
Merantau ke kepulauan Riau
Part34
"Hai! Nana."
"Hei! juga."
"Nana, sombong sekarang ya, gak ada niat buat menyapa kami." Gimana mau nyapa, aku sebelumnya tidak suka menyapa seseorang terlebih dahulu, takut tidak di balas dan tidak terbiasa juga, bukannya sombong tapi memang seperti itu, kurasa Alya tau itu.
"Kamu kan tau, aku menunggu di sapa bukan menyapa. Oh, ya, kenalin ini alda teman yang memasukkan aku kerja kesini dulu." Sambil menggendeng tangan Alda, aku memperkenalkan ya ke Alya dan indira.
"Aku, Alda."
"Alya."Alya menyodorkan tangannya hanya menyalami hanya ujung 3 jarinya aja seperti jijik aja sama Alda.
"Aku indira." Ternyata sama aja.
"BTW, Kalian sudah saling lama kenal?"
"Baru kok, kita aja kenal sewaktu di SP."
"Ih, ya, masuk yuk!"
"Ayok!"
Menjelang kerja biasa kami berbaris tegas lurus menghadap ke leader yang selalu memberikan petuah. Suara yang pantang, keras, memekikkan telinga, sudah seperti sedang pramuka aja.
Masuk, kerja seperti biasa, aku suda cukup hafal sama apapun yang harus di kerjakan setiap hari yang di kerjakan itu-itu mulu.
"Hai! Kalian karyawan baru?" Tiba-tiba Aira datang mendekati kami.
"Iya."
"Wah selamat ya, Gue juga baru disini, Nama kalian siapa salam kenal ya?"
"Namaku, Alya ini temanku indira, kami temannya Nana dulu ketika mencari kerja. Salam kenal juga."
"Oh, gitu? Yok! Kita barengan!"
Mereka memisahkan diri dari kami, ini bukan Alya dan indira yang dulu, apa ini tabiat aslinya ya? Batin Nana.
"HEI, KALIAN BERDUA AWAS." teriak seseorang.
BRAAKKK.
Tiga-tiba semua barang di mesin operasi bertumburan dengan barang mereka yang lupa mereka kendalikan. Jadilah mereka menyusunnya satu persatu sama sepertiku dulu. Ternyata mereka tidak menyudahinya. Hanya membiarkannya tergeletak seperti itu, Jadilah mereka di tegur oleh leaders perusahaan yang tiba-tiba keluar dari persembunyiannya.
"ITU ITU, BERESIN BARANG ITU KETEMPAT SEMUA AWAS JANGAN SAMPAI LECET! KALAU LECET, GAJI KALIAN SEBULAN TIDAK CUKUP MENGGANTI SEMIA ITU."
"Iya, pak."
"SUSUN DENGAN RAPI YANG CEPAT JANGAN LELET!"
"Iya! pak."
"KURANG RAPI SUSUN LAGI DARI AWAL!"
"iya! Pak."
Kami berdua fokus sama kerjaan masing-masing, tidak melihat Alya dan Indira yang kebingungan menyusunnya sedangkan leader tak berhenti mengomentarinya.
__ADS_1
Seminggu berlalu tibalah saatnya masuk malam, ini paling menguras energi. Tetap ikhlas menjalaninya biar tambah berkah.
Tring tring
"Hallo Nana, Malam minggu nanti ada acara gak?" sapa Dokter Nando dari seberang.
"Gak ada pak, ada apa?"
"Saya mau ngajakin kamu malming mau ya?"Jadi dokter Nando menghubungiku ingin ngajakin aku malming. Sama dia lagi, mana mau aku.
"Berdua aja?" entah kenapa aku merasa tidak nyaman kalau jalan harus berdua dengan laki-laki, apa kata setan nanti, yang ada bersorak gembira meliahat dua insan beda jenis kelamin jalan berdua.
"Enggak, ajak temanmu itu!" Ajak teman? Apa alda mau ya, menemani temanya yang di ajak ketemuan oleh laki-laki? Batin, Nana.
"Enggak bisa kayaknya, orang rumah melarangku kesana-kemari."
"Izin dulu sama mereka."
"Biasanya sering izin, tapi gak di bolehin hanya dulu pertama kali datang kesini ngebolehin jalan sekarang enggak lagi."
"Terus, besok bisa gak?"
"Kemana?"
"Ke Bengkong?"
"Jauh gak?"
"Enggak juga hanya 1 jam dari rumah mu."
"Aku ngomong dulu sama orang rumah ya, kalau mereka kasih izin pergi, kalau gak, enggak bisa."
"Ya, sudah deh." Inilah resikonya tinggal di rumah saudara apa-apa harus di kekang tidak seperti mereka yang ngekos bebas tidak ada yang melarang mau kemanapun yang mereka mau. Tapi, bagus juga sih, tinggal dirumah saudara ada yang memperhatikan kita agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. Walau serba salah ya itulah namanya tinggal bersama orang, orangtua sendiri juga punya aturannya sendiri apalagi saudara.
"Nana, kita ke Batam Centre yuk! Melihat acara festival asal kampung halamannya kak Shela."
"Gimana ya? Aku ada janjian pula sama seseorang."
"Apa, Na?"
"Aku kayaknya gak bisa kak, udah janjian mau main kerumah Alda."
"Kan bisa lain waktu. Acaranya kali ini aja!"
"Enggak bisa kak! Dirumahnya juga ada acara."
"Acara apa?"
"Biasa acara anak muda."
"Oh,"
"Gimana Nana ikut gak?"
"Enggak Bang, aku mau main kerumah Alda, ada acara juga."
"Ya, sudah hati-hati di jalan ya!"
"Ya." Huft lolos. Tidak sulit memang, tapi aku jadi bohong tuh kan gara-gara bohong sekali besoknya bohong lagi, duh kenapa mulut ini gak bisa kompromi sih, kak shela pasti tau itu. Pasti nanti di tanyain dari akar sampai ke ujungnya sama mereka."
"Ah, sudah lah, mending aku menghubungi Alda aja."
__ADS_1
"Hallo, Alda, ada acara gak hari ini?"
"Enggak, kenapa?"
"Aku mau ngajakin kamu jalan kebengkong mau gak?"
"Enggak bisa Na, cucian ku menggunung, kosku sudah seperti gudang, semut dan kecoa dimana-mana. libur ini mau beres-beres soalnya."
"Waduh, sekali ini aja, cucian itu loudry aja, piring mu berapa sih? Buatmu sendiri doang. Beres-beres sepulang dari begkong aja."
"Gak bisa Na, sudah capek di omelin mulu sama Ibu kos."
"Emang gak bisa di rayu ibu kos kamu itu?"
"Rayu kayak giman, Na, gak bisa?"
"Kamu ngekos gak sendirian kan? Ajak lah temanmu beres-beres kos."
"Kita ngekos bertiga tapi mereka berdua beda sift pernah ketemu aja kagak, nyuruh dia ini itu ditulis dulu di buku letakkkan di kasur nya."
"Sekos kok pernah bertemu?"
"Maaf ya Na gak bisa."
"Biar aku kesana aja."
"Terserah kamu." Sekos tidak pernah bertemu karena beda sift, suda sering mendengarnya seperti itu. Tapi, apa Alda di jadikan pembantu gratis lagi? Menurut cerita memang teman kos itu banyak yang curang dari pada jujurnya, bayak yang pemalas beres-beres dan masak dari pada rajin nya, ada pula yang suka memakai barang dan uang kita tanpa izin membuat yang lainnya sering kehilangan. kadang ada yang tidak pernah sama sekali membantu temannya membuat yang lainnya muak. Aku harus kesana.
15 menit berlalu tibalah belakang padang, tidak jauh memang, ingin melihat kondisi kos Alda sampai tidak bisa libur sekali saja. Memang sih kosnya berantakan bangat bekas maka kacang, kuaci, gorengan, nasi padang dan plastik bungkusan bakso, soto, sate dll bertebaran dimana-mana. Yang sudah makan sepertinya tidak terbiasa membuang sampah pada tempatnya.
"Alda!"
"Iya! Eh, kamu, Na, cepat bangat nongol nya?"
"Iya, penasaran sama kondisi kosmu!"
"Iya, beginilah." Alda memperlihatkan kondisi kosnya."
"Ini, yang makan ini itu, kamu semuanya?"
"Tidak, Na, aku tidak pernah makan tidak membuang sampah plastiknya. Ini semua ulah mereka berdua itu, sudah sering menasehatinya tapi tidak pernah mereka hiraukan, tidak pernah nyapu, ngepel, masak memakai uang sendiri. Dia kalau makan tak pernah membereskan dapur dan semuanya. Ketika di bilang, dia Abai. Bertemu pun tidak, ibi kos memarahi ku mulu sampai gak ada istirahaylt. padahal aku juga pengen bebas."
Cas, Baju, tas, sepatu, uang, dan bumbu dapur sering hilang, ku tanya mereka, mereka hanya meminjam tak pernah dikembalikan. Padahal kita membelinya pakai gaji sama seperti mereka ini enak numpang memakai gratis aja."
Mendengar tutur kata Alda, ternyata pikiranku tidak meleset.
"Sabar, Ya, Da. Kalau kamu udah gak ikhlas, kesabaranmu sudah habis, dongkol bikin capek hati capek pikiran, pindah kos aja, cari kos yang lain."
"Mahal, dua kali lipat lebih mahal."
"Biarkan saja mahal yang penting kita aman, tidak capek hati capek pikiran. Barang tidak hilang beli lagi hilang lagi yang ada nanti tidak memiliki tabungan. Cari aja kos yang sederhana, yang penting nyaman lah. Kos aja di dekat rumah kami,bisa pergi bareng."
Sekarang antarkan baju ke loundry aja.
Kalau kamu setuju, besok kan masuk malam, Siangnya cari kos dekat rumah kami, kalau udah dapat, beres-beres barang kamu aja gak usah kosnya juga, sewa mobil pick up buat ngantar barang mu ke kos baru." kulihat Nana nampak memikirkan kata-kataku.
"Ya, sudah deh, Aku hubungi ayah, setelah itu bantu aku masukin baju kotor ini ke plastik, kunci semua lemariku ini, keluar kan semua baju-baju mereka, aku mau mandi dulu."
"Iya, sudah." kubereskan baju-baju yang Seperi Alda bilang. Alda ini terlalu polos atau terlalu baik sih, mau aja bersabar menghadapi teman yang resek itu. Kalau kita terlalu polos kita bisa di injak-injak orang tidak semua orang baik tergantung temannya juga.
Trin-tring,
__ADS_1
Next...