Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Ibu, kasih Ibu sepanjang masa


__ADS_3

"Assalamualaikum, kak, Apa kabar, senang jumpa kembali sama kakak." Sambil bersalaman dan mencium pipi kaponakanku yang manis.


"Waalaikumsalam, datang juga kamu, Na."


Kakak iparku menyambut ku dengan ramah.


Aku membantu Bang Faisal merapikan barang-barangku. Istirahat sejenak tak lupa menghubungi Ibu dikampung halaman. Ah, baru saja sampai tapi sudah rindu sama Ibu.


Tring-tring


"Halo, Assalamualaikum, kami sudah sampai Bu."


"Waalaikumsalam, Na, "Gimana perjalanannya?"


"Alhamdulillah, lancar Bu." Oh, ya, Bu, kapan-kapan datanglah kesini, Bu, Sesekali jalan-jalan, mengunjungi Kami dan cucu Ibu yang sedang lucu-lucunya. Kulihat kak shela tersenyum menanggapinya sedangkan Bang Faisal tampak setuju dengan yang kapan ku. 


"Masa mondok dirumah mulu, nungguin Rumah makan sama kolam ikan, sesekali refresing agar tidak suntuk."


"Lain kali aja, kalau Ibu ke sana, siapa yg menjaga Rumah makan sama kolam Ikan?" Ibu, ini sudah tua, kurang bisa kesana kemari gampang sakit."

__ADS_1


"Ah, Ibu, malah mikirin itu, Ibu kan sering bilang, kalau penyakit jangan dipikirin, kalau dipikirin ya jadi penyakit, kata-kata itu kan do'a."


"Ya, benar do'a, tapi bukan berarti diabaikan ya."


"Coba, kesiniin Hpnya!"


"Nah, Bu, Bang Faisal mau bicara."


Aku memberikan Hp ke Bang Faisal. Aku menggendong kaponakanku yang nampak memandangi ku tampa kedip mungkin dia penasaran "siapa sih, yang datang?" siapa sih cewek ini cantik bangat?"😂 siapa sih, kok Akrab bangat sama Mama dan Papa ku?" Aku bermonolog sendiri membayangkan itu yang ingin diungkapkan oleh kaponakanku yg masih berusia 9 bulan itu, sedang aktif-aktifnya, sedang seru memainkannya.


"Ibu, benar kata, Nana! Sesekali kesini lah, sering juga boleh, sesekali lihatlah daerah lain, Apa Ibu gak rindu sama cucu Ibu, nih." Bang Faisal mengarahkan Hpnya pada kak Shela dan Fatih. Kak Shela, tersenyum menyapa Ibu.


"Hai, Nenek, Apa kabar, Nek." Kak, Shela berbicara sambil mengajarkan Anaknya ngobrol sama Neneknya tak lupa kami semua menampakkan muka pada Hp Ibu. 


"Ibu sama yang lainnya Alhamdulillah sehat wal'faiat. Kalian semua Apa kabar?"


"Alhamdulillah, baik juga, gimana sama usaha Rumah makan sama kolam Ikannya?"


"Alhamdulilah, lancar, semakin maju, cukuplah untuk membiayai pendidikannya, Nana sama Angga. Tapi, sayangnya Nana malah mengikuti kalian kesana, Angga tamat SMK, juga ingin ikut katanya." Ibu, memang sudah Akrab sama Kak Shela, karena mereka pernah bertemu sekali ketika Bang Faisal membawa kak Shela pulang ke Padang.

__ADS_1


"Gak apa-apa Bu, biarlah mereka mengikuti apa yang mereka inginkan, Kata merka ingin mencari biaya sendiri itu bagus Bu, uang bisa dicari, Ibu tinggal memperhatikan dan menasehati mereka aja walau jauh, Ibu juga, bisa menabung untuk Haji dan Umroh."


"Hehe, Iya, nih, segitunya kamu memperhatikan Ibu, Ibu juga kangen sama cucu Ibu kalau kesempatan Insyaallah, Ibu akan datang, janga baik-baik diri kalian, makan teratur, tidur dan istirahat yang cukup, jaga kesehatan, dan titip Nana, ya, kalau dia nakal, bandel, atau membuat kesalahan marahin aja."


"Ah, sungkan pula marahin Anak orang Bu, Oh, ya, Mana Angga Bu."


"Angga, entah kemana perginya, biasa hari minggu mereka jalan-jalan."


"Ok, titip salam sama Angga ya Bu."


"Iya, Insya allah."


Perbincangan kami cukup panjang, Ibu sangat ramah sama sama orang-orang termasuk menantu perempuannya, tidak cerewet, apalagi bermusuhan seperti yang ku baca di cerbung-cerbung yang ku baca di sebuah Aplikasi. Dimana hubungan mertua dan perempuan banyak yang tidak akur, beda pendapat berujung petaka, mertua yang jahat, suka menzolimi menantu, suka cemburu sama menantu perempuannya, karena kodratnya wanita pecemburu, Aku melihat teman wanitaku punya teman baru sesama wanita aja cemburu apalagi sama suami. Suka mengungkit dialah yang sudah melahirkan anak laki-lakinya, menyusuinya, merawatnya, membesarkannya, menyekolahkannya sampai setinggi mungkin hingga seorang perempuan datang menikmati hasilnya, tidak terima, mengungkit terus melupakan dia juga punya anak perempuan dan menantu perempuan juga diperlakukan hal yang sama oleh orangtua nya bahkan lebih.kadang anak laki-lakinya hanya tamat SD, anak perempuannya tamat S3. 


mereka suka mengadu domba anak sama istrinya, suka mengambil uang anak laki-lakinya sesuka hati tampa memikirkan Anak laki-lakinya bertanggung jawab penuh terhadap istrinya, Anak perempuan orang yang sudah bersedia meninggalkan Rumah yang nyaman, orangtua yang menyayangi nya, saudara yang mencintainya, karir yang diimpikannya, Dia tinggalkan semua itu demi mengikuti dan berbakti pada suami, masa pengorbanannya tidak dihargai?" Istri bukanlah kerbau yang dicucuk hidungnya, Suami bukanlah Anj!ng yang bebas aja manut pada majikannya, semua ada aturannya. Apa yang suami suruh ya manut, apa yang suami perintah ya manut, apa yang suami larang ya manut. Tapi, manutnya tentu yang baik-baik aja tidak melanggar syari'at. Kalau melanggar syari'at boleh tidak manut. Karena sudah menikah surga istri terletak di telapak kaki suami, dan surga suami berada di telapak kaki Ibu, Istri milik suami, suami milik Ibu bukan berarti seorang Ibu bisa sesuka hati mensetir Anak laki-laki hingga mengabaikan tanggung jawab pada Istri nanti surganya zonk.


Itu semua sudah menjadi tanggung jawab orangtua, melahirkan, menyusuinya, merawatnya, hingga memberikan pendidikan sampai setinggi mungkin yang diperintahkan oleh Allah, orangtua yang baik adalah pahlawan tampa tanda jasa, setitik pun air susunya tak bisa digantikan dengan berlian manapun. Setitik keringatnya berjuang untuk kita tak bisa digantikan dengan gunung emas manapun. Orang tua berhadiah surga, sayang berbagai alasan surganya itu ternoda.


Alhamdulillah, Ibuku tipe Ibu yang dewasa, tipe damai, walau tidak berpendidikan tinggi tapi, Alhamdulilah Ibu akan berusaha menjadi Ibu yang baik untuk anak-anaknya. Mendidik anak-anak memiliki ilmu pengetahuan dunia dan akhirat, bisa menjadi bimbingan psikologi untuk anaknya, bisa menjadi guru yang baik untuk anaknya. Mendidik anak laki-laki menghormati perempuan termasuk Ibu, saudari dan istrinya Alhamdulilah Bang Faisal sangat menghormati istrinya sama seperti Dia menghormati Ibunya. Ibu juga idak mau ikut campur sama rumah tangga anaknya. Ibu menyerahkan semua rumah tangga anaknya sama yang menjalani. Ikut menasehati tampa menyakiti satu sama lain. Beruntung bangat kak Shela bermertuakan ibu beruntung kak Shela bersuami Bang Faisal. Mudahan Aku mendapatkan suami seperti Bang Faisal, mudahan Aku mendapatkan, Amiin. Eitsss masih bocil belum meraih mimpi dan cita-cita udah mikirin suami dan mertua.😂

__ADS_1


Next... 


__ADS_2