Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Motivasi Bang Faisal


__ADS_3

Selepas makan malam, kami duduk santai di ruang luar, sambil bercerita tentang sekolah, teman, dan kehidupan dikampung halaman, cerita Bang Faisal yang jarang pulang, dan Fatih sedang lucu-lucunya. Pergerakannya lincah bangat suka mau apa yang orang makan. Melihat Fatih over aktif pasti kak shela sangat kerepotan mengurus Fatih.


"Gimana, tadi Na?" Bang Faisal menanyakan tentang perjalanan Aku.


"Belum dapat Bang, masukin Aku ketempat kerja Abang aja," dengan pandangan memohon Aku meminta agar dimasukkan ke perusahaan tempat Bang Faisal bekerja.


"Belum buka lowongan Na, Nanti kalau sudah buka, Abang pasti masukin lamaran kamu terlebih dahulu," mendengarnya Aku langsung lesu, bukannya dibilang iya, eh malah kata lain yang keluar dari mulutnya.


"Tanya lah bos, Bang, kapan buka lowongan," gak sabar rasanya ingin segera bekerja, tapi dengan seperti tadi, banyak pelamar yang bersaing mendapatkan pekerjaan semangatku sempat luntur.


"Sabar ya! Nunggu kontrak orang-orang habis dulu baru ada lowongan, sekitar 7 bulan lagi kontrak karyawan baru habis, kalau banyak yang tidak diperpanjang kontraknya, butuh banyak calon karyawan kok," 7 bulan lagi?" 7 bulan lagi Aku harus menunggu?" mending aku cari yang lain, batin Nana.


"7 bulan lagi, karatan Aku Bang," tentu saja aku tidak bisa menunggu selama itu, apalagi tinggal di rumah kakak sendiri tak senyaman tinggal dirumah ibu kandung, terlebih Bang Faisal sudah menikah tentu makin beda rasanya seperti tinggal dirumah orang lain, bukan Aku tidak cocok dengan ipar, untuk sekarang kan masih baru, ya tentu yang nampak yang baik-baik aja, belum melihat keburukan kami masing-masing, ipar sama ipar sering cekcok karena menurut agama itu ipar itu maut, jangan disatukan istri sama adik/kakak suami, karena mereka semua bisa menjadi maut mematikan untuk sepasang suami istri.


Suami istri, kakak beradik sering berantam apalagi sama ipar, tentu beda berantam nya kakak beradik sama ipar. Jadi usahakan mereka yang telah menikah jangan menyatukan pasangan sama ipar, bahaya.


"Karatan gimana?" ada-ada aja kamu ini, baru sehari pun, orang aja sampai berbulan-bulan, berusaha aja dulu, Nanti pasti dapat kok," tadi kak shela, sekarang Bang Faisal yang berbicara sama, memang mereka sehati sejantung kayaknya.


"Ya, memang dapat, tapi dapatnya entah kapan,"


"Berusaha aja, jangan buru-buru, kalau buru-buru, nanti tidak seperti yang kamu inginkan, susah dapatnya, terus aja mencari, perbanyak teman, saling berbagi informasi, tidak pun teman sejati, 1 diantaranya pasti ada yang serius membagi informasi sama temannya,"


"Ya, deh Bang, akan ku coba, tapi lama gak dapat-dapat, jangan bosan sama keberadaan aku disini ya!


"Kenapa bosan?" kamu kan Adik kandung Abang bukan orang lain, kak shela juga ipar kamu bukan orang lain, anggap aja kak shela kakakmu sendiri, walau tidak kakak kandung, tapi sudah menjadi ipar mu Artinya kakakmu juga,"


"Iya, insya allah deh Bang, akan aku coba,"


"Benar ya, berusaha aja dulu, jangan buru-buru biar hatimu itu tidak merasa sesak karena apa yang kamu inginkan jauh dari harapan. Berdo'a dan  dan berusaha setelah itu pasrah kan pada Allah. Jangan lupa tahajud juga, sering telpon Ibu, sering-sering juga minta Richo Ibu, karena Ridho orangtua juga Ridho Allah.

__ADS_1


"Siap Bang,"


"Kalau gitu kita kekamar dulu ya, pagi-pagi besok harus bangun,''


"Ya,"


Malam kian larut tapi mata ini sulit terpejam, entah apa yang aku pikirkan, sabar Nana, jangan gelisah. Bismillahirrahmanirrahim.


❤❤❤


ALLAHU AKBAR.


Azan subuh berkumandang, melakukan rutinitas umat muslim, biasanya setelah sholat subuh Aku tidur lagi, atau menunda sholat shubuh agar tidak tidur lagi, disini masa bisa seperti itu, bisa ditegur Bang Faisal nanti, ah, Adek nya aja tidak segan dia tegur sesuka hati apalagi istri dan anak nya. Walau Aku jarang pulang, tapi Aku sepertinya paham sedikit karakter Bang Faisal dan kak shela.


Ini hari kedua Aku mencari lowongan pekerjaan mudahan dapat hari ini Amiin. Udah kayak menghidupkan anak 3 aja aku ini kayak ngebet ingin mendapatkan kerja untuk menafkahi anak-anak, gak salah kok jadikan motivasi aja, Aku memang tidak memiliki tanggungan sama orang lan, tapi tanggungan terhadap diriku sendiri, ingin mencari biaya untuk kuliah, enggak mau membebankan ibu, tidak mau membebankan Bang Faisal apalagi sudah punya keluarga sendiri, dari pada keuangan nya menjadi tidak cukup untuk membiayai keluarga kecilnya nanti gara-gara kuliah aku yang tidak murah, Bang Faisal jadi berat sebelah sama keluarga kecilnya. Istrinya mengurus anak yang masih bayi. Sedangkan Aku sudah dewasa ibarat zaman sekarang anak-anak usia 18 tahun sudah bisa bekerja menghidupi diri sendiri bahkan keluarganya.


Selesai sarapan pagi dan Bang Faisal mau berangkat, biasa sebelum berangkat pamit dulu sama orang rumah.


Setiap pergi tak lupa Bang Faisal selalu pamit dan mencium pipi Fatih.


"Pamit dulu ya kak,"


"Ya, hati-hati dijalan."


"Ya," serempak menjawab.


Motor melaju dengan kecepatan sedang. Pagi-pagi jalan sudah macet, Bang Faisal melewati jalan tikus agar terhindar dari kemacetan. Sampai di SP. Banh Faisal pamit dan langsung pergi.


"Hati-hati ya, Na,"

__ADS_1


"Iya, Bang, Hati-hati juga Bang!


"Ya!


Tring tring, 


Gawaiku berbunyi, entah siapa yang sms karena tahun 2010 belum banyak yang memakai BBM dan WA. hanya SMS dan chat lewat Aplikasi Facebook. Oh, ternyata Alya yang SMS.


("Hai, Nana, kamu udah di SP apa belum?")


("Udah, Nih, Aku lagi nungguin kamu,'')


(Oh, ya udah, tungu aku ya, bentar lagi nyampai")


(Ya, aku tunggu")


Duduk celingak-celinguk sambil menunggu Alya. Orang-orang ini terlihat bahagia bangat, lagi-lagi seperti tidak ada beban yang mereka rasakan, entah dalam hatinya seperti apa, aku tidak tau. Beda sama Aku, hati bergejolak sejak pertama kali menginjakkan kaki di batam.


"Hai, Na, udah lama nyampenya?'


"Ah, enggak kok baru aja,"


"Kita duduk di cafe sana aja yuk, hanya duduk aja tidak makan kok,"


"Ayok, kami pergi duduk di cafe dekat disekitar ini, wilayah ini penuh dengan perusahan-perusahaan, cafe kebanyakan yang menongkrong adalah anak muda pelamar  dan karyawan perusahaan, ada Mall, dan  hotel.


"Nah, kita duduk disini aja,"


"Hai, boleh duduk disini gak?"

__ADS_1


Tiba-tiba sekelompok gadis-gadis yang duduk di kursi kami dan mengajak kami kenalan, sepertinya ada teman baru lagi nih.


Next...


__ADS_2