
Merantau ke kepulauan Riau
Part 51
Ricuh di mobil
"Fotoin aku di atas menara ini." uajr shelin. Ya Allah, demi mengambil gambar, mereka semua rela memanjat ke sana-kemari?
Oh ternyata setiap menara ada tangga gak kelihatan ku kirain mereka manjat.
Cerek cekrek, cekrek, cekrek.
"Aku juga, fotoin dong!"
"Nih, Aku fotoin." uajr Mita.
Cekrek cekrek, cekrek cekrek.
Mesjid dulu hanya di gunakan untuk Ibadah. Tapi, sekarang juga di gunakan untuk berselfi menandakan kita habis sholat. Aku juga ikut melaksanakannya karena yang tua-tua juga melaksanakan hal yang sama.
"Kemana lagi, Nih?" uajr Alvaro.
"Ke batu madu lebih dekat dari sini." ujar Cello.
"Bulan madu?" ujar Alvaro.
"Batu madu? Elo ini bulan madu mulu, kelamaan jomblo tau gak.
Perjalanan selanjutnya ke batu madu, rencananya selama di sini kami akan mengunjungi semua tempat wisata. 1 jam dari Mesjid raya.
Air ombak sedang surut sepertinya akan baguslah dengan surutnya ombak, kami bisa melihat pantai yang jernih, duduk manis, nyemil, berlari sana kemari dengan gelak tawa dan berbincang dengan warga negara Asing. Sampai malam larut sepertinya kami akan bermalam di sini untung barang-barang sudah di bawa.
Sampai pukul 21.00wib perut keroncongan mencari restoran cepat saji. Makan yang banyak lagi-lagi kami seperti kelaparan bangat biasa usia muda sedang kuat makan.
Selesai mencari homestay dekat sini. Demi ketenangan, 1 kamar hanya berdua. Mandi kilat dan menguploadnya ke sosial media. Lagi-lagi teman mahasiswa dan di kampung tak lupa mengucapkan kekagumannya pada ku.
------
Pantai cempaga
Azan subuh berkumandang. Gerah badan ternyata di sini sangat panas, Sholat, mandi, ganti baju melakukan perjalanan selanjutnya.
"Geser kesana! Shelin." Aku gak punya tempat duduk lagi." ujar Rania yang kebingungan karena sudah tidak memiliki tempat duduk.
"Tempatku udah sempit ditambah kamu menyuruh geser krempeng jadi badan aku.
"Apa, tempatmu cukup besar tuh, badanmu itu yang gendut jadi banyak ngambisin tempat. makanya jangan gendut banyak boros nya." ujar Rania.
__ADS_1
Aku hanya memperhatikan mereka yang ricuh, masih untung bukan aku yang tidak memiliki tempat.
"Geser woi, geser." Ujar Fero. Beralih kebelakang mereka yang laki-laki ricuh karen Fero tidak lagi kebagian tempat.
"Gimana mau geser tempat ini sudah sempit banget." Ujar Ryan.
"Ya, geser dikit lagi, Aku gak kebagian tempat duduk."
BRAK...
"Aduh, kalau mau pingsan bilang-bilang dong kena aku sakit tauk." uajr Mita, Najwa, dan Ryan yang mana mereka bertiga tertimpa Fero menjatuhkan tubuhnya antara laki-laki dan perempuan. Ikut Rania yang menjatuhkan tubuhnya juga.
"Rania sama Fero, cocok, ya!" sama-sama tidak kebagian tempat sama suka duduk sembarangan lagi, comblangin aja guys." Ujar Nafis.
"Iya, cocok bangat mereka." Ujar Anil.
"Apaan sih kalian, Aku ini gak kebagian tempat duduk masa berdiri aja.
Banyaknya barang yang di beli membuat bagasi mobil penuh. Sebab ini mobil pariwisata yang mengangkut 20 orang, tempat duduknya hanya cukup buat panumpang aja, bagasinya sama dengan travel biasa. Mobil sempit penumpang pada ribut tapi ada komedinya berarti mereka ribut tidak serius. karena ada yang tidak kebagian tempat duduk.
"Udah udah berhenti pusing kepalaku. Dari tadi ribut mulu" Ujar seorang laki-laki bernama kris.
"Ya, jangan ngambil tempat ku, Aku pula yang gak punya tempat duduk." ujar seorang Azril, himbauan yang lainnya hanya di dengar tapi tidak di gubris oleh mereka.
"Eh, Azril, kamu kan? Yang belanja banyak amat sama kayak Emak Gua tauk! Baru sehari, belanja udah se gunung gimana seminggu coba. Kamu aja yang berdiri." Ujar kris
"HAHAHAHAH." Azril kayak Emaknya kris. Ujar Fero yang telah mendapatkan tempat duduknya.
"HAHAHAHA, cocok tuh, Azril kayak perempuan suka belanja banyak. Buat apa aja? Buat kasih emak lo? Buat pacar lo? Tetangga lo yang suka ngerumpi kayak Ibu-Ibu PKH itu? Ujar Seorang laki-laki bernama Arif.
"Buat dia jual katanya. Hahaha." Belanjaan Azril di buat lelucon karena belanjaannya membuat sempit mobil. azril memang suka belanja itu untuk di jual lagi. Orang sibuk main di pantai dia dan satu rekannya menghilang muncul sudah di mobil dengan belanjaan segudang.
Mendengar penuturan kris, membuat orang-orang tertawa sekencang-kencangnya termasuk sopir dan knek. Sebab, kris menyamakan Azril dengan Ibunya yang suka belanja banyak untuk di jual kembali di warungnya.
"Gue, belanja karena gua punya duit, Iya, yang akan gue jual lagi ketika di Batam nanti. ogah bangat berdiri gue duluan masuk mobil, elo terakhir. Ya, lho yang berdiri." ujar Azril gak mau kalah.
"Enak aja, Elo yang berdiri tuh lihat tempat duduk sebelah lo, lo isi dengan belanjaan.
"Pindahin kebakang!" ujar kris.
"Udah penuh, udah deh ,berdiri aja sampai cempaga nanti. Tapi, jangan kentut ya."
"Ogah berdiri." Kris menjatuhkan tubuhnya ke mereka.
"Aduh." Fero, Ryan fan Azril mengerang kesakitan.
"Ada-ada aja lo, Tadi Fero sekarang elo Ril, bikin tambah sempit tau, Gue uda kerempeng di tambah badan lo yang menimpa gue tambah krempeng. Ujar Ryan. Menurutku tidak terlalu kerempeng pas lah untuk orang berusia 21 tahun.
__ADS_1
"kami berdua juga kekurangan tempat duduk, Ril!" Ujar Rania.
"Itu resiko kalian." uajr Azril.
Mereka terus ribut hingga tidak sadar sudah sampai di pantai cempaga.
Bentangan Pantai Cemaga bisa mencapai radius 5km dari bibir pantai hingga tepian batas air. Seperti halnya pantai lain di Natuna, terdapat juga banyak batuan besar.
Tidak itu saja, airnya juga jernih dan perairan yang tenang bisa jadi tempat yang cocok untuk melakukan banyak aktivitas mulai dari berenang, snorkeling, dan lain-lain.
Jarak Pantai Cemaga dari Ranai adalah sekitar 23km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Sayangnya, tidak ada penginapan yang tersedia di pantai ini sehingga bagi kita yang ingin menginap harus tinggal di rumah warga sekitar.
"Vidio kita viral guys, dari awal masuk, Gue gak sengaja merekam Aktifitas kita kali ini. Banyak yang komentar mereka menertawakan kita. Ujar seorang bernama Mike.
"Mana?" ujar kris.
"Ini, Buka Facebook kalian, buka Akun gue.
Mereka mengeluarkan HP nya, mendapati mereka yang sedang ribut di mobil, vidio dan Audionya jelas apa aja yang mereka sebut terdengar dengan jelas, Aku diam aja, karena tidak pandai basa basi. Kebanyakan mereka menertawakan Kris yang mulutnya seperti perempuan, Azril yang juga seperti Ibu-ibu yang belanja banyak memenuhi bagasi dan tempat duduk. Fero yang menindih tubuh temannya termasuk wanita. Ryan yang paling mengeluh karena sempit. Shelin dan Rania tak kalah heboh karena tidak kebagian tempat duduk.
"Woi, ngapain tuh berantam, nanti kecelakaan." Komentar seseorang.
"Hahaha, hajar Azrik jangan kasih kendor
"Hahha, lucu. Ada-ada aja kalian."
"Hahah, kalian kenapa? Liburan kok berantam."
"Kris mulutnya seperti Ibu-ibu PKH, Azril kayak emaknya kris suka belanja."
"Bagus juga lawak kalian, ya!"
"Wah, gila lo. Kok tepat amat lo merekam semua aktifitas kita disini.
"Hahah, vidio kita viral se kota batam, kita di tungguin pihak kampus." Ujar Najwa.
"Kenapa pihak kampus nungguin kita?" ujarku kali pertamanya ikut berbicara.
"Dari Buk Ratih."
"Oh, dosen itu." ujarku.
"Ternyata Bang, Faisal, kak sheka, Angga, Alya, Indiria, dan Dokter Fernando yang sudah lama menghilangjuga ikut ngelike, komentar dan menonton video itu. Mereka menanyakan kemana, Dimana, lucu bangat.
Next...
__ADS_1