya lagi rancang sama Pak Priyo sayang"
"Apa itu mas ?"
"Aku akan membangun sebuah super market yang lengkap,aku sama Pak Priyo mulai survai lokasi mulai besok,tanahnya lumayan strategis,hampir tuntas 90 persen pembayarannya, tinggal izin membangunnya saja,kita bangun pelan pelan dengan modal yang ada,Aku meminta dukungan mu sayang"
"Mas aku mendukungmu,dan mendo'akanmu, semoga semuanya lancar"
"Ini kesempatan emas sayang,investasi masa depan kita,aku memilikimu aku yakin bisa, pelajarilah seluk beluknya,kita hanya mengadakan fasilitas saja,semua produk yang akan mengisinya akan datang dengan sendirinya"
"Semoga rencana besar mu terealisasi Mas, aku bangga pada kemampuanmu"
"Aku juga bangga pada kemampuanmu sayang,aku melihat potensi besar di dirimu, kalau sudah jadi aku serahkan managementnya padamu"
"Terus Mas mau ngapain ?"
"Aku jadi sopir kamu aja sama nemenin kamu bobo... heeeeee..."
"Aaaah Mas dasar otak mesum,orang lagi serius juga"
"Jangan terlalu serius,nanti cepet tua ntar jidatnya cepet ngerut heeee..."
"Dimana itu tempatnya Mas ?"
__ADS_1
"Ada lah ntar aku ajak kalau Pak Priyo ada waktu,kita bisa lihat lihat bareng Pak Priyo..