
tes pertama
Pagi-pagi selesai sholat subuh, mandi, menyetrika baju putih, celana hitam untuk tes, harus good locking, gak kusam, memakai sepatu hitam. Makan, siap berangkat. Sebotol air minum tak lupa ku bawa, hitung-hitung mengirit biaya agar gak beli air di jalanan.
"Udah siap, kan, Na, ayok berangkat!"
"Ayok! Kak! Berangkat dulu, ya!
"Pergi dulu ya, La! dek! Jangan nakal di rumah ya!" Seperti biasa Bang Faisal selalu pamit sama istri dan mencium pipi anaknya.
"Iya! Tidak kok, papa, Fatih tidak nakal kok, da da." Biasa kak shela selalu mengajak Fatih pamitan sama Ayahnya.
"Iya, Na, semoga lolos ya!"
"Amiin, Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam."
"
"
"
Setiba di lokasi sudah banyak orang yang datang, ada pelamar, ada juga mereka yang sudah menerima panggilan tes. Seragam hitam putih yang di pakai untuk tes, kalau tidak, nanti dilarang masuk sama satpam. Tak terhitung berapa jumlah calon pekerja yang datang, menurut kak shela, dari sekian ribu pelamar ada sebagian yang diterima berkas lamaran nya termasuk Aku, di setiap calon pekerja yang tes, mereka hanya menerima sebagian juga, "Apakah itu termasuk Aku?"
__ADS_1
Entah lah, Harus berusaha, Bang Faisal dan kak shela sudah mengajari nya semalam, Aku siap untuk tes. Lihat kiri kanan entah di mana Alya berada, Nah, itu dia, selangkah lagi security akan menutup pintu pagar. Alhamdulillah, Alya tidak terlambat.
"Hai! Na! Alya berlari ngos-ngosan, kali ini penampilannya begitu good locking.
"Hai! untung kamu tidak terlambat."
"Iya, untung bangat, kejar-kejaran sama waktu takut terlambat, untung Aku ingat lokasinya." Alya lari-lari, bukannya bisa minta diantarin sama tante atau suaminya. Atau, bukannya pagi-pagi angkot masih bisa ngantarin penumpang ke sini.
"Kan bisa minta diantarin angkot kesini, ongkosnya sama aja," karena kulihat banyak pelamar yang datang kesini diantar sama saudara, teman, atau angkot, taksi juga bisa.
"Sayangnya angkot yang ini tidak, Na, kata supir, supirnya baru belum tau banyak jalan muka kuning, makanya jalan aja untung gak terlambat,"
"Motor tantemu?"
"Oh, ok, yang penting tidak terlambat."
"
"Perhatian semuanya, hari ini kami pihak perusahaan akan mengadakan tes untuk calon pekerja di PT. PxxxxxxxxxIndobatam."
Mendengar petuahnya seserius mungkin, banyak syarat yang dia himbaukan untuk calon pekerja. Didengarkan, dan diresapi. Stafnya juga mempersilakan calon pekerja untuk bertanya kepada calon pekerja, banyak yang bertanya. Tapi, kami berdua diam aja, mereka yang bertanya seperti sudah sering melakukan tes semacam ini mungkin tidak lolos. 2 jam berdiri akhirnya selesai juga mendengar petuahnya tinggal tes lagi.
"Baik lah, Mari ikut masuk naik ke lantai 2." Berjalan masuk kedalam gedung perusahaan, naik ke lantai 2, di situ kami akan melakukan tes tulis, seperti mengisi biodata, matematika, PPKN, sejarah, tentang Kota batam dan kepulauan riau, kemampuan bahasa asing, komputer dan menyalurkan hobby.
Duduk berkelompok sepertinya, kelompok kami ini kelompok yang tidak banyak bicara atau bertanya. Alya juga, Alya seprtinya tipe Ambivert, bukan introvert atau extrovert seperti dugaanku dulu, dia seseorang yang pintar mencari waktu yang pas untuk berbicara dan nyaman berada di komunitas introvert dan ekstrovert.
__ADS_1
Cocok bangat duduk disini. Lagi-lagi staf memberikan petuah pada kami. Seperti mengajari cara tes, cara mengisinya, tidak boleh ada typo walau satu huruf.
1 jam lamanya tibalah kami pada tes mengisi biodata, matematika, tes matematika ini seperti tes IQ, kalau IQ dan EQ atau kemampuan berhitung dan mengingat. Kalau orang dengan IQ tinggi dia cepat mengingat materi dalam beberapa kali lihat. EQ kemampuan berhitung, kalau EQ tinggi dia cepat menghitung dalam waktu tertentu. Waktu yang diberikan cukup cepat bagi orang yang EQ nya agak rendah begitu pula sebaliknya.
Alhamdulillah 50 soal sudah di isi, entah benar entah salah Aku tidak tau. Menurut cerita perusahaan memiliki cara tes sendiri, beda perusahaan nanti beda pula cara tes nya.
Beralih ke tes PPKN dan sejarah, untung nilai PPKN dan sejarah ku cukup tinggi dengan cepat Aku menyelesaikannya, waktu yang tersisa Aku gunakan untuk menyeleksi jawaban mana yang salah, ada beberapa yang salah. sayangnya gak boleh ada typo, Aku lihat kiri kanan banyak coretan di HVS nya, Aku coret juga dan mengisi mana pertanyaan yang kosong. Alya juga banyak typo.
Tibalah tes tentang kota Batam dan Kepulauan Riau, Alhamdulillah selesai. Setelah itu, mengumpulkan soal dan jawabannya ke staf perusahaan. Setelah itu, kami di tes kemampuan bahasa asing. Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan komputer.
Untung sejak SD sampai SMK sudah kursus Bahasa Asing dan komputer karena kata Ibu, Bahasa Asing akan berguna pada saat kita masuk jenjang SMP sederajat, SMA, sederajat, kuliah, kerja di perusahaan besar dan merantau keluar negeri.
Ah, Ibu memang tidak berpendidikan tinggi tapi akan selalu berusaha menjadi Ibu yang baik dan cerdas untuk anak-anaknya. Insya Allah sukses mendidik anak dengan ilmu yang tinggi untuk dunia dan Akhirat tidak kalah dengan para IRT Seorang sarjana yang full untuk menjaid IRT yang baik dan cerdas.
Tes berbicara memakai bahasa Asing di depan calon pekerja. Dengan mendengar suaranya aja staf sudah tau calon pekerja lancar apakah tidak. Tidak sulit bagiku, Alhamdulillah, lancar, giliran orang lain ada yang lancar, biasa, gugup banyak salah. yang banyak salah semua orang tertawa termasuk kami, ada yang malu, murung dan biasa aja.
Ada yang tidak bisa sama sekali, yang tidak bisa mereka hanya diam tidak berani menunjukkan diri, seperti hanya pelengkap, berusaha untuk mencari muka pun tidak, pasrah terhadap keadaaan. Rasa percaya diri yang rendah antara siap dan tidak siap untuk kerja, tapi berharap lolos.
Selesai, waktunya tes komputer, biasa ada yang lancar, ada yang tidak, ada yang bengong gak tau ngapain di komputernya, kalibini waktu tidak dibatasi. Alhamdulillah Aku dan Alya lancar.
Saatnya mengetesnya satu persatu, nampaklah siapa yang lancar siapa yang tidak dari jarinya aja staf bisa tau seseorang lancar apakah tidak ada yang tidak tau dimana letak huruf A, B C, sampai z. Sebenarnya letaknya sama seperti yang di HP kita mungkin mereka belum memakai HP Android karena masih jarang zaman itu. Atau tidak pernah belajar sewaktu sekolah dan tidak pula kursus.
Terakhir mencoba menyalurkan hobby. Ada yang mencoba bermain Badminton, Basket, Volly, sepak bola, bela diri dan menari. Aku memilih Volly, Alya memilih Badminton. Sebenarnya semua olahraga Aku bisa. Staf juga membebaskan calon pekerja untuk mencoba olahraga apapun sesuka kita. Menurut cerita kita harus pintar-pintar mencari simpati staf termasuk wawancara atau interviu untuk yang lolos tes tulis sore nanti.
Next....
__ADS_1