Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Penglaris hari pertama


__ADS_3

Paginya Andini sudah begitu siap mengawali harinya,setelah membersihkan dirinya dulu lalu ruangannya dan masih bisa sarapan kue kue yang semalam habis syukuran masih di kardusnya banyak,Andini mencoba santai di ujung tepat tidurnya dan menonton televisi membuka gorden dan hari masih teramat pagi,udara segar menyeruak masuk ke dalam ruangan itu menerpa wajah Andini,anugrah cinta yang di rasakannya sekarang adalah hal yang luar biasa dan baru di alaminya,Arman yang mencintai nya dengan luar biasa pula dan segalanya serba luar biasa bagi dirinya.


Aaaah... Mas Arman aku juga terlalu mencintaimu,cintamu telah membuat aku buta dan lupa diri terlalu indah rasanya untuk tak mengingatnya setiap sentuhan dan tatapannya.


Kebahagiaan buat kita berdua menikmati rasa cinta ini Mas Arman,yang dengan sejujurnya dari hati terdalam ingin rasanya kita tuntaskan semua rasa ini dalam gelegak cinta yang lebih membahana karena sekarang setiap bertemu tak ada puas puas nya,selalu ingin dan ingin lagi dan menuntut lebih jauh lagi.


Andini membayangkan saat dirinya kecolongan dan tahu tahu Arman telah merambah bukit tutupan nya,terasa merinding seluruh tubuh dan terasa kejang setiap urat dan persendiannya dan akhirnya bergidik sendiri dengan nikmatnya saat mulut panas itu mainkan puncak perawan nya,hangat menjalar ke daerah inti dan sensitifnya ber gelanyar aneh dan membuat penasaran, aaaaaah... Mas Arman memang nakal !


Andini tersenyum sendiri atas kesalahannya yang begitu nikmat,dan menyudahi sarapannya lalu membuka iPhone nya dan melihat lihat semuanya belum ada pesan atau telephon dari Mas Arman mungkin dia lagi sibuk mempersiapkan diri untuk keberangkatan nya atau malah sudah di dalam perjalanan.


Andini menutup pintunya dan Andini bukan tipe orang yang malas atau berleha-leha dengan segala aktivitasnya sebelum memulai pekerjaan semua di pastikan beres dan rapi, membersihkan dulu ruangannya di sebelah atas membereskan tempat tidur menyapu dan mengumpulkannya di pojok dan menyerok nya dengan pengki dan di masukkan tempat sampah yang telah tersedia dan baru Andini turun setelah menutup pintu bagian depan dan menguncinya.


Sebelumnya Andini berdandan alakadarnya di depan cermin meja rias kesayangannya yang spesial Mas Arman belikan khusus untuk dirinya,mungkin berawal atas keprihatinan Mas Arman saat melihat Andini berdandan di meja belajarnya dan kaca yang di sandarkan ke dinding dan telah begitu usang juga ada retak retaknya.


Dan Andini turun lalu menyalakan lampu dan duduk di meja kasir memeriksa semuanya,Andini memeriksa semua isi rak rak kaca yang berisi semua tube langsung dan yang terbungkus karton kotak kecil bahan kertas tebal semua bahan perawatan dari atas kepala sampai telapak kaki, parfum, dan semua aksesoris juga tak menutup kemungkinan nanti produk lokal juga akan mengisi tokonya dan nantinya Andini berharap bisa menjual barang yang lebih besar ukurannya dan semua alhasil kebutuhan rumah tangga.


drrrrrrrr rrrrrrrrd rrrrrrrrd... Ponsel Andini berdering pelan saja dan Mas Arman memanggil...


"Halo Mas"


"Iya halo juga sayang,sudah bangun ? nggak apa apa tidurnya ?"


"Enggak biasa aja Mas, udah dong sudah di bawah beres beres dulu dan ngecek lagi harga harganya"


"Syukurlah,takutnya nggak bisa tidur,masih pagi sayang kan katanya mulai buka jam sembilan ?"


"Nggak jadi deh Mas jam delapan saja mau di patenkan udah jam delapan saja,tadinya biar aku bisa belanja dulu tuh pagi paginya kalau suatu saat stok habis,tapi malam ada pemberitahuan dari seller kalau barang bisa di antar jadi aku lega punya banyak waktu"

__ADS_1


"Iya tapi ingat jangan lupa diri lupa dengan kesibukan barunya juga saat istirahat dan waktunya makan"


"Iya Mas aku ingat dan yang pasti ada yang ngingetin dan nanti kita selalu makan siangnya bareng ya Mas"


"Iya sayang aku akan selalu ada disamping kamu nanti, tapi kamu harus pintar-pintar menjaga diri,karena aku nggak selamanya ada di samping kamu seperti saat ini aku lagi menunggu jemputan dan berangkat ,harus bisa mengurus diri kalau udah sakit akunya khawatir nggak bisa kangen kangenan lagi heee..."


"Mas pagi-pagi sudah bilang kangen baru semalam kita ketemu dan segala digigit emang belum puas apa ?"


"Sepertinya belum ada kata puas sayang sebelum aku memilikimu seutuhnya dan itu semua ingin segera terwujud biar aku nggak meriang setiap kali bertemu sama kamu"


"Cepat pulang ya Mas"


"Iya pasti perasaan ini juga aku nggak rela pergi jauh sama kamu"


"Ya sudah selamat jalan ya Mas bawa kerinduan nanti,aku menunggumu"


Klik ! telephon sambungannya terputus dan Andini menarik nafas dalam dalam lalu melirik jam di pergelangan tangannya waktu menunjukkan pukul 07.01 masih banyak waktu mengatur dan beres beres.


Tepat jam delapan Andini membuka rolling door tokonya dan langsung satu Ibu Ibu masuk dan melihat lihat sepertinya si Ibu seorang yang menunggu antrian di salah satu Bank di ruko tengah, walaupun agak bawel Andini begitu senang tokonya di kunjungi dan setiap pengunjung yang datang langsung di tawarkan menjadi member untuk bisa memasarkan semua produk yang ada di tokonya dengan menjaduy reseller dan memasarkan lewat ponselnya.


Penglaris yang sangat manis buat Andini dan senyum terkembang dari bibirnya, dan hari merambat siang walau hanya beberapa gelintir orang yang berkunjung dan membeli alakadarnya tapi hari pertama di lalui Andini dengan gembira, sesuatu yang tak sia sia hari harinya bisa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat dan kesibukan.


Saat istirahat siang Andini menutup dan mengunci tokonya sebentar dan basa basi sama seorang satpam dan Andini bilang mau beli makan siang,dan dapat satu kenalan seorang satpam yang berjaga di luar Bank sebelah, Andini makan siang dan menjalankan kewajibannya sebagai muslim sholat duhur lalu membuka kembali rolling door, tak perlu istirahat fikirnya karena dari pagi juga sudah istirahat sambil duduk duduk di sela sela datang pengunjung melihat lihat tokonya.


Dan menjelang sore pengunjung lumayan agak banyak karena mungkin tepat pulang kantor Andini agak kewalahan karena belum semua produknya di kasih harga dan harus melihat dulu katalog,tapi semua bisa di atasi dan dengan gembira Andini melewatinya.


Menjelang malam lumayan juga banyak pengunjung, pegawai Bank sebelah dan Andini juga nggak tahu dari mana datangnya walau hanya masuk lihat lihat dan sebagian besar membeli Andini begitu bersyukur atas pencapaiannya hari ini dan jam sembilan malam Andini menutup tokonya dan mematikan lampu bawah lalu naik ke atas dan merebahkan badannya di tempat tidur sambil memandang langit langit ruangannya.

__ADS_1


Andini bangun dan membuka kunci pintu terras balkon depan dan memandang terangnya malam hari jam sembilan benderang malam yang cerah dan angin membuat Andini ngantuk dan masuk mengunci pintu kembali tanpa menutup gorden nya dan benar saja seperti kata Mas Arman semua tampak jelas bulan sabit di tanggal tua dan kedip bintang menjadi pemandangannya dari tempat tidurnya.


Begitu sibuknya Mas Arman sampai malam belum ngabarin hanya pagi tadi saja dia kasih khabar dan itu juga sebelum berangkat dan lagi menunggu jemputan.


Mungkin capek atau baru datang,Kota Surabaya kan lumayan jauh atau datang datang langsung kerja ? Mungkin juga begitu karena semangat nya dalam bekerja begitu kuat dan akhir akhir ini saja agak kendor berubah setelah mereka kenal dan dekat bawaannya agak malas bawaannya mau deket dan nemplok terus di sampingnya,dan nggak ada kata kata lain selain kangen dan nggak mau pulang kalau nggak di rayu rayu dan terus di ingatkan.


Dan Andini rebahkan badannya lagi sambil mengusap usap tempat tidur yang lumayan gede, dan khayalannya jauh membawa dirinya melambung tinggi melayang entah ke mana dan di sana hanya ada Mas Arman dan cinta mereka juga kebahagiaannya.


Andini memeluk guling nya dan teringat belum membersihkan wajahnya,tapi perasaan ngantuk menguasainya dan Andini hanya memandang sekeliling ruangan yang sepi dan lengang lalu terpejam.


.


.


.


.


Jangan lupa ikuti dan kunjungi juga novel karya Enis Sudrajat lainnya ya :


❤️ Pesona Aryanti (end)


❤️ Meniti Pelangi (on going)


❤️ Biarkan Aku Memilih (on going)


Up setiap hari

__ADS_1


Salam !


__ADS_2