Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Ipar serasa kakak kandung sendiri


__ADS_3

Sore telah berlalu, sambil menunggu Bang Faisal. Aku mencuci baju sendiri tak lupa sambil mencuci baju Fatih, merapikan kamar, membantu masak, makan, mandi dan sholat. Tak etis rasanya hanya mencu


"Kok semangat bangat hari ini, Na?" sapa kak Shela.


"Iya, kak, teman Aku Alya, mau ngajakin Aku jalan malam ini,"


"Kemana?"


"Gak tau mau kemana,"


"Kamu harus hati-hati sama Dia!"


"Kenapa kak?"


"Dia sepertinya liar, kurang mau mendengar nasihat orangtua, egois, mementing diri sendiri, bermuka dua dan keras kepala,"


"Dimana kakak tau dia seperti itu?" padahal kakak belum pernah bertemu dengan Dia,"


"Filling kakak seperti itu, kakak bisa merasakan sifat orang itu walau belum bertemu,"


"Unik pula kakak ini,"


"Itu lah yang membuat Bang Faisal tergila-gila sama kakak dulu, hehe." teringat masa-masa indah mereka dimasa lalu, kak shela tersenyum mengingatnya, dua insan sedang di mabuk asmara, kenangan manis mereka lalui bersama cukup indah terekam di memorinya, menikah dalam masa saling mencintai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Menjadi kenangan terindah yang tersimpan dalam memori selamanya. Aku melihat kebahagiaan yang terpancar di bola mata keduanya, mereka saling mencintai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi, Aku malah malu mendengarnya.


"Nanti dulu ngomong tentang itu, kak, kapan-kapan lah, tunggu Aku menemukan pujaan hati dulu, pasti Aku akan nyambung ngobrolnya, kalau Aku belum merasakan jatuh cinta, Aku kudet sendiri mendengarnya,"


"Ya, tak apa, Nikmati aja masa-masa berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dulu,"


"Kita balik lagi ke intinya kak, gimana caranya kok kakak bisa tau Alya itu orangnya liar?"


"Kakak bisa melihatnya karena ada belajar sewaktu kuliah ambil jurusan psikolog dulu, walau tidak tamat tapi kakak selalu belajar mendalami karakter manusia. Sebenarnya semua orang bisa belajar secara otodidak atau mereka tau sendiri lewat mata batin yang dia punya kok.  Bagaimana caranya melihat karakter nya, bagaimana cara menghadapinya, apalagi untuk anak perantau bisa berguna untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan musuh,"


"Kakak kan sudah banyak pergi kesana kemari sudah banyak macam karakter manusia yang kakak temui kakak harus banyak-banyak belajar untuk itu agar tidak di injak-injak orang, polos boleh bodoh jangan,"


"Kamu boleh berteman sama siapa aja, kalau cari teman yang benar-benar baik ya gak ada, bertemanlah, jangan polos bangat sampai dimanfaatkan orang, jangan seperti itu, setiap perjalanan yang kamu jalani, ambil lah pelajarannya jadikan pengalalaman, pengalaman itu adalah guru untuk yang paling baik untuk masa depan."


"Berhati-hati lah sama orang yang kamu anggap baik, bukan suuzon ya, memang seperti itu Faktanya, orang itu seperti musim, yang awalnya baik bisa berubah semau mereka, nampak nya baik bisa menusuk dari belakang, hati-hatilah sama makhluk yang bernama teman atau sahabat, mertua dan ipar juga atau semuanya lah, cukup perdana 100% sama Allah aja, yang memberi ujian, cobaan dan hikmah dibalik skenario yang Allah tulis dan kita yang menjalani nya."


Berbicara dengan kakak ipar serasa seperti kakak kandung sendiri. Seperti yang kak shela bilang tadi untuk hati-hati dengan makhluk yanh bernama teman termasuk dirinya. Apa itu kak Shela kurang percaya denganku ?" entah lah, yang penting Aku tidak berniat untuk memusuhi siapapun, atau mencari musuh.


"Udah, kak, tuh, Bang Faisal udah pulang,"


"Assalamualaikum." sapa Bang Faisal.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." serempak menjawab sambil salaman sama yang tertua dirumah ini.


"Serius bangat lagi masak apa nih?"


"Lagi masak gulai ikan campur sayuran pucuk singkong." ujar kak shela


"Enak, nih,"


"Mandi dulu, apa makan dulu?"


"Mandi dulu,"


"Yq ,udah,"


"Ok, kak, Aku ingat petuah kakak sebaik-baiknya. Makasih kak sudah mengingatkan ku,"


"Sama-sama."


"


"


"


"Makan lagi bang!"


"Iya,"


"Bang, malam ini, temanku Alya ngajak jalan, boleh gak?"


"Teman yang mana?" kok gak bawa kesini?" 


"Teman yang kutemui di SP, dia juga yang jadi temanku keliling,"


"Mau kemana?"


"Gak tau,"


"Kok sampai gak tau?" kamu hati-hati loh sama orang-orang disini,"


"Tenang aja Bang, Aku bisa jaga diri,"


"Masalahnya kamu belum tau kota batam, jalan-jalan bersama teman juga belum tau kemana, gak bisa sembarangan mempercayai orang loh." terlihat Bang Faisal ragu dengan kata-kataku.

__ADS_1


"Bang tenang aja, kak shela udah memberi petuah panjang lebar dari tadi, Aku akan ikuti saran kak shela tadi."


"Ya, sudah, jangan lama-lama, jam 9 harus sampai di rumah,"


"Iya,"


Teing tring


Alya memanggil..


Ya, datang aja ke Alamat xxxx.


Tit tit...


"Nah, tu Alya,"


"Bawa masuk dulu temannya,"


"Ya, Ayok masuk dulu!"


"Ok,"


"Kamu temannya, Nana?"


"Iya, mau kemana?" tanya Bang Faisal.


"Mau ke pantai tanjung bringir,"


"Oh, ya, silahkan, hati-hati di jalan ya, jangan ngebut,  jam 9 harus sudah sampai dirumah."


"Iya, Bang, Insya Allah."


"Ayok, Na, kita berangkat, kami pergi dulu ya, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam." Bang Faisal dan kak shela serempak menjawab.


"


"


"


Batam lebih dikenal sebagai salah satu pintu masuk menuju ke Malaysia dan Singapura. Kota terbesar yang termasuk di Provinsi Kepulauan Riau itu memiliki banyak destinasi wisata alam, budaya, kuliner, dan salah satu kota perantau orang indonesia. Banyak orang dari berbagai suku dan bangsa di kota ini.

__ADS_1


Tempat wisata yang tidak kalah menarik dari yang ada di Pulau Bali, Lombok, dan Kota Jakarta. Batam bisa disebut destinasi wisata yang tropis dan eksotis.


Next...


__ADS_2