Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Yang berhutang lebih galak


__ADS_3

Merantau ke kepulauan Riau


#Part38


 "Kamu itu orangnya jarang ngomong, tapi sekalinya ngomong, minjem duit."


 "Jangan lupa bayar utang karena semua dosa diampuni kecuali utang. Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali utang." - HR Muslim


Tring tring


Sisca calling


"Teman kos, Na!" Terdengar suara Alda yang seperti mimpi membangunkan tidurku.


"Hoam, Ini, jam berapa?"


"Udah mau magrib." Mataku terbelalak, mendengar sekarang udah memasuki waktu magrib.


"Astagfirullah, aku pulang dulu."


"Tunggu dulu, Na masuk juga jam 19.00wib. Ada teman kos yang menghubungi ku.


"Hadapi aja jangan ragu."


{Hallo siska!}


{Hallo, Al, lo dimana? Kenapa kos masih berantakan lo gak beresin kos kita? Barang-barang lo mana? Barang yang gue pinjam dulu kemana? Lemari gue juga berantakan, uang kami juga hilang seperti kemasukan maling. Coba jelasin Ada apa coba kok tiba-tiba barangmu gak ada semuanya." terdengar suara seseorang dari seberang sepertinya kaget dengan kenyataan yang ada.

__ADS_1


"Kos memang berantakan, Gue cape membereskannya sedangkan kalian tinggal tidur menikmati semuanya. Kalian selalu suruh Gue ini itu, kalian aku suruh  enggak pernah  mau membereskan nya." Mendengar penuturan Alda, siapa sih, yang tahan sama teman penjilat seperti mereka. Maunya hanya memanfaatkan teman yang nampaknya polos aja.


Gue udah pindah kos, Barang gue udah gue bawa semuanya tanpa sisa. Lemari kalian gue yang memberantakannya. Gue mengambil semua barang yang kalian pinjam, termasuk uang 3 juta yang kalian pinjam paksa padaku. Gue udah hitung semuanya hutang kalian semenjak pertama, Gue kos lo suka minta bayar beli mie, sampo, naspad, telor dll mungkin lebih 1 juta.


 Gue Ambil 1 juga karena cuma segitu adanya. Uang siapa aja yang gue buat ganti uang yang kalian pakai, minta sama yang lainnya, gue hanya mengambil hak gue. Maaf ya lemari kalian enggak gue rapiin lagi.


"Loh, tega lo ya, kok gitu amat, kalau lo mau semua barang dan uang lo kenapa gak lo minta pada kami? Main ngambil aja kayak maling tau gak, kita gak nyangka lo kayak gini aslinya." Sepertinya mereka tidak merasa bersalah telah melakukan itu semua pada Alda. Tidak salah aku memaksa Alda mengambil semua barang dan uangnya secara paksa pula, sama kayak yang mereka lakukan dulu.


"Kayak gini aslinya gimana? Dengar ya Gue itu capek kalian kibulin mulu, Gue kalian jadikan pembantu di kos sendiri, tulang punggung sisa kalian. Emang kalian pikir gue gak bosan? Gue juga punya perasaan." Pembantu di kos sendiri dan tulang punggung sisa? Tajam bangat omongannya, sepertinya Alda sudah lancar berbicara dan membela dirinya sendiri.


Bukannya dari dulu gue minta baik-baik, barang sama uang kalian, tapi kalian marah bilangnya "Nanti aja, gak ada uang, nunggu gajian, enggak kalian bayar, kalian tiap hari minta bayarin ini itu. Emang salah kalau gue ngasih kejutan buat kalian?" Mendengarnya suara yang nama siksa aja nyesek apa lagi bertemu orangnya?


"Oo, jadi lo diam-diam gak ikhlas minjam barang sama uang ke kami. Kami kan udah janji mau ganti secepatnya tapi lo gak sabar." Pintar hanya ngomongnya tuh orang, kayaknya selain penjilat, dia juga egois terlalu mementingkan diri sendiri tidak peduli dengan perasaan orang.


"Sudah capek di bohongin mulu. Sekarang kalian mandiri lah, beresin itu kos, Gue juga capek di tegur Ibu kos mulu, kalau kalian tidak ingin di tegur, beresin dong, jangan suruh orang lain, kalau kalian mau uang lebi, cari kerjaan lain! Gak usah hutang juga gak akan kalian bayar.


"Loh, maksud lo apa gue jarang ngomong, sekali ngomong minjam duit."


"Alda, ini gue, Novia, Kembalikan uang 1 juta yang lo Ambil itu uang gue, gue gak tau berapa aja hutang gue ke elo, masa masalah gue minjam Mie telor lo hitung juga." Novia? Ingatanku mundur ke 8 bulan silam. Ada seorang wanita yang bernama Novia yang ikut keliling bareng kami.


"Ya, iya lah gue hitung, gue juga kerja, menguras keringat, juga bergaji sama seperti kalian, gue aja bisa membelinya masa kalian minjam gak bayar, gaji gue aja sanggup mencukupi hidup kalian masa kalian gak sanggup mencukupi hidup sendiri. Udah, Ah, gue, mau mandi, berangkat. By. Assalamualaikum." tit. Pintar Alda.


"Alhamdulillah, unek-unek yang Gue pendam akhirnya tersalurkan juga, Na, berkat lo, Gue jadi berani. Gak salah ayah Gue menemukan kalian di bandara waktu itu. Gak salah bangat. Kalian sudah seperti malaikat penolongku dari hutang dan Ancaman sesama manusia tau gak, terima banyak, Na. 


Kalau ayah gak menemukan kalian, Gue pasti gak akan ketemu lo, tapi tidak tau takdir kedepannya gimana, apa tetap bertemu kalau lo tetap bekerja di perusahaan yang sama kita tetap bertemu. Meskipun usia lo 2 tahun lebih muda dari Gue, tapi banyak pelajaran yang gue ambil dari lo. Sekarang gue gak takut lagi mengahadapi orang seperti mereka."


"Kamu berlebihan, Alda. Aku juga beruntung dan mengucapkan terimakasih banyak bertemu kalian yang ikhlas memasukkan Aku kerja di tempat yang sama. Kita ini sama seperti yang lainnya "simbiosis mutualisme" saling menguntungkan satu sama lain. Ada aja hikmah di sebalik semua kejadian yang kita Alami. Sekarang kamu sudah tenang kan! Bebereslah kita berangkat bareng."

__ADS_1


"Ayok"


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Manusia oh manusia, memang tidak ada sempurna, banyak kelakuannya yang suka mengganggu ketenangan yang lainnya, termasuk hutang tadi.


Hutang itu kejam, siapapun yang berhutang baik pada teman, saudara, tetangga, kerabat dan yang lainnya bisa menyebabkan hubungan pertemanan, persahabatan, persaudaraan dan kekerabatan rusak.


Orang suka dan mudah hutang tapi susah dan banyak yang tidak mau membayarnya. Hutang karena terpepet usahakan cari jalannua buat membayar kan nya. Orang yang memberikan hutang bukan berarti dia kaya, dia kasihan melihat orang yang berhutang itu di berikan pahala seluas lautan oleh Allah begitu juga dengan orang yang mau berusaha membayar hutang sama nilainya.


Tapi, ini yang berhutang tidak mau membayar, tidak mau mengerti posisi seseorang, seenak jidat meminjam tanpa mengembalikannya. Orang yang mau memberikannya selalu tidak enak hati. Jadilah dimanfaatkan.


Kita sama-sama bergaji sama-sama tulang punggung keluarga. Gaji buat Foya-foya, gaya Sosialita hutang menumpuk dimana-mana tidak di bayar ketiga di tagih yang berhutang lebih galak dari rentenir manapun.


Yang menagih sudah seperti mengemis untuk mengambil haknya. Orang menagih termasuk menyelamatkan si penghutang dari dosa hutang. Kadang mereka juga terdesak uang, buat bayar sekolah, modal, pengobatan, atau uang tak terduga. Mereka punya uang tapi keberadaanya pada orang lain. Yang mem berikannya sangat butuh uang iu. 


Dari cerita di atas, ini yang membuat Orang enggan memberikan saudara atau yang lainnya hutang, susah kembalinya. Jadi, saudaranya ini kepepet memilih hutang di Bank, walau riba, toh pinjam ke orang lain belum tentu dapat, belum tentu juga di bayar.


Banyak juga hutang di bank terbayar, hutang sama teman, saudara, atau tetangga tidak terbayar.


Ketauhulah orang yang memberi hutang dan yang brusaha membayarnya sangat besar pahalanya diberikan oleh Allah. Jadi, jangan ragu dan jangan berat untuk membayarnya. 


"Jangan lupa bayar utang karena semua dosa diampuni kecuali utang. Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali utang." - HR Muslim


Next...

__ADS_1


__ADS_2