
Dini dan Dewi berboncengan naik motor menuju ruko yang dari kemarin beberapa kali Dini dan Arman datangi, sepanjang jalan obrolan manis dan sangat pribadi meluncur dari mulut keduanya memang kalau urusan-urusan isu gossip dan hoax perempuan emang jagonya dan seperti tak habis bahan dan topik pembicaraan juga enak diobrolkan,pakaian,aksesoris, makanan,artis aktor Korea,film musik gossip teman dan lain lainnya.
Dewi tak henti hentinya mengagumi keberuntungan yang lagi berpihak pada temannya ini, Satu ruko mungkin dengan harga fantastis belum nanti modal untuk usaha awalnya,dan semua pasti tak terhitung budget yang di keluarkan pacarnya Andini.
"Ayo kita lihat ke dalam dan atasnya ada yang lagi finishing dari kontaktor nya Mas Arman, lu tahu kan nggak jauh jauh amat paling seperempat jam dari kost kostan kita ?"
"Iya Dini cowokmu mau ke sini nggak sekarang kan belum lu kenalin ke gue, siapa tahu ada lowongan kerja buat gue biarin belum lulus juga"
"Nanti gue telephon dulu lagi sibuk atau nggak,sepertinya di kantornya dia cuma Mbak Rima yang mengurus segalanya"
"Neng Dini ya ?" seorang tukang menyapa Andini dan mengangguk sopan.
"Iya Pak,dikit lagi selesai ya ?"
"Atas sudah selesai Neng silahkan,malah sudah di pel sama ubin ubinnya"
"Wah terimakasih banyak Pak"
"Iya Neng sama sama"
"Ayo Wi kita lihat ke atas"
Andini dan Dewi naik ke ruko bagian atas melewati tangga yang begitu kokoh dan di atas terlihat ruangan yang begitu luas plong nggak ada pembatas hanya di dekat tangga naik ada sedikit pembatas untuk sekedar dapur dan kamar mandi,dan balkon atas untuk bersantai yang begitu leluasa untuk menjemur dan menempatkan dua kursi menikmati indahnya malam dan bisa di lihat dari tempat tidur kalau menempatkan tempat tidur di ujung menghadap ke terras atas.
Melihat ke bawah parkiran dan lalu lalang kendaraan yang ada di depan juga pohon pohon yang berderet rapi pinggir jalan menjadikan pemandangan jarak jauh yang terlihat indah di lihat dari atas.
"Seperti apartemen aja Din heee..."
"Iya aku juga merasa nggak percaya saat Mas Arman memberi kejutan semua ini"
"Nyaman banget istirahat juga nantinya tinggal tutup dan naik ke atas"
"Wi aku telephon Mas Arman dulu ya"
"Ya ya ya silahkan !"
"Ya halo Mas,sibuk ya ?"
"Nggak biasa aja,tapi hatiku sibuk mikirin kamu"
"Gombal"
"Kamu ngapain tiduran ya dan mikirin aku apa melamun kan aku ?"
"Idiiiih...pede amat siapa yang mikirin dan melamun Mas"
"Alah jangan bohong pasti nelephon karena kangen kan ?"
"Iya sih sedikit heee..."
"Lho sisanya di kemana kan kok kangen sama aku cuma sedikit ?"
"Ada di simpan dulu kalau di kasih semuanya aku nggak punya cadangan dong"
"Kamu jangan curang pokoknya aku ingin kangen kamu semuanya buat aku titik !"
"Haaa...gitu aja marah iya nih sudah aku persiapkan di sini aku di ruko sekarang sama Dewi lagi lihat lihat dan ada di atas enak banget mas kalau sudah jadi dan selesai,nggak sabar aku ingin segera menatanya dan membuka usahaku.
"Serius sayang ? juga pasti.kamu nggak sabar bertemu aku kan ?aku ke sana sekarang ya dan kita makan siang bersama"
__ADS_1
"Iya aku tunggu sayang"
Arman begitu antusias banget saat tahu Andini ada di rukonya dan langsung keluar dari kantornya menuju rukonya yang tak terlalu jauh dari kantornya itu.
Saat Andini lagi ngobrol dengan Dewi di balkon atas deru mobil memasuki area parkiran bawah dan Andini menengoknya.
"Wi ada Mas Arman di bawah baru datang aku ke bawah dulu ya"
"Iya Din"
Andini menuruni tangga dan Mas Arman lagi ngobrol dengan pegawainya yang lagi mengecat dinding.
Cocoknya nggak Pak cat nya dengan keinginan calon istri saya ?"
"Tadi sudah melihatnya Pak Arman dan Neng Dini tidak protes juga complain apa apa kelihatannya senang dan suka"
"Dia memang tidak rewel Pak dan memang ini juga catnya bagus banget lembut warnanya dan sejuk"
Andini yang mendengarnya di tangga hanya tersenyum dan menyambut Arman dengan senyuman manisnya.
"Hai Mas"
"Ya sayang,katanya sama teman mana sekarang temannya ?"
"Ada di atas" Andini menghampiri Arman dan memeluknya sekilas dan Arman mencium kepala samping Andini.
"Gimana tempatnya kira kira kamu betah nggak di sini ?"
"Wow istimewa banget Mas" sinar mata Andini berbinar dan Arman menatapnya gemas kalau nggak ada orang sudah pasti pelukannya belum lepas.
"Syukurlah sayang,dan itu yang aku mau kamu mau pindah dan mulai aktivitas di sini jadi nggak terlalu jauh aku kalau mau ketemu" Arman merengkuh bahu Andini dan berdua berjalan ke atas.
"Makasih Mas"
"Iya sayang"
"Wi sini kenalan dulu nih sama Mas Arman"
Dewi yang lagi melihat lihat ke bawah dari balkon depan melirik dan menghampiri Arman dan mereka salaman menyebut nama masing masing.
"Sama selesai juga kuliahnya ?"
"Iya Mas" Dewi menjawab pertanyaan Arman.
"Belum ada kegiatan ?"
"Lagi menikmati masa masa bebas dan tenang dari tugas dan rutinitas perkuliahan"
"Ya ya ya... memang harus di nikmati asal jangan keenakan istirahatnya nanti kebablasan"
"Makanya Dini saya tawarin kegiatan yang menantang dan dia menyambutnya dan nggak mau di bantuin,nggak tahu kalau nanti berangsur berjalan dan keteter pasti merekrut yang membantunya"
"Iya Mas aku coba dulu sendiri biar aku merasa ada perjuangan di usahaku ini dan ku nikmatin semua lelahnya dulu" Andini memberi alasan.
Paling-paling nanti minta bantuan ku untuk pertolongan pertamanya haaa..."
Andini hanya tersenyum dan Dewi juga mengakui bijaksananya Andini dalam mengambil keputusannya.
"Sudah pada makan belum ? ayo kita makan dulu mau di mana makannya ?" Arman mengajak.
__ADS_1
"Di mana aja ya Wi yang penting ?"
"Pedas !!!"
Andini dan Dewi menjawab bareng kata "Pedas"dan Arman tertawa melihat keakraban mereka,jangan jangan mereka saling curhat masalah pribadinya juga bukan hanya kompak dalam soal makanan saja alah alah...dasar cewek.
Mereka turun ke bawah beriringan dan Arman turun duluan sambil melihat-lihat sekeliling ruangan yang masih di cat tinggal sedikit lagi.
"Pak jangan dulu makan ya biar nanti aku kirim,saya makan dulu ke luar biar nanti sekalian kalau sudah bersih bantuin saya beresin rak rak nya ya"
"Oh iya Pak Arman baik,saya selesaikan dulu mengecatnya dan lalu mau mengepelnya"
"Iya Pak,maksud saya sekalian biar orang yang mau nempti nya ada di sini jadi penataan semua itu sesuai keinginannya,soalnya bukan saya yang akan buka usaha di sini"
"Betul Pak"
Arman ,Andini dan Dewi keluar menaiki mobil Arman dan mobil melaju ke sebuah restoran yang agak ramai karena jam makan siang.
Semua tampak ceria Dewi yang melihat kemesraan Arman pada Andini begitu bersyukur bisa melihat kebahagiaan temannya dan semoga bahagia mereka lanjut ke yang lebih serius,mengingat akrab dan baiknya seorang Andini bagi Dewi layaknya seperti saudara saja.
Dewi juga menerima telephon dari seseorang dan mukanya tampak berseri dan Andini melihatnya di sela sela ngobrol ringan dengan Mas Arman.
"Ada apa Wi ?"
"Heeee...cowok gue mau datang ada perlu,gue pulang duluan lu nggak apa apa Din ?"
Andini melirik Arman dan Arman yang menjawab.
"Nggak apa apa, biar nanti saya antar dulu"
"Nggak usah Mas gampang saya naik angkot aja habis makan ya Din, maaf ya saya bukannya nggak sopan"
"Wi lu pakai aja motor gue,karena gue masih lama di ruko itu biar nanti Mas Arman yang anterin gue,takutnya gue juga sampai malam soalnya mau menata dulu semua rak raknya,bisa kan Mas anterin aku nanti ?"
"Sangat bisa sayang dan harus bisa heee...pakai aja motornya Wi nggak apa apa biar Dini saya yang anterin nanti,lagian katanya mau nginep aja di rumahku !"
"Mas !?"
"Haaaaaaaa...bercanda sayang"
Dan mereka menyudahi makan siangnya.
.
.
.
.
Jangan lupa ikuti dan kunjungi juga novel karya Enis Sudrajat lainnya ya :
❤️ Pesona Aryanti (end)
❤️ Meniti Pelangi (on going)
❤️ Biarkan Aku Memilih (on going)
Up setiap hari
__ADS_1
Salam !