Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Selamat pagi dunia !


__ADS_3

Paginya Andini masih saja santai karena mau berangkat ke kampus sekitar jam delapan, masih banyak waktu di kamarnya dan bersantai setelah beres semuanya, kegiatan anak kost apalagi setelah mencuci pakaian beres beres dan mandi, Andini berdandan secantik mungkin dan entah kenapa ingin saja kelihatan berbeda dari sebelumnya yang biasa biasa saja dan agak cuek dengan penampilannya.


Andini memilih pakaian favorit nya dan di padukan dengan kerudung yang serasi dengan pakaiannya, selesailah semua dan Andini sedang memilih sepatu di rak ada yang mengetuk pintu Andini fikir teman tetangga kostnya Dewi yang Andini akan ikut numpang bareng ke kampusnya,dan Andini menjawab ketukan dengan suaranya.


"Masuk aja"


Andini melihatnya begitu kaget sosok menjulang Mas Arman sudah berdiri di pintunya dan masuk tanpa mengucapkan apa apa.


"Mas Arman ? pagi pagi dah di sini"


Arman menghampiri Andini dengan sorot mata aneh dan Andini mengerutkan keningnya.


"Dini kenapa kamu ini ? dari semalam aku nggak bisa menghubungi kamu mana ponsel kamu ? kenapa di matiin,aku nggak tidur semalaman mikirin kamu"


"Mas kan aku sudah bilang aku terima telepon Teh Rini, Mas nggak baca pesan singkat aku apa ?"


"Aku nggak perduli,tapi kenapa di matiin ?"


"Lho aku biasa kalau malam men cash ponsel ya di matiin biar aku bisa istirahat"


"Aku nggak mau,aku nggak bisa tidur gara gara aku nggak ngomong dan ngobrol dulu sama kamu"


"Heeee... Mas ini lucu datang marah marah cuma nggak ngobrol waktu malam dan ponselku di matiin,udah sekarang aja ngobrolnya kan kita sekarang bertemu"


"Aku kangen banget sama kamu Dini,aku tak bisa ngapa ngapain, aku hampir balik lagi ke sini malam malam,dan aku seperti orang gila saja."


Dini terdiam dan menatap Mas Arman di hadapannya, Arman maju dan meraih kedua tangan Andini dan menariknya ke dalam pelukannya dan mereka bertatapan lalu berpelukan erat, Arman mengusap usap punggung Andini dan setelah sekian detik melepaskan semua rasa,Arman sedikit menjauhkan wajahnya kedua tangannya begitu kuat mencengkram tubuh Andini perlahan di dekatkan wajahnya ke wajah Andini dan bibirnya mendarat perlahan dengan mulus di bibir mungil itu,dengan tersengal Arman mulai menyentuhnya dan sedikit gerakan membuka bibir Andini yang masih terkatup, sentuhan hangat menjalar ke seluruh tubuh Andini yang pasrah dalam ciuman pertama mereka.


Dengan bibir basah Arman mencium agak kasar bibir Andini dan membasahinya dengan bibirnya lambat laun menjadi kelembutan yang terbalas, aaaaaah...selamat pagi dunia !


"Sayang aku kangen banget"


"Mas...aku juga"


"Kamu sudah bikin kesalahan, yang membuat aku menahan rindu semalaman" Arman melepaskan ciumannya dan kelihatan bibir Andini agak lebam saking kuatnya Arman mengigit dan menghisap bibir kenyal menggairahkan itu,dan Andini hanya pasrah dalam gairahnya dan menikmati juga membalasnya tak kalah agresif nya,membuat Arman semakin bergejolak gairahnya,ingin membalaskan kerinduan yang menyiksanya dari semalam.


Arman menyudahi ciumannya dan membelai bibir itu Arman kaget ada sedikit darah di bibir Andini,dan Andini sendiri menyembunyikannya dan sedikit menggigitnya.


"Sayang aku minta maaf,aku telah menyakitimu,maafkan aku"


Arman kembali memeluk Andini yang agak meringis menahan perih lalu Arman merengkuh kedua pipi Andini dan di belaian kedua tangannya dengan perasaan sayang.


Andini menunduk malu,sungguh pagi yang tak terduga,masih dengan dada deg degan Arman berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang,kamu telah mengobati semua kerinduanku, aku tak marah lagi,kamu telah memberi aku sarapan yang begitu sempurna"


"Aku tidak memberinya tapi Mas yang memaksanya"


"Haaaaaaaa tapi kan kita sama sama suka ?"


"Mas telah merenggut keperawanan bibirku,lihat nih aku perih banget"


"Bibir kamu masih perawan ?"


Andini mengangguk malu.


"Maafkan aku sayang,aku tak kuasa menahan semuanya,aku nggak lagi lagi janji ! nanti juga sembuh setelah aku cium lagi"


"Katanya nggak lagi lagi dan sudah janji !?"


"Maksudku janji kalau cium kamu lagi nggak sampai terluka begini"


"Aaaaaah... Mas dasar janji apaan itu ?"


"Janji manis ku,heee..."


"Ayo sudah siap aku antar kamu ke kampus"


"Nggak aku malah senang di repotin sama kamu,kamu nggak di salahin juga tetap salah,kamu telah mencuri hatiku"


"Iiiiiiiiiih... Mas ngaco banget deh"


"Aku nggak salah cuma aku sakit melulu"


"Sakit apa itu kelihatannya sehat sehat aja ?"


"Sakit rindu sama kamu"


"Pagi pagi sudah obral gombal"


Arman melirik Andini di sampingnya dan memegang jari jari tangannya.


"Makasih ya sarapannya"


"Sarapan apa aku nggak suguhi apa apa"


"Sarapan yang sangat manis, heee..." Arman mengusap lembut bibir Andini dengan tangan kirinya.

__ADS_1


Andini menangkap tangan Arman dan menggenggamnya.


"Jahil banget ih tangannya"


"Haaa..."


Sampai depan kampus Andini melirik Arman dan tersenyum, Arman memarkir mobilnya di depan gerbang.


"Aku nggak mau kita berpisah"


"Ya aku ada perlu dulu di kampus, kan Mas juga mau kerja dulu ?"


"Ntar siang aku kesini lagi kita makan siang bareng ya"


"Mas Arman aku nggak janji soalnya aku mau ketemu dosen pembimbing aku takut lama dan melewati waktu makan siang,kan ini udah jam setengah sembilan tuh sebentar lagi juga siang, Mas kerja aja dulu beberapa hari ini aku lihat mas tidak serius dalam bekerja hanya buang waktu saja mengantar aku jemput aku nemenin aku,aku jadi merasa nggak enak hati"


"Hush nggak usah ngomong gitu, mungkin aku terlalu mencintai kamu Dini,jadi wajar aku ingin selalu dekat dengan kamu, sekedar melihat kamu, makan bareng dan rasa hatiku ingin selalu bertemu"


"Kayak baru pacaran saja !"


"Aku memang baru kali ini serius dalam pacaran Dini,dari dulu aku ganti ganti pacar tak ada yang begini banget di hatiku,hanya pacaran biasa jalan jalan makan bareng, ngobrol hanya itu,tapi dengan kamu aku merasa ingin serius dan aku begitu gila rasanya, sorry kalau aku jujur banget sama kamu"


"Ah ah ah...aku jadi merasa tersanjung"


"Jadi ya aku siang samper kamu makan ?"


"Mas aku baru mau aktivitas,aku jadi nggak tenang jadinya,gini aja kalau aku sudah selesai aku ke kantor Mas Arman deh serius, terserah mau ke mana aku ikut Mas Arman yang tentuin mau jalan jalan,mau nonton atau ke mana aja,yang penting kita selesaikan dulu kepentingan kita masing masing dulu gimana"


"Oke aku siap,tapi sampai malam ya"


"Aku kan pulangnya naik motor kalau malam malam aku takut pulangnya"


"Iya iya... motor kamu itu bikin ribet jadinya"


"Heee...motor aja di salahkan ,ya sudah aku turun dulu ya Mas"


Arman mengusap bahu Andini dan Andini turun lalu melambaikan tangan sambil tersenyum.


Sepanjang jalan Arman tersenyum sendiri aku ingin bikin kejutan apa ya buat Andini yang nanti mungkin agak sorean akan datang ke kantor nya,apa beli bunga ? ah...kan kemarin kemarin sudah,apa boneka ? kayak ABG dan belum tentu dia suka boneka, beliin baju ? hah...? baju seperti apa aku nggak tahu selera cewek,Arman pusing sendiri dan akhirnya sampai juga di kantornya.


Rima menyambutnya dengan senyuman,asistennya ini memang agak gendut tapi kalau lagi senyum begitu manis kalau sedikit saja bisa mengurangi berat badannya pasti akan tampil lebih anggun,dan satu lagi usianya diatas Arman.


Sekilas tentang Rima,seperti kurang percaya diri dalam bergaul di luar tapi kalau dalam lingkungan kerja Rima sangat percaya diri,setiap proyek yang melibatkan dirinya seperti hoki saja selalu gool, dan Rima mungkin tak menyadari itu semua,padahal Arman sebagai atasannya bisa melihat kemampuan Rima dalam melobby relasinya,Arman juga tak segan segan memberi bonus yang besar dan kadang Rima sampai melotot saking nggak percayanya,tapi Arman tak lain hanya ingin Rima betah kerjasama dengan dirinya dan Arman menganggap Rima sebagi Kakaknya makanya memanggilnya juga dengan panggilan Mbak.

__ADS_1


__ADS_2