Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Rahasia berdua


__ADS_3

Pagi harinya.


Dewi mengetuk lagi kamar Andini dan biasa melompat penghalang tembok teras mereka dan Andini sudah bangun tapi masih berantakan.


"Busyet yang habis di kunjungi pacar sampai malam lu ya ?sampai berantakan begini apa cakar cakaran memangnya atau latihan renang ?"


"Sue lu gue sampai enggak mandi malam nggak ada waktu cowok gue pulang udah kemalaman gue udah keburu ngantuk lalu tidur aja nggak ngurusin apa-apa"


"Tapi cowok lu di kasih servis nggak ?"


"Ya dikasih lah kalau nggak di kasih mana mau pulang ?"


"Haaa...coba lihat dulu bibir lu apa terluka lagi atau lebam lebam kayak habis boxing ?"


"Awas lu Wi jangan mendekat, dasar gila lu gue belum mandi"


Andini mendorong sahabatnya menjauh dan Dewi hanya terkekeh sendiri.


"Lumayan bibir lu nggak kenapa kenapa hanya bengkak sedikit kelihatannya sudah mulai pintar dan lihai juga sopan permainan kalian berdua"


"Ya begitulah semua telah berjalan apa adanya dan terkendali"


"Mana iPhone bagus mu Din ? katanya kamu mau aku kasih resep memuaskan hasrat sendiri tanpa merusak selaput istimewa lu"


"Emang ada Wi ?" Andini so polos dan antusias kalau mendengar hal hal sensitif begitu,sambil melempar iPhone nya.


"Banyak"


"Nih lu install aplikasi ini buat pemanasan dulu,tonton sampai habis atau sampai lu merasa mau dan... sini aku bisikin lalu...tuntas deh nggak usah berhubungan badan sebelum nikah Oneng itu klasik banget !"


"Dosa itu kali Wi heee...?"


"Memang ciuman sampai merah dan lebam gini lu pikir itu nggak dosa apa ?"


"Coba aja dulu cara ini biar kepalamu nggak sakit dan uring uringan sendiri jangan sekali kali lu ngumbar emosi dan ***** depan cowok lu bahaya tahu,kalau cowok sih emang maunya dan senengnya begitu"


Dini hanya diam.


"Gila komplit banget pengalaman lu Wi dasar lu cacing kepanasan ada yang nggak extremely seperti tadi nggak ?ahaaaay..." Dini mulai tertarik.


"Oneng itu sudah paling sederhana"


"Berarti lu sering gitu gituan sendiri ?"

__ADS_1


"Nggak juga sih tapi kalau kebelet lagi baca buku bokep atau nonton yang ahaaaay...ya pasti semua juga diakhiri dengan cara itu, itu yang paling praktis dan juga ekonomis haaa..yang pasti tanpa resiko"


"Kalau di lakukan sama pasangan kita ?"


"Astaga Dini itu main beneran namanya,lu udah jadi suami istri belum ? mikir otak lu sedikit mau masalah banyak apa sedikit lu,mau gampang atau susah ? mau enak nggak ada resiko atau enak berujung petaka yang tak di harapkan ?"


"Maksud gue nggak pake tongkat baseball heee..."


"Ya itu tergantung kesepakatan lu berdua, tahan nggak lu berdua hanya main semi haaaa... ?"


"Lu sebenarnya menjunjung tinggi keperawanan nggak sih ?" Dini mengalihkan.


"Dini pada dasarnya semua wanita juga ingin mempertahankan sesuatu itu tetapi kalau mampu dan bisa dan ingin semua wanita juga mempertahankan satu itu untuk dipersembahkan pada seseorang yang kita cintai pada saatnya nanti tetapi tidak semua bisa, walaupun saya begini istilahnya di mata lu itu berantakan lah tapi saya masih bisa menjaganya sampai sekarang berganti cowok berganti pacar itu biasa tapi mempertahankan itu adalah mutlak hak kita dan pilihan kita"


"Gue juga sependapat sih sama lu tapi kadang kalau lagi deket seakan kita nggak mampu menahan nya,dan tau tau dada gue udah di icip-icip haaa..."


"Sinting lu itu mah lu nya aja yang kesengsem dan gatal,jarang lho orang yang bisa menolak kalau sudah sampai kayak lu lepas dada dan bisa nahan pasti jebol,tapi lu keburu inget atau tiba tiba sadar ?"


"Iya malah keduanya yang sama sama sadar,dan aku yang mendorong badannya menjauh duluan"


"Hati hati aja pesan gue sebagai sahabat lu jangan sampai kenikmatan sesaat menyesatkan dan jadi masalah sepanjang hayat,jangan jadi murahan walau di depan cowok yang lu suka coba jual mahal sedikit biar cowok itu penasaran sama kita buat dia memimpikan satu malam indah habis akad nikah,biarin dia klepek klepek di depan kita, kita seolah nggak butuh padahal sama sudah nggak tahan haaa..."


"Iiiiiiiiiih dasar lu ! Iya Wi makasih banyak loh nasehatnya,kadang kita lengah juga tanpa ada yang mengingatkan"


"Dewi gue kagum pada lu penguasaan soal gituan lu begitu dalam serasa gue konsultasi pada dokter Boke Dion Nugroho SpOG haaa..."


"Di kira lu keong pengalaman diem diem ternyata malah kecolongan duluan dasar kurang konsultasi sama gue !"


"Haaa..."


"Andini lu cinta banget ya sama cowokmu itu ?"


"Sepertinya gue nggak lirik samping kiri dan kanan lagi Wi,mau apa lagi ? semua sudah ada yang dia butuhkan hanya seorang istri,rumah,usaha dan duit,dan satu lagi gue mau cerita sama lu gue mau merintis usaha modal dia,sudah di belikan satu ruko milyaran dan gue mau pindah kira kira tiga hari lagi tapi ingat hanya lu yang tahu Kakak gue juga belum di kasih tahu semuanya"


"Astaga ! Dini lu mau satu atap sama dia dan hidup bareng ?"


"Enggak oneng emang gue cewek apaan ?"


"Dia ya di rumahnya,ya gue di ruko itu,pokoknya kalau nanti gue sudah perlu bantuan gue nggak akan minta bantuan siapapun selain lu, jadi lu siap-siap nanti jadi karyawan gue lu siap nggak ?"


"Dini lu mujur banget pantesan duit lu banyak banget,juga sampai dada lu dikasih buat icip-icip haaa..."


"Dasar lu comel jangan banyak omong biar gue baik hati sama lu"

__ADS_1


"Iya iya gue bisa simpen rahasia lu,tapi kayaknya gue akan kesepian di tinggal lu pindahan"


"Lagian kan kita juga sebentar lagi pisah kan kuliah sidang skripsi wisuda udah,kecuali kita punya hubungan lain nanti sebelum lu dapat kerjaan bantuin gue pokoknya"


"Siap nyonya pengusaha"


"Sebenarnya cowok gue sudah nyaranin cari buat teman biar nggak sendiri,tapi aku fikir dari mana gajinya,pokoknya lu sabar saja dulu biar aku rintis dulu usaha ini nanti maju gue repot ngurus usaha sama pacaran lu bantuin gue haaa..."


"Dasar keong lu otaknya bokep mulu, sekali tembak semua di kasih,kali kali gue lihat dada lu sepertinya penuh tatto kemotan cowok lu"


"Enak aja gue masih eling Woooooi..."


"Lu hari ini mau ke mana ?"


"Rencana gue mau ke ruko itu dan menata rak rak dan melihat pengerjaan mengecat dinding warna kesukaan gue lu mau ikut ?"


"Ikut doooong biar gue tahu"


"Ayo daripada di sini nggak ada kerjaan nge-halu yang lain lain,lu praktek melepaskan hasrat tiap hari sendiri haaaaaaaa..."


"Nggak juga keong itu kalau gue kepepet aja haaa..."


"Tapi kelihatannya lu kepepet tiap hari"


"Dasar !"


.


.


.


.


Jangan lupa ikuti dan kunjungi juga novel karya Enis Sudrajat lainnya ya :


❤️ Pesona Aryanti (end)


❤️ Meniti Pelangi (on going)


❤️ Biarkan Aku Memilih (on going)


Up setiap hari

__ADS_1


Salam !


__ADS_2