Meniti Pelangi

Meniti Pelangi
Kejutan tak terduga


__ADS_3

"Sayang kamu ada di mana?"


"Aku ada di toko Mas, ada apa?"


"Aku ke situ ya."


"Ke sini aja, emang ada apa?"


"Ada kejutan buat kamu."


"Apa nih?"


"Tunggu ya."


"Emang aku sudah di sini."


Klik sambungan telephon terputus, ada apa sih dengan Mas Arman aneh-aneh aja gumam Andini.


Aneh orang ini semakin aneh aja dengan kejutan-kejutannya, kali ini kejutan apalagi?


Sore itu Andini memang kelihatan sibuk, banyak banget pengunjung tokonya silih berganti datang, padahal rencananya malam nanti mau mencari sesuatu perlengkapan wisudanya yang dirasa masih ada yang kurang.


Dengan bisanya Arman mau memberi kejutan yang telah lama di persiapkan nya, janji yang mungkin Andini sudah lupa saking sibuknya, kemarin-kemarin persiapan tunangan, sekarang menghadapai wisuda dan nanti yang lebih akan lebih menyita waktunya yaitu persiapan pernikahannya.


Andini adalah segalanya kini bagi Arman, dan ingin membuktikan di hadapan Arini Kakaknya Andini kalau dirinya begitu serius dengan adiknya dan akan membahagiakan Andini sebagai istrinya.


Arman memang di bilang terlalu mencintai Andini hingga segala yang di butuhkan Andini sudah di penuhinya dan sekarang akan membuat kejutan istimewa entah apa lagi kejutan Arman kali ini.


Arman datang ke toko Andini dengan wajah tak bisa di sembunyikan yaitu wajah gembiranya, duduk di kursi tunggu mengamati wajah sang kekasih yang lagi serius menghadapai dan melayani pengunjung tokonya.


Arman tersenyum Andini begitu cantik dan kecantikan yang bisa di bilang sama dengan Kakaknya Arini, Arman begitu bersyukur kalau dirinya bisa mencintai keduanya walau cinta pertamanya pada Arini tak bersambut.


Ingin segera Arman melihat wajah sang kekasih yang pastinya akan terkejut saat nanti aku perlihatkan sebuah hadiah kejutan untuk dirinya.


Andini terlalu bersemangat dan terlalu fokus sehingga tak menyadari Arman sudah memperhatikan dirinya sejak tadi.


Sampai pada pengunjung terakhir Arman baru menampakan diri di hadapan Andini sambil pura-pura kesal karena lama menunggu.


"Eeeeh...Mas sudah lama nunggunya heee..." Andini keluar dari ruangan kasir dan sedikit keliling menggandeng tangan Arman dengan sikap manjanya.


"Nggak enak rasanya di abaikan."


"Siapa emang yang mengabaikan? Mas lihat sendiri aku lagi sibuk."


"Tapi aku nggak suka dengan kesibukanmu hingga lupa padaku."


"Ini marah ceritanya? Aku baru tahu kalau Mas marah dengan hal sepele gitu."


"Pokoknya aku nggak suka di abaikan, aku nggak suka kesibukanmu kalau lagi ada aku aku mau jadi prioritas utama dalam hidupmu."

__ADS_1


"Mas serius marah? hanya karena aku sibuk melayani dulu pengunjung?"


"Ya, aku marah."


"Terus maunya Mas apa?"


"Maunya peluk kamu, dan ajak kamu jalan-jalan, karena aku mau kamu lihat apa yang aku bawa di luar sana buat kamu sayang..."


Andini melirik ke luar tak ada apa-apa hanya mobil berjajar di parkiran tapi ada satu mobil yang masih ditutup dengan kain parasit silver.


"Mas memang nggak marah sama aku?"


"Marah? nggak lah sayang sini aku mau kasih kejutan buat kamu. Arman menarik tangan Andini keluar dan membuka penutup mobil dan membukanya tampak satu mobil tipe mini baru di hadapan Andini yang bengong tak mengerti."


"Silahkan buka ,dan duduk lalu test Drive."


"Aku nggak bisa Mas."


"Jangan kalah sama Kakakmu yang begitu mahir bawa kendaraan."


"Ini mobil baru Mas?"


"Iya, ini buat kamu kok nggak ucapin terimakasih?"


"Ah Mas bohong kali."


Andini diam saja tak berani melakukan apapun, Arman membuka pintunya dan terlihat jok-joknya yang masih pakai plastik.


Arman masuk duluan dan duduk di balik kemudi.


"Silahkan masuk nyonya Arman."


Andini begitu tak percaya atas apa yang dilihatnya, tapi mencoba masuk dan duduk di samping Arman.


"Mobilnya bagus nggak? terus gimana rasanya punya mobil baru?"


"Mas, ini mobil siapa?"


"Ya ampun Andini kamu masih belum mengerti kalau ini mobil kamu, yang disebut hadiah kejutan itu."


Andini masih saja diam tak percaya, hatinya masih meragu kenapa Arman memberikan sesuatu tanpa persetujuan darinya? apakah aku juga harus menolaknya enggak enak juga, orang sudah bersusah payah membelikannya hanya satu yang diharapkan yaitu kebahagiaan.


"Sayang yang aku sebut-sebut dari sebelum kita tunangan itu, kamu ingat nggak? waktu itu aku pulang dari Surabaya seandainya proyek uang sedang aku urus gol aku akan kasih kejutan, kamu itu adalah keberuntungan ku waktu itu aku ngomong begitu sama kamu dan aku berjanji akan memberikan kamu hadiah dan sekarang ini dia kejutannya."


"Mau test sekarang nggak?"


"Mas, gimana cara aku terimakasihnya?"


"Ntar malam kita pelukan sampai pagi haaa..."

__ADS_1


"Iiiiiiiiiih... Mas!"


"Lagian, kamu itu lucu terima kasih harus tanya dulu, terima kasih tinggal bilang aja terima kasih."


"Tapi ini semua begitu berlebihan aku rasa."


"Andini, harusnya aku yang terimakasih sama kamu, kamu telah memberikan berjuta kebahagiaan buatku, cinta dan sayang kamu tak terbatas buatku, sudah sepantasnya aku juga memberikan kebahagiaan buatmu."


Andini diam merasa dirinya memang mencintai Mas Arman dengan sesungguhnya, dengan setulus hatinya walau tanpa mengharap hadiah dan kejutan luar biasa begini juga.


"Mas apa Mas Arman tak berlebihan memberikan sesuatu kepadaku, Aku mencintai Mas Arman dengan tulus dengan cinta yang datang dari hati."


"Andini, aku tahu cintamu padaku tulus, aku memberikan sesuatu kebahagiaan buat mu menurut kemampuanku, Aku tak mau kamu terbebani karena semua pemberianku ini, terimalah seperti kamu antusiasnya ingin kesibukan dan aktivitas di toko itu."


"Aku memberikanmu ini semua sudah aku pertimbangkan baik buruknya buat kamu, suatu saat kamu pasti akan butuh dengan semua ini." Arman menyambung kata katanya, melihat Andini begitu kurang respon atas apa yang diberikannya.


"Dini, sebentar lagi kamu akan menjadi istriku dan semua yang aku miliki akan menjadi milikmu juga. Aku memberikan dan beli mobil ini buatmu karena aku setiap waktu tak akan ada bersamamu, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan aku keluar kota meninggalkanmu. Jadi kamu belajar mandiri untuk bisa membawa kendaraan untuk bisa berbelanja mengisi toko mu, untuk ke mana saja keperluan mu aku ingin memberikan kenyamanan buat istriku."


"Makasih banyak-banyak ya Mas"


"Sama-sama sayang, senyum dong dari tadi kelihatan kamu tak begitu gembira kenapa?"


"Ayo kita turun, aku mau mandi katanya mau test Drive Mas tungguin toko ya." Andini membuka pintu mobil dan keluar mengabaikan pertanyaan Arman yang bertanya kenapa kelihatan tak gembira.


Arman juga keluar mengikuti Andini yang masuk lagi ke tokonya.


Arman menangkap tangan Andini yang mau naik ke atas, baru mau menginjak satu anak tangga.


"Dini, apa kamu senang dengan pemberianku itu?"


"Aku senang banget sekaligus sedih."


"Ada apa Dini, kenapa?"


"Aku senang karena Mas begitu baik memberiku kemewahan yang luar biasa, tapi di satu sisi aku sedih melihat motorku dan kenangannya, akankah motor itu tidak aku pakai lagi sedangkan awal kita berjumpa karena motor itu, aku begitu sedih serasa aku kehilangan sesuatu."


"Ya ampuuuuun...di kira apa, oke kita modif motor itu sebagus mungkin, sewaktu-waktu kita pengen bernostalgia kita berjalan-jalan bersama menaikinya dan kita jadikan motor itu sebagai kenangan dan kita musiumkan kan di rumah kita bagaimana?"


"Mas, serius?"


"Serius dong"


*****


Happy reading dan tinggalkan jejak mu ❤️🙏


Sambil nunggu up Meniti Pelangi baca novel yang sangat bagus untukmu, My Cool Husband, fav, like dan vote ya 🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2