Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Nana kabur


__ADS_3

Merantau ke kepulauan Riau


Part67


Nana kabur


"Assalamualaikum."


Terdengar ucapan salam dari beberapa orang ternyata paman Hadi sama istrinya dan tante ria. Mau apa mereka kemari ya? Bawa tante ria pula. Apa mau membicarakan perjodohan itu? Ternyata di luar ada lagi yang datang. Karyawan yang melihat tanya-tanya.


"Waalaikumsalam. Masuk! Duduk di ruang tamu aja." Ucap Ibu dan Angga.


"Na! Siap-siap ya! Kayaknya mereka serius menjodohkan mu. Kemaren leo sudah cerita, laki-laki yang Punya cafe di cendana sudah mencari informasi terhadapmu pada Angga tapi katanya Angga menolak takut memperburuk keturunan." Ujar Rani.


Angga bilang seperti itu? Ada-ada saja anga ini. Ya, Allah. Ternyata tante ria sangat terobsesi menjodohkan aku sama temannya. Kulihat laki-laki itu jauh lebih tua dari ku sangat tidak enak di pandangan. Hari ini perasaanku kacau bangat ingin kabur hari ini juga.


Jantungku berpacu seperti habis dari maraton. Dadaku sesak ingat Ryan entah di mana. Andaikan aku menerima ryan tampa syarat, aku tidak akan berada di posisi seperti ini sekarang. Ryan! Kamu di mana? Ku cek sosial media tidak ada pembaruan status oleh ryan.


"Biar kau siapkan minuman buat mereka. Kamu hadapi aja dengan tenang." Ujar Rani.


"Nana! Kesini dulu! Ada hal yang akan paman bicarakan."


"Langsung to the poin aja, paman." Rani menyiapkan cemilan dan minuman.


"Enak bangat." ujar salah satu ibu-ibu. Angga datang mengacaukan suasana menyetel musik hip hop asal korea selatan sekencang organ tunggal. Sudah di tegur oleh ibu tidak menanggapinya nya.


"Angga! keciliin musik nya! Kita pusing nih." Ujar paman. Lagi angga tidak mengacuhkannya. Seperti nya Angga sangat tidak suka.


Paman membawa rombongan nya keluar duduk di kursi pelanggan membicarakan perjodohan kami. Paman dengan tegas mau tidak mau harus mau, apalagi yang di tunggu toh semua yang seusiaku sudah menikah.

__ADS_1


"Nana! Kemaren tante ria telah membicarakan perjodohan ini katanya kamu menolak. Karena apa?" ujar paman.


"Iya, Nana. Tidak boleh menolak seseorang. Nanti di cap sombong. Apa salahnya kenal dulu, mereka ini berasal dari keluarga yang baik." Ujar tante ria


"Iya, Nana. Beri ke pastian pada orang. Tidak boleh menunda lagi, kasihan adik juga mau menikah dan ibumu di tanya mulu sama orang. Kapan kamu menikah." Ujar Tante dewi istri paman. Sedangkan Ibu diam aja.


"Nana! Kami telah memperhatikan mu dari dulu. Jadi lah menantu Ibu, kamu bisa mengelola kos-kosan 12 pintu kami dan butik warisan dari saya." ujar seorang Ibu. Mereka membujuk ku dengan harta, semakin tidak nyaman rasanya. Aku tidak mau menikah kerena harta dan tidak sama orang yang ku cintai lagi. Aku tidak mau di cap perempuan matre oleh orang lain.


"Uni! Bujuk anakmu!"


"Saya terserah Nana aja."


"Bagaimana uni ini tidak tegas sama anaknya. Kita ini serius loh, jangan karena Nana belum menikah kita jadi gunjingan orang lain. Saya sebagai pamannya malu uni. Seorang gadis sudah cukup umur berhak untuk di nikah kan suka tidak suka harus menikah tanpa kecuali. "Ujar paman dengan suara sedikit di keraskan aku dan ibu tersentak. Hanya gara-gara aku, mereka menjadi murka?


"Jangan bentak ibu saya!"


"Makanya kamu turuti apa kata orang. Nana! umur kamu sudah 24 tahun, kalau di biarkan lama, nanti kamu ke enakan sendiri tidak berpikir untuk menikah. Makanya kita ingin menjodohkan kamu dengan seseorang tidak akan membuat kamu susah ikut kerja seperti wanita lain." Ujar Tante ria.


"Jangan banyak berpikir yang macam-macam. Kamu sudah lama merantau tak kunjung mendapatkan jodoh. Biar kita yang mendatangkan jodoh buatmu. Mungkin saja jodohmu lewat kita." Ujar tante ria.


"Akan ku pikir dulu paman! Tante! Semua ini terjadi tiba-tiba. Dan aku tidak bisa memutuskan dengan cepat."


"Nana. Saya janji akan membahagiakan mu lahir dan bathin. Saya tidak akan memisahkan mu dari keluarga mu, keluarga mu keluargaku. Begitu juga sebaliknya. Saya tunggu jawabannya dua hari lagi." Ujar seorang laki-laki.


"Terima aja perjodohan ini. Anggap aja akan menjadi takdir yang harus kamu jalani." Ujar tante dewi." Takdir? Takdir itu sesuatu yang sudah di lakukan. Kalau aku menolak apa aku menolak takdir?


"Kami tunggu waktu dua hari kalau tidak memberi kepastian. Mau tidak mau kamu harus menikah." Ujar Paman. Ya, Allah. Begini amat nasip jomblo. Mereka keluar, sebelum berangkat paman masuk lagi. Lelah hati ini berperang dengan keadaan. Sekarang sudah bukan zaman siti Nurbaya, di mana banyak pernikahan terjadi karena di jodohkan.


"Na, kami tau kamu tidak menyukai dia. Biarlah dia seperti itu, usianya jauh di atas kamu. Apa salahnya menerimanya, Cinta akan datang setelah menikah nanti."

__ADS_1


"Terima aja lah. Na! Ibu lihat lelaki itu juga orang baik berasal dari keluarga yang baik-baik. Benar kata mereka apa lagi yang di tunggu." Ya, allah. Ibu juga ikutan. Apa yang harus aku lakukan?


***


Dua hari kemudian tiba saatnya Nana di hadapi dengan keadaan yang sama sekali tidak di inginkan. Setiap saat lelaki itu sering menghubungi Nana memberikan janji akan membahagiakan nya sampai bulan madu ke jepang. Apakah sudah saatnya Nana menikah?


Apakah dialah jodoh yang telah tertulis di lah Mahfuz untuk Nana?


Nana berperang dengan hati.


"Cieee... ehem.. ehem.. Nana mau menikah. Dia gak jelek amat hitam manis." Ujar rani.


"Buatmu aja."


"Dia maunya kamu." Hari ini di sibukkan dengan acara masak memasak untuk menyambut tamu. Aku masih terlena tidak percaya akan menikah. Tidak banyak undangan yang di sebar, pernikahan ini di luar persetujuan ku. Ya, Allah. kalau benar ini sudah menjadi takdir ku aku akan belajar menerimanya.


Tapi.


"Nana! Mandi sana. MUA sudah datang." Ujar Tante ria masuk ke kamar Nana tidak ada, lihat lemari masih banyak baju. "Nana! kamu dimana?"


"Ada apa ria! Ujar tante Yuni. ini, "Nana tidak mana?"


"Itu dia. Kemana ya? Tanya Mbak maryam dan karyawan.


"Eh! Rani! kamu tau Nana kemana?" Rani celingak celinguk putar kamar, dapur, halaman depan, belakang mencari Nana tidaka ada. Tidak satupun karyawan yang tau.


"Nana tidak ada? kemana dia. Angga! kamu lihat kakakmu gak?" Ujar Bu maryam.


"Tidak tau."

__ADS_1


"Tidak tau tadi sore masih di kamarnya. Coba lihat kamar mandi." Rani mencari ke kamar mandi tidak ada.


Nana kemana ya??


__ADS_2